Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 414 (Dibangunin paksa)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 357


(Dibangunin paksa)


...•...


...•...


Keesokan paginya, Tania dibangunkan paksa oleh Arsen saat sedang tidur dan membuatnya terbangun dari tidurnya dengan perasaan jengkel karena pria itu terus-terusan memaksanya bangun.


Tania pun terbang dan duduk di ranjangnya, ia menguap sembari mengucek matanya berkali-kali karena masih mengantuk.


"Kak, apaan sih? Kenapa kakak bangunin aku jam segini? Aku masih ngantuk tau! Kakak iseng banget deh sama aku, emang ada apaan kak?" tanya Tania merasa kesal pada kakaknya.


"Hahaha tidur aja terus kamu! Emang kamu gak mau ikut sama kakak dan papa keluar?" ujar Arsen.


"Keluar mana?" tanya Tania heran.


"Udah gausah banyak tanya, sana mandi biar wangi! Bau iler kamu itu udah kemana-mana tau, cepetan gih sayang!" ujar Arsen.


"Ish mana ada aku ileran? Kakak tuh yang suka ngiler, apalagi bau badan!" cibir Tania.


"Halah mana ada kakak begitu? Buruan kamu mandi, kalo enggak kakak tinggal nih disini! Kamu mau disini sendirian ha?" ucap Arsen.


"Emang kakak mau pada kemana?" tanya Tania.


"Dibilangin gausah kepo! Kamu mandi terus siap-siap aja cepet, kalau dalam sepuluh menit gak siap yaudah kakak tinggal! Kamu kan mandinya suka lama, jadi dipercepat ya!" ucap Arsen.


"Iya iya kak, yaudah kakak tunggu di luar sana!" ucap Tania kesal.


Arsen tersenyum kemudian mencubit wajah gemas adiknya tersebut, Tania berusaha menghindar karena sakit namun tidak berhasil karena kakaknya terus memaksa.


"Ish kak sakit!" ujar Tania.


"Hahaha ya makanya buruan sayang, kalo gak mau mandi kakak kandangin loh kamu!" ucap Arsen.


"Dih emang aku binatang?" ucap Tania.


"Ayo sini kakak bawa ke kamar mandi!" ucap Arsen.


Arsen langsung bergerak ke dekat sang adik, lalu hendak menggendongnya.


"Ih kakak apaan sih?" ujar Tania mengelak.


"Ya makanya bangun buruan mandi! Kakak gendong nih sekalian kalo kamu gak mau mandi-mandi, daritadi susah amat disuruhnya!" ucap Arsen emosi.

__ADS_1


"Iya kak iya, sabar dong! Aku kan ngumpulin nyawa dulu, emang kakak pikir gak lama? Lagian kenapa harus pagi-pagi begini sih perginya kak, emang gak bisa nanti siang aja?" ucap Tania.


"Gak bisa, masih pagi itu justru lebih bagus sayang cantik!" ucap Arsen memaksa.


"Yaudah iya, ini aku bangun nih!" ucap Tania.


"Nah gitu dong!" ujar Arsen.


Tania pun bangkit dari kasurnya, lalu mengambil handuk miliknya di dalam lemari.


"Heh rapihin dulu itu kasur!" ujar Arsen.


"Apaan sih kak? Biasanya juga yang beresin pelayan, lagian tadi katanya suruh cepet-cepet mandi! Giliran udah mau mandi disuruh beresin kasur, mau kakak itu apa sih ha?!" ujar Tania jengkel.


"Hahaha yaudah iya mandi sana! Kamu mah galak amat sih jadi cewek, seret loh rezekinya!" ujar Arsen.


Tania mencibirkan bibir bawahnya, lalu melangkah pergi melewati Arsen dan masuk ke dalam kamar mandi membawa handuknya.


Sementara Arsen hanya terkekeh sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu sang adik yang menggemaskan.


"Tania Tania..."




Arsen pun turun ke bawah menemui papanya dan juga Velove yang sudah berada disana, terlihat juga Rania telah selesai mandi dan bersama mamanya di dalam pangkuan.


"Wah wah pinter banget nih anak papa! Udah rapih aja jam segini, Rania pasti mau ikut pergi ya sama papa mama dan kakek?" ucap Arsen tersenyum.


"Iya dong papa Arsen!" ucap Rania tersenyum.


"Eee Arsen, gimana Tania? Dia udah bangun apa belum?" tanya William.


"Udah kok pah, bener kata papa! Tania susah banget dibangunin nya! Tadi aja aku sampe harus cubitin dulu badannya dia, baru deh dia bangun! Kalo gak gitu, gak bangun-bangun dia!" ucap Arsen.


"Ya ampun, kasar banget sih kamu Arsen! Tania kan adik kamu sendiri, masa dicubitin?" ucap William.


"Ya gapapa lah pah, yang penting dia bisa bangun. Daripada kita gak jadi pergi-pergi gara-gara nungguin dia yang belum bangun kan?" ucap Arsen.


"Hadeh, terus sekarang Tania nya mana?" tanya William.


"Lagi mandi pah, tenang aja udah aku ancam dia kok mandinya supaya gak lama-lama! Kalo lama bakal kita tinggal aja nanti, soalnya waktu kita kan gak banyak pah!" jawab Arsen.


"Ya gak mungkin lah ditinggal! Kamu tega banget sih sama adik sendiri!" ujar William.


"Tau ih kamu kak, jadi kakak kok gitu sih?" cibir Velove.


"Hahaha bercanda lah pah, sayang, aku mah kakak yang baik dan perhatian kok! Gak mungkin aku tinggalin Tania, hehe!" ujar Arsen.


"Papa, mama, kakek, itu kak Tania!" ujar Rania.


Sontak ketiganya langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Rania, tampak Tania memang sedang menuruni tangga secara perlahan dengan penampilan yang sudah rapih dan cantik.

__ADS_1


"Eh iya, tumben cepet!" ujar Arsen.


"Hahaha mungkin karena takut sama ancaman kamu itu kali Arsen, makanya dia cepet!" ujar William.


"Iya juga ya pah, hahaha!" Arsen tertawa puas.


Tak lama kemudian, Tania pun sampai di sofa menghampiri mereka semua. Ia tampak heran melihat abangnya dan juga papanya itu tertawa cukup keras.


"Pah, kak, kenapa ketawa? Emang apanya yang lucu coba?" tanya Tania heran.


"Hahaha gak ada kok, kamu cantik sayang! Udah kita langsung pergi aja yuk mumpung masih pagi!" ucap William.


"Iya pah," ujar Arsen.


"Tunggu pah, kita mau kemana sih?" tanya Tania penasaran.


"Udah Tania, gausah kepo!" ujar Arsen.


"Ish!"


...•••...


Disisi lain, Reno baru membuka matanya di pagi hari yang cerah ini. Ia tersenyum puas mengingat kejadian semalam yang cukup memuaskan, ia menoleh ke samping dan melihat wajah istrinya yang masih terlelap seperti kelelahan.


"Maaf ya sayang! Semalam aku terlalu bersemangat mainnya, kamu sampe kecapekan gini!" ucap Reno.


Pria itu mengusap-usap wajah istrinya lembut, lalu mendekat dan memeluknya dari samping sambil memberikan kecupan manis di area kening.


Cupp!


Disaat Reno mengusap bibir Lyota, tiba-tiba wanita itu membuka matanya dan terkejut saat melihat Reno berada sangat dekat dengannya.


"Mmhhh, mas kamu lagi ngapain?" tanya Lyota.


"Eh kamu udah bangun sayang? Maaf ya aku jadi ganggu tidur kamu, tadi aku cuma mau elus-elus kamu aja! Tapi, karena kamu udah bangun yaudah sekarang kita mandi yuk!" ucap Reno.


"Eee aku masih lemes mas, nanti-nanti dulu ya? Bagian bawah aku juga perih banget, kamu kan semalam mainnya terlalu kasar mas! Untung aja aku gak pingsan loh," ucap Lyota lemas.


"Hahaha, maaf ya cantik! Nanti aku traktir kamu makanan enak deh!" ucap Reno.


"Iya mas, gapapa. Aku juga gak masalah kok, ini kan demi suami aku yang ganteng! Aku juga pengen punya anak tau mas," ucap Lyota.


"Yaudah, nanti malam kita bikin lagi ya?" ucap Reno.


"Hah? Ya jangan nanti malam juga kali mas, aku capek tau!" ucap Lyota.


"Hahaha iya iya..."


Reno tertawa kecil lalu mencium bibir mungil sang istri dengan lembut dan perlahan-lahan mulai memanas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2