
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 307
(Buka bersama)
...•...
...•...
Allahuakbar... Allahuakbar...
Velove dan Arsen yang baru keluar dari minimarket untuk membeli minum, tampak tersenyum sembari mengucap syukur karena adzan Maghrib telah berkumandang. Dengan begitu tuntas lah sudah perjuangan mereka berpuasa di hari pertama ini, walau banyak cobaan seperti terjebak macet dan lainnya, namun mereka masih tetap kuat berpuasa sampai bedug terdengar.
Tentu saja keduanya pun langsung duduk sejenak di depan minimarket untuk berbuka puasa, kebetulan Arsen juga membeli makanan ringan seperti roti dan kurma untuk menemani buka puasa kali ini. Biarpun mereka berbuka puasa di depan toko seperti itu, namun tak sama sekali mengurangi rasa syukur mereka atas nikmat yang diberikan Tuhan.
"Alhamdulillah udah buka puasa, yuk Ve kita buka dulu sebelum lanjut jalan!" ucap Arsen.
"Iya kak, Alhamdulillah!" ucap Velove tersenyum.
Arsen pun membuka botol minuman yang baru ia beli dan meneguknya disana, ia terlihat sangat puas dan rasa hausnya pun hilang setelah ia meminum minuman tersebut. Sedangkan Velove tampak kesulitan untuk membuka tutup botol miliknya itu, ya sepertinya Velove sedang lemas saat ini.
"Ve, bisa gak? Sini deh biar aku bantu!" ucap Arsen menawarkan diri untuk membantu Velove.
"Eee gapapa kak, aku bisa kok. Ini tadi tanganku cuma agak tremor aja, tapi ini bisa kok!" jawab Velove malu-malu.
"Oh, oke!" ucap Arsen mengangguk.
Velove pun mencoba kembali membuka tutup botol itu di samping Arsen, akan tetapi usahanya lagi-lagi gagal dan botol itu masih belum terbuka hingga saat ini.
"Masih gak bisa? Udah lah Ve, sini aku bantu aja bukain tutupnya!" ucap Arsen tersenyum.
__ADS_1
"Eee iya deh kak, aku minta tolong ya!" ucap Velove tersipu saat hendak memberikan botol di tangannya itu kepada Arsen.
"Tenang!" ucap Arsen.
Arsen dengan santainya membuka tutup botol minuman itu, ia berhasil membukanya hanya dengan satu kali percobaan dan tentunya hal itu membuat Velove tercengang tak percaya.
Setelahnya, Arsen kembali memberikan botol itu pada Velove dan meminta gadis cantik yang manis itu untuk segera meminumnya. Velove pun tampak gugup malu-malu ketika menerima botol dari Arsen dan tanpa sengaja menyentuh tangan pria itu.
"Nih, langsung diminum ya! Abis itu kamu makan rotinya, kalau udah kenyang kita lanjut deh jalan ke rumah tante kamu!" ucap Arsen.
"Eee iya kak, yaudah kak Arsen juga lanjut aja atuh makannya! Makasih ya kak udah dibukain, aku juga gak tahu kenapa susah banget tadi aku bukanya!" ucap Velove tersenyum.
"Hahaha, mungkin kamu lemas karena puasa kali!" ucap Arsen sedikit tertawa.
Velove manggut-manggut saja, ia pun meminum air di botol itu dengan cepat dan menyisakan setengah. Sepertinya Velove sangat haus kali ini, barulah ia beralih memakan roti keju yang tadi ia beli di minimarket dan sesekali menoleh ke Arsen yang memang masih memandangi wajahnya sedari tadi.
"Kenapa kak? Ada yang salah, ya?" tanya Velove.
"Eh eee gak ada kok, kamu kelihatan makin cantik aja kalau lagi makan begitu! Makanya aku suka lihatin kamu!" jawab Arsen.
Saat sedang asyik memakan roti, Arsen
dengan santainya mencolek pipi Velove yang terkena roti. Sontak Velove semakin merasa gugup karena sentuhan Arsen itu.
"Ma-maaf, itu tadi ada bekas roti di pipi kamu! Aku reflek aja buat bersihin," ucap Arsen.
"Iya kak, gapapa. Makasih ya udah perhatian sama aku, sekarang aku ngerasa kayak punya kakak kandung sendiri tau!" ucap Velove tersenyum.
"Bagus deh!" ucap Arsen ikut tersenyum.
Mereka berdua pun melanjutkan buka puasa disana, suasana sederhana itu justru menambah kesan romantis diantara mereka.
...•••...
Disisi lain, Tania sekeluarga juga tengah melakukan buka puasa bersama di meja makan dan tampak saling tersenyum bahagia satu sama lain. Terlebih Rania yang selalu tersenyum renyah karena ia merasa bangga pada dirinya sendiri yang telah berhasil menjalani puasa sampai full, memang tak mudah bagi Rania namun ia senang sekali bisa melewati rintangan puasa di hari pertama ini.
Sementara Tania serta yang lain tampak asyik memakan makanan yang tersedia di meja, Revan yang ikut berbuka puasa disana juga tak mau kalah dan sudah tidak merasa malu lagi. Bahkan Revan dengan santainya melahap berbagai macam makanan serta minuman yang ada disana, ia seperti balap-balapan dengan Rania untuk menghabiskan makanan disana.
__ADS_1
"Rania, kamu keren deh sayang! Kakak bangga sama kamu tau, jarang loh ada anak seusia kamu yang bisa puasa full begitu!" ucap Tania.
"Iya dong kak, aku juga gak nyangka sih kalau aku bisa puasa full. Tapi, tadi aku sempat ngerasa haus banget sih kak dan pengen minum gitu pas tengah hari, untung aja aku masih bisa kuat!" ujar Rania.
"Hahaha, itu namanya godaan orang yang puasa. Makanya kamu harus banyak belajar supaya gak tergoda, tapi papa salut sama kamu!" ucap William.
"Benar itu! Ayah juga salut loh sama kamu, ini kan puasa pertama kamu tapi kamu bisa melewatinya dengan puasa full sampai Maghrib! Semoga besok dan seterusnya kamu bisa tetap puasa full deh sampai lebaran ya!" ucap Jordi.
"Aamiin! Nanti kalau lebaran aku dikasih uang THR kan papa, ayah?" tanya Rania dengan nada gemas.
"Waduh, udah mikirin THR aja nih kamu sayang! Tenang, apa sih yang enggak buat kamu? Kita sekeluarga nanti belanja ke mall beli baju lebaran yang kamu suka!" jawab William tersenyum.
"Yeay asik, makasih papa!" ucap Rania.
"Sama-sama sayang, yuk dimakan lagi!" ujar William sembari mengusap puncak kepala Rania.
"Iya pah," ucap Rania tersenyum singkat.
Rania pun kembali memakan makanan yang ada disana dengan lahap tanpa rasa ragu, kelezatan makanan buatan pekerja disana membuat Rania serta seluruh orang itu tampak sangat menikmati makanan tersebut.
Sementara Revan kini menatap wajah Tania, gadisnya yang sedang asyik memakan makanan sehingga tak sadar kalau Revan memperhatikan dirinya.
"Tania, kamu cantik banget sih!" ucap Revan.
Tania pun terkejut mendengar itu, ia reflek menoleh ke arah Revan dengan tatapan heran. Sedangkan Revan sendiri justru tersenyum manis disana.
"Kamu apaan sih?" tanya Tania.
"Hahaha, aduh pasangan ini romantis banget! Oh ya Revan, besok kamu ajak dong mama papa kamu buka puasa bareng kita disini! Supaya lebih asik dan kekeluargaannya makin terasa, kalian kan udah mau nikah sebentar lagi!" ujar William tertawa kecil.
"Eee iya pah, siap! Nanti malam aku tanyain dulu sama mama dan papa," ucap Revan.
"Bagus!"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1