
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 310
(Akhirnya nikah juga)
...•...
...•...
Sepuluh hari kemudian...
Acara yang dinanti-nanti oleh Reno telah tiba, ya hari ini adalah hari pernikahan antara Reno dengan Lyota yang sengaja mereka lakukan pada bulan Ramadhan untuk menambah keberkahan. Mereka pun mengucap janji suci dengan disaksikan oleh para keluarga yang hadir disana, tentu saja yang hadir hanyalah pihak keluarga dari kedua belah pihak.
Ya hari ini Reno dan Lyota hanya melakukan akad pernikahan, barulah setelah lebaran nanti mereka akan mengadakan acara resepsi yang pastinya akan meriah dan dihadiri banyak orang. Karena Reno sudah tidak sabar ingin segera menikahi Lyota dan bisa tinggal bersama gadis itu, pihak keluarga kedua pasangan itu pun telah setuju dan tak ada protes.
Setelah selesai mengucap ijab kabul, Reno kini beralih menatap wanita yang sudah menjadi istri sahnya itu. Mereka saling bertatapan hingga Reno menarik tengkuk gadisnya dan mengecup kening Lyota dengan lembut, semua yang hadir pun mulai bertepuk tangan ketika menyaksikan momen mesra antara sepasang suami-istri yang baru menikah itu.
"Alhamdulillah! Sekarang aku udah resmi jadi suami kamu sayang, kita bisa tinggal bareng deh! Asal kamu tahu Lyota, hari ini aku itu senang banget tau!" ucap Reno tersenyum renyah.
"Iya sama, aku juga senang kok. Akhirnya setelah perjuangan yang kita lalui, kita berdua bisa duduk berdua disini sesuai kemauan kita! Makasih ya Ren, kamu gak pernah menyerah buat deketin aku!" ucap Lyota juga ikut tersenyum.
Di tengah keromantisan itu, Tania kecil selaku putri dari Reno menghampiri keduanya sambil tersenyum.
"Papa, mama!" teriak Tania kecil penuh kebahagiaan.
Gadis manis yang masih berusia lima tahun itu pun memeluk papa dan mama barunya disana, terlihat kalau Tania memang sangat bahagia bisa memiliki mama lagi seperti Lyota.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa tidur sama mama deh, aku seneng banget!" ucap Tania kecil.
"Hahaha, belum boleh sayang! Mama kamu tidurnya sama papa dulu, nanti kalau udah agak lama baru deh kamu boleh ikut juga!" ucap Reno.
"Yah kenapa, pah?" tanya Tania dengan polosnya.
"Pokoknya belum boleh, karena papa sama mama masih pengen berduaan dulu!" jawab Reno.
"Reno!" tegur Lyota menatap tajam ke arah Reno.
Reno hanya nyengir sembari mengusap puncak kepala putrinya yang masih tak mengerti itu, sedangkan Lyota tampak menciumi pipi gadis kecil yang kini menjadi putrinya juga.
Setelah semua proses pernikahan mereka selesai dan buku nikah juga telah ditandatangani, bahkan mereka semua sudah berfoto cukup banyak di tempat itu sebagai kenang-kenangan sekaligus dokumentasi.
Kini Reno bersama Lyota dan putrinya pergi dari tempat itu dengan menaiki mobil yang sudah didesain khusus untuk pasangan pengantin baru itu.
"Mah, mama cantik banget deh!" ucap Tania kecil.
"Aduh sayang, kamu paling bisa ya muji mama! Iya dong mama emang cantik, kan sama kayak kamu sayang! Mama senang deh sekarang udah bisa tinggal bareng kamu!" ucap Lyota.
"Ehem ehem, seneng karena tinggal sama Tania, atau karena bisa tidur bareng aku nih?" goda Reno.
"Ish, apaan sih kamu Ren?!" ujar Tania.
"Hahaha, eh ya kamu jangan panggil aku Ren Ren gitu terus dong! Sekarang aku udah jadi suami kamu loh, panggil yang agak sopanan dikit kek gitu!" ucap Reno mengingatkan istrinya.
"Eee iya juga ya, tapi kamu mau dipanggil apa? Akang, sayang atau suamiku sayang?" tanya Lyota.
"Umm, kayaknya yang terakhir cocok tuh! Aku suka juga, nanti aku panggil kamu istriku yang cantik dan manis!" jawab Reno tersenyum.
"Ah bisa aja," ujar Lyota tersipu.
Supir yang mengendarai mobil itu pun hanya bisa senyum-senyum sembari melirik ke belakang melalui kaca spion menyaksikan momen romantis pasangan suami-istri baru itu.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Rianti tampak gugup sembari memegang kartu undangan pernikahan Reno dan Lyota di tangannya. Rianti bingung apakah ia harus datang ke acara pernikahan itu atau tidak, menurutnya tidak enak jika ia mengabaikan begitu saja undangan dari Reno tersebut, apalagi ia dan Reno adalah sahabat yang sudah kenal cukup lama.
Disaat Rianti tengah berdiri kebingungan, Lionel muncul dan memeluk istrinya itu dari belakang. Pria itu menautkan dagunya pada pundak sang istri dengan dua tangan terus mengusap lembut bagian lengan serta wajah Rianti, membuat wanita itu merasa terkejut dan menoleh menatap wajah sang suami yang berada sangat dekat dengannya.
"Sayang, kamu kenapa cantik? Daritadi aku lihatin kamu kayak lagi gelisah gitu, mikirin apa sih sayangku yang cantik dan imut ini?" tanya Lionel sembari mengusap perut istrinya.
"Eh kamu mas, ini loh aku cuma lagi bingung aja mau datang ke acara nikahan Reno apa enggak. Aku takut kalau misal aku datang kesana, nanti malah dia berusaha lagi buat dekat sama Athar. Kamu kan tau mas, Reno pengen ambil Athar dan kasih tau ke Athar kalau dia ayah kandungnya!" jawab Rianti.
"Oh soal itu, yaudah kalo gitu kamu gausah dateng ke acara nikahan mereka sayang! Kita kirim hadiah aja nanti ya?" ucap Lionel memberi saran.
"Tapi mas, masalahnya aku gak enak juga kalau gak datang kesana. Aku sama Reno kan udah temanan lumayan lama, nanti dia mikirnya aku sengaja gak datang karena alasan Athar lagi!" ucap Rianti masih kebingungan.
"Duh, rumit juga ya kamu! Aku jadi ikutan bingung deh sekarang," ucap Lionel garuk-garuk pelipis.
"Kamu gausah bingung mas! Biar aku aja yang bingung mah, mending sekarang kamu lanjut kerja mas! Tadi katanya kamu banyak urusan, iya kan?" ucap Rianti tersenyum manis.
Lionel mencolek pipi istrinya dan memberi kecupan lembut disana, tak lupa ia juga membelai rambut Rianti yang mulus itu dengan jari-jarinya.
"Iya sayang, tapi aku maunya ditemenin sama kamu. Sekalian yang di bawah sana tuh udah kangen mau dimainin sama mulut kamu ini, pastinya kamu mau dong sayang?" goda Lionel sembari mengusap bibir mungil istrinya itu.
"Duh, siang-siang begini mas?" tanya Rianti kaget.
"Ya emang kenapa sayang, apa salahnya? Aku udah gak bisa tahan lagi loh, daritadi aku selalu kepikiran sama isapan mulut kamu yang selalu bikin aku nagih tau!" jawab Lionel tanpa ragu.
"Huft, iya deh mas aku mau. Yaudah, sekarang kita ke ruang kerja kamu yuk!" ucap Rianti.
"Nah gitu dong, baru namanya istriku yang baik dan perhatian sama suaminya! Aku makin cinta dan sayang sama kamu cantik!" ucap Lionel.
Rianti menunduk karena malu, namun Lionel menarik dagu istrinya itu dan kemudian melumatt bibirnya tanpa ampun hingga membuat Rianti gelagapan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...