Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 317 (Makan malam)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 260


(Makan malam)


...•...


...•...


Disaat Velove dan juga Rania tengah makan malam bersama di sebuah restoran, Tania pun tak mau kalah dengan mereka karena saat ini ia tengah melakukan hal yang sama yakni dinner romantis bersama sang kekasih di sebuah taman yang indah dikelilingi oleh lilin-lilin berbentuk love serta alunan musik yang merdu dipadu dengan pemandangan indah tempat tersebut.


Tania bahkan tak menyangka jika Revan bisa melakukan itu padanya, ya belum pernah memang Tania diperlukan seperti itu oleh Revan apalagi diajak makan malam romantis begitu. Tentu saja Tania sangat senang karena memang semua itu begitu membuatnya bahagia, Tania semakin yakin kalau memang iya sudah jatuh cinta dengan Revan.


"Van, kapan sih kamu siapin semua ini? Bukannya daritadi kita barengan terus, ya?" tanya Tania heran.


"Hahaha, aku udah minta sama asisten aku buat siapin semuanya! Tapi, tentu dengan panduan dari aku juga supaya kamu suka sama dekorasi disini dan ngerasa bahagia!" jawab Revan sambil tersenyum.


"Aduh, kamu so sweet deh! Bisa-bisanya ya kamu kepikiran juga buat ajak aku dinner di luar kayak gini, aku pikir di otak kamu cuma ada cium cium dan cium!" cibir Tania sambil sedikit tertawa.


"Ya enggak lah sayang! Aku kan juga pengen sekali-kali bahagiain kamu, sebentar lagi kita kan mau jadi suami-istri! Nanti setelah kita nikah, aku baru deh bisa anu-anu sama kamu sepuas aku!" ucap Revan tersenyum genit.


"Haish, masih aja ya ternyata kamu! Aku pikir udah berubah loh, eh ternyata malah makin menjadi-jadi!" ucap Tania memutar bola matanya.


"Hahaha, itu becanda loh sayang! Aku mah gak gitu orangnya tau sayang, tapi kan begituan emang udah jadi kebiasaan suami-istri! Bisa nambah pahala loh, kalo kamu nolak justru dosa!" ucap Revan.


"Iya Revan, aku tau kok! Tapi, kamu kan gausah bahas gituan sekarang!" ucap Tania.

__ADS_1


"Ahaha, yuk dimakan makanannya!" ujar Revan.


Tania mengangguk pelan kemudian mulai mengambil sendok serta garpu disana, dengan perlahan ia memotong daging di piring lalu memakannya dengan lahap. Tania tampak menyukai masakan yang dihidangkan oleh Revan itu, apalagi musik merdu juga terus mengiringi proses makan mereka di malam hari yang indah itu.


"Van, aku suka deh kalo kamu bikin acara kayak gini buat aku! Sering-sering dong kamu begini Van, supaya aku bisa bahagia terus!" ucap Tania.


"Yeh dia malah ketagihan! Tapi gapapa deh, asal kamu bahagia apa sih yang enggak buat kamu? Nanti aku bakal lebih sering bikin kamu seneng kayak gini, tenang aja sayang!" ucap Revan.


"Ah bisa aja kamu! Oh ya, mau aku suapin gak?" ucap Tania menawarkan suapan pada Revan.


"Umm, boleh! Kamu suapin aku dulu sekarang, terus nanti giliran aku yang suapin kamu! Kita tukar tukar makanan sayang, biar saling ngerasain!" ucap Revan.


"Iya, nih mangap!" ucap Tania menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Revan.


Revan pun membuka mulutnya sambil mendekatkan wajahnya pada Tania, satu suapan masuk ke dalam mulut Revan dan membuat pria tersebut tampak bahagia sekali. Revan dengan gemas mencolek pipi gadisnya sambil tersenyum, lalu bersiap bergantian menyuapi calon istrinya tersebut sesuai janji yang ia ucapkan pada Tania sebelumnya.


"Nah, sekarang giliran kamu sayang! Yuk buka mulutnya, pesawat mau datang!" ucap Revan sambil terkekeh sendiri saat mengarahkan sendok ke mulut dari Tania yang juga tersenyum.


"Gapapa dong," ujar Revan.


Akhirnya mereka dua terus saling suap-suapan secara bergantian disana menikmati makanan yang sudah tersedia dan sangat lezat.


...•••...


Disisi lain, Reno dan Lyota baru sampai di salah satu restoran mewah yang ada di kota tersebut setelah menempuh perjalanan cukup lama. Ya Reno sengaja memilih restoran yang terbaik agar gadisnya tidak kecewa jika makanannya nanti tidak enak, Reno juga ingin membuat Lyota senang dan tak bisa melupakan momen malam ini saat bersamanya.


Keduanya pun duduk pada tempat kosong yang masih tersedia di dalam sana, Reno menarik kursi tersebut dan membantu Lyota duduk disana dengan cara memegangi tubuhnya. Barulah pria itu juga duduk tepat di depan Lyota tanpa melepaskan genggaman tangannya, ia terus menatap wajah gadis itu sambil tersenyum manis dengan genit.


"Ren, ini tempatnya mewah banget tau! Kamu gak sayang duitnya kalau kita makan malam disini? Kan kita bisa makan di tempat lain yang lebih murah, aku gak mau dianggap cuma ngincer harta kamu!" ucap Lyota dengan ekspresi tidak enaknya.


"Gapapa sayang, aku emang sengaja ajak kamu ke tempat ini! Karena aku mau bikin kamu bahagia, udah gausah mikir soal uang!" ucap Reno.


"Tapi Ren, nanti kalau mama kamu tau kita makan malam di tempat mewah begini gimana?" ujar Lyota.

__ADS_1


"Gausah khawatir! Aku ajak kamu kesini kan pakai uang aku sendiri, bukan uang mama! Jadi, mama gak berhak larang aku buat habisin uang aku sendiri untuk bahagiakan kamu!" ucap Reno.


"Yaudah deh, terserah kamu aja!" ucap Lyota pasrah.


"Bagus! Yuk pesan makanannya, kamu tinggal pilih aja mau makan apa?!" ujar Reno tersenyum manis.


"Iya," ucap Lyota singkat.


Lyota pun membaca daftar menu yang tersedia disana sebelum mengatakan apa yang ingin ia pesan, Lyota cukup bingung ingin memesan apa lantaran makanan disana semuanya mewah-mewah dan harganya tidak bisa dijangkau oleh dompetnya yang selalu kering, bahkan Lyota juga belum pernah makan makanan di tempat yang mewah seperti itu.


"Gimana sayang? Udah ketemu mau pesan apa?" tanya Reno pada gadisnya.


"Umm, aku bingung Ren. Kamu sendiri mau pesan makanan apa? Biar aku samain aja kayak kamu gitu, soalnya aku gak tahu mau pesan apa!" ujar Lyota.


"Kamu gimana sih sayang? Yaudah, kita pesan steak aja gimana?" tanya Reno memberi saran.


"Boleh deh, aku ngikut aja sama kamu Ren! Abisnya aku bingung kalo disuruh mikir mau pesan apa, jadinya aku ngikut aja sama yang kamu mau!" ucap Lyota sambil tersenyum.


"Ah bisa aja! Palingan kamu pengen nyamain aku karena kamu sayang sama aku, ya kan?" goda Reno sembari mencolek pipi Lyota.


"Ish, apaan sih?!" ujar Lyota tersipu.


"Hahaha, ngaku aja sayang! Walaupun kamu gak bilang begitu, tapi aku tau kok kalo kamu emang niatnya kayak gitu!" ucap Reno terkekeh.


"Udah ah, jangan dibahas lagi!" ujar Lyota kesal.


"Iya iya sayang!" ujar Reno.


Akhirnya Reno mengatakan pesanannya pada salah satu pelayan disana, ia juga masih saja terkekeh sembari mencubit pipi Lyota dengan gemas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2