Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 83 (Sudah berbeda)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 28


(Sudah berbeda)


...•...


...•...


"Arrgghhh sial...!!!" umpat seorang pria berkemeja putih dengan dasi hitam sambil melempar semua barang yang ada di mejanya.


Terlihat para karyawan dari pria itu hanya bisa tertunduk melihat kemarahan bosnya, tak ada dari mereka yang berani berbicara ketika pria itu sedang marah.


"Gimana sih cara kerja kalian ini sebenarnya? Kenapa bisa perusahaan ini menurun pendapatannya dari bulan kemarin? Kalian tuh bisa kerja gak sih...??!!" ujarnya dengan mata yang melotot.


"Sekarang kalo udah kayak gini siapa yang mau tanggung jawab? Siapa? Kalian mau ganti kerugian saya, iya? Dasar karyawan gak becus, kerja aja gak ada yang bener...!!" sambungnya.


Lagi-lagi mereka hanya bisa diam tertunduk mendapat amarah dari bosnya, tentu saja mereka merasa bersalah karena kerugian yang dialami perusahaan akibat kerjaan mereka lalai.


"Jika terus begini, saya pastikan kalian semua akan nganggur mulai bulan depan! Saya itu gaji kalian buat kerja bukan buat ngerugiin saya!" ujar pria itu tak henti-hentinya melotot ke seluruh karyawannya yang ada disana.


"Maaf pak, kami janji akan bekerja lebih baik untuk mengembalikan kerugian yang diterima perusahaan..." ucap salah seorang dari karyawannya yang berani membuka mulut.

__ADS_1


"Janji janji, bulan kemarin kamu juga bilang seperti ini! Tapi apa nyatanya kerja kalian tetep gak beres dan saya rugi lagi...!! Apa harus saya percaya dengan janji kamu itu?" ujar pria itu.


"Maaf pak, kali ini kami tidak akan mengulanginya lagi... tolong beri kami kesempatan pak untuk bisa bekerja lebih baik!" ucap karyawan wanita itu lagi sambil menunduk tak berani menatap mata bosnya.


"Oke, saya kasih kalian semua kesempatan untuk memperbaiki kerusakan ini! Yasudah kalian keluar dari ruangan saya...!!" ucap pria itu tampaknya sudah tidak mood untuk marah lagi sehingga ia mengusir para karyawannya keluar dari ruangannya.


Setelah semua karyawannya keluar, pria yang tadi marah-marah itu duduk kembali di kursinya sambil memijit pelipisnya karena merasa pusing setelah lagi-lagi perusahaannya mengalami kerugian cukup banyak.


Ceklek... tak lama kemudian, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan seorang wanita berambut panjang dengan high heels di kakinya berjalan menghampiri pria tersebut.


"Selamat siang sayang..." ucap wanita itu dan tanpa rasa malu ia duduk di atas meja pria tersebut lalu meletakkan sebuah rantang makanan disampingnya.


"Kamu kenapa sayang, kok keliatan kusut gitu? Ohh pasti kamu lapar ya, tenang aja aku udah bawain makan siang nih buat kamu... kita makan bareng-bareng yuk!" sambungnya sambil membelai lembut wajah pria itu.


"Ngapain kamu kesini lagi? Saya kan sudah bilang jangan ganggu-ganggu kehidupan saya lagi, saya ini sudah punya istri...!!" bentak pria itu sambil melotot ke arah si wanita.


"Ya ampun sayang, kok kamu gitu sih sama aku? Emang kamu lupa dulu tuh kamu selalu kejar-kejar aku cuma buat dapetin cinta aku, terus kenapa sekarang pas aku udah mulai cinta sama kamu eh kamunya malah begini ke aku sayang...??" ucap wanita itu dengan sangat beraninya ia turun dari meja kemudian duduk di pangkuan pria tersebut dan merangkulnya.


Bukannya pergi, wanita itu malah makin menjadi-jadi dengan melingkarkan tangannya di leher pria tersebut serta memberi kecupan di wajah pria yang masih emosi itu.


"Stop Shani! Saya bisa melukai kamu kalau kamu tidak berhenti melakukan ini! Menyingkir dari hadapan saya sekarang juga...!!" ujar pria itu semakin berteriak karena emosinya sudah meluap-luap akibat kelakuan wanita itu.


"Aduh sayang sayang... kamu makin kelihatan ganteng deh kalo lagi emosi begini, aku jadi makin pengen rasain tubuh kamu!" ucap wanita itu berbicara di dekat telinga si pria dengan sedikit menjilat daun telinga pria itu dan tangannya juga terus menyentuh dada bidang milik pria tersebut yang masih tertutup baju.


Mendapat sentuhan lembut dari wanita itu, gairah si pria memuncak apalagi bagian laki-laki nya tersenggol oleh paha wanita itu.


"Cukup Shani...!!" ucap pria itu langsung bangkit dan mendorong tubuh wanita bernama Shani itu hingga dahinya terbentur ujung meja.


"Awh..." rintih Shani memegangi dahinya yang terbentur, tampak darah segar keluar dari dahinya dan membuat pria itu panik.

__ADS_1


"Ya ampun Shani, maafin aku! Aku gak bermaksud bikin kamu terluka, ini semua karena kamu sendiri yang terus saja memancing emosi saya...!!" ucap pria itu cemas.


Shani memanfaatkan momen itu untuk membuat si pria menolongnya, ia berpura-pura kesakitan dan pingsan disana.


"Aduh sayang, aku pusing banget..." ucap Shani masih memegangi dahinya dan berpura-pura pusing agar pria itu mau menolongnya.


"Shani, kamu kenapa Shani?" ujar pria itu cemas memegang tubuh wanita yang sedang keleyengan dan hampir pingsan itu.


Tak lama kemudian, Shani pingsan dan pria itu langsung menangkap tubuh Shani agar wanita itu tidak terjatuh ke lantai.


...•••...


Disisi lain, Reno mengajak Tania ke taman dekat tempat mobilnya mogok tadi untuk sekedar berbincang-bincang sekaligus temu kangen setelah cukup lama mereka berpisah.


"Tania, kamu itu wanita yang aneh ya..." ucap Reno saat baru duduk di bangku taman sambil melihat ke arah Tania disampingnya.


"Maksudnya? Emang aku aneh kenapa?" tanya Tania tak mengerti dengan maksud dari ucapan Reno, wajahnya mengisyaratkan bahwa ia terheran-heran dan juga sedikit kesal.


"Jangan marah dulu, iya kamu itu aneh... dulu kamu selalu menghindar dari aku dan tidak ingin ketemu sama aku, tapi sekarang kamu selalu muncul di kepala aku..." jawab Reno menjelaskan maksud perkataannya.


"Aku gak punya waktu untuk bicara hal gak jelas kayak gini, sebaiknya kamu langsung sampein aja apa yang pengen kamu omongin! Karena aku masih banyak urusan..." ucap Tania.


"Oh iya maaf ya, sebenarnya aku gak pengen ngomong apa-apa sih sama kamu! Aku cuma mau mengenang masa-masa dulu aja sewaktu kita masih deketan... soalnya sampai sekarang aku belum bisa melupakan itu semua!" ucap Reno tersenyum tangannya hendak menyentuh wajah Tania, namun gadis itu menangkisnya.


"Maaf Reno, kalo emang gak ada yang pengen kamu bicarain sama aku... aku harus pergi sekarang! Sekali lagi maaf, permisi...!!" ucap Tania kemudian bangkit dari duduknya.


Gadis itu mengambil tasnya lalu berbalik badan dan pergi dari sana meninggalkan Reno yang masih terpaku disana menatap kepergian Tania.


"Sepertinya perasaan kita sudah berbeda Tania, kamu tidak lagi mencintai saya... mungkin memang kita tidak ditakdirkan bersama, maaf Rosa aku belum bisa melakukan permintaan terakhir kamu....!!" gumam Reno mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2