Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 53 (Kepergian Tania)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 53


...•...


Rianti keluar dari rumah mencuri kesempatan karena Joshua belum kembali, ya dia juga ingin mencari pekerjaan untuk dirinya karena tak mau membebani Joshua dan bergantung pada dia.


Baru saja ia keluar rumah, sudah ada 2 orang pria yang menggodanya... Memang penampilan Rianti saat ini benar-benar menggugah selera, pakaian ketat yang ia kenakan membuat lekuk tubuhnya terpampang jelas di mata pria-pria itu.


"Siut siut.. Cantik amat si jadi cewek, hei kamu orang baru ya disini? Kemarin perasaan rumah ini masih kosong gak ada yang isi.." ujar salah seorang dari mereka sambil bersiul lalu mendekati Rianti.


"Eee iya saya baru disini, nama saya Rianti Ratnasari! Salam kenal semua, kalian tinggal deket sini juga?" ucap Rianti dengan keluguannya.


"Ohh jadi nama si cantik ini Rianti, bagus ya namanya cantik sama kayak orangnya.. Kita mah gak tinggal disini, kan disini mah kawasan orang elit! Omong-omong kenalin aku Revan dan ini temenku namanya Joni!" ucapnya memperkenalkan diri.


Mereka pun salaman bergantian dengan Rianti, tampak mereka coba mencuri-curi kesempatan memegang tangan Rianti cukup lama.


"Eee aku permisi dulu ya, senang bisa kenalan sama kalian.. Tapi aku harus pergi sekarang!" ujar Rianti melepaskan tangannya dari genggaman Joni.


"Ah emang kamu mau kemana sih? Main-main dulu lah sama kita, pasti kamu belum tau tempat paling indah disini kan?" ujar Revan menggoda Rianti.


"Aduh maaf ya aku gak bisa sekarang, mungkin lain kali kita bisa jalan sama-sama.. Udah ya aku permisi dulu!" ucap Rianti lalu berjalan melewati mereka.


Tampak Revan & Joni seperti bermain kode lewat matanya, sepertinya mereka memiliki rencana jahat yang akan dilakukan pada Rianti.


Ya benar saja mereka mengikuti Rianti kemudian mendekap tubuh Rianti dari belakang, Revan yang melakukan itu kemudian ia juga menutup mulut Rianti menggunakan tangan kanannya.


"Eemmhh.. Eemmhh..!!" ujar Rianti berusaha memberontak dari dekapan Revan.

__ADS_1


Namun tenaga yang ia milik tak begitu kuat untuk melawan 2 pria itu, dengan cepat mereka membawa Rianti ke sebuah tempat tersembunyi di dekat sana.


...•••...


Sementara itu, Joshua sedang bersama Olivia di sebuah cafe untuk membicarakan tentang bisnis yang akan mereka rintis.


"Toko sembako? Memangnya kamu yakin bisnis itu bisa sukses di daerah sini??" tanya Joshua menatap heran ke arah Olivia karena ia tak menyangka Olivia akan menyarankan ia untuk membuka toko sembako.


"Iya Joshua, menurut aku itu paling pas sih untuk saat ini.. Apalagi sekarang di sekitar sini toko sembako itu jarang loh! Tapi kalo misal kamu gak mau atau gak yakin, kamu bisa cari aman aja jualan online gitu.." ucap Olivia.


"Aku ikutin saran pertama kamu aja deh, siapa tau kan toko sembako yang aku bangun nanti bisa sukses dan dapet banyak keuntungan dari sana!" ujar Joshua tersenyum.


"Ya boleh aja kalo kamu mau pake ide aku yang itu, tapi kamu harus benar-benar yakin 100% loh! Karena yang namanya merintis usaha dari 0 itu susah, kalau kamu gak pede bisa-bisa nanti gagal.." ujar Olivia mengingatkan Joshua.


"Iya aku yakin kok 100%, makasih ya Oliv udah bantu aku buat mikir ide usaha yang bagus.. Kalo gitu kamu tau gak tempat kosong yang bisa aku pake buat buka toko sembako??" ujar Joshua.


"Kayaknya aku pernah ngeliat deh di dekat sini ada bangunan disewakan, kita langsung jalan aja yuk cari tempat yang cocok!" ucap Olivia.


"Boleh boleh, tapi abisin dulu minumannya biar gak sayang-sayang..!!" ucap Joshua kemudian meminum minuman miliknya.


"Iya," ucap Olivia yang juga meminum minumannya sampai habis.


...•••...


Disisi lain, Tania & Arsen sudah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta tempat mereka akan melakukan penerbangan menuju Finlandia.


Tampak Tania masih murung seperti sedih karena harus meninggalkan Reno.. Melihat adiknya seperti itu, Arsen kemudian coba menghiburnya.


"Tania, pasti kamu masih mikirin Reno ya? Udah lah sayang lupain dia, Reno tuh laki-laki gak bener buat kamu! Coba aja lihat tadi masa dia berani bawa cewek yang bukan mahramnya ke rumah, pokoknya saya gak ikhlas kalau kamu sampai berteman sama dia apalagi pacaran!" ujar Arsen.


"Enggak kok kak, aku bukan lagi mikirin Reno! Aku cuma masih belum bisa ninggalin kota Bogor yang selama ini udah jadi tempat tinggal aku dari kecil!" ucap Tania membantah omongan Arsen.


"Oh gitu, iya sih wajar kamu kan udah lama tinggal disini.. Tapi tenang aja saya yakin pas kamu sampe di Finland pasti kamu bakalan seneng banget! Karena disana itu tempatnya indah dan damai, udaranya juga masih sejuk gak seperti disini yang sudah mulai tercemar oleh asap kendaraan!" ucap Arsen merangkul pundak Tania.


"Iya kak, aku jadi gak sabar buat sampai kesana! Kira-kira perjalanannya berapa jam ya kak dari sini kesana??" ujar Tania bertanya pada abangnya.

__ADS_1


"Paling cuma 18 jam sayang, sebentar kan?" ujar Arsen tersenyum menunjukkan gigi putihnya.


"Ish itu mah lama kak! Nanti kalo aku bosen gimana pas di pesawat??" ujar Tania cemberut.


"Gak bakal bosen kok, kita kan bisa main-main nanti disana! Udah paling juga gak kerasa perjalanan 18 jam mah!" ucap Arsen mencubit pipi Tania.


Setelah ada panggilan untuk segera masuk ke pesawat, mereka pun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan sambil bergandengan.


Tampak Tania mulai bisa tersenyum lagi walau hatinya masih merasa sakit sekaligus sedih.


"Goodbye Bogor and goodbye my friends..!!" gumam Tania.


...•••...


Reno sadar dari tidurnya, ia membuka mata secara perlahan sambil memegangi keningnya yang terasa pusing.


"Aaagghh.. Kenapa kepala gua pusing banget ya?" ujar Reno terus menekan keningnya.


Reno berusaha bangkit dari tidurnya dengan bersandar di dinding ranjangnya.


"Perasaan tadi gua abis ketemu Tania, terus kenapa gua malah tidur disini? Oh iya kan Rosa sama pak Baim yang bawa gua kesini.. Aduh sakit banget kepala gua!" ujar Reno melirik kesana-kemari.


"Gimana ya kabar Tania sekarang? Apa dia udah terbang ke Finland bareng abangnya itu? Kenapa sih Tania lu harus pergi ninggalin gua dan lebih milih orang asing yang baru lu kenal itu??" Reno terus bergumam pada dirinya sendiri.


Merasa haus, Reno pun berusaha mengambil gelas air yang ada di atas meja sampingnya..


Kemudian, Rosa masuk kesana melihat Reno tengah meminum segelas air sampai habis.


Rosa tersenyum memandang Reno yang sudah bangun itu, ia pun menghampirinya lalu menanyakan kondisi lelaki itu.


"Kamu udah baikan Ren?" tanya Rosa tersenyum tipis.


"Alhamdulillah Ros, ini kan juga berkat kamu yang selalu ngerawat aku! Makasih ya Rosa!" jawab Reno juga tersenyum pada Rosa.


"Mungkin gua harus belajar lupain Tania dan lebih fokus sama Rosa, gimanapun juga sepertinya Rosa tulus sayang sama gua.." gumam Reno.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2