Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 243 (Ribut lagi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 186


(Ribut lagi)


...•...


...•...


"Tania...!!!"


Sontak Tania dan juga Revan menoleh begitu terdengar suara teriakan lantang dari belakang mereka, Tania terkejut saat melihat yang memanggilnya adalah Velove dan mama kandung dari Rania itu tengah berjalan mendekatinya.


Beruntunglah bagi Tania karena Rania sudah masuk duluan ke dalam sekolah, sehingga gadis kecil itu tak bertemu dengan mamanya dan Velove juga tidak bisa memengaruhi Rania, namun pastinya Velove akan kembali membuat keributan disana.


"Ada apa lagi sih? Gue kan dah bilang jangan pernah lu deketin Rania atau sentuh dia!" ucap Tania.


"Gue ini ibunya, jadi gue berhak buat ketemu sama anak kandung gue sendiri. Emangnya lu siapa berani larang-larang gue buat ketemu Rania?" ujar Velove.


"Ohh, gue ini kakaknya yang udah asuh Rania saat dia ditinggal sama ibunya!" ucap Tania.


"Cih! Emang lu pikir gue gak tau? Yang temuin Rania di sungai itu namanya Jordi, bukan lu. Jadi gausah sok paling bener dan berkuasa deh, disini cuma gue yang berhak buat ketemu Rania!" ucap Velove.


"Ya emang bang Jordi yang temuin dan rawat Rania dari kecil, tapi dia tuh juga ayah angkat gue. Bang Jordi sendiri yang serahin Rania ke gue, jadi gue berhak dong buat larang lu ketemu Rania!" ucap Tania dengan suara lantang.


Revan hanya bisa terdiam menyaksikan dua wanita itu saling beradu mulut disana, ia sebenarnya malu karena disana banyak sekali orang yang melihatnya.


"Heh, sekarang mana Rania? Gue mau ketemu sama dia sebentar aja!" ucap Velove.


"Gak bisa. Rania udah masuk ke dalam, lagian sekarang kan jamnya Rania sekolah! Mending lu pergi sana, pulang! Dan jangan pernah lu balik lagi kesini buat temuin Rania!" ujar Tania.

__ADS_1


"Gue gak mau, gue bakal tetep disini sampe Rania pulang sekolah. Lu aja sana yang pergi sama laki lu itu!" ucap Velove.


"Bener-bener ya nih cewek...!!" ujar Tania kesal.


Tania tampaknya mulai terpancing emosi dengan perkataan Velove dan tindakannya, ia ingin sekali maju lalu memukul wanita itu dengan tangannya karena sudah tidak tahan, akan tetapi Revan langsung bergerak menahan gadisnya itu.


"Hey, sayang. Stop! Kamu udah dong, jangan ribut! Malu tau dilihatin orang-orang!" ucap Revan.


"Ish, dianya tuh yang nyebelin!" ujar Tania.


"Lah lah malah nyalahin gue, jelas-jelas lu sendiri yang egois gak mau kasih gue kesempatan untuk ketemu Rania!" ucap Velove.


"Heh, gue kayak gitu karena emang lu gak berhak buat ketemu Rania!" ujar Tania.


"Lu siapa emangnya, berani banget bilang gue gak berhak ketemu anak gue sendiri? Justru lu tuh yang gak berhak ketemu Rania!" ucap Velove.


Prriiitttt...


Suara peluit dari Taufiq alias satpam disana membuat Tania serta Velove reflek menutup telinga mereka dan berhenti bertengkar, Taufiq menghampiri kedua gadis itu lalu memberitahu pada mereka untuk tidak terus berdebat di depan sekolah.


"Maaf ya ibu-ibu, tolong jangan ribut di depan sekolah! Banyak anak kecil disini," ucap Taufiq.


"Sayang, aku gak mau." ucap Tania.


"Hey, dengerin aku! Kita pulang sekarang, malu tau dilihatin banyak orang! Biarin aja Velove disini, toh dia gak akan bisa masuk ke dalam temuin Rania!" ucap Revan.


"Tapi, Van—"


"Udah, jangan bantah! Ikut aja ayo!" potong Revan.


Akhirnya Tania mau ikut bersama Revan menuju mobilnya dan melaju pulang, walau Tania masih sangat tidak suka pada Velove.


Sementara Velove juga memilih pulang karena sudah tak ada gunanya ia disana.


...•••...


Disisi lain, Rianti masih kepikiran soal gadis yang tadi ia temui di depan sekolah putranya. Rianti ingat betul kalau ia pernah bertemu dengan gadis yang sama dan dengan nama yang sama juga, saat itu ia masih menjalin hubungan bersama Joshua mantannya.

__ADS_1


Lionel yang sedang menyetir terus berulang kali memandang ke arah istrinya, ia penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh Rianti sampai bengong seperti itu sedari tadi, walau ia juga harus tetap fokus pada setirnya saat ini.


"Sayang, kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Lionel.


"Ah iya mas. Kenapa?" ucap Rianti kaget.


"Ya ampun, makanya jangan bengong mulu! Aku tanya pelan-pelan aja bisa sampe kaget, ada apa sih sama kamu sayang?" ucap Lionel.


"Iya maaf, mas. Aku masih keinget aja sama cewek tadi yang di sekolah Athar," jawab Rianti.


"Ohh, emang kenapa sih? Dia itu temen kamu atau saudara kamu? Kayaknya kamu excited banget ketemu dia lagi, emang kalian deket banget ya dulu?" tanya Lionel penasaran.


"Ya enggak terlalu deket sih, cuma kan aku seneng aja kalo bisa ketemu sahabat lama." jawab Rianti.


"Oh gitu, terus kenapa gak kamu temuin tadi dianya? Daripada kamu ngelamun terus kayak gini di mobil, mending kamu temuin aja kan tadi!" ucap Lionel.


"Kamu gimana sih, mas? Kan tadi dia lagi ngobrol sama seseorang, aku gak enak lah!" ujar Rianti.


"Ya iya sih, yaudah kamu gausah ngelamun terus! Kan tadi dia ada di sekolahnya Athar, bisa jadi anaknya cewek itu juga sekolah disana bareng sama Athar. Kamu bisa deh ketemu sama dia lagi besok, ya kan?" ucap Lionel.


"Itu juga kalo anaknya Tania sekolah disana, kalau enggak gimana?" ucap Rianti.


"Ya gak tau juga sih, tapi kan tadi kamu lihat sendiri kalau anaknya masuk ke dalam sekolahan. Itu artinya dia sekolah disana, ya kan?" ucap Lionel.


"Oh iya ya, yaudah deh." ucap Rianti tersenyum.


"Hahaha, ada-ada aja kamu! Yaudah sekarang jangan ngelamun lagi dan kamu harus fokus sama anak kita yang ada di dalam perut kamu itu! Aku gak mau dia sampe kenapa-napa!" ucap Lionel.


"Iya mas, kamu gausah khawatir!" ucap Rianti.


Lionel pun mengusap perut sang istri sembari tersenyum memandangi wajahnya, ia sudah tidak sabar menanti kehadiran anak ketiganya itu dan tentunya keluarganya akan semakin lengkap dengan hadirnya sosok anak ketiga itu.


"Mas Lionel benar, aku gak boleh mikirin yang lain dan bikin calon anakku ini sakit! Apalagi kalau aku sampe ingat-ingat tentang Joshua," batin Rianti.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di rumah sakit tempat mereka akan mengecek kondisi kandungan Rianti itu. Lionel pun bergegas turun dari mobil lalu berlari mengitari mobilnya agar bisa membukakan pintu untuk sang istri.


Lionel langsung membantu Rianti turun dari mobil dan kemudian menggandeng tangan istrinya itu berjalan memasuki rumah sakit, Rianti tampak senang dengan perlakuan hangat yang diberikan sang suami kepadanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2