
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 72
(Pingsan)
...•...
...•...
Tania masih bingung memikirkan cara untuk membebaskan Rania dari tangan si mafia itu, ia pun mengajak supirnya untuk berkeliling agar ia bisa mendapatkan ide yang pas. Memang Tania belum mengetahui kalau papanya saat ini sudah mulai bertindak untuk membantunya membebaskan Rania, oleh karena itu ia masih kebingungan.
"Pak, stop pak!" ucap Tania meminta supirnya berhenti sambil menepuk-nepuk kursi kemudi.
Sontak Rusli sang supir langsung menginjak rem secara mendadak karena Tania juga mengagetkan dirinya, ya Tania meminta Rusli menghentikan mobilnya karena ia melihat jajanan pinggir jalan yang tak lain adalah cilor alias cinta molor eh salah maksudnya aci dicampur telor.
"Tunggu sebentar ya, pak! Saya mau turun beli jajan dulu!" ucap Tania lalu membuka pintu mobilnya.
"Siap, non!"
Tania pun turun dari mobil lalu berjalan ke dekat gerobak cilor yang kebetulan sepi itu, tanpa berlama-lama lagi ia langsung saja memesan jajanan tersebut dalam jumlah banyak karena Tania kalo lagi pusing pasti sukanya makan banyak.
"Bang, aku mau cilor nya 10 ribu sama maklor juga 10 ribu ya!" ucap Tania.
"Iya, neng!" ucap pedagang itu.
Baru melihat abangnya itu memasukkan adonan cilor ke wajan saja Tania sudah tergugah, ia makin tidak sabar untuk menikmati jajanan pinggir jalan tersebut. Walau sekarang dirinya sudah menjadi orang kaya, namun baginya jajanan seperti ini adalah yang paling enak dan cocok dimakan.
Sembari menunggu pesanannya selesai, Tania duduk di kursi yang disediakan si pedagang sambil mengotak-atik ponselnya. Ia membuka sosmed nya karena gabut gak ada yang ngechat, biar kelihatan sibuk aja makanya dia begitu.
__ADS_1
"Bang, saya mau cilor nya 5 ribu ya!"
Tiba-tiba ada seorang pria datang ke tempat yang sama dengan Tania dan juga memesan cilor seperti gadis itu, ia juga duduk di samping Tania dengan satu kaki ditaruh di atas kaki lainnya.
Tania belum menyadari kehadiran lelaki tersebut karena ia fokus dengan ponselnya, sedangkan laki-laki itu menoleh memandangi wajah gadis di sampingnya sambil senyum-senyum kecil.
"Hey!" ucap lelaki itu menyapa Tania.
Sontak Tania terkejut lalu menoleh ke arah pria itu dengan wajah penasarannya, ia langsung menganga seketika begitu melihat pria di sampingnya.
"Tayo!" sambung pria tersebut sambil nyengir menahan tawa dengan mengalihkan pandangannya.
"Ish, jadi lu yang pesen cilor juga tadi? Kenapa sih gue harus ketemu lagi sama lu disini, Rizky?" ujar Tania sedikit kesal.
Ya seperti yang dibilang Tania, pria itu merupakan Rizky seorang intel yang ditugaskan untuk menyelidiki mafia Cakra terkait kasus pencurian dana negara yang dilakukannya. Memang sejak awal pertemuan mereka selalu saja bertengkar, tapi siapa sangka kalau nantinya mereka malah saling jatuh cinta seperti film-film di tv. *eh enggak deh.
"Lah gue kan pengen beli cilor juga, emang cuma lu yang boleh makan cilor? Lagian kalo tau ada lu disini gue juga ogah kali beli cilor disini, mending gue cari kang cilor yang jauh daripada gue beli disini terus ketemu sama cewek cerewet kayak lu!" ujar Rizky.
"Dih, sembarangan aja lu cowok batu! Gue juga ogah kali ketemu sama lu, udah deh mending lu pergi sana jangan ganggu mood gue yang pengen makan cilor dengan tenang dan damai!" ujar Tania.
"Lah siapa lu ngusir ngusir gue? Ini tuh tempat umum siapapun boleh jajan disini, terus tadi lu bilang gue apa? Cowok batu? Kalo gitu gue panggil lu cewek cabe rawit, soalnya mulut lu tuh pedes banget lebih-lebih dari cabe biasa...." ujar Rizky.
"Heh, mulut cabe! Gue mau kasih tau kabar ke lu nih tentang cewek yang lu culik waktu itu, dia masih ada sama gue dan sekarang gue bingung mau diapain tuh cewek! Kan lu yang nyulik dia, sana gih jagain! Capek gue jagain dia mulu, banyak maunya! Udah gitu bawel lagi, eh tapi masih lebih bawelan lu sih!" ujar Rizky.
Tania pun melirik sinis ke arah Rizky, ia juga baru teringat pada anak dari si mafia yang masih diculik olehnya. Tania coba menjadikan ini sebagai kesempatan lainnya untuk membebaskan Rania.
"Iya ya, ada untungnya juga sih gue ketemu nih cowok disini! Jadinya gue bisa dapet ide buat bebasin Rania dari si mafia itu..." batin Tania sambil senyum-senyum sendiri menatap ponselnya.
"Heh, stress lu ya? Kasihan, udah cerewet stress lagi!" tegur Rizky sambil geleng-geleng kepala.
...•••...
Disisi lain, Lionel membawa istrinya ke sebuah taman yang diberi nama taman senandung karena setiap orang yang datang kesini selalu bersenandung ria sambil loncat-loncat kayak orang gak waras.
Lionel & Rianti duduk di kursi panjang berdampingan tapi tidak saling tatapan, Rianti masih tidak mau menatap wajah suaminya karena terbawa emosi akan kejadian yang ia lihat sendiri tadi.
__ADS_1
"Sayang...." ucap Lionel menyentuh tangan Rianti.
Dengan cepat wanita itu menjauhkan tangannya dari sentuhan sang suami, ia tidak ikhlas jika tangan miliknya disentuh oleh suami seperti Lionel yang sudah tega mengkhianati pernikahan mereka.
"Sayang, tolong jangan tinggalin aku! Semua ini cuma salah paham aja, aku gak pernah selingkuh sama Shani atau siapapun itu! Aku setia sama kamu, Rianti! Kan aku juga udah sering bilang sama kamu, cintaku ke kamu itu abadi..." ucap Lionel.
"Halah udah deh, mas! Aku gak mau denger kata-kata omong kosong kamu itu, cukup ya kamu bahas soal cinta-cintaan! Karena kalau kamu emang cinta sama aku, gak mungkin kamu akan tergoda sama cewek murahan itu! Kamu udah perkosa dia, itu kan tandanya godaan dia berhasil dan kamu juga gak bener-bener cinta sama aku!" ujar Rianti.
Tampak air mata kembali menetes keluar dari kelopak mata Rianti, namun dengan cepat wanita itu langsung menghapusnya menggunakan tisu.
"Aku kan udah bilang sama kamu, soal kejadian itu aku sama sekali gak sadar! Otak aku udah kayak dicuci sama dia, aku khilaf sayang! Aku juga gak bener-bener mau ngelakuin itu sama dia, tapi entah kenapa tiba-tiba aja tubuh aku kayak bergerak sendiri!" ujar Lionel mulai kehabisan kata-kata untuk bisa membujuk istrinya yang sedang marah itu.
"Alasan kamu basi banget tau mas! Udah cukup ya, gak ada lagi yang perlu kita bahas disini! Aku akan urus perceraian kita dan pergi dari rumah bersama anak-anak aku, sekarang aku gak mau lagi ketemu sama kamu atau ngeliat wajah kamu yang busuk itu!" ujar Rianti terlanjur kesal pada suaminya.
Rianti pun bangkit dari duduknya membenarkan tasnya dan hendak pergi, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing sehingga ia terduduk kembali sambil memegangi keningnya itu.
"Awhh..."
"Ka-kamu kenapa, sayang?" ujar Lionel panik hendak menyentuh tubuh istrinya.
"Jangan sentuh aku, mas! Aku gak sudi tubuhku disentuh lagi sama laki-laki kayak kamu!" ujar Rianti.
Rasa pusing di kepalanya semakin menguat, pandangannya mulai kabur dan ia sulit melihat sekeliling. Ia berpegangan erat pada tiang bangku dan sandarannya sambil terus memegangi keningnya, tak lama ia pun pingsan di tempat.
"Rianti, kamu kenapa sayang?" ujar Lionel sangat panik sambil menepuk-nepuk wajah istrinya.
"Ya ampun dia pingsan lagi, yaudah aku bawa aja ke rumah sakit kali ya?" gumamnya.
Akhirnya Lionel menggendong tubuh Rianti dan membawanya ke dalam mobil dengan tergesa-gesa, ia sangat cemas pada kondisi istrinya itu yang mendadak mengalami pusing lalu pingsan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Cie senyum2😍...
...❤️❤️❤️...