Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 88 (Tertangkap)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 33


(Tertangkap)


...•...


...•...


"Gue...."


Seorang wanita muncul dari belakang rombongan preman itu, ia berjalan maju mendekati Jordi & Tania yang masih menganga karena tak menyangka si bos preman ternyata seorang wanita.


"Gue bos mereka, gue juga yang minta mereka buat culik semua anak buah lu Jor! Dan lu Tania, pastinya lu masih ingat kan siapa gua?" ujar wanita itu yang memang tampak sangar dengan pakaian dan aksesoris yang dikenakannya.


Tania terdiam saat itu coba mengingat kembali siapa wanita di hadapannya itu, hingga akhirnya ia teringat sesuatu saat dahulu pernah mengambil uang dari seorang wanita culun di jalanan.


"Apa dia si cewek culun itu? Kalau iya kenapa bisa dia berubah drastis begini? Perasaan dulu tuh dia burik, buluk, bajunya aja kucel dan sobek-sobek... lah sekarang dia bisa jadi bos preman begini??" gumam Tania heran.


Jordi yang memang sebelumnya tak pernah mengenali wanita itu hanya berharap pada Tania untuk bisa mengenali wanita itu.


"Gimana Tania, lu ingat kan...??" tanya gadis itu lagi tersenyum sinis ke arah Tania.


"Iya gue inget, lu si cewek culun, jelek, dekil, kucel yang gak bisa apa-apa itu kan? Kenapa lu sekarang bisa jadi kayak gini, apa karena lu dendam sama gua yang udah curi uang lu waktu itu....??!!" ujar Tania merendahkan wanita itu di hadapan para anak buahnya.


"Kurang ajar, beraninya lu ngerendahin gue disini! Tapi asal lu tau Tania, sekarang gue bukan yang dulu lagi.... mungkin dulu gue cuma diam saat lu rendahin gue, tapi sekarang gue gak akan seperti itu lagi!" ucap wanita itu.


"Hahaha, terus sekarang lu mau apa? Kenapa lu pengen gue kerja disini sama lu?? Oh gua tau pasti lu butuh perlindungan dari gue kan, hadeh emang ya kalau pada dasarnya cupu ya tetep cupu... lu itu bukan apa-apa tanpa preman di belakang lu....!!" ujar Tania mendekati wanita itu dan terlihat menantangnya.

__ADS_1


"Lu salah Tania, gue Savana dan gue gak seperti yang lu bilang itu... hati-hati Tania karena lu udah salah bertindak dengan menantang gue di tempat ini! Gue pastikan lu bakal menderita selamanya...!!" ucap wanita bernama Savana itu.


Savana memundurkan langkahnya ke belakang, sementara preman-preman itu maju dan bersiap memukuli Jordi serta Tania tentu jika mereka berdua ingin melawan.


"Sekarang lu serahin gadis itu, atau kita bakal pukulin lu sampe meninggal...!!" ujar salah seorang dari preman itu sambil meregangkan otot-otot tangannya.


"Itu gak akan pernah terjadi, sampai kapanpun gua gak akan serahin Tania ke kalian!" ujar Jordi lalu maju di depan Tania untuk melindungi gadis itu.


"Oh begitu ya, baiklah ini permintaan lu sendiri! Ayo semuanya kita olahraga sekarang dan habisin mereka berdua...!!" ujar preman itu memerintahkan yang lainnya maju.


Preman-preman itu langsung mengerubungi Jordi & Tania disana, tampak Tania merasa ketakutan karena jumlah mereka sangat banyak dan tentu sulit baginya untuk menghadapi preman-preman itu.


"Bang, gimana ini?" tanya Tania berbisik di telinga Jordi ketakutan.


"Tenang Tania, kita pasti bisa hadapi mereka semua asal kita yakin...!!" ucap Jordi yang kini telah bersiap melawan.


Tania mengangguk lalu mengambil kuda-kuda untuk siap menghadapi para preman yang sudah mendekatinya itu, ya gadis itu pun mulai bertarung mengeluarkan pukulan serta tendangan ke arah mereka.


Namun, sekeras apapun usahanya untuk melawan preman-preman itu tetap saja ia gagal karena kalah jumlah dengan mereka.


"Lepasin gue! Lepasin! Bang Jordi....!!" ujar Tania berteriak dan berusaha memberontak dari pegangan para preman itu.


"Hahaha, diem lu! Sekarang lu udah jadi milik bos Sava dan gak bisa kemana-mana!" ujar preman yang memegangi tangan Tania.


Melihat Tania berhasil ditangkap, Savana pun maju mendekatinya serta tersenyum sinis menatap wajah Tania.


"Gimana Tania? Masih mau merendahkan gua lagi? Sekarang terimalah balasan dari kesombongan lu itu Tania, mulai saat ini lu bakal jadi anak buah gue dan kehidupan lu tergantung sama gue...." ujar Savana mengelus wajah Tania.


"Cih dasar cupu! Kalau lu berani lawan gua sekarang kita satu lawan satu...!!" ujar Tania.


"Hahaha, untuk apa? Udah lah Tania terima aja nasib baru lu, ayo kalian bawa dia ke dalam dan ikat dia jangan sampai lepas!" ucap Savana memerintahkan preman-preman itu untuk membawa Tania ke dalam markas.


Akhirnya mereka membawa Tania dengan paksa ke dalam sana, sementara Jordi juga dibawa dan dibuang begitu saja di tengah jalan.


...•••...

__ADS_1


Sementara itu, Rania yang tengah dalam perjalanan pulang di mobil bersama Howard pun merasa tidak enak karena memikirkan ayahnya.


"Om, ayahku baik-baik aja kan? Dia gak kenapa-napa kan om?" tanya Rania secara mendadak mengatakan itu pada Howard.


"Iya non, ayah non pasti sekarang lagi nunggu non pulang di rumahnya! Sabar ya non, sebentar lagi kita bakal sampe kok dan non Rania juga akan ketemu ayah lagi...!!" ucap Howard tersenyum ke arah Rania.


"Bagus deh om, tapi kenapa perasaan aku gak enak banget ya om? Aku takut kalau ayah kenapa-napa, percepat mobilnya om aku mau cepet-cepet ketemu ayah...!!" ujar Rania tampak panik mencemaskan ayahnya.


"Iya non ini udah cepat kok... non tenang dulu ya, gak lama lagi kita sampe kok di rumah!" ucap Howard.


Rania manggut-manggut pelan, walau sebenarnya di dalam hatinya ia masih merasa cemas dengan kondisi ayahnya.


"Ayah kenapa ya? Kok aku jadi gak enak begini sih rasanya...??" gumam Rania.


Gadis kecil itu memang bukan anak kandung Jordi, tapi ikatan batinnya telah tumbuh cukup kuat karena sedari kecil ia sudah hidup bersama Jordi dan dirawat olehnya itulah yang menyebabkan Rania bisa mengetahui jika ayahnya sedang mengalami masalah.


Tak lama kemudian, tiba-tiba sebuah mobil dengan cepat menyalip mobil Howard dan berhenti tepat di depannya sehingga Howard harus menginjak rem secara mendadak.


Hal itu membuat Rania hampir terpental ke depan, beruntung ia memakai seat belt.


"Om, ada apa?" tanya Rania heran.


"Om juga gak tau non," jawab Howard.


Lalu, tampak 4 orang pria kekar turun dari mobil jeep hitam di depan dan berjalan ke arah mobil Howard... mereka menggebrak kap mesin mobil Howard serta meminta pemiliknya turun.


"Non, sebentar ya biar om turun dulu temuin mereka! Non tunggu disini ya...!!" ucap Howard.


"Hati-hati om!" ucap Rania.


Howard tersenyum lalu membuka pintu mobilnya dan turun menghampiri orang-orang itu, sementara Rania terlihat cemas di dalam sana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2