
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 315
(Perih banget)
...•...
...•...
Sangat berbeda dengan Reno dan Lyota yang sedang bergembira di malam pertama mereka, Arsen justru bersedih sekali karena ia akan berpisah dengan Velove yang sebentar lagi tentunya dilamar oleh Rizky lalu mereka pun menikah. Arsen terus menerus memikirkan Velove, gadis yang dicintainya itu sampai ia tidak bisa tidur karena terus kepikiran olehnya.
Arsen pun bangkit dari ranjangnya, lalu pergi menuju ke luar kamar tepatnya ruang tamu untuk bisa menenangkan diri sejenak. Arsen duduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar dan menunduk meratapi nasibnya, ia heran mengapa selalu gagal dalam urusan percintaan padahal di dunia bisnis ia selalu berhasil dan bahkan meraup kesuksesan.
"Aaarrgghh!! Mau sampai kapan sih gue mikirin Velove terus?! Dia itu udah punya orang lain, harusnya gue bisa dong ikhlasin dia dan jangan kayak gini!" gumam Arsen dalam hati.
Tak lama kemudian, Tania muncul membawakan secangkir kopi hangat untuk kakaknya itu. Ya Tania memang belum tidur dan tadi tak sengaja melihat Arsen ada di sofa ruang tamu, maka dari itu Tania langsung membuatkan kopi untuk bisa membuat Arsen sedikit tenang, karena Tania tahu kalau Arsen sedang sedih memikirkan Velove saat ini.
"Kak, nih minum kopi dulu! Biar enakan pikiran, terus kakak juga gak pusing melulu!" ucap Tania.
"Eh kamu, kok masih bangun sih? Ini udah malam loh Tania, kamu gak ngantuk emang? Besok kan harus bangun sahur, apa gak takut kesiangan?" tanya Arsen sedikit terkejut melihat adiknya muncul.
"Gapapa kak, aku emang belum ngantuk. Terus tadi aku juga ngeliat kak Arsen disini, makanya aku buatin kopi aja supaya kita ngobrolnya lebih enak! Kakak tuh lagi kenapa sih? Masih kepikiran ya sama Velove yang mau dilamar besok?" ucap Tania.
Arsen memalingkan wajahnya sembari menggaruk kepala yang tak gatal, sedangkan Tania duduk di samping kakaknya sambil menyeruput coklatnya.
__ADS_1
"Kamu benar Tania! Kakak emang gak bisa lupain Velove gitu aja sekarang, dia terlalu sulit untuk dilupakan! Padahal kakak udah berusaha sekuat tenaga buat lakuin itu, tapi nyatanya sampai sekarang kakak malah semakin kepikiran sama Velove!" jawab Arsen dengan raut sedihnya.
"Ya ampun, kak Arsen kasihan banget sih! Udah lah kak, jangan dipikirin terus! Kalau kak Arsen beneran cinta sama Velove, kakak kejar aja dia terus sampai dapat! Sebelum janur kuning melengkung, masih banyak kemungkinan buat kakak bisa dapetin Velove tau!" ucap Tania menyemangati kakaknya.
"Haish, itu namanya pemikiran orang sesat! Kalau mereka udah mau menuju pernikahan, terus ujug-ujug aku datang di hubungan mereka dan rebut Velove, berarti aku jahat banget dong!" ujar Arsen.
"Eee ya iya juga sih, tapi kan mau gimana lagi kak? Daripada kakak terus-terusan kepikiran kayak gini, nanti kakak malah sakit lagi!" ucap Tania cemas.
"Enggak lah sayang! Yakali kakak bisa sakit cuma karena perempuan, udah kamu gausah cemas gitu sama kakak! Biarpun kakak gagal dapetin Velove, tapi kan perempuan masih banyak di luaran sana yang mau sama kakak!" ucap Arsen tersenyum.
"Benar sih kak! Apalagi kakak kan pengusaha sukses, tapi nih ya kakak harus benar-benar pilih wanita yang sesuai dan cinta sama kakak! Jangan cuma karena hartanya aja!" ucap Tania mengingatkan Arsen.
"Iya dek, kakak tau kok sayang!" ucap Arsen sembari mengusap puncak kepala Tania.
"Hehe, maaf ya kak! Aku gak bermaksud ngajarin kakak atau gimana, aku cuma takut aja kakak salah pilih perempuan nanti!" ucap Tania nyengir.
"Gapapa, justru kakak makasih sama kamu! Karena kamu udah perduli sama kakak," ucap Arsen.
...•••...
Disisi lain, Reno dan Lyota terbangun karena suara orang-orang yang membangunkan sahur dari arah luar sembari memukul bedug dengan keras, sehingga tentu saja mereka terbangun. Ya Reno membuka matanya dan melihat wajah cantik sang istri yang saat ini tak berbusana, mereka memang terlelap setelah lelah bermain semalam.
Reno bangkit mendekati istrinya kemudian memeluk tubuh sang istri dari samping, ia mengecup kening Lyota serta membelai bibir mungil yang semalam berhasil membuatnya candu. Sedangkan Lyota hanya diam tak bersuara, ia sepertinya sangat letih akibat permainan suaminya semalam yang terlalu bergairah, bahkan ia sampai sulit bergerak.
"Good morning, ayang! Aku seneng banget, ini pagi pertama kita sebagai sepasang suami-istri! Sekaligus juga sahur pertama kita, yuk kita bangun terus mandi dulu sayang!" ucap Reno tersenyum.
"Mas, punyaku masih perih banget loh! Aku mau gerakin kaki aja susah, gimana mau mandi coba? Aku baru tau rasanya begituan tuh sakit banget, tau gini aku gak mau deh nikah!" ucap Lyota meringis menahan sakit pada area intimnya.
"Hus! Kamu gak boleh bicara begitu! Biarpun perih, tapi nikmat kan?" goda Reno.
"Hah? Gak ada nikmat-nikmat nya!" ujar Lyota.
__ADS_1
"Masa sih? Tapi, kok semalam kamu sampe menjerit keras banget ya? Malahan kamu kayak nagih dan minta lagi, masih bilang gak enak?" ujar Reno.
"Ish, kamu mah ngeselin mas! Ini perih banget tau, rasanya kayak punya kamu tuh masih ada di dalam! Kamu bantu aku ya Ren, eh maksud aku mas! Buat jalan ke kamar mandi," ucap Lyota.
"Ohh, bilang aja mau modus ya kan? Pake alasan perih segala, padahal mah kamu emang pengen mandi bareng aku!" goda Reno.
"Apaan sih? Aku serius mas!" ujar Lyota kesal.
"Hahaha, iya iya sayang aku bercanda. Yaudah, aku gendong kamu sampe ke dalam kamar mandi. Terus nanti aku bantu kamu buat mandi juga, tenang aja si junior gak bangkit kok!" ucap Reno nyengir.
"Haish, kalo bangkit juga aku gak perduli!" ucap Lyota mencibirkan bibir bawahnya.
Cupp!
Reno tersenyum kemudian mengecup bibir mungil istrinya sambil menarik dua buah chococips milik Lyota hingga membuat wanita itu mengerang pelan.
"Ahh mas, kamu apa-apaan sih? Jangan mancing deh ya! Ini udah pagi dan kita harus cepat mandi sebelum imsak, aku gak mau ya kita telat sahur gara-gara ulah kamu!" ucap Lyota.
"Iya, santai dong sayang! Yuk kita bangun yuk!" ucap Reno tersenyum.
Pria itu pun menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Lyota, sehingga kini wanita itu tampak jelas sekali tubuhnya di mata Reno. Melihat tubuh seksi istrinya tanpa balutan apapun, membuat pusaka milik Reno bangun menegang.
"Sayang, tubuh kamu wow banget!" ujar Reno.
"Mas, jangan macem-macem!" ujar Lyota.
Reno justru nyengir, ia pun menggendong tubuh Lyota secara perlahan dan membawanya ke dalam kamar mandi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1