
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 240
(Rianti & Velove)
...•...
...•...
"Tania!"
Sontak Tania serta Velove pun menoleh secara bersamaan begitu seseorang menyebut nama Tania, ya keduanya mengurungkan niat untuk pergi karena munculnya suara tersebut. Padahal sebelumnya mereka sudah ingin pergi dari sana dan kembali ke rumah bersama, namun tiba-tiba saja justru ada orang yang memanggil sehingga mereka terpaksa berhenti sejenak dan meladeni orang tersebut.
Ya Tania langsung tersenyum sumringah begitu melihat sosok wanita yang berdiri disana, rupanya itu ialah Rianti yang tengah mengantar putranya yakni Athar ke sekolah. Tania pun menghampiri Rianti serta Athar yang ada di depannya itu masih sambil senyum-senyum menatap mereka, sedangkan Velove hanya terdiam disana kebingungan karena ia tak mengenali siapa yang memanggil Tania barusan.
"Rianti? Athar?" ucap Tania tersenyum.
"Iya Tania, kamu abis anterin Rania, ya? Dia kemana, aku mau ketemu dong!" ucap Rianti.
"Yah sayang banget, Rania nya udah masuk ke dalam tadi." jawab Tania.
"Ohh, yaudah gapapa deh." ucap Rianti.
"Hai kak Tania!" ucap Athar menyapa Tania.
"Eh iya, hai juga Athar sayang! Apa kabar kamu ganteng?" ucap Tania tersenyum sambil mencubit pipi Athar gemas dan mengusap puncak kepala putra sahabatnya tersebut.
"Aku baik dong, kak!" jawab Athar sembari mencium tangan Tania disana.
"Yaudah, Athar masuk gih ke dalam! Kan sebentar lagi udah mau bel loh, nanti Athar bisa telat kalau terus disini." ucap Tania.
__ADS_1
"Iya Athar, kamu masuk ya!" ucap Rianti.
"Iya mah, aku pamit dulu ya? Dadah mama, dadah kak Tania!" ucap Athar mencium tangan mamanya lalu melambaikan tangan ke arah Rianti dan Tania sambil tersenyum renyah.
"Dadah Athar sayang!" ujar Rianti dan Tania bersamaan juga sambil tersenyum.
Kini Rianti beralih menatap Tania setelah Athar pergi masuk ke dalam sekolah, wanita itu juga berjalan mendekati Tania dan penasaran dengan wanita yang ada di samping Tania saat ini. Rianti terus menatap Velove karena ia memang baru kali ini bertemu dengan wanita tersebut, ia pun bertanya pada Tania tentang siapa wanita yang membuatnya penasaran.
"Tania, dia ini siapa?" tanya Rianti sembari menunjuk ke arah Velove dengan lirikan matanya.
"Ohh, ini Velove. Dia ibu kandungnya Rania, kalian kenalan aja dulu!" jawab Tania tersenyum sembari mengenalkan Velove pada Rianti.
"Hai Velove! Aku Rianti, temannya Tania." ucap Rianti.
"Iya hai juga, Rianti! Aku Velove, mamanya Rania. Salam kenal ya!" ucap Velove sembari meraih tangan Rianti dan bersalaman dengan wanita itu.
"Nah, sekarang kita bertiga ngopi-ngopi dulu yuk! Mumpung Rania sama Athar kan masih baru pada sekolah, kesempatan buat kita pada ngobrol sambil ngopi gitu!" ucap Tania.
"Yah sayang banget! Aku harus pulang sekarang, anakku yang lain harus diimunisasi." ucap Rianti.
"Ohh, anak kedua kamu ya?" tanya Tania.
"Gapapa, anak kamu kan lebih penting. Kita bisa ngobrol lagi nanti kalo kamu free kan masih banyak waktu, jadi tenang aja!" ucap Tania.
"Yaudah, aku pamit duluan ya? Sampai ketemu lagi nanti pas pulang sekolah, Tania, Velove!" ucap Rianti pamitan kepada dua wanita tersebut sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
"Iya Rianti, hati-hati ya!" ucap Tania tersenyum.
"Iya, sampe ketemu juga!" sahut Velove.
"Bye semua!" ucap Rianti.
"Bye!" ucap Tania dan Velove bersamaan.
Rianti pun masuk ke dalam mobilnya, lalu melaju pergi dari sekolah itu untuk kembali ke rumahnya menemui Christy alias putrinya itu.
...•••...
__ADS_1
Sementara itu, Reno dan Lyota juga baru sampai di depan gerbang sekolah mengantar Tania kecil bersama-sama. Keduanya pun turun dari mobil sembari menggandeng tangan Tania, ya gadis kecil itu berada di tengah-tengah mereka dan tampak tersenyum gembira karena dapat diantar oleh papa dan calon mamanya itu ke sekolah.
Tania kecil memang sangat senang bila Lyota bisa mengantarnya ke sekolah seperti ini, itulah sebabnya pagi-pagi sekali ia sudah mengajak papanya untuk berangkat dan menjemput Lyota di rumahnya. Walau Reno masih tertidur pulas dan kaget saat putrinya tiba-tiba sudah ada di dalam kamarnya, ya gadis kecil itu sudah sangat akrab dengan Lyota saat ini.
"Pah, mama Lyota. Aku masuk ke dalam dulu ya?" ucap Tania kecil pamitan pada papa serta calon mamanya itu sembari mencium tangan mereka dan mendongakkan kepalanya sedikit.
"Iya sayang, belajar yang rajin ya!" ucap Reno.
"Tania jangan bandel ya di sekolah!" sahut Lyota.
"Pasti dong pah, mah! Yaudah, aku masuk dulu ya? Dadah papa, dadah mama!" ucap Tania kecil tersenyum sembari melambaikan tangannya.
"Iya dadah sayang!" ucap Reno dan Lyota bersamaan sembari juga melambaikan tangan mereka.
Setelah Tania kecil masuk ke sekolahnya, Reno tersenyum menatap wajah gadisnya lalu merangkul pundak Lyota itu sembari mengusap-usap puncak kepala Lyota dengan lembut. Pria itu juga dengan santainya mencubit pipi Lyota menggunakan kedua tangannya dan mengecup dahi Lyota, entah mengapa Reno ingin sekali melakukan itu padanya.
"Kamu apaan sih?" protes Lyota saat Reno mencubit pipinya berkali-kali.
"Hahaha, abis pipi kamu gemesin banget sih sayang! Aku jadi gak bisa berhenti cubitin pipi kamu yang unyu-unyu ini, jangan marah dong calon istriku yang cantiknya gak ada obat ini!" ucap Reno.
"Haish, udah yuk kita balik!" ucap Lyota.
"Balik kemana sih? Mending disini aja, aku masih mau cubitin pipi kamu cantik!" ucap Reno.
"Ren, kapan-kapan kan masih bisa. Sekarang aku mau coba bujukin mama kamu dan ambil hati mama kamu, supaya aku bisa diterima di keluarga kamu itu! Kan kamu tahu sendiri, kalau aku tuh belum diterima sama mama dan papa kamu." ucap Lyota.
"Aduh, kamu ini udah cantik ternyata berhati mulia juga ya? Yaudah, aku bakal bantuin kamu buat bujuk dan ambil hati mama aku. Ya semoga aja ya mama bisa menerima kamu jadi menantu, supaya kita juga tinggal langsung nikah aja!" ucap Reno tersenyum.
"Haish, kamu udah kebelet nikah apa gimana sih? Dari kemarin yang dibahas itu terus!" ujar Lyota.
"Ya emang bener, apa itu salah? Kan kalo kita udah nikah, aku bisa bebas ngapa-ngapain sama kamu!" ucap Reno dengan tatapan mesumnya.
"Hah? Ya ampun kamu ini, udah ah kita pergi sekarang yuk!" ucap Lyota.
"Iya sayang iya, yuk kita kita ke mobil sekarang!" ucap Reno tersenyum kemudian menggandeng tangan Lyota dan mulai melangkah pergi menuju mobilnya di depan sana.
Lyota hanya tersenyum saja tanpa berbicara apapun.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...