
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 327
(Bulan madu)
...•...
...•...
Pagi harinya, Tania menemui Velove yang sedang bersama Rania di depan rumah. Ya Tania pun teringat pada permintaan Arsen yang menginginkan ia untuk coba meyakinkan Velove agar mau menerima Arsen sebagai suaminya dan bukan Rizky, Tania dengan perlahan mulai mendekati Velove untuk berbicara mengenai hal itu padanya.
Sementara dari belakang, Arsen tampak mengamati gerak-gerik Tania karena ia ingin tahu apakah gadis itu berhasil meyakinkan Velove atau tidak. Ya Arsen saat ini hanya dapat berharap pada sang adik karena ia tak bisa melakukan apa-apa lagi untuk mendekati Velove, Arsen terlalu canggung dan malu sehingga ia meminta adiknya untuk melakukan itu baginya.
"Eee Velove, Rania!" ucap Tania menyapa kedua orang yang ada disana.
Sontak baik Velove maupun Rania langsung menoleh ke arah Tania yang memanggil mereka itu, ya keduanya tampak tersenyum begitu melihat Tania tengah berjalan ke arah mereka. Terlebih Rania yang senang sekali melihat kakaknya muncul karena ia ingin bermain bersama sang kakak, sedangkan Velove merasa penasaran dengan kehadiran Tania.
"Kak Tania, kakak mau main juga ya sama aku? Sini dong kak kita main sama-sama, ini mama baru ajak aku main mainan yang seru loh kak! Kakak ayo ikutan juga sama kita!" ujar Rania.
"Eee iya sayang, kakak nanti main deh sama Rania. Tapi, sekarang kakak mau pinjam mamanya Rania dulu boleh enggak? Soalnya kak Tania itu mau ngobrol berdua sama mama Velove, boleh kan Rania sayang?" ucap Tania tersenyum.
"Loh ada apa ya Tania? Kamu mau bicara apa sama aku?" tanya Velove penasaran.
__ADS_1
"Ini masalah penting Ve, kamu ikut aku yuk sebentar! Kita ngobrol di dekat kolam renang, Rania sayang kakak pinjam mamanya dulu ya?!" ucap Tania.
"Iya deh kak, boleh kok!" ucap Rania nyengir.
"Makasih sayang! Nanti kita main bareng ya bertiga, sekarang Rania main dulu sama suster biar kakak sama mama bicara sebentar. Kamu jangan nakal ya Rania cantik!" ucap Tania.
"Sayang, mama pergi sama kak Tania dulu ya?" ucap Velove mengusap puncak kepala putrinya.
"Iya mah, jangan lama-lama ya!" ucap Rania.
Setelahnya, Velove pun pergi bersama Tania menuju tempat duduk di dekat kolam renang yang tidak terlalu jauh dari tempat Rania berada tentu agar mereka juga masih bisa mengawasi Rania.
Sesampainya disana, Velove dan Tania langsung duduk berdampingan dan bersiap untuk mulai berbicara. Tania sendiri masih merasa gugup dan bingung harus memulai semuanya darimana, karena ia khawatir Velove akan merasa risih.
"Eee jadi apa yang mau kamu omongin sama aku Tania?" tanya Velove penasaran.
Tania pun gugup dan menundukkan kepala sembari memainkan jari-jarinya, ia bingung dan agak ragu untuk mulai berbicara dengan Velove. Namun, demi sang kakak yang sangat sayang padanya Tania pun berusaha menguatkan diri agar tidak gugup dan bingung di hadapan Velove.
Velove terkejut saat mendengar perkataan Tania, ia baru tahu kalau Tania ternyata hendak membahas mengenai Arsen yang menyukai dirinya dan ingin ia mempertimbangkan lagi keputusannya.
"Maksud kamu?" tanya Velove pura-pura.
"Iya Ve, kak Arsen itu suka sama kamu. Dia bilang ke aku kalau dia sayang dan cinta sama kamu, tapi dia takut buat ungkapin ini langsung ke kamu karena dia tahu kamu sudah dilamar Rizky. Tolong Ve, kamu coba pertimbangkan ini lagi ya!" ucap Tania.
Velove terdiam tak mampu berbicara apa-apa, jujur ia juga bingung harus mengambil keputusan apa saat ini karena tak mungkin ia membatalkan rencana pernikahan antara ia dan Rizky yang sudah diatur sedemikian rupa sejak lama.
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota sedang berada di ruang keluarga. Mereka berdua duduk berdampingan di atas sofa dan tampak saling berpelukan mesra sambil berbincang mengenai rencana bulan madu, tentu sebagai pasangan suami-istri baru mereka pasti juga ingin melakukan bulan madu seperti halnya pasangan pengantin yang lainnya.
__ADS_1
Namun, Reno bingung hendak mengajak Lyota pergi bulan madu kemana nantinya, karena ia tidak terlalu hafal tentang tempat-tempat indah yang disukai oleh Lyota istrinya itu. Itulah sebabnya Reno bertanya pada Lyota saat ini agar mereka bisa mendapat destinasi wisata yang bagus, dan tentunya bisa fokus berduaan tanpa terganggu oleh Tania kecil.
"Sayangku, nanti abis lebaran rencananya aku mau ajak kamu bulan madu. Tapi, aku bingung nih kita harus pergi kemana sayang? Nah menurut kamu, kita bulan madu kemana?" ucap Reno.
"Eee terserah kamu aja, mas!" jawab Lyota.
"Hey, kok terserah sih? Kamu kasih usul kek gitu, misalnya mau ke Paris, Swiss, Italia, Amerika atau kemana gitu?! Jangan malah bilang terserah, aku kan jadi semakin bingung istriku yang cantik! Ayo kamu kasih saran dong!" ujar Reno sembari mengusap wajah cantik istrinya.
"Iya mas, tapi menurut aku mending jangan sampe ke luar negeri deh. Itu terlalu boros mas, lagian jauh juga kalau ke luar negeri mah. Mending di Indonesia aja, banyak kok tempat yang bagus kayak di luar negeri!" ucap Lyota.
"Oh gitu ya? Yaudah, kamu mau kemana nih? Bali, Lombok, Jogja, Palembang atau mana?" tanya Reno.
"Jakarta!" jawab Lyota sambil tersenyum.
"Hah? Ya ampun sayang, masa kita bulan madunya cuma ke Jakarta sih? Itu mah dekat banget dari sini, kurang sreg atuh sayang!" ujar Reno.
"Hehe, abis aku juga bingung mas. Udah terserah kamu aja mau kemana, aku sebagai istri mah ngikut aja apa kata suami dan gak bakal nolak kok!" ucap Lyota terkekeh kecil.
"Aduh, gemesin banget sih kamu sayang! Yaudah, kita ke Bali aja ya?" ucap Reno.
"Eee ya terserah kamu, kebetulan aku juga belum pernah ke Bali sih mas. Kayaknya seru deh kalo kita jalan-jalan disana sama Tania dan papa mama juga, pasti tambah asyik mas! Bali itu kan banyak tempat yang bisa dijadikan wisata," ucap Lyota.
"Apa? Hey cantik, aku ini ajak kamu bulan madu bukan mau berwisata sama keluarga besar. Kalo kita ajak papa mama dan Tania, mana bisa kita berduaan sayangku cintaku?" ujar Reno gemas dengan Lyota.
"Hahaha, jangan emosi mas lagi puasa!" ucap Lyota tertawa kecil.
Reno hanya bisa geleng-geleng kepala sembari menepuk jidatnya, jujur ia gemas sekali melihat ekspresi Lyota dan ingin menghajarnya di ranjang. Namun, ia ingat kalau saat ini tengah berpuasa dan tak boleh melakukan itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...