Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 162 (Penampilan baru)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 106


(Penampilan baru)


...•...


...•...


Setelah pertemuannya dengan Rosa kemarin, Reno merasa sedikit lebih semangat kembali untuk bisa mendekati Tania seperti apa yang dikatakan Rosa padanya kemarin. Reno pun pergi mencari keberadaan Tania di luar, walau ia belum tahu dimana rumah gadisnya itu dan bahkan untuk sekedar nomor hpnya saja ia tidak punya.


Saat ini Reno sudah berada di mobilnya mencari-cari Tania di sekeliling jalanan tersebut, ia hanya mengikuti insting hatinya untuk bisa menemui Tania tanpa adanya petunjuk apapun yang ia dapatkan. Bagaimanapun Reno sangat ingin mewujudkan permintaan Rosa sekaligus juga hidup bersama wanita tercintanya, karena sejak dahulu Reno selalu berharap bisa menikah dengan Tania.


"Kemana ya gue harus cari Tania? Gue gak punya petunjuk apapun tentang dia disini, kalo terus begini yang ada gue cuma buang-buang bensin!" gumam Reno kebingungan.


Akhirnya Reno memutuskan menghentikan sejenak mobilnya di pinggir jalan, ia mengacak-acak rambutnya sendiri berupaya mencari cara untuk bisa menemukan Tania saat ini. Ia terus saja memukul-mukul jidatnya sendiri karena masih belum dapat ide apa-apa, sesekali Reno juga berteriak sembari memukul setir melampiaskan amarahnya.


"Aargghh! Kenapa sesusah ini buat ketemu sama Tania, cewek yang gue sukai? Harusnya kalau emang gue sama Tania berjodoh, pasti bakal dimudahkan dong? Lah ini malah jadi kayak gini!" teriak Reno.


Tiba-tiba pandangan matanya tertuju ke sebrang yang mana ada seorang wanita tampak kesusahan dengan motor di sampingnya, tentu Reno penasaran dan coba melihat lebih jelas sembari membuka kaca mobilnya. Rupanya wanita itu terkena musibah karena motornya mogok dan memerlukan bantuan, Reno sangat ingin membantu wanita itu karena nalurinya yang senang menolong sesama.


Akan tetapi, Reno saat ini harus bisa menemukan Tania bagaimanapun caranya demi Rosa dan juga dirinya sendiri tentu karena ia ingin mewujudkan impiannya sejak dulu yakni menikahi Tania. Namun, Reno akhirnya tetap berniat membantu wanita itu karena ia merasa kasihan padanya.


Reno pun turun dari mobil dan segera menyeberang jalan menghampiri wanita tersebut, ia sempat berhenti karena ragu ingin membantu wanita itu.

__ADS_1


"Duh gue bantu dia apa enggak ya? Kasihan sih, tapi kan gue juga harus temuin Tania dengan segera! Ah yaudah deh gapapa, gue bantuin aja cewek itu lagian paling cuma sebentar doang!" gumamnya.


Ya Reno memutuskan untuk tetap membantu wanita itu karena sudah tanggung, ia jalan mendekati wanita tersebut lalu memanggilnya dari belakang.


"Permisi..." ucap Reno.


Wanita itu pun menoleh secara perlahan, wajahnya kini terlihat jelas di hadapan Reno dengan rambut yang mengibas akibat gerakan kepala wanita itu.


Reno tercengang melihat gadis di hadapannya, bahkan ia sampai kesulitan menelan saliva nya akibat terlalu takjub pada sosok gadis tersebut.


"Ya, ada apa?" ucap gadis itu bertanya.


"Eee sa-saya mau bantu kamu, motornya lagi mogok kan?" ucap Reno gugup.


"Ohh, iya bener! Serius lu bisa bantu gue? Kalo gitu bagus deh, tolongin ya soalnya gue gak tau apa-apa soal beginian!" ujar gadis itu sembari menyingkirkan rambut yang menutupi matanya.


Reno terdiam menatap wajah gadis tersebut, jika dilihat memang sikap wanita di hadapannya sangat mirip dengan Tania ketika masih menjadi copet. Hanya saja wanita ini sepertinya adalah anak motor jika dilihat dari pakaian serta motornya yang dimodif seperti anak motor pada umunya.


"Ah iya, sorry!" ucap Reno tersadar dari lamunannya sambil tersenyum ke arah gadis itu.




Dari arah berlawan namun tetap pada jalan yang sama, muncul sebuah mobil hitam mewah milik Tania yang akan melintas. Tentu saja di dalamnya ada Tania serta Riko yang baru pulang dari salon kecantikan, William memang meminta Tania memperbarui penampilan serta memotong rambut agar gadis itu bisa terlepas dari masa lalunya.


Tania pun kini tampak lebih menarik dan feminim dengan penampilan barunya, apalagi sekarang ia memiliki poni yang menutupi dahinya tak seperti dulu ketika ia membenci poni. Ia terlihat senang juga dengan tampilannya yang sekarang, berkali-kali ia terus berkaca untuk melihat dirinya sendiri melalui kamera depan ponselnya.


"Udah cantik kok, non!" ujar Riko sembari tersenyum melirik nona nya melalui kaca spion.


Sontak Tania yang sadar dirinya diperhatikan oleh Riko, langsung menutup ponselnya dan tampak tersipu dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Apa sih, pak?" ujar Tania malu-malu.


"Hahaha, kan emang bener non Tania itu udah cantik dari sananya! Jadi mau digimanain juga ya tetep bakal cantik gak akan berubah, ya semoga aja dengan penampilan baru non Tania setelah ini gak ada lagi masalah ya non!" ucap Riko.


"Aamiin pak, itu dia yang aku harapkan! Karena aku selalu aja keinget sama masa lalu, semoga sekarang aku bisa lebih tenang dan selalu berpikir ke depan!" ucap Tania tersenyum.


"Betul tuh, non!" ujar Riko.


Saat Tania menoleh ke samping, ia malah tak sengaja melihat Reno pria yang selalu menghantui pikirannya disana. Tania pun tampak bersedih kembali, apalagi sekarang Reno tengah bersama seorang wanita lain yang ia tak tahu siapa wanita itu.


Entah mengapa hati Tania terasa pedih saat melihat pria yang dicintainya bersama wanita lain, padahal sampai saat ini Tania dan Reno juga bukan siapa-siapa serta mereka tidak memiliki hubungan apapun.


"Loh, non kenapa? Tadi senyum-senyum, kok sekarang malah balik sedih lagi?" tanya Riko heran.


Tania pun reflek menghapus air mata yang mengalir dengan kedua tangannya, ia coba bersikap tenang agar Riko tidak berpikir yang macam-macam.


"Aku gapapa kok, pak! Udah fokus nyetir aja!" ucap Tania tersenyum.


"Baik, non!" ucap Riko lalu fokus menghadap ke jalan dan tidak lagi melirik nona nya di belakang.


Tania bersandar menatap keluar jendela, ia merasa sakit hati sekali karena Reno tampak mesra dan tertawa ria bersama wanita lain.


"Kenapa aku malah jadi sedih begini ngeliat Reno dekat sama wanita lain? Harusnya kan aku seneng karena Reno gak lagi berusaha deketin aku, tapi kenapa semuanya jadi seperti ini?" batinnya.


Akhirnya sia-sia saja ia merubah penampilannya seperti ini dan memotong rambutnya, karena rupanya ia masih sama seperti dulu yakni terjebak masa lalu.


Selama sisa perjalanan, Tania terus saja menangis sesenggukan sembari menatap keluar. Riko tak berani lagi menegur nona nya karena takut akan mengganggu, ia pun membiarkan Tania tenang dengan sendirinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2