
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 189
(Teringat copet)
...•...
...•...
"COPEETTT... COPEETTT...!!!"
Tania langsung menatap keluar kaca mobil begitu mendengar suara teriakan orang-orang memanggil copet sembari berlarian mengejar seseorang yang diduga copet itu, seketika ia teringat pada momen dulu saat ia masih menjadi seorang copet wanita.
"Kasihan orang itu, masih terjebak dalam dunia gelap." batin Tania.
Revan yang baru kembali dari membeli minum kebingungan saat melihat kalau Tania sedari tadi terus saja menatap keluar, ia pun coba menegur gadisnya sembari mencolek lengan Tania yang sedang fokus menatap keluar tanpa bergerak.
"Hey, Tania cantik!" ucap Revan.
Sontak Tania terkejut lalu menoleh ke arah Revan sambil tersenyum malu.
"Eh kamu, Van. Udah beli minumnya?" ucap Tania.
"Udah kok, kamu ngapain sih ngeliat keluar kaca sambil ngelamun gitu?" tanya Revan bingung sambil menutup pintu mobilnya.
"Eee itu tadi aku denger ada copet," jawab Tania.
"Ohh, iya bener. Tadi pas aku lagi beli minum, tuh copet muncul dikejar-kejar sama orang disini. Emangnya kenapa, kamu kenal sama copet itu?" ucap Revan.
"Hah? Ya enggak lah, aku cuma kaget aja." ucap Tania.
"Oh kaget, yaudah nih minum buat kamu! Udah jangan dilihatin terus copetnya, nanti naksir loh!" ucap Revan tersenyum meledek.
"Apa sih? Ngaco aja ih kamu!" ujar Tania.
"Hahaha...."
__ADS_1
Revan tertawa terbahak-bahak sambil mendongak ke atas karena melihat ekspresi Tania, sedangkan gadis itu tampak cemberut sembari membuka tutup botol minum yang diberikan Revan, namun Tania tidak berhasil membukanya karena terlalu keras.
"Sayang, tolong bukain dong!" ucap Tania manja.
"Serius nih? Masa cewek tangguh kayak kamu gak bisa buka tutup botol begini doang?" ujar Revan dengan ekspresi meledek.
"Ish, udah bukain aja!" ujar Tania kesal.
"Hahaha, iya iya..." ucap Revan tertawa kecil.
Dengan mudah Revan berhasil membuka tutup botol itu lalu memberikannya pada Tania, tentu saja gadis tersebut langsung meminumnya hingga tersisa setengah, sedangkan Revan terus memperhatikan Tania yang sedang minum dan terpesona.
"Kamu kenapa?" tanya Tania heran.
"Gapapa, kamu cantik!" jawab Revan senyum.
"Makasih, yaudah yuk lanjut!" ucap Tania.
"Mau kemana?" tanya Revan.
"Umm... terserah kamu aja, aku mah ngikut kemanapun kamu bawa aku pergi. Asalkan jangan ke tempat yang aneh-aneh aja!" jawab Tania.
"Ohh, kalo aku bawa kamu ke KUA sekarang gimana?" ucap Revan tersenyum genit.
"Hahaha, aku bercanda. Yaudah sekarang kita ke cafe aja yuk!" ucap Revan.
"Bebas, suka-suka kamu aja." jawab Tania.
"Oke, pake dong sabuk pengaman kamu! Atau mau aku yang pakein sini?" ujar Revan.
"Iya dong, pakein biar romantis." ucap Tania.
Revan tersenyum sambil geleng-geleng kepala kemudian maju mendekati gadisnya, ia pun memakaikan seat belt ke tubuh Tania dan terdiam bertatapan dengan mata indah milik gadisnya itu.
"Dilihat dekat begini, kamu makin cantik aja!" ucap Revan tersenyum sembari membelai rambut Tania.
"Bisa aja, kamu juga makin ganteng!" ucap Tania.
"Ya iya dong, aku kan cowok paling tampan di kota Bogor dan kamu cewek tercantik juga terseksi yang pernah aku temui." ucap Revan.
Tania mengalihkan pandangannya karena tersipu lalu tertunduk malu dengan wajah memerah, diluar dugaan Revan malah mengecup dua pipi gadisnya secara bergantian membuat Tania makin tersipu.
"Revan bener-bener bikin gue malu," batin Tania.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Velove baru sampai di rumahnya setelah berdebat dengan Tania di depan sekolah Rania lalu pergi ke taman terdekat untuk meluapkan emosinya.
Naasnya, ia langsung bertemu dengan Rizky begitu turun dari mobilnya dan hendak membuka pintu pagar rumahnya sendiri, ya karena Velove tidak memiliki seorang satpam atau penjaga rumah.
"Rizky?" ujar Velove terkejut saat bertatapan dengan Rizky yang tiba-tiba ada di depannya.
"Hai, apa kabar?" ucap Rizky singkat sambil tersenyum.
"Lu ngapain sih ha?" ujar Velove kesal.
"Hahaha, jangan marah-marah dong sayang! Nanti cantiknya luntur loh!" ucap Rizky tertawa kecil sembari mengusap rambut Velove.
"Cih! Gausah gombalin gue lu!" bentak Velove.
"Gak ada yang gombal kok, gue bicara fakta! Udah deh sekarang gue mau tanya sama lu, abis darimana sih lu ini ha? Oh biar gue tebak, pasti lu ke sekolah Rania kan terus ribut sama Tania?" ujar Rizky.
"Gue kan ibu kandungnya Rania, jadi gue berhak dong! Lagian lu ngapain sih ngurusin urusan gue? Bilang aja lu mau numpang makan lagi kan di rumah gua ha?" ujar Velove.
"Bukan cuma itu, gue juga gak mau kalo lu ganggu kehidupan Tania! Karena gue tau kebahagian Tania itu ada Rania, adiknya." ucap Rizky.
"Oh gitu, emang lu siapanya Tania? Saudara? Pacar? Calon suami? Eh gak mungkin kan, secara Tania aja udah mau nikah sama cowok lain! Palingan lu juga cuma memendam rasa yang tak terbalas, gue kalo jadi lu sih udah nangis bombay!" ujar Velove.
"Gapapa cinta gue tak terbalas, yang penting gue tulus cinta sama Tania! Makanya gue bakal selalu jagain dia, dari orang-orang kayak lu!" ucap Rizky.
"Gausah sok jadi pahlawan deh! Gue itu ibu kandung Rania dan gue yang lebih berhak buat bareng sama Rania anak gue dibanding Tania yang gak ada hubungan apa-apa sama Rania, paham lu?" ujar Velove makin emosi.
"Iya paham, tapi seenggaknya lu kasih waktu buat Tania untuk belajar melepaskan Rania! Jangan malah lu culik Rania dan bawa dia pergi gitu aja dari Tania kayak kemarin!" ucap Rizky.
"Haish, lu mana ngerti perasaan gue kayak gimana? Gue ini ibu kandung yang gak pernah ngeliat anak kandungnya sendiri sejak dia lahir, bahkan gue gak pernah peluk dia dan berikan kasih sayang gue ke Rania! Sekarang setelah delapan tahun lamanya, gue baru bisa ketemu dia. Apa salah kalo gue pengen ambil Rania dari Tania?" ucap Velove.
"Gue ngerti perasaan lu kok, gue paham." ucap Rizky.
"Gak! Lu gak pernah paham apa yang gue rasain! Karena yang lu tau cuma bucin ke Tania, makanya lu mau larang gue buat deketin Rania! Denger ya, apapun ancaman lu kali ini gue gak akan terpengaruh lagi sama lu! Gue bakal tetep perjuangin kasih sayang gue untuk Rania dan bawa Rania ke rumah ini!" ucap Velove tegas.
Wanita itu langsung pergi meninggalkan Rizky dan membuka pintu pagar rumahnya, ia kembali ke mobil lalu membawa mobilnya masuk ke dalam.
Sementara Rizky masih berdiam diri disana memandang Velove yang sedang dikuasai oleh emosi dalam dirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1