Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 87 (Bos preman)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 32


(Bos preman)


...•...


...•...


Rania telah selesai belajar di sekolahnya, ya sekarang waktunya ia pulang dan kembali ke rumah walau sebenarnya ia tidak menginginkan itu karena terlalu asyik bermain bersama teman-teman barunya.


Rania yang baru pertama kali sekolah ini sudah memiliki banyak teman loh, dari mulai perempuan sampai yang laki-laki juga ada.


"Rania, kamu belum dijemput?" tanya Vivi (teman perempuan Rania) yang saat ini sudah bersama mamahnya.


"Belum nih, mungkin kakak ku masih dijalan!" jawab Rania tersenyum menggelengkan kepala.


"Oh gitu, oh ya kenalin ini mamah aku! Mah, kenalin ini Rania temen baru aku..." ucap Vivi mengenalkan mamahnya dengan Rania.


"Hai tante! Aku Rania...." ucap Rania melambaikan tangan lalu mencium punggung tangan wanita dewasa di hadapannya.


"Halo Rania cantik...!!" ujar mamah Vivi mencolek gemas pipi Rania.


"Rania, aku sama mamah aku pulang dulu ya! Sampe ketemu besok...!!" ucap Vivi.


"Iya Vivi, dadah....!!" ucap Rania.


Mereka saling melambaikan tangan dan tersenyum, setelah Vivi serta mamahnya pergi dari sana.... Rania pun terlihat murung apalagi sekolahan sudah mulai sepi dan belum ada juga yang menjemputnya.


Bu guru Lidya yang hendak masuk ke ruangannya, mengurungkan niat itu lantaran ia melihat Rania berdiri sendiri di depan sekolah.


"Rania kok sendirian ya? Apa Tania belum datang?" gumam Lidya keheranan.

__ADS_1


Akhirnya Lidya berjalan menghampiri Rania di depan sana untuk menghiburnya sekaligus menemani anak kecil itu.


"Rania...." sapa Lidya sambil memegang dua pundak Rania, membuat gadis kecil itu sedikit kaget dan reflek menoleh.


"Bu guru cantik..." ucap Rania tampak girang saat melihat gurunya ada disana, ia langsung memeluk Lidya dengan erat.


"Iya sayang, kamu belum dijemput ya?" ujar Lidya mengelus rambut Rania.


Rania hanya menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah cemberut, Lidya pun tersenyum dan berjongkok di hadapan gadis kecil itu lalu memegang pipi Rania dengan kedua tangannya.


"Sabar ya cantik! Mungkin kakak kamu masih dijalan, eee gimana kalo kita tunggu kakak kamu sambil duduk disana dan makan es krim? Kamu mau gak sayang...??" ucap Lidya berusaha menghibur Rania.


"Wah mau mau bu guru.... udah lama juga aku gak makan es krim!" ujar Rania langsung sumringah ketika ditawarkan es krim oleh Lidya.


"Nah yaudah kalo gitu, yuk kita kesana sayang!" ucap Lidya tersenyum kemudian beranjak dari jongkoknya lalu menggandeng tangan Rania menuju kursi di dekat sana.


Namun, tiba-tiba ada yang memanggil nama Rania dari belakang membuat mereka menghentikan langkahnya.


"Non Rania...."


Lidya serta Rania pun menoleh memastikan siapa yang memanggilnya itu, tampak seorang pria berbaju hitam berdiri disana.


"Eh ada om bodyguard, kak Tania nya mana om? Kok om sendirian sih kesininya...??" tanya Rania sambil celingak-celinguk.


"Oh gitu ya om, yaudah deh gapapa aku pulang sama om aja... bu guru cantik, aku pulang dulu ya! Makan es krim kapan-kapan aja ya bu..." ucap Rania mendongakkan kepalanya ke arah wajah Lidya.


"Iya sayang, eee tapi benar kan kamu disuruh sama Tania buat jemput Rania...??" tanya Lidya pada Howard, terlihat keraguan di wajahnya karena ia tak mau anak muridnya sampai kenapa-napa.


"Tenang aja bu, saya ini bodyguardnya non Tania kakaknya non Rania... jadi saya tidak mungkin berniat jahat ke non Rania!" jawab Howard.


"Iya bu guru cantik, tenang aja om Howard baik kok!" ucap Rania yang ikut berbicara.


"Iya sayang, yasudah maaf ya pak tadi saya cuma jaga-jaga aja... soalnya sekarang lagi marak penculikan anak, jadi saya sebagai guru harus mampu menjaga murid-murid saya!" ujar Lidya meminta maaf pada Howard.


"Iya bu tidak apa-apa, mari non Rania...!!" ucap Howard meminta Rania menghampirinya.


"Aku pergi dulu ya bu guru cantik, dadah!" ucap Rania mencium punggung tangan Lidya kemudian melambaikan tangan lalu berlari menghampiri Howard.


Rania pun pulang bersama bodyguard itu, namun mereka tak menyadari kalau ada mobil di belakang yang tengah mengincarnya.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Tania & Jordi sampai di sebuah tempat yang menurut pria itu merupakan lokasi markas preman pembuat rusuh di markasnya tadi dan juga telah menculik anak buahnya.


Tampak tempat itu terlihat sepi dari luar, membuat mereka berdua agak curiga dan ragu untuk langsung turun kesana.


"Kok sepi banget ya bang? Apa benar ini tempat preman-preman itu? Harusnya kan pasti mereka kumpul disini, apalagi mereka baru bawa kabur anak buah abang..." ujar Tania heran.


"Itu dia yang gua gak tau, bisa jadi mereka semua ada di dalam dan lagi ngurusin semua anak buah gua... kita turun aja langsung biar lebih pasti mereka ada di dalam atau tidak!" ujar Jordi dengan keyakinannya langsung membuka pintu mobil dan turun begitu saja walau Tania sudah menghalanginya.


"Aduh bang nekat banget sih...." ujar Tania sedikit kesal karena kenekatan Jordi, akhirnya ia pun menyusul turun mengikuti ayah angkatnya itu.


Mereka berjalan mendekati tempat yang memang sangat sepi itu, namun Jordi yakin betul bahwa sebelumnya ada orang disana.


"Gua yakin tadi mereka disini, lihat aja tuh ada kaleng bekas minuman yang masih setengah isinya... sama lihat nih ada makanan di atas meja!" ucap Jordi.


"Iya bang, tapi kira-kira sekarang mereka kemana ya...??" ujar Tania terheran-heran.


"Kita disini....!!" ujar seseorang dari belakang mereka yang membuat Tania serta Jordi terkejut lalu menoleh ke belakang.


Tampak rombongan preman bertubuh besar datang dari arah sana menghampiri mereka, benar saja preman itu merupakan orang yang sama yang telah menyerang markas Jordi tadi dan juga menculik anak buahnya.


"Mau apa lu kesini Jordi? Pake bawa cewek lagi, mau cari mati lu ha...??" ujar salah seorang dari preman itu yang memimpin di paling depan.


"Lepasin semua anak buah gua, kalian gak berhak bawa mereka...!!" ujar Jordi berteriak sambil maju mendekati preman-preman itu.


"Hahaha, lu tenang aja Jor! Kita bakal bebasin semua anak buah lu itu kok, asal lu mau tukar mereka dengan gadis lu itu..." ujarnya menunjuk ke arah Tania yang berdiri di samping Jordi.


Sontak Tania langsung kaget saat ditunjuk seperti itu, begitupun dengan Jordi yang tak mengerti mengapa mereka menginginkan Tania.


"Kenapa begitu?" tanya Jordi heran.


"Hahaha, ya karena bos kita minta Tania buat kerja disini jadi anak buahnya..." jawabnya menjelaskan maksud tujuannya.


"Siapa bos kalian itu?" tanya Jordi.


"Gue...."


Tiba-tiba lagi terdengar suara seseorang dari belakang rombongan preman itu, tentu saja Jordi & Tania penasaran ingin mengetahui siapa bos dari mereka semua.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2