Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 425 (Keretakan rumah tangga)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 368


(Keretakan rumah tangga Reno & Lyota)


...β€’...


...β€’...


Rianti dan Lionel sedang berada di mobil dalam perjalanan menuju tempat wisata, mereka ingin membuat Athar bahagia dan melupakan Reno sejenak agar putra kecil mereka itu tidak terlalu larut dalam kesedihannya.


Rianti juga tak tahu menahu kalau Anggi dan Reno datang ke rumahnya, ia pergi dari rumah ketika Anggi baru sampai di sekitaran daerah rumahnya, sehingga mereka tak bisa bertemu.


"Mas, menurut kamu kira-kira rencana kita berhasil apa enggak ya?" tanya Rianti.


"Eee kamu berdoa aja sayang! Tuh lihat deh, Athar kelihatannya seneng kok jalan-jalan sama kita dan Christy!" jawab Lionel.


"Iya sih mas, ya semoga deh Athar bisa lupa sama Reno dan gak sedih lagi!" ucap Rianti.


"Aamiin!" ucap Lionel tersenyum.


Pria itu kembali fokus ke depan menyetir mobilnya, walau sesekali ia masih menatap wajah istrinya dari samping. Terlihat Rianti juga terus menoleh ke belakang, ia ingin memastikan apakah Athar dapat bahagia atau tidak saat ini.


"Maafin mama sayang! Mama belum bisa tepatin janji buat mempertemukan kamu dengan papa kandung kamu!" batin Rianti.


"Hey, sudah lah jangan malah ikut sedih! Nanti kalo Athar lihat dia bisa sedih lagi loh, ayo hapus air mata kamu dan senyum seperti semula!" tegur Lionel sembari mengusap wajah Rianti.


"Iya mas, maafin aku!" ucap Rianti.


Wanita itu langsung menghapus air mata yang sempat menetes membasahi wajahnya, betul juga apa yang dikatakan Athar kalau tangisannya bisa membuat Athar justru ikut bersedih kembali dan rencana mereka akan gagal.


Tak lama kemudian, ponsel milik Rianti berbunyi membuat wanita itu terkejut dan langsung mengeceknya untuk memastikan siapakah yang menelponnya saat ia sedang ingin menikmati waktu bersama keluarganya.


"Mas, ini bik Eni kok telpon aku ya? Jangan-jangan ada masalah lagi di rumah!" ujar Rianti.


"Hus jangan bilang gitu dulu! Kamu coba aja angkat telponnya biar gak penasaran!" ucap Lionel.


"Iya mas..."


Rianti pun mengangkat telepon dari pembantu di rumahnya tersebut.


πŸ“ž"Halo bik! Ada apa?" tanya Rianti.


πŸ“ž"Halo nyonya! Eee anu, barusan kang Reno sama mamanya teh datang ke rumah nyah! Mereka katanya mau ketemu sama nyonya," jawab bik Eni.


πŸ“ž"Apa? Reno datang ke rumah?" ujar Rianti terkejut.


Tak hanya Rianti, Lionel pun sampai ikut kaget mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya itu. Bahkan Athar yang sedang asyik bermain dengan Christy juga terkejut mendengar ucapan mamanya.


πŸ“ž"Iya nyonya, benar itu!" jawab bik Eni.


πŸ“ž"Eee terus mereka masih ada disini gak bik?" tanya Rianti.


πŸ“ž"Udah gak ada nyonya, mereka sudah pulang. Tadi sih mamanya kang Reno maksa pengen nunggu, tapi begitu bibik bilang nyonya perginya lama, eh langsung berubah pikiran dan ajak kamu Reno buat pulang, nyah!" jelas bik Eni.


πŸ“ž"Yaudah, makasih ya bik!" ucap Rianti.


πŸ“ž"Sama-sama nyonya!" ucap bik Eni.


Tuuutttt....


Telpon dimatikan oleh Rianti, ia pun diserbu oleh Lionel serta Athar yang sudah menanti ingin bertanya padanya karena penasaran.


"Sayang, benar Reno datang ke rumah?" tanya Lionel.


"Iya mah, beneran papa Reno datang? Pasti papa Reno mau temuin aku ya, mah?" sahut Athar.


"Umm iya benar sayang, mas! Tapi, Reno datang bukan cuma sendiri, dia sama mamanya juga. Aku gak tahu mereka niatnya apa, mungkin ada maksud lain yang belum aku ketahui!" jawab Rianti.


"Loh, terus sekarang mereka masih disana? Kalau iya, kita balik aja dulu temuin mereka supaya gak penasaran!" ucap Lionel.

__ADS_1


"Tadi bik Eni bilang, katanya mereka udah pulang. Kita lanjut aja dulu jalannya, nanti biar aku coba hubungin Reno buat tanya apa maksud dia datang ke rumah bawa mamanya!" ucap Rianti.


"Oke deh!" ucap Lionel tersenyum.


Akhirnya mereka memutuskan lanjut pergi, walau Athar kembali cemberut.


β€’


β€’


Sementara itu, Reno dan mamanya masih berada di mobil dalam perjalanan menuju rumah. Anggi yang sedang diselimuti emosi itu, terus-terusan geram dan tak bisa tenang sepanjang perjalanan, hingga membuat Reno yang berada di sampingnya merasa bingung dengan sikap sang mama saat ini.


Anggi belum bisa tenang kalau ia belum bertemu dengan Rianti dan berbicara langsung dengan wanita itu mengenai semua yang terjadi, Anggi amat merasa bersalah atas kejadian buruk yang dilakukan oleh Reno terhadap Rianti beberapa tahun lalu, apalagi itu semua luput dari perhatian dirinya.


"Mah, udah lah mah jangan kayak gitu terus! Mau sampai kapan mama marah sama Reno? Rianti aja yang ngalamin, udah maafin aku kok mah! Masa mama malah kayak gitu ke aku?" ucap Reno.


"Hey Reno! Bisa-bisanya kamu tenang kayak gitu loh, mama ini heran sama kamu! Yang kamu lakuin itu berdosa banget tau Ren!" ujar Anggi.


"I-i-iya mah, aku tahu kok kalau itu semua berdosa! Tapi, kan itu udah masa lalu mah. Udah lah mama jangan ungkit-ungkit lagi sekarang, takutnya malah Rianti jadi trauma lagi begitu dengar hal itu dari mulut mama!" ucap Reno.


"Gak bisa Reno! Pokoknya mama harus lihat sendiri keadaan Rianti dan cucu mama!" tegas Anggi.


"Gimana mau lihatnya, mah? Rianti aja kan gak ada di rumah, tadi kita udah kesana! Mending mama lupain deh semuanya, jangan ungkit lagi masalah yang udah larut!" ucap Reno.


"Enggak Reno, gak bisa!" ucap Anggi kekeuh.


Reno sampai geleng-geleng kepala dan menepuk jidatnya melihat sang mama yang tetap kekeuh ingin membahas semua itu dengan Rianti, ia pun bingung harus bagaimana caranya untuk mencegah Anggi agar tidak terjadi keributan nantinya.


"Lagian mama gak ngerti deh sama pola pikir kamu! Kenapa kamu malah balas dendam ke Rianti dengan cara begitu? Padahal udah jelas yang salah itu papa kamu sendiri, buat apa dia sewa wanita lain coba? Kalau kamu emang anak yang berbakti, harusnya kamu gak kayak gitu Reno! Itu sama aja kamu membenarkan tindakan papa kamu!" ucap Anggi.


"Iya mah, kan aku udah bilang kalau waktu itu aku khilaf dan gak bisa kontrol diri aku sendiri! Makanya aku lakuin itu sama Rianti, udah lah mah yang lalu biarlah berlalu!" ucap Reno.


"Enak aja kamu bilang gitu! Mama ini juga wanita, mama yakin Rianti gak semudah itu melupakan kejadian buruk yang dia alami! Kamu sebagai seorang lelaki, memang benar-benar keterlaluan Reno! Bisa-bisanya kamu tutupi semua ini dari mama selama delapan tahun lebih, kasihan Rianti dan juga anaknya itu!" ujar Anggi.


"Aduh mah, masih aja dibahas! Udah ya mah, tolong nanti pas di rumah mama jangan bahas soal ini lagi!" ucap Reno panik.


"Kenapa? Kamu takut kalau Lyota tahu tentang semua ini, iya? Tenang aja Ren, mama pasti bakal kasih tahu Lyota kok keburukan suaminya di masa lalu! Yang udah menghamili seorang wanita dan tidak mau bertanggung jawab!" ucap Anggi.


"Hah?" Reno terkejut bukan main mendengarnya.


β€’


β€’


Sementara Reno pun dengan cepat mengejar sang mama dan berusaha menahan mamanya itu agar tak memberitahu semuanya pada Lyota, ia tak mau rumah tangganya yang baru dibangun itu harus retak karena kesalahan ia di masa lalu yang amat besar.


"LYOTA... LYOTA!!" teriak Anggi.


"Mah, mama tunggu mah!" teriak Reno dari belakang.


Reno terlambat mengejar mamanya, karena Anggi sudah lebih dulu berada di dalam rumah dan bertemu dengan Lyota yang tengah remain bersama Tania kecil disana.


"Eh mama? Kenapa mah, kok lari-larian kayak begitu sih?" tanya Lyota bingung.


"Begini sayang, mamaβ€”"


"Eee mah, mama minum dulu ya!" potong Lyota menyodorkan gelas minuman pada Anggi.


Anggi pun meminumnya lebih dulu agar ia bisa bercerita dengan tenang dan jelas pada Lyota, karena saat ini nafasnya masih tersengal-sengal akibat berlari dari luar ke dalam.


"Nah, udah enakan mah?" tanya Lyota.


"Iya sayang, udah kok!" jawab Anggi.


"Alhamdulillah! Mama itu kenapa sih? Kok lari-larian begitu? Emang mama abis darimana?" tanya Lyota penasaran.


"Begini sayang, mama ada sesuatu info penting banget buat kamu! Kamu harus tau tentang ini sayang, karena ini menyangkut suami kamu Reno!" ucap Anggi.


"Hah? Mas Reno kenapa, mah?" ujar Lyota terkejut.


"Iya, Reno itu udahβ€”"


"Tunggu mah!" teriak Reno memotong ucapan mamanya dari arah belakang.


Sontak Anggi dan Lyota pun kompak menatap ke arah Reno, pria itu berlari menghampiri mama serta istrinya dan berhenti di samping mereka, ia sangat khawatir jika mamanya berbicara mengenai kesalahan ia di masa lalu pada Rianti.


"Mas, kamu udah pulang juga?" tanya Lyota.

__ADS_1


"Iya sayang, sebentar ya aku mau bicara dulu sama mama berdua! Kamu disini aja, ayo mah ikut aku!" ucap Reno.


"Apaan sih Reno? Mama gak mau ya bicara sama kamu, mama itu pengen kasih tahu ke Lyota semua kebusukan kamu Reno! Supaya Lyota bisa tau tanpa perlu ditutup-tutupi!" ucap Anggi.


"Iya mah aku tau, tapi sekarang bukan saatnya! Mama tolong lah ngertiin aku!" ujar Reno kesal.


Lyota semakin penasaran dengan semua itu, ia tak mengerti apa sebenarnya yang hendak dibicarakan oleh Anggi padanya tadi.


"Mas, mah! Ini ada apa sih?" ujar Lyota.


"Lyota, asal kamu tau ya suami kamu ini pernah melakukan tindakan buruk pada wanita lain sebelum dia menikah dengan kamu! Dia sudah menghamili wanita itu dan meninggalkannya begitu saja tanpa bertanggung jawab, sekarang wanita itu sudah memiliki anak yang tidak lain adalah anak dari Reno dan juga cucu mama sayang!" ucap Anggi.


"Mama cukup! Kenapa mama maksa banget sih buat cerita ke Lyota di depan Tania lagi? Apa mama pengen lihat rumah tangga aku hancur, iya? Mah, itu cuma masa lalu!" ujar Reno kesal.


Lyota yang mendengarnya, langsung terkejut dan membuka mulutnya lebar. Ia tak menyangka bahwa suaminya pernah berbuat hal sekeji itu.


"Mas, kamu beneran pernah begitu?" tanya Lyota.


Reno terdiam kebingungan, ia berusaha membujuk istrinya agar tidak marah lebih dulu sebelum ia dapat menjelaskan semuanya kepadanya, walau terlihat dari raut Lyota sudah menunjukkan tanda-tanda amarah serta air mata yang siap mengalir.


"I-i-iya sayang, itu benar! Ta-tapiβ€”"


"Apa mas? Kenapa kamu bisa ngelakuin itu mas? Siapa wanita yang kamu gituin? Apa kamu gak pernah punya rasa kemanusiaan? Tega banget loh kamu mas!" potong Lyota.


"Hey, tunggu dulu sayang aku bisa jelasin semuanya jangan salah paham dulu!" ucap Reno.


Lyota membuang muka tak mau lagi menatap wajah Reno untuk saat ini, Reno berusaha membujuk Lyota dengan mendekatinya. Namun, Lyota justru semakin menjauh dan emosi pada suaminya yang sudah tega menghamili seorang wanita.


"Sayang, kamu jangan begitu lah! Aku bakal jelasin kok ke kamu, please ya kamu jangan marah dulu sama aku!" ucap Reno memohon.


"Mah, mama kenapa marah sama papa? Emang papa salah apa sama mama?" tanya Tania kecil.


"Eee Tania sayang, cucu oma! Kamu ikut dulu yuk sama oma main di luar! Biar papa sama mama kamu selesaikan semua masalah mereka disini, yuk sayang!" ucap Anggi.


"Iya Oma..." ucap Tania kecil mengangguk.


Anggi pun membawa Tania pergi dari sana tanpa rasa bersalah sedikitpun pada putranya, padahal ia yang sudah mengakibatkan kemarahan Lyota itu.


Kini Reno hanya tinggal berdua dengan Lyota, ia berusaha mendekati istrinya itu dan memeluknya, akan tetapi Lyota dengan cepat menghindar lalu beralih pergi meninggalkan suaminya.


"Hey, mau kemana kamu sayang? Aku jelasin dulu semuanya ke kamu!" teriak Reno.


Lyota tak perduli, ia terus berjalan cepat menaiki tangga menuju kamarnya. Tentu saja Reno pun berlari mengejar istrinya.


β€’


β€’


Anggi dan cucunya kini bermain bersama di teras depan rumah, Anggi berusaha membuat Tania melupakan apa yang tadi ia saksikan walau ia sendiri penasaran bagaimana saat ini kondisi rumah tangga putranya dengan Lyota.


Ada setitik penyesalan di hati Anggi karena ia telah gegabah mengatakan itu pada Lyota, hingga membuat Lyota merasa kesal dan marah pada suaminya yang sudah menghamili wanita lain tanpa bertanggung jawab.


"Oma, itu tadi mama kenapa marah sama papa ya? Emang papa ada bikin salah sama mama?" tanya Tania kecil menatap wajah Omanya.


"Eee enggak sayang, mama sama papa kamu itu gak marahan kok! Mereka baik-baik aja sayang, udah ayo kamu main aja sama oma disini! Itu bonekanya dikasih makan lagi sayang!" ucap Anggi.


"Iya Oma," ucap Tania kecil menurut.


Setelahnya, mereka pun kembali bermain boneka serta mainan lain yang dimiliki Tania kecil.


Tak lama kemudian, Darma muncul dari arah depan dan berhenti tepat di depan Anggi serta Tania kecil. Ia tersenyum melihat istrinya ternyata sudah ada di rumah, tentu saja ia penasaran dan langsung bertanya pada Anggi mengenai Rianti.


"Mama! Mama udah balik sama Reno?" ujar Darma.


"Opa?"


Tania kecil langsung berdiri dan menarik tangan Darma untuk bermain bersamanya.


"Ayo sini main opa!" ucap Tania kecil.


"I-i-iya sayang iya..." ucap Darma tersenyum.


"Pah, papa abis darimana? Kok baru sampe?" tanya Anggi penasaran.


"Eee tadi papa ada keperluan dulu, mah!" jawab Darma.


"Ohh,"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2