Preman Cantik

Preman Cantik
MINTA DADDY


__ADS_3

Setelah beres makan, Axel masih bergelayut manja di pangkuan Alexis sambil memainkan game di HP Alexis.Karena tadi emang di lajarin Alexis.


Xandra melihat nya tak suka.


" Tuan Alexis kenapa tadi bilang Daddy ke Anak Saya " tanya Xandra.


" Oh itu, tanyakan Saya sama anaknya" jawab Alexis cuex.


" Ni orang dasar kulkas datar, gak da senyum senyumnya " batin Xandra kesal.


" Sayangnya Mommy , kenapa kamu bilang ke Om Alexis dengan sebutan Daddy nak? " tanya Xandra lembut.


" Karena Aku mau Daddy Mom, Mommy gak pernah kasih Aku Daddy sih, ada juga papa Devan tapi Akunya kan maunya Daddy dan Om Akexis mau jadi Daddy Aku, iyakan Dad? " ucap Axel polos.


" Iya Sayang , Om mau jadi Daddy kamu tentunya kalau Mommy kamu mengijinkan" ucap Alexis tersenyum simpul.


" Sayang, kamu main dulu ya sama Nany , Mommy mau bicara dulu sebentar sama Om , boleh? " ucap Xandra hati hati.


" Hmmmzzz , boleh asal Om tetep jadi Daddy Aku" tegas Axel turun dari pangkuan Alexis pergi ngajak Nany nya main.


Celia mengikutinya dari belakang.


" Tuan boleh kita bicara " ucap Xandra memandang Alexis.


Alexis mengangguk , Dia melirik ke arah Rio.


Rio yang mengerti lirikan Alexis segera meninggalkan tempat duduknya.


" Silahkan kalian bicara, Aku mau ke toilet dulu sebentar" ucap Rio.


" Tuan, maafkan anak saya sudah lancang memanggil Daddy kepada Tuan, jangan di ambil hati, semoga kedepannya kita tidak terjadi salah paham , Axel belum mengerti " ucap Xandra.


" Santai saja Nona, Saya mengerti anak itu, Dia merindukan pigur seorang Ayah, kenapa Anda tidak memberikannya " tanya Alexis.


" Mmmmzz , itu itu.. belum ada yang cocok saja " ucap Xandra gugup.


" Anda cantik seorang CEO lagi pasti banyak Pria kaya pengusaha yang tertarik dengan Anda" ucap Alexis.

__ADS_1


" Iya tapi belum ada yang cocok , ini masalah perasaan dan harus cocok dengan anak saya, selama ini kalau ada pria yang suka sama saya selalu berusaha mengenalkannya kepada anak saya Dia selalu menolaknya" lirih Xandra sedikit curhat ceritanya.


" Kalau dengan Saya bagaimana secara Anak Anda yang memintanya " tanya Alexis tersenyum smirk.


" Itu itu tidak ada dalam pikiran saya, Anda hanya rekan kerja Saya tak lebih, jangan salah paham , mungkin anak saya asal meminta saja , nanti dia akan lupa kok"


ucap Xanda gugup betusaha menghindar padahal hatinya merasa seperti ada banyak kupu kupu berterbangan d perut, jantungnya berdetak tak karuan.


" Aah kenapa dengan jantungku, tatapan matanya begitu nyaman seperti sudah lama kenal, ada apa dengan hatiku ini ? Ya Tuhan tolong Aku " batin Xandra.


" Yah Saya tahu kita rekan kerja, tapi kan kedepannya kita tidak tau , bisa saja kan kedepannya jadi rekan hidup, jodoh gak ada yang tahu kan " ucap Alexis santai.


" Aah tidak tidak, jangan berpikiran terlalu jauh Tuan , Saya tidak suka berandai andai, sebaiknya Anda tidak bertemu lagi dengan putra saya kedepannya, untuk makanannya Saya ucapkan terima kasih banyak, permisi Tuan " ucap Xandra sambil meninggalkan Alexis yang dian tak bersuara mendengar ucapan Xandra.


"Aku akan mendapatkan kalian bagaimanapun caranya " batin Alexis sambil memandang kepergian Xandra.


"Axel ayo kita pulang sudah malam " ucap Xandra setelah menemukan anaknya.


" Daddy nya mana Mom? ko gak ikut sama Mommy, kalian bertengkar ya ? Aku mau pulang sama Daddy Mom" rengek Axel.


" Tidak mau , Aku mau Daddy, Aku mau pulang sama Daddy " teriak Axel sambil nangis.


" Kamu melawan sama Mommy hah, Kamu hanya milik Mommy ingat itu, gak ada Daddy , kamu gak sayang Mommy? tanya Xandra mulai marah.


" Axel benci Mommy , gak ngasih Daddy buat Axel, temen Axel semua punya Daddy sedangkan Axel tidak, Mommy jahat Aku benci Mommy " teriak Axel sambil nangis berlari kencang meninggalkan Xandra.


Xandra terkejut, Diapun lari mengejar Axel, Celia mengikuti dari belakang.


Sementara itu Alexis meninggalkan Mall bersama Rio.


" Bagaimana brow, sukses PDKT nya " ucap Rio santai.


" Sukses apaan, Dia sepertinya benci sama Gue, malah gak ngijinin lagi anaknya ketemu gue " lirih Alexis sedih.


Mereka menuju mobil yang sudah terparkir di depan Mall.


Mereka masuk ke mobil, dari arah Mall seorang anak lari dengan kencang ke jalan .

__ADS_1


" Loh , itu kan Acel ko lari " batin Alexis sambil keluar dari mobil hendak mengejar Axel.


dan


Braaakksss


cekiittttssss


suara mobil d rem ..


" Tidak " teriak Alexis berlari ke jalan.


Axel tergeletak d jalan bersimbahkan darah.


Xandra baru sampai , langsung menjerit


" Tidak , Axel " teriak Xandra sambil menjerit nangis.


Rio cepat cepat menghidupkan mobil keluar dari Mall.


Alexis menggendong Axel dan lari ke mobil , Xandra mengikuri dari belakang .


" Ayo cepat masuk , kamu duduk di depan " teriak Rio ke Celia.


Celia cepat cepat masuk mobil, takut kena marah.


Alexis dan Xandra duduk d belakang.


" Cari rumah sakit terdekat " ucap Alexis .


Rio menjalankan Mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.


**Bersambung


Maaf kalau kurang berkenan dan banyak typo


Terima Kasih**

__ADS_1


__ADS_2