Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 422 (Kejelasan semuanya)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 365


(Kejelasan)


...•...


...•...


Lyota serta Reno sudah sampai di bandara kota Jakarta sesuai tujuan mereka, ya memang bandara disana adalah yang paling dekat menuju ke rumah mereka di Bogor.


Keduanya pun duduk di tempat tunggu sambil mencari-cari dimana keberadaan Anggi, Darma dan juga Tania kecil yang ingin menjemput mereka disana katanya.


"Sayang, kamu haus?" tanya Reno.


"Umm, iya nih. Tapi, minuman yang kita bawa buat bekal tadi udah habis! Kamu mau gak tolong beliin minuman buat aku?" ucap Lyota nyengir.


"Ya mau dong sayang! Kamu tunggu disini ya? Kalau misal kamu ngeliat mama atau papa, langsung samperin aja! Tapi, tungguin aku jangan malah pergi gitu aja akunya ditinggal!" ucap Reno.


"Ahaha iya mas, lagian masa iya sih aku tinggalin kamu? Ya gak mungkin lah!" ucap Lyota.


"Yaudah, tunggu sebentar ya sayang!" ucap Reno.


"Oke mas!" ucap Lyota tersenyum.


Setelahnya, Reno pun bangkit dari duduknya dan membeli minuman untuk Lyota di dekat sana. Ia tak mungkin tega membiarkan istrinya kehausan seperti itu karena tidak ada air, walau sebenarnya ia masih letih sehabis melakukan perjalanan dari Bali.


Sementara Lyota tetap menunggu disana, ia mengambil ponselnya dari dalam tas dan coba mengabari Reva kakaknya itu kalau ia sudah sampai di bandara, ia pun menghubungi nomor kakaknya itu karena menurutnya tak cukup jika hanya lewat sms.


Cukup lama ia menunggu, hingga akhirnya telpon tersambung dan diangkat oleh Reva.


📞"Halo Lyota! Lu udah sampe mana?" ujar Reva.


📞"Eee iya halo kak! Ini aku udah di bandara Jakarta, sebentar lagi aku mau pulang dulu ke rumah mas Reno! Baru nanti insyaallah aku main deh ketemu sama ibu dan kak Reva!" jawab Lyota.


📞"Ohh ya Alhamdulillah deh kalo kamu udah sampe dengan selamat! Gapapa kamu mau ke rumah Reno dulu, kesini nya kan bisa besok lagi! Kamu istirahat aja dulu disana, pasti kamu capek kan? Maaf ya gue gak bisa ikut jemput lu di bandara!" ucap Reva.


📞"Gapapa kak, mama sama papanya mas Reno juga udah bilang mau jemput kita kok! Eh ya, ibu baik-baik aja kan kak?" ucap Lyota.


📞"Alhamdulillah ibu baik-baik aja kok! Lu gausah cemasin ibu, kan ada gue sama Niko yang bisa jagain! Udah lu fokus aja sama keluarga lu dulu, insyaallah ibu aman kok! Oh ya, gimana nih hasil bulan madunya di Bali? Udah ada tanda-tanda mau punya anak apa belum nih?" ujar Reva.


📞"Ah kak Reva apaan sih?! Belum lah kak, kan baru beberapa hari kita di Bali!" ucap Lyota tersenyum.


📞"Hahaha sabar aja ya! Kalau emang udah rezeki, pasti bakal dikasih kok sama Allah! Lu berdoa aja sama berusaha terus, lama-kelamaan juga dapet tuh anak!" ucap Reva.


📞"Iya kak, makasih doanya!" ucap Lyota.


📞"Eh yaudah ya, gue masih ada kelas nih! Nanti kita telponan lagi kalo gue udah di rumah, bye!" ucap Reva pamitan.


📞"Oh gitu, iya deh kak. Bye juga!" ucap Lyota.


Tuuutttt...


Telpon pun dimatikan, Lyota langsung merasa lega karena ia sudah mengetahui kabar kakak dan ibunya itu. Walau ia masih belum puas karena tak mendengar suara sang ibu tadi, namun ia yakin kalau Reva bisa menjaga ibunya dengan baik.


"Lyota!"


Tiba-tiba saja ada suara seseorang menyebut namanya dari arah samping, Lyota pun menoleh dan melihat sosok Darma serta Anggi yang baru muncul bersama Tania kecil dari arah sana.


Sontak Lyota langsung berdiri dan tersenyum menyambut mereka bertiga dengan suka hati.


"Mama, papa, Tania?" ucap Lyota.


"Mama...!!" teriak Tania kecil.


Gadis mungil itu langsung berlari cepat mendekati Lyota dan memeluknya erat, sepertinya ia sangat rindu dengan sang mama tercinta.


"Aku kangen banget sama mama!" ucap Tania kecil.


"Ahaha, iya sayang mama juga kangen nih sama kamu!" ucap Lyota.


"Mama sehat-sehat aja kan?" tanya Tania kecil.

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang! Kamu sendiri gimana? Gak bandel kan selama ditinggal mama?" ujar Lyota.


"Enggak dong mah!" ucap Tania kecil.


Lalu, Lyota mengalihkan pandangan ke arah Darma serta Anggi dan melepas pelukan dari Tania kecil. Ia menyapa keduanya sambil mencium punggung tangan Darma dan Anggi secara bergantian.


"Mama, papa, apa kabar?" ucap Lyota sopan.


"Baik sayang! Kamu kelihatan makin gemuk aja, disana bahagia terus ya?" ucap Darma.


"Iya nih, apa jangan-jangan Reno kasih kamu makan kebanyakan kali ya?" sahut Anggi bergurau.


"Ahaha iya nih pah, mah. Mas Reno emang ajakin aku makan terus disana! Alasannya katanya makanan disana itu enak-enak, jadi yaudah deh aku ngikut aja apa kata suami! Makanya aku agak gemukan, maaf ya mah, pah!" ucap Lyota.


"Hey, ya gapapa dong! Kamu walaupun gemuk, tapi tetap cantik kok Lyota! Justru bagus, artinya kamu gak kekurangan gizi!" ucap Anggi.


"Mama bisa aja, makasih ya mah!" ucap Lyota.


"Oh ya, Reno nya sekarang dimana? Kok dia gak kelihatan? Gak mungkin kan kalo dia ketinggalan di pesawat?" tanya Darma heran.


"Hahaha enggak lah pah, mas Reno tadi lagi beli minuman buat aku!" jawab Lyota.


"Ohh pantesan gak ada, apa kirain ketinggalan di pesawat dia gara-gara keasyikan tidur! Ya baguslah kalo misal enggak mah, yuk atuh kita langsung pergi aja ke depan!" ucap Darma.


"Eee enggak tunggu mas Reno dulu, pah?" tanya Lyota.


"Udah biarin aja dia! Nih kamu minum ini aja, abis itu kita pergi dari sini!" ucap Darma.


"Hus papa! Begitu amat sih sama anak sendiri! Kalo Reno nanti bingung cari-cari Lyota gimana? Papa mau tanggung jawab?" tegur Anggi.


"Hehe, bercanda mah!" ujar Darma nyengir.


"Nah sayang, tapi kalo kamu mau minum dulu ya gapapa. Ini minumnya tadi baru beli kok di depan, kebetulan Tania haus tadi makanya kita mampir beli minum dulu!" ucap Anggi menyodorkan botol minuman pada Lyota.


"Iya mah, makasih!" ucap Lyota tersenyum sambil mengambil botol dari tangan Anggi.


Lyota pun duduk kembali di tempatnya dan meminum minuman tersebut sampai sisa setengah karena ia memang sangat haus, bahkan Tania kecil sampai terkekeh sendiri melihat mamanya itu.


"Ih mama cepet banget minumnya!" ujar Tania kecil.


"Hahaha wajar sayang, mama kamu kan lagi haus. Jadi, minumnya pasti cepat!" ucap Darma.


"Eee iya mah, nanti lagi!" ucap Lyota.


Sesudah minum, tak lama Reno muncul lagi disana membawa dua botol minuman di tangannya. Ia senang saat melihat kedua orang tua serta putrinya sudah ada disana bersama Lyota, namun ia kaget karena Lyota sudah memegang botol minuman.


"Eh papa, mama, Tania sayang! Udah pada dateng aja nih?" ujar Reno tersenyum.


"Papa!" teriak Tania kecil.


Tania pun langsung berlari kencang mendekati papanya dan memeluknya seperti tadi ia memeluk Lyota, sedangkan Darma dan Anggi tampak tersenyum bahagia melihat putranya kembali.


"Apa kabar kamu cantik? Baik-baik aja kan selama papa tinggal? Gak bandel kan?" tanya Reno.


"Gak dong pah, aku kan anak baik dan penurut! Tanya aja sama oma dan opa, ya kan Oma?" jawab Tania kecil.


"Iya sayang, kamu pinter kok!" ucap Anggi.


"Hahaha baguslah! Eh sayang, kamu kok udah minum aja sih? Beli dimana?" ucap Reno heran.


"Eee ini dari mama, mas!" jawab Lyota.


"Iya Reno, abisnya kamu lama sih! Mama kasihan sama Lyota udah kehausan, yaudah mama kasih aja minuman yang tadi papa beli!" ujar Anggi.


"Ohh terus ini minuman yang aku beli buat siapa dong?" tanya Reno.


"Ya tinggal disimpan aja Reno, gitu aja kok repot!" ucap Darma.


"Haha iya iya pah," ucap Reno nyengir.


"Yaudah, kita langsung pulang aja yuk! Kalian pada belum makan kan? Kita makan malam sama-sama di rumah, kebetulan mama udah suruh bibik buat masak yang banyak tadi!" ucap Anggi.


"Wah mantap itu mah! Reno kangen masakan Sunda sih, ayo sayang kita pulang!" ucap Reno.


"Iya mas," ucap Lyota.


"Mah, aku mau digendong mama dong!" ucap Tania kecil manja.


"Hey, jangan manja ah! Mama itu lagi capek, kamu jalan aja ya sama papa?" ucap Reno.

__ADS_1


"Gapapa mas, aku juga pengen gendong Tania kok!" ucap Lyota.


"Yeay asik!" ujar Tania kecil kegirangan.


Akhirnya Reno mengalah, ia membiarkan Lyota menggendong putrinya dan lalu jalan bersamaan keluar dari bandara menuju mobil mereka yang terparkir di depan sana.


Keluarga besar itu cukup bahagia, karena hari ini Reno dan Lyota telah kembali kesana bersama mereka.




Keesokan harinya, Reno sudah berada di sebuah cafe bersama papanya untuk membahas mengenai Darma yang penasaran dengan perkataan Rianti kemarin saat bertemu dengannya.


Reno pun juga sangat penasaran apa sekiranya yang hendak dibicarakan oleh sang papa padanya, apalagi sebelumnya Darma sudah mengatakan pada Reno kalau ia bertemu dengan Rianti di jalan.


"Pah, jadi apa yang pengen papa bicarain ke aku soal Rianti?" tanya Reno terheran-heran.


"Iya Reno, papa ini pengen tahu kebenaran tentang apa yang dibicarakan Rianti kemarin sama papa. Dia itu bilang kalau dia punya anak dari kamu, bahkan dia ajak papa untuk ketemu sama anaknya itu yang katanya cucu papa! Apa itu benar Ren? Kamu sudah menghamili Rianti?" ucap Darma.


"Uhuk uhuk..."


Reno terkejut mendengar penjelasan papanya, seketika ia tersedak saat sedang meminum kopi pesanannya. Ia tak mengira Rianti bisa mengatakan semua itu pada papanya, padahal ia sendiri sudah menutupi itu rapat-rapat.


"Serius pah? Rianti bicara kayak gitu?" tanya Reno.


"Iya Ren, kamu itu kenapa sih? Kok kayak yang kaget gitu? Apa semuanya memang benar?" ujar Darma mulai curiga.


"Eee papa santai dulu ya! Aku akan jelasin semuanya ke papa secara rinci, supaya papa gak salah paham dan curiga ke aku!" ucap Reno.


"Yasudah, cepat jelaskan ke papa!" ujar Darma.


"I-i-iya pah, jadi tuh semuanya bermula dari Rianti yang udah menjebak papa sampai papa kehilangan banyak uang dan harta lainnya! Aku itu kesal banget pah sama Rianti dan sejak itu juga, aku bertekad untuk balas dendam ke dia! Aku gak terima papa aku ditipu kayak gitu, ya biarpun papa sendiri juga salah karena udah khianati mama! Akhirnya aku mutusin buat pura-pura deketin Rianti dan kasih kerjaan ke dia, sampai aku berhasil jebak dia terus kita berdua main di rumahnya sampai Rianti hamil pah!" jelas Reno sambil mengatur nafasnya agar tak tegang.


"Apa? Jadi benar kamu sudah menghamili Rianti? Dan anak yang dibilang Rianti, itu memang anak kamu juga cucu papa?" tanya Darma terkejut.


"Iya pah, itu semuanya benar! Awalnya aku kira Rianti gak akan berani datang kesini lagi setelah aku melakukan itu ke dia dan pecat dia dari kantor aku, tapi ternyata dia malah kembali dengan anak itu juga suaminya!" jawab Reno.


Darma amat terkejut mendengar pengakuan Reno, ia sampai mengusap wajahnya dengan kasar dan menghela nafas. Ia masih tak menyangka kalau semua itu benar dan Reno sudah melakukan tindakan yang di luar nalarnya, kini Darma merasa bersalah telah pernah mengkhianati istrinya.


"Haduh Ren, papa gak nyangka loh kamu sampe segitunya sama Rianti!" ucap Darma geleng-geleng.


"Maaf pah! Waktu itu aku khilaf karena aku kesal banget sama dia! Aku juga gak nyangka, akibatnya bisa sefatal ini! Pah, aku mohon jangan sampe mama tau soal ini ya!" ucap Reno.


"Kenapa?" tanya Darma.


"Aku gak mau aja kalau mama kaget dan sakitnya kumat karena tahu tentang semua ini, papa bisa kan bantu rahasiakan tentang ini?" ujar Reno.


"Benar juga! Ya okelah papa akan coba rahasiakan ini dari mama kamu, biarpun mama kamu itu selalu aja penasaran apa yang dibicarakan Rianti dan papa kemarin!" ucap Darma.


"Makasih pah! Aku minta maaf atas kesalahan aku itu, aku udah bikin nama papa jelek!" ujar Reno.


"Gapapa, lalu bagaimana dengan istri kamu? Apa Lyota sudah tahu tentang ini?" tanya Darma.


"Eee belum pah, mana mungkin aku berani bilang itu semua ke Lyota? Bisa-bisa rumah tangga aku dengan Lyota hancur, aku gak mau itu semua terjadi! Maka dari itu, aku mohon papa juga bantu aku tutupin semua ini dari Lyota!" ucap Reno.


Darma terdiam bingung, ia tak tahu apakah harus membantu Reno atau tidak. Namun, pada akhirnya ia menganggukkan kepala dan setuju saja.


"Baiklah, papa bantu kamu!" ucap Darma.


"Makasih pah!" ucap Reno tersenyum.


❤️


Dari meja yang tak jauh disana, Anggi tampak terus memperhatikan Reno dan suaminya itu. Ia amat syok setelah mendengar semua pembicaraan mereka mengenai Rianti yang memiliki anak dari Reno.


Anggi sama sekali tak menyangka jika putranya dapat melakukan hal segila itu pada wanita lain, padahal setahu ia Reno adalah sosok pria yang baik dan tak pernah menyakiti wanita.


"Jadi, ini semua yang papa sembunyikan dari aku? Mama benar-benar gak nyangka sama kamu Ren, ternyata kamu sekeji itu!" batinnya.


Braakkk...


Sangking kesalnya, Anggi sampai membanting gelas minuman yang ia genggam itu ke meja dengan keras hingga membuat Reno serta Darma terkejut dan menoleh ke arahnya.


Kedua pria itu spontan berkata,


"Mama?" ucap Reno dan Darma bersamaan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2