Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 80 (Sekolah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 25


(Hari pertama sekolah)


...•...


...•...


Tania & Rania sampai di sekolah tempat gadis kecil itu akan mulai mendapatkan pelajaran dari para guru, tampak raut kebahagiaan terpancar jelas di wajah Rania yang sudah tak sabar untuk segera masuk ke sekolah itu.


Mereka berdua turun dari mobil dengan Tania menggandeng tangan gadis kecil itu, Rania langsung menganga saat melihat bagian depan sekolahnya yang terlihat cukup megah.


"Wah... kak, beneran ini sekolahan aku? Keren banget kak sekolahnya...!!" ujar Rania.


"Iya sayang ini sekolah kamu sekarang, gimana udah gak sabar kan pasti mau masuk ke dalam terus ketemu sama temen-temen dan guru-guru kamu?" ucap Tania.


"Iya kak, yuk kita masuk ke dalam!" ucap Rania.


Mereka pun berjalan masuk melewati pagar sekolah tersebut dan terdapat satpam yang bertugas disana menyapa mereka dengan senyuman dan mengucap selamat pagi.


"Pagi... pasti adek manis ini murid baru ya disini? Soalnya bapak belum pernah lihat kamu sebelumnya, nama kamu siapa cantik?" ucap satpam yang bernama Taufiq itu.


"Iya pak satpam aku murid baru, namaku Rania! Oh ya pak kenalin juga ini kakak aku namanya kak Tania..." ucap Rania yang juga mengenalkan Tania pada satpam itu.


"Ohh jadi nama kamu Rania dan ini kakak kamu? Wah tadinya bapak kira ini ibu kamu loh, pantes aja gak kelihatan seperti anak dan ibu!" ujar satpam itu tertawa kecil.


"Iya dong pak," ucap Rania.


Tampak satpam itu sangat gemas sekali pada Rania karena pipinya dan juga suaranya yang terdengar menggemaskan di telinganya.


Bahkan pak Taufiq sampai mencubit pipi anak kecil itu dengan dua tangannya karena terlampau gemas, Tania hanya senyum-senyum disana melihat adiknya kesenangan.


"Ih gemesin banget sih kamu cantik! Bagus deh jadi nambah murid-murid yang bisa bapak cubitin pipinya kayak gini..." ujar Taufiq mencubit gemas pipi Rania lalu mengelus-elus kepalanya.


Tak lama kemudian, seorang wanita cantik yang usianya kira-kira tak jauh berbeda dengan Tania datang menghampiri mereka.


Dari tampilannya, tampaknya wanita itu adalah guru disana.... ia tersenyum ke arah Rania & Tania sambil terus berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Selamat pagi Tania, jadi ini adik kamu yang mau disekolahin disini...??" tanyanya.


"Eh pagi juga bu Lidya, iya benar ini adik saya namanya Rania Fransisca biasa dipanggil Rania...!!" ucap Tania memperkenalkan Rania kepada ibu guru itu.


"Hey, halo Rania sayang! Cantik banget sih kamu nak, kenalin nama aku Lidya... kamu bisa panggil aku bu Lidya, aku nanti jadi wali kelas kamu loh cantik!" ucap Lidya berjongkok di hadapan Rania sambil mengusap-usap kepala Rania.


"Salam kenal bu guru cantik, nama aku Rania!" ucap Rania sambil mencium punggung tangan ibu gurunya itu, membuat Tania terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan adiknya barusan.


"Wah pinter banget sih kamu, oh ya kamu pasti udah gak sabar kan pengen kenalan sama temen-temen baru kamu disini? Kita langsung masuk aja yuk, biar ibu guru tunjukin kelas kamu buat belajar nanti...!!" ucap Lidya berdiri kembali lalu menaruh tangannya di pundak Rania dan memeluknya.


Tak lupa juga Lidya meminta izin pada Tania untuk membawa Rania masuk ke dalam sekolahannya.


"Tania, aku bawa Rania masuk ya! Sekalian juga aku kenalin dia sama temen-temen kelasnya!" ucap Lidya.


"Iya bu Lidya, terimakasih ya udah mau bantu Rania! Kalau gitu saya juga mau ke ruang kepala sekolah dulu, dadah Rania cantik yang semangat ya sekolahnya sama jangan bandel dan ngerepotin bu Lidya...!!" ucap Tania.


"Iya kak, aku pasti bakal jadi anak baik kok!" ucap Rania kemudian mencium punggung tangan Tania.


"Dadah kakak, ayo bu Lidya kita langsung masuk aja aku udah gak sabar...!!" ucap Rania melambaikan tangan pada Tania lalu menarik-narik jari tangan Lidya untuk segera pergi.


"Eh iya iya sayang, yaudah ya Tania aku sama Rania masuk dulu...." ucap Lidya.


"Iya bu," ucap Tania terus melambaikan tangannya ke arah Rania sambil tersenyum.


Setelah keduanya pergi, Tania pun juga ikut pergi namun ia ingin bertemu dengan kepala sekolah membahas tentang pembayaran Rania yang belum dilunasi.




Mereka juga nampak memfoto Tania dengan ponselnya sambil senyum-senyum penuh misteri, salah seorang dari mereka tepatnya yang mengambil foto itu juga langsung menghubungi seseorang.


📞"Halo bos, saya sudah kirim foto target! Benar kan dia orang yang bos cari?" ucap pria tersebut dengan suara pelan agar tidak ada yang mendengarnya dan mengetahui keberadaan mereka disana.


📞"Iya benar itu dia orangnya, kalian berdua awasi terus pergerakan dia dan juga anak kecil milik Jordi! Mereka berdua itu aset berharga yang akan saya rebut dari tangan Jordi!"


📞"Baik bos...!!" ucap pria itu.


Telepon pun terputus karena si bos dari pria itu mematikan teleponnya setelah dirasa cukup laporan dari pria tersebut.


"Gimana?" tanya seorang pria lagi yang mengenakan masker merah muda.


"Bos suruh kita pantau terus mereka," jawab si pria tadi menjelaskan perkataan bosnya di dalam telpon kepada temannya itu.


"Oh oke," ucap si pria cucok meong sambil mengangkat jarinya membentuk huruf o.

__ADS_1


Mereka pun kembali fokus mengamati Tania dari jauh, sampai tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kemunculan seekor kucing dari balik semak-semak.


Meeooonggg...


"Eh ayam ayam, kaget gua anjing...!!" ujar pria yang menelpon bosnya tadi terkejut sampai reflek memeluk pria cucok meong.


"Heh, ini tuh kucing bukan ayam apalagi anjing! Gimana sih lu, emangnya waktu SD gak diajarin apa? Tuh sana mumpung depan lu ada sekolahan lu masuk gih numpang belajar!" ujar pria cucok itu sambil menepuk bahu temannya dengan gestur seperti bencong.


Tanpa diduga, kagetnya pria itu membuat Riko merasa curiga dan penasaran... ya Riko pun berhasil menemukan keberadaan mereka.


"Siapa ya mereka, kenapa kayak lagi ngawasin seseorang gitu...??" gumam Riko bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil terus memperhatikan dua pria tersebut.


Sementara kedua pria itu masih asik ribut sendiri sampai tidak sadar kalau sedang diperhatikan oleh Riko dari sana.


...•••...


Disisi lain, Reno yang telah pulih akhirnya bisa kembali mengantar anaknya yakni Tania kecil pergi sekolahnya... saat ini Tania kecil memang masih duduk di bangku sekolah TK alias tai kucing eh maksudnya taman kanak-kanak.


Tania kecil tampak gembira bisa kembali diantar oleh papah tercintanya dan juga omahnya yang ikut mengantar mereka.


"Yeay akhirnya papah bisa anterin aku lagi, aku kangen banget tau pah dianterin ke sekolah sama papah!" ucap Tania kecil.


"Iya sayang, Alhamdulillah papah udah sembuh jadinya bisa anterin kamu lagi deh! Nah sekarang kan papah udah antar kamu nih, jadi kamu sekolahnya yang rajin ya yang pinter jangan malas-malasan...!!" ucap Reno.


"Oke pah, aku janji gak bakal malas-malasan lagi sekolahnya....!!" ucap Tania kecil.


"Janji?" ujar Reno mengacungkan jari kelingkingnya di hadapan Tania kecil.


"Janji dong pah...." ucap Tania kecil sambil menautkan kelingkingnya kepada kelingking milik Reno.


"Anak papah emang pinter!" ujar Reno mengusap-usap kepala Tania kecil.


Tampak Anggi tersenyum gembira melihat kebahagiaan keluarga kecil anaknya itu, ya sebagai seorang ibu sekaligus nenek tentunya Anggi sangat bahagia bisa melihat anak dan cucunya tertawa kembali.


"Kebahagiaan ini tidak akan kubiarkan sirna begitu saja, papah pasti akan selalu berusaha demi membahagiakan kamu sayang! Walau cukup sulit tentunya untuk bisa menggantikan posisi seorang ibu di kehidupan kamu!" gumam Reno terus mengelus rambut anaknya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...GAES MAU GIVEAWAY GAK??...


...OHH MAU?...

__ADS_1


...IYA SAMA PETRIK JUGA MAU😁...


__ADS_2