
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 140
(Maling cilik?)
...•...
...•...
"Woi maling, maling...!!!"
Rombongan anak-anak sekolah dasar yang kemungkinan kelas 6 karena sudah lumayan besar itu berlari mengejar Rania sembari berteriak maling, entah apa yang menyebabkan mereka sampai berteriak seperti itu dan terlihat emosi pada Rania.
Bruuukkk...
Rania yang tengah berlari sembari menoleh ke belakang secara tak sengaja malah menabrak tubuh Taufiq alias satpam disana yang baru habis mengantarkan Tania ke UKS, sontak Taufiq pun terkejut heran karena Rania menabraknya dan terlihat banyak siswa kelas 6 mengejarnya.
"Eh eh, ada apa ini? Rania, kamu kenapa??" tanya Taufiq terheran-heran.
"Pak, pak satpam! Tangkap dia pak, dia itu maling!" teriak salah seorang dari para siswa tersebut.
"Hah??" ujar Taufiq tampak syok.
"Enggak, gak gitu pak! Itu semua gak benar, mereka cuma fitnah aku... orang aku sama sekali gak maling apa-apa kok, ngapain juga aku maling?" ujar Rania.
"Halah pake ngeles lagi kamu! Udah jelas-jelas ketangkap basah tadi kamu mau curi uang aku, kan?" ujar siswa tersebut.
"Ish, enggak kok!!" elak Rania.
"Sudah, sudah! Ini sebenarnya ada apa sih, kenapa kalian semua nuduh Rania maling?" ujar Taufiq.
__ADS_1
"Pak, dia itu emang maling! Buktinya tadi dia kepergok lagi mau ambil uang dari saku celana saya, pak! Apa lagi namanya itu kalo bukan maling, pak?" jelas salah seorang dari mereka.
Taufiq pun menengok ke arah Rania yang sedang bersembunyi di balik tubuhnya, terlihat gadis kecil itu sangat ketakutan karena banyak kakak kelasnya yang mengejar dan menuduhnya hendak maling atau mencuri uang milik salah seorang dari mereka.
Taufiq tentu tak percaya dengan ucapan siswa tersebut, karena ia tahu Rania tak mungkin seperti itu apalagi Rania adalah anak orang kaya yang kalo diantar ke sekolah saja pakai mobil mewah serta ditemani para bodyguard.
"Rania, apa benar begitu nak?" tanya Taufiq.
"Enggak, pak! Itu semua gak bener, aku gak sama sekali punya niatan buat nyuri uang dia!" jawab Rania sambil geleng-geleng ketakutan.
Mendengar jawaban Rania membuat Taufiq cukup yakin kalau Rania memang tak mencuri, namun ia juga tidak mungkin menyalahkan siswa-siswa tersebut karena takut dianggap membela Rania dan menyudutkan mereka.
"Sudah ya, kamu sini Athalla!" ucap Taufiq memanggil salah seorang siswa tersebut.
Siswa bernama Athalla itu langsung bergerak maju mendekati Taufiq sesuai arahan satpam tersebut, ia tak mengerti memang mengapa Taufiq memanggilnya dan memintanya mendekat.
"Uang kamu hilang?" tanya Taufiq.
"Gak kok, pak! Untungnya uang saya masih utuh dan gak ada yang hilang..." jawab Athalla.
"Nah, yasudah gak usah dipermasalahkan lagi! Mending kamu sama yang lain pulang gih sana, kan uang kamu juga gak hilang!" ucap Taufiq.
"Tenang aja, Rania ini bukan maling atau copet! Dia anak orang kaya, jadi gak mungkin dia mau ngambil uang kamu yang gak seberapa itu dibanding sama uang jajan miliknya..." ucap Taufiq.
"Dih, bapak kok gitu sih? Kenapa bapak malah belain si pencuri ini?" ujar Athalla kesal.
"Bukan gitu, Athalla! Saya cuma gak mau ada keributan disini, apalagi kalau sampai terdengar ke telinga kepala sekolah atau guru-guru disini! Bisa habis kalian semua kena hukuman...!!" ujar Taufiq.
"Kita gak bakal ribut, pak! Kalo bukan gara-gara si pencuri kecil itu!" ujar Athalla.
"Aku bukan pencuri, kak!" teriak Rania membela diri.
Athalla masih menyimpan amarah pada Rania, terlihat anak itu terus menatap tajam ke arah Rania yang masih bersembunyi di balik pak satpam.
•
•
__ADS_1
Sementara itu, Lydia tengah membawa Tania kecil untuk menemui papanya diluar... namun, mereka melihat ada keributan di depan sana yang melibatkan cukup banyak siswa serta pak satpam.
Tentu Lydia cukup penasaran dengan apa yang terjadi disana, ia pun mengajak Tania untuk pergi kesana mengecek ada apa sebenarnya karena keributan itu terlihat sangat heboh.
Tania kecil yang dituntun Lydia hanya bisa manut saja karena ia juga tak tahu harus kemana, ya Lydia adalah satu-satunya harapan bagi ia untuk bisa bertemu kembali dengan papanya.
"Pak, ini ada apa?" tanya Lydia pada sang satpam begitu sampai di dekat mereka.
"Eh Bu Lydia, ini loh anak-anak pada nuduh kalau Rania maling... padahal Rania bilang kalau dia gak maling, terus uang si Athalla juga gak hilang!" jawab Taufiq menjelaskan pada Lydia.
"Ohh, ya ampun kalian ini kenapa sih? Kok bisa sampe nuduh Rania yang enggak-enggak gini?" ujar Lydia penasaran.
"Saya gak nuduh kok, Bu! Emang bener tadi Rania mau ambil uang saya, untung aja cepet ketahuan jadi uang saya belum sempat diambil sama dia!" ucap Athalla penuh keyakinan.
Sontak Lydia menoleh ke arah Rania lalu menatapnya dengan tatapan penuh tanya untuk memastikan apakah benar Rania melakukan itu atau tidak, ia memang tak yakin jika Rania ingin mencuri uang Athalla karena ia tahu kalau Rania anak baik.
"Gak gitu, Bu guru cantik! Aku bukan mau curi uang kak Athalla, tapi aku justru nahan uangnya biar gak jatuh ke lantai!" ucap Rania.
"Alah bohong itu Bu! Maling mana ada yang mau ngaku sih??" ujar Athalla emosi.
"Hey, Athalla! Tahan emosi kamu dan jangan berbicara kasar disini, atau ibu akan kasih hukuman buat kamu!" ucap Lydia.
"Kok jadi aku yang dihukum sih, Bu? Kan yang mau maling tuh dia bukan aku!" ujar Athalla.
"Ya makanya kamu diam dan jangan banyak bicara! Biar ibu cari tahu ini semua dulu, supaya gak ada salah paham lagi diantara kita!" ucap Lydia.
Akhirnya Athalla terdiam menurut pada perkataan Lydia karena tak ingin dihukum, sedangkan Rania mulai berani menunjukkan wajahnya dan tak lagi bersembunyi dibalik satpam karena sudah ada Lydia yang membantunya disana.
Tania kecil yang sedari tadi diam, kini tampak tercengang saat melihat Rania muncul dari belakang tubuh satpam dan tentu Tania merasa tak asing dengan sosok gadis kecil yang tengah ia lihat saat ini karena mereka memang pernah bertemu.
"Itu bukannya yang waktu itu sama tante Tania, ya?" batin Tania kecil menelisik.
"Sudah begini saja, kita sama-sama ke ruang cctv buat cari tahu apa yang terjadi sebenarnya! Jadi, kalian gak akan salah paham lagi!" ucap Lydia.
"Nah bener tuh, tapi Athalla aja yang ikut! Yang lain mending bubar gih supaya gak terlalu rame, sana pulang ke rumah masing-masing!" ujar Taufiq.
Teman-teman Athalla pun pergi dari sana meninggalkan Athalla sendirian, kini Lydia bersama yang lain termasuk Tania kecil pergi menuju ruang cctv untuk mengecek semuanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...