Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 316 (Bukan papa kandung)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 259


(Bukan papa kandung)


...•...


...•...


TOK TOK TOK...


Rianti yang cemas langsung mengetuk-ngetuk pintu kamar putranya sembari mencoba untuk membuka pintu tersebut, ia sangat khawatir kalau Athar sampai melakukan hal-hal yang tak diinginkannya. Rianti tahu sekali bagaimana perasaan Athar sekarang setelah tau kalau Lionel bukan papa kandungnya, padahal selama ini ia sudah menutupi itu semua.


Berkali-kali Rianti mencoba mengetuk pintu kamar Athar sembari memanggil nama putranya itu, namun tetap tak ada jawaban dari Athar hingga kini bahkan tak terdengar apapun dari dalam sana. Rianti semakin cemas dan terus berusaha membuka pintu kamar Athar, ia tak mau tentunya jika Athar sampai nekat melakukan hal-hal buruk pada dirinya sendiri.


"Bu, ada apa ya?" tanya suster Amel yang muncul mendekati Rianti sambil menggendong Christy.


"Eee gak ada kok, aku cuma mau ketemu sama Athar aja! Kamu tolong bawa Christy main dulu, ya? Biar Athar aku aja yang urus, gapapa kan?" ucap Rianti memberi perintah pada suster Amel.


"Oh, iya Bu siap!" ucap suster Amel tersenyum.


"Terimakasih sus!" ucap Rianti.

__ADS_1


Setelahnya, suster Amel pun pergi ke luar bersama Christy yang masih digendongnya itu sesuai dengan arahan dari Rianti barusan. Sedangkan Rianti sendiri masih berada di depan kamar Athar sembari terus mengetuk pintu berharap agar Athar bisa segera membukanya dan ia dapat berbicara dengan Athar, namun semua itu sama saja tak ada hasilnya.


Sampai pada akhirnya Rianti cukup terkejut lantaran terdengar suara orang membuka kunci dari dalam kamar tersebut, ya ia langsung berbalik badan kembali dan benar saja ternyata itu putranya yang keluar membuka pintu untuk menemui mamanya di depan sana, tampak Athar sangat bersedih dan wajahnya dipenuhi oleh air mata kesedihan.


Rianti yang sangat cemas dan sedih itu langsung saja memeluk tubuh Athar tanpa berlama-lama, ia mendekap putranya sangat erat dan menangis disana sembari mengelus punggung Athar. Rianti tahu sekali bagaimana perasaan Athar saat ini setelah mengetahui semuanya, ia berharap Athar masih mau memaafkan kesalahannya itu.


"Athar sayang, kamu tenang dulu ya! Mama bisa jelasin kok ke kamu tentang semuanya, kamu sekarang jangan marah dulu!" ucap Rianti melepas pelukannya lalu memegang wajah putranya.


"Mah, emang bener ya papa Lionel itu bukan papa kandung aku?" tanya Athar penasaran masih dengan air mata yang terus keluar.


"Eee biar mama jelasin di dalam kamar kamu ya sayang? Yuk kita masuk dulu kesana, supaya kita bisa bicara santai berdua!" ucap Rianti membujuk putranya sembari menyeka air mata Athar disana.


Athar hanya manggut-manggut tanda setuju masih sambil sesenggukan, Rianti pun tersenyum lalu berdiri dan menggandeng tangan putranya itu untuk dibawa masuk ke dalam kamarnya. Rianti ingin bicara santai dengan putranya di dalam sana dan tak mau jika Athar terus menangis, bagaimanapun juga ia tentu tidak tega melihat putranya menangis.


"Mah, sekarang mama jelasin ke aku! Apa benar kalau papa Lionel itu bukan papa kandung aku, mah?" ucap Athar bertanya pada mamanya dengan raut wajah penasaran.


Ya kini keduanya sudah berada di dalam kamar Athar dan duduk berdampingan di atas ranjang empuk.


"Kenapa mama rahasiakan ini dari aku?" tanya Athar.


"Sayang, mama cuma gak mau kamu jadi benci sama papa Lionel! Lagian dari kecil kan kamu juga udah dekat sekali sama papa Lionel, dan papa Lionel itu juga sayang banget sama kamu!" jawab Rianti.


"Terus, papa kandung aku yang asli itu siapa mah? Apa dia sekarang masih hidup?" tanya Athar.


Sontak Rianti langsung terhenyak kaget mendengar pertanyaan dari Athar, ia bingung harus bagaimana menjawabnya saat ini karena ia juga masih ragu untuk mengatakan pada Reno kalau Athar adalah putra kandungnya dan begitupun sebaliknya, Rianti masih belum mau berbicara pada Athar kalau Reno adalah papa kandungnya dan mereka sudah pernah bertemu sebelum ini bahkan saling berbicara.


...•••...


Malam harinya, Velove pergi ke sebuah restoran bersama Rania untuk melakukan makan malam berdua disana setelah mendapat izin dari Tania serta William sebelumnya. Mereka berdua kini duduk di tempat yang kosong dan saling menatap satu sama lain sebelum memesan makan, Rania tampak senang sekali bisa makan berdua dengan mamanya.

__ADS_1


Tak lama pelayan pun datang menyerahkan daftar menu pada mereka, Velove memberi keleluasaan bagi Rania untuk memesan apa saja yang dia mau karena ia ingin putrinya sehat. Sebagai seorang ibu, tentunya Velove juga mau berjasa di dalam hidup Rania biarpun hanya dengan cara mengajak Rania makan bersama di restoran seperti sekarang ini.


Setelah memesan, Rania pun kembali menatap wajah mamanya dengan senyuman renyah khas dirinya yang juga biasa ia berikan pada sang mama ataupun Tania. Velove ikut senang lantaran ia melihat putrinya sangat bahagia malam ini, Velove langsung merangkul pundak sang putri dan mengecup puncak kepala Rania dengan lembut.


"Makasih ya sayang, kamu udah mau ikut sama mama makan disini!" ucap Velove tersenyum.


"Sama-sama, mah! Lagian aku juga emang pengen makan berdua sama mama kayak gini, rasanya asyik banget tau mah!" ucap Rania.


"Ahaha, bagus deh kalo emang kamu seneng! Jadi, mama gak sia-sia ajak kamu kesini!" ucap Velove sambil mencubit pipi putrinya.


"Iya mama," ucap Rania tersenyum.


Beberapa waktu kemudian, pesanan yang mereka pesan sebelumnya sampai dan sudah dihidangkan di atas meja oleh para pelayan yang bertugas. Velove pun langsung meminta putrinya untuk memakan makanan yang ada disana bersama dengannya, ia juga menawarkan diri untuk menyuapi putrinya tersebut walau Rania tampak tidak mau.


"Mama makan aja! Aku bisa kok makan sendiri, kan aku udah gede mah!" ucap Rania.


"Oh iya ya, mama lupa kalau putri mama yang cantik ini sudah besar! Tapi, mama tetap sayang banget sama kamu biarpun kamu udah gede!" ucap Velove.


"Iya mah, kita makannya bareng-bareng aja! Soalnya lebih asyik kalo kita makan kayak gitu," ucap Rania.


"Oke sayang! Kamu tuh emang pinter dan cantik banget sih Rania sayang! Mama beruntung punya putri seperti kamu, semoga selamanya kita bisa terus begini ya sayang!" ucap Velove.


"Iya mah," ucap Rania tersenyum renyah.


Mereka pun mulai memakan makanan yang mereka pesan itu secara bersamaan, sesekali Rania juga menoleh ke arah mamanya dan kemudian tersenyum lebar tanda kalau ia sangat bahagia malam ini karena dapat berduaan dengan mamanya.


"Velove!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2