Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 59 (Kenangan pahit)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...~~~...


...Bagaikan angin malam yang berhembus dengan kencangnya…...


...Seakan telah menyapa diriku yang tengah kesepian.....


...Dimana dia, dia yang sungguh aku cinta.....


...Ku sangat merindukannya, meski kini kita tak bersama.....


...Maafkanlah diriku, semua ini memang salahku.....


...Salahku yang tak mampu menjaga dirimu…...


...Kuatkanlah hatiku, sebab suatu hari mungkin Kamu kembali…...


...Bila semua ini memang takdirnya,...


...Jarak diantara kita, kurelakan...


...Namun, asal Kamu bahagia.......


...***...


PREMAN CANTIK S2 EPS. 5


(Kenangan pahit)


...•...


...•...


Seorang wanita cantik turun dari mobilnya di sebuah toko sembako yang lumayan besar, sambil tersenyum ia berjalan menghampiri seorang pria yang tengah duduk di depan toko itu.


"Selamat siang Jos, wah toko kamu lumayan rame ya.. pasti hasil penjualannya gede nih!" ujarnya sambil melihat ke dalam toko itu.


"Iya begitulah, ini kan berkat bantuan kamu juga! Eh iya duduk sini jangan berdiri aja! Sebentar ya aku suruh pegawai aku buatin minuman untuk kamu!" ucap Joshua kemudian berdiri menemui salah satu pegawainya.


Sementara wanita itu duduk di kursi depan toko sambil menunggu Joshua kembali, ia juga terus melirik kesana-kemari memperhatikan bangunan toko itu yang semakin besar dari sebelumnya.


Joshua pun datang lagi ke tempat si cewek, ia penasaran mengapa wanita itu terlihat memperhatikan tokonya.

__ADS_1


"Loh kamu kenapa Oliv? Apa ada masalah dengan toko aku ini??" tanya Joshua penasaran.


"Eh enggak kok Jos, justru aku kagum banget sama kemajuan pesat toko kamu! Aku gak nyangka loh, beberapa bulan yang lalu kan toko kamu ini masih belum sebesar ini.." ucap Olivia.


"Ohh, iya itu karena keuntungan dari penjualan sembako disini yang lumayan banyak makanya aku bisa merenovasi bangunan ini supaya lebih besar! Jadi kan aku juga bisa menambah stok barang yang bisa dijual dan keuntungan aku bisa bertambah juga!" jelas Joshua sambil tersenyum.


"Keren kamu Jos, sekarang kamu udah jadi usahawan sukses..!! Aku salut deh sama perjuangan kamu yang gak gampang menyerah, padahal 8 tahun yang lalu waktu pertama kali kamu buka toko ini kamu sempat mengalami kerugian yang cukup besar! Apalagi kamu juga bertengkar sama pasangan kamu..." ucap Olivia sedikit memelankan suaranya pada akhir kalimat karena merasa takut akan menyinggung perasaan Joshua.


"Ahaha yang lalu biarlah berlalu Oliv, penting kan sekarang aku udah bisa lupain semuanya dan bisnis usaha aku bisa lancar setelah semua kejadian itu! Jadi benar kata orang disetiap musibah pasti ada pelajaran yang bisa kita dapatkan!" ucap Joshua mendekatkan wajahnya lalu mencolek dagu Olivia.


Lalu, salah seorang pegawai Joshua datang membawakan dua gelas minuman untuk bosnya dan juga wanita yang bersamanya tentunya.


"Permisi pak bos, ini minumannya..." ucapnya.


"Oh ya makasih," ucap Joshua menampani gelas minuman itu lalu memberikannya pada Olivia, kemudian barulah ia mengambil lagi gelas satunya yang memang untuk dirinya.


"Silahkan kamu kembali kerja!" ucap Joshua meminta pegawainya kembali bekerja di dalam toko.


"Baik pak bos!" ucap pegawai itu lalu memutar balik badannya dan masuk kembali ke dalam toko sambil membawa nampan yang sudah kosong itu.


"Eee silahkan diminum!" ucap Joshua pada Olivia.


"Iya, makasih ya pake repot-repot buatin minum segala.. padahal aku gak minta minuman loh!" ucap Olivia tersenyum kemudian meminum sedikit minumannya itu.


Setelah keduanya selesai minum, mereka menaruh gelas itu di atas meja dan lanjut berbicara.


"Oh ya, sekarang kamu udah dapat pengganti pasangan kamu yang pergi itu? Ini kan udah hampir 8 tahun dari kejadian waktu itu, apa kamu gak berminat buat cari pengganti dia?" tanya Olivia.


"Buat apa Oliv? Aku masih mau fokus ngurus bisnis aku ini, nah kalo kamu sendiri gimana udah ada pasangan apa belum?" ucap Joshua yang membalikkan pertanyaan Olivia tadi.


"Eee... sama Jos aku juga belum mau punya pasangan dulu, ya aku masih mau kembangin karir aku supaya bisa lebih terkenal! Mungkin 1 atau 2 tahun lagi baru aku mikirin tentang pasangan," ucap Olivia sambil meminum kembali minumannya.


Joshua diam saja memandangi wajah wanita disampingnya itu, entah mengapa ia merasa senang setiap kali menatap gadis itu.


...•••...


Disisi lain, Rianti tengah pergi ke sebuah taman bersama anak-anak dan juga pengasuhnya yakni Aliyah.


Rianti sengaja membawa anak-anaknya kesana karena sebelumnya ia sudah janji akan mengajak mereka jalan-jalan di hari libur.


"Nah kita sampe, sekarang Athar bisa main sepuasnya disini.. tapi inget jangan jauh-jauh dari mamah ya!" ucap Rianti pada anak pertamanya.


"Iya mah, aku cuma main kesana kok sama anak-anak yang lain! Dede Christy mau ikut apa enggak??" ucap Athar yang mendekati kereta dorong adiknya itu.

__ADS_1


"Hey Athar, udah kamu main aja sama temen kamu biarin adek kamu disini aja sama mamah dan mbak Aliyah ya!" ucap Rianti melarang Athar yang ingin mengajak adiknya itu.


"Yah iya deh mah, yaudah aku kesana dulu ya mah! Dadah dede Christy...!!!" ucap Athar kemudian berlari menuju tempat bermain yang tersedia disana.


"Athar jangan lari dong sayang nanti jatuh loh! Eee Aliyah, kamu tolong awasin Athar ya! Biar Christy sama saya aja disini, soalnya saya takut Athar nanti jatuh karena lari-lari begitu.." ucap Rianti khawatir.


"Iya Bu, saya permisi kejar den Athar ya..." ucap Aliyah kemudian berjalan mendekati Athar yang sedang bermain perosotan disana.


Sementara Rianti memilih duduk di kursi sambil mengajak main anak keduanya disana.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering dan ia harus mengangkat sejenak telepon itu...


"Christy, sebentar ya sayang mamah angkat telpon dulu! Jangan nangis oke nanti mamah ajak main lagi kok!" ucap Rianti pada bayinya.


Rianti pun mengambil ponselnya lalu mengangkat telepon itu, namun dikarenakan disana susah sinyal Rianti pun berjalan mencari tempat yang bagus sinyal nya serta meninggalkan bayinya sendirian disana.


📞"Halo mas, ada apa sih kamu telpon aku? Bukannya kamu katanya lagi sibuk disana?" ucap Rianti di dalam telpon setelah menemukan sinyal.


📞"Iya aku emang sibuk sayang, tapi aku kan juga kangen sama suara kamu yang indah itu! Makanya aku telpon kamu sekarang, mumpung aku juga lagi istirahat makan siang ini... oh ya kamu lagi ngapain sekarang sayang?"


📞"Ini aku lagi ajak anak-anak main di taman mas, soalnya aku rasa mereka butuh lah sekali-sekali diajak refreshing kayak gini jadi mereka gak stress kalo cuma di rumah aja!" ucap Rianti.


📞"Ohh ya baguslah sayang, kamu itu emang ibu yang baik buat anak-anak! Gak salah emang aku pilih kamu buat jadi pendamping hidup aku, makin gak sabar aku buat kembali ke Kalimantan dan ketemu kamu!"


📞"Iya sama mas, aku juga gak sabar nunggu kamu pulang kesini! Kayaknya anak-anak juga sama seperti aku, mereka kangen sekali sama kamu!" ucap Rianti.


📞"Iya nanti kalau gak ada halangan, aku pasti pulang kok sekitar 2 Minggu lagi... eee yaudah ya sayang waktu istirahatnya udah abis nih, jadi aku mau kembali kerja dulu! Tapi nanti malam aku telpon kamu lagi kok, bye sayang i love you!"


📞"Iya bye mas, love you too..."


Tut Tut Tut...


Telpon pun terputus setelah Rianti membalas ucapan suaminya tadi, tampak Rianti tersenyum menempelkan ponselnya di dadanya.


"Aku beruntung bisa bertemu laki-laki seperti kamu mas, jarang ada laki-laki yang mau menerima wanita seperti aku apalagi kala itu aku sedang mengandung anak orang lain... bahkan Joshua aja langsung mencampakkan aku setelah tau kalau aku sedang hamil," batin Rianti sambil meneteskan air mata.


Tiba-tiba saja terdengar suara tangisan bayi yang cukup kencang, membuat Rianti teringat akan bayinya yang ia tinggal sendirian tadi.


"Ya ampun Christy..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2