Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 261 (Ngerti perasaan aku)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 204


(Ngertiin perasaan aku)


...•...


...•...


Sesampainya di sekolah, Tania langsung dibuat emosi lantaran Velove sudah menunggu disana sambil tersenyum ke arah Rania begitu gadis kecil itu turun dari mobilnya.


Rania yang melihat mamanya ada disana, tentu saja langsung berlari menghampiri sang mama dan memeluknya erat di hadapan Tania sambil tersenyum renyah. Rania tampak sangat rindu kepada mamanya itu karena memang sudah cukup lama mereka tidak bertemu, ya terakhir kali saat Velove membawa paksa Rania dari sekolah tanpa izin Tania dan membuat gadis itu emosi.


Tania hanya bisa menatap adiknya dari belakang tanpa mampu berbuat apapun untuk mencegahnya memeluk Velove, karena bagaimanapun Velove adalah ibu kandung Rania.


Revan tau jika saat ini Tania tengah sedih, ia pun berinisiatif untuk mendekati Tania lalu mendekapnya dari samping dan mengusap lengan gadisnya.


Tania pun menoleh ke arah Revan.


"Kamu Ngapain?" tanya Tania memandang tak suka pada wajah pria di sampingnya dan membuat Revan langsung melepas dekapannya lalu menggeser posisi tubuhnya agak menjauh dari Tania agar gadis itu bisa merasa nyaman kembali.


"Jutek amat! Perasaan aku cuma mau tenangin kamu doang," ujar Revan.


"Siapa yang jutek?" tanya Tania lagi.


"Eee itu loh tadi ada penjual pisang goreng yang mukanya jutek banget, aku mau beli pisangnya buat sarapan jadi gak jadi deh karena takut dimarahin!" jawab Revan asal sambil tersenyum.


Tania hanya menggelengkan kepalanya. Lalu, Tania bergerak maju mendekati adiknya.


"Rania sayang, udah ya pelukan sama mamanya! Kamu kan sekarang harus sekolah, nanti telat loh belajar di kelasnya kalo kamu masih peluk mama kamu disini! Pasti Rania gak mau kan telat ikut pelajaran terus disetrap sama Bu guru?" ucap Tania.

__ADS_1


Sontak Rania pun melepas pelukannya. Velove tampak kecewa atas tindakan putrinya itu.


"Oh iya, aku lupa! Mah, maaf ya aku sekarang harus sekolah dulu. Nanti pulang sekolah, baru deh aku bisa peluk mama sepuasnya!" ucap Rania berbicara pada mamanya sambil tersenyum.


"Iya sayang, mama paham kok! Yaudah, sekarang Rania belajar yang rajin ya sayang di dalam! Ikut apa kita ibu guru, terus Rania juga jangan bandel kalo lagi main sama temennya atau siapapun itu!" ucap Velove menasehati Rania sembari mengusap rambut bagian depan putrinya itu lalu tersenyum.


"Oke, mah!" ucap Rania singkat. Ia mencium tangan mamanya kemudian beralih ke dua pipi Velove.


"Dadah, mama! Aku mau pamit dulu sama kak Tania dan kak Revan, ya mah?" sambung gadis kecil itu.


Velove hanya mengangguk.


"Kak Tania, aku masuk ke dalam dulu ya?" ucap Rania sembari mencium tangan Tania. "Kak Revan, aku pamit ya?" sambungnya lalu juga mencium tangan Revan.


"Iya sayang, hati-hati kamu!" ucap Tania dan Revan.


"Dadah semua! Assalamualaikum..." ucap Rania berlari sembari melambaikan tangan.


"Waalaikumsallam," ucap Tania dan Revan.


"Mau ngapain lagi sih lu kesini? Kan gue udah bilang, jangan deketin Rania lagi! Apa kuping lu congek atau gimana sih?" ujar Tania emosi.


"Maaf Tania, tapi gue gak bisa lakuin itu! Gue terlalu sayang sama Rania, karena sejak dulu gue gak pernah bisa menyampaikan rasa sayang ini ke dia. Harusnya lu ngertiin dong perasaan gue, kalau nanti lu udah punya anak, gue yakin lu pasti bisa ngerti apa yang gue rasain saat ini! Permisi..." ucap Velove sambil menahan tangisnya.


Velove langsung pergi begitu saja tanpa menunggu kata-kata keluar dari mulut Tania.




Tak lama kemudian, Rianti muncul bersama putranya ke sekolah tersebut karena Athar memang satu sekolah dengan Rania disana. Rianti pun langsung tersenyum saat melihat Tania juga ada disana bersama Revan, sedangkan Athar diminta olehnya untuk masuk ke dalam sekolah karena bel sudah hampir berbunyi.


Rianti menghampiri Tania serta Revan disana, ia sedikit penasaran melihat Tania tampak sedih dan tengah ditenangkan oleh Revan. Rianti pun coba bertanya pada gadis itu, apa masalah yang sedang ia hadapi saat ini sampai sesedih itu.


"Tania, kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Rianti mendekati Tania dengan wajah khawatir.


"Eh Rianti, aku gapapa kok. Ini aku cuma lagi kelilipan aja barusan gara-gara debu, makanya mata aku sampai berair begini." jawab Tania sambil tersenyum mengucek-ngucek matanya.

__ADS_1


"Ohh, kalo gitu jangan dikucek-kucek terus! Nanti bisa infeksi loh mata kamu! Mending kamu tetesin obat mata aja, nih kebetulan aku bawa!" ucap Rianti memberikan obat tetes mata miliknya pada Tania.


"Iya, makasih ya!" ucap Tania.


Tanpa basa-basi, agar Rianti tak curiga. Tania pun menampani obat mata itu lalu meneteskannya pada area bola matanya.


Sesudahnya, Tania mengembalikan obat itu kepada Rianti lalu tersenyum seperti sebelumnya.


"Makasih ya, Rianti! Sekarang mataku jadi lebih enakan, kamu itu emang selalu bawa obat mata begini ya tiap bepergian kemana-mana?" ucap Tania berterimakasih sekaligus bertanya pada Rianti.


"Ah iya, kebetulan aku emang orangnya begitu. Bukan cuma obat mata aja sih, obat yang lainnya juga aku selalu bawa di tas. Ya buat jaga-jaga aja sih, barangkali pas lagi di jalan aku butuh jadi kan gak perlu susah-susah beli." jawab Rianti.


"Iya juga sih, kamu emang bener!" ucap Tania.


Rianti sadar kalau saat ini Tania sudah memakai cincin di jari manisnya, begitu juga dengan Revan. Sontak Rianti langsung tersenyum bahagia lalu mengucapkan selamat pada mereka.


"Wah! Jadi kalian sekarang udah resmi nih?" ucap Rianti sambil tersenyum.


"Hah? Resmi apa?" tanya Tania tak mengerti.


"Itu loh, cincin di jari manis kamu. Itu tanda kan kalau kamu dan Revan sekarang udah resmi jadian?" ucap Rianti menunjuk ke arah cincin tersebut.


"Ohh, iya nih. Kebetulan baru semalam aku dan Revan ngadain acara tunangan, tadinya aku mau undang kamu tapi aku belum tau nomor telepon kamu sama alamat rumah kamu." ucap Tania.


"Oalah, jadi kalian baru tunangan? Kalo gitu selamat ya atas pertunangan kalian, semoga bisa langgeng terus sampe ke pelaminan nanti! Gapapa kok aku gak diundang, lagian kan kita baru ketemu beberapa hari dan emang belum sempat tukar nomor hp atau alamat rumah." ucap Rianti menyodorkan tangannya.


"Iya, aamiin. Makasih ya atas doanya! Kamu tenang aja, nanti pas pesta pernikahan kita pasti kamu bakal aku undang kok!" ucap Tania.


"Nah, iya benar! Bahkan bukan cuma kamu Rianti, tapi seluruh masyarakat Bogor bakal saya undang untuk menjadi saksi pernikahan antara saya dengan Tania Putrisari yang cantik jelita ini!" sahut Revan.


"Apa sih kamu?" ujar Tania tersipu.


Rianti pun tersenyum melihat kelakuan sepasang kekasih yang sangat romantis itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2