
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 149
(Reno vs Revan)
...•...
...•...
Tak hanya Tania yang sampai bersedih dan bahkan tidak menyapa papanya serta Rania, Reno pun juga sama seperti itu karena ia menjadi yang paling tersakiti di momen ini apalagi ia sudah mengharapkan Tania mau menikah dengannya.
Namun, justru Tania menemuinya dan mengatakan kalau dia tidak bisa menerima lamaran Reno yang ingin menikahi dirinya, harapan Reno pun sirna dalam sekejap dan membuatnya seperti tak memiliki semangat hidup lagi setelah Tania mengatakan itu.
Reno kini masih dalam mobilnya menuju rumah setelah ia bertemu dengan Tania di taman, ia terus melamun dan sesekali mengacak-acak rambutnya sendiri sembari berteriak meluapkan emosi di dalam hatinya serta kegelisahan yang ia rasakan sekarang.
"Gua emang payah, bisa-bisanya gua harapin sesuatu yang gak pasti! Harusnya gue tahu, Tania itu emang gak cinta sama gue...!!" ujarnya emosi.
Tiba-tiba sebuah mobil dari arah belakangnya terus memepet mobilnya dan membunyikan klakson berkali-kali seperti meminta Reno untuk berhenti sejenak disana, Reno pun bingung sekaligus panik karena ia tak mengenali plat mobil tersebut.
"Mau apa sih orang ini?" gumamnya kesal.
Akhirnya Reno memilih melipir sejenak ke pinggir agar mobil tersebut tidak terus-terusan memepet mobilnya, terlihat jelas mobil itu juga ikut berhenti ke pinggir lalu seorang pria keluar dari dalam mobil tersebut dan menanti Reno untuk keluar juga.
Reno masih tak mengenali siapa pria tersebut dan baru kali inilah ia bertemu dengannya, namun apapun itu ia memilih untuk keluar juga agar tak terus penasaran mengapa pria itu terus mengejarnya dan menghampiri dirinya.
"Baguslah anda mau keluar...." ucap pria itu.
__ADS_1
"Siapa anda?" tanya Reno tegas dan penasaran.
Pria itu tersenyum sembari menggaruk batang hidungnya lalu menghela nafas sejenak, sedangkan Reno hanya diam berdiri tegak disana memandangi setiap bagian tubuh pria di depannya untuk coba mengenalinya tetapi tidak berhasil.
"Kalau anda mau tahu, saya ini Revan dan saya calon suaminya Tania..." jawab pria itu dengan santai.
Ya seperti yang sudah dikatakan olehnya, pria itu adalah Revan alias calon suami dari Tania yang dipilih oleh William untuk putrinya bahkan Tania pun juga sudah menerimanya dibanding Reno.
Reno terkejut saat mendengar jawaban dari pria tersebut apalagi pria itu mengatakan kalau dia adalah calon suami Tania, yang artinya Tania tidak berbohong soal pasangan yang dibilangnya dan bukan hanya alasan semata.
"Kenapa diem? Kaget ya dengernya?" ucap Revan sengaja memancing pria di hadapannya itu.
"Biasa aja, terus mau apa anda temui saya dengan kejar-kejar mobil saya begitu?" tanya Reno.
"Oke, kalo gitu saya langsung to the point aja! Saya mau minta pada anda untuk tidak lagi mendekati Tania dan anda harus jaga jarak dengannya, saya tidak mau calon istri saya dekat dengan lelaki lain!" ucap Revan menjelaskan maksudnya.
"Anda tidak perlu meminta pada saya, saya sendiri juga sadar diri dan tidak akan mendekati wanita yang sudah memiliki calon suami... tetapi, bila anda gagal menikahi Tania itu artinya saya lah jodoh Tania yang sebenarnya!" ucap Reno tegas.
"Hahaha, jangan harap itu akan terjadi! Saya dan Tania akan segera melangsungkan pernikahan, mungkin saya bisa mengundang anda untuk datang supaya anda tidak terlalu berharap atau mengkhayal seperti itu lagi...!!" ucap Revan.
"Baiklah, senang bisa bertemu dengan anda dan membicarakan ini..." ucap Revan tersenyum.
Reno hanya mengangguk pelan lalu berbalik badan dan kembali ke dalam mobilnya meninggalkan Revan disana, sedangkan Revan tetap disana tersenyum puas melihat kekecewaan di wajah Reno tadi.
...•••...
Disisi lain, William masih membujuk Tania untuk menceritakan apa yang terjadi padanya sampai menangis seperti itu, tentu William sangat yakin kalau putrinya kenapa-napa walau Tania terus mengelak dan mengatakan ia baik-baik saja.
"Tania, kasih tau sama papa sekarang!" ucap William sembari memegang bahu putrinya.
Lagi-lagi Tania hanya diam disana tak menjawab pertanyaan dari papanya, bahkan ia pun tidak berani memandang mata sang papa dan lebih memilih menunduk agar William tidak bisa mencecar dirinya melalui tatapan mata secara langsung.
William pun tampak kewalahan menghadapi putrinya yang masih tetap kekeuh untuk diam tidak mau menceritakan apa masalah yang dialaminya, ia cukup kesulitan memaksa Tania untuk membuka mulut dan berbicara padanya.
__ADS_1
"Tania, sayang! Kalau kamu diem terus kayak gini, gimana papa bisa bantu kamu?" ucap William sembari menarik dagu putrinya agar menatap ke arahnya.
Akhirnya karena desakan dari sang papa secara terus-menerus, Tania pun mau berbicara karena saat ini papanya memang sangat mendesaknya menanti jawaban keluar dari bibirnya walau ia terus berusaha menutupi itu dari sang papa.
"A-aku...." ucap Tania menggantung sambil gugup.
"Kamu apa, kenapa sayang?" tanya William yang sudah tidak sabar dan sangat penasaran.
"Aku cuma sedih aja, pah! Tadi aku ketemu sama cinta pertamaku, terus aku bilang sama dia kalau aku harus menikah dengan lelaki pilihan papa! Aku lihat dia kecewa banget pah, karena dia juga sempat nyatain perasaannya ke aku..." jawab Tania.
"Apa? Jadi selama ini kamu punya pasangan, sayang? Kenapa kamu gak bilang sama papa, nak? Kalo kamu bilang, papa gak akan paksa kamu buat terima Revan!" ucap William.
"Dia bukan pasangan aku, pah! Dia itu Reno klien di perusahaan papa, ya aku emang cinta sama dia dan dia adalah cinta pertamaku... tapi itu dulu, sekarang aku udah gak ada rasa lagi sama dia!" ucap Tania.
"Reno? Pantas saja dia kelihatan kaget saat dengar papa sebut nama kamu, jadi ternyata kalian saling mencintai?" ujar William sedikit terkejut.
"Iya pah, yang bikin aku sedih karena aku gak tega ngeliat Reno kecewa.... dia sepertinya sangat berharap aku bisa menikah sama dia, tapi nyatanya sekarang aku udah gak cinta lagi sama dia dan aku juga mulai buka hati untuk Revan!" ucap Tania.
"Dengar, Tania! Kalau emang kamu cinta sama Reno, gapapa kamu bilang aja sama papa! Urusan Revan itu gampang, papa yakin keluarganya pasti bisa terima kalau papa membatalkan perjodohan ini!" ucap William meyakinkan Tania.
"Papa gak perduli mau mereka benci atau putusin hubungan kerjasama dengan perusahaan papa, yang terpenting bagi papa itu kebahagiaan kamu Tania!" sambungnya dengan tegas.
Tania pun terdiam menatap wajah papanya yang nampak sungguh-sungguh dengan perkataannya barusan, Tania memang merasa kalau rasa cinta pada Reno itu masih tersimpan rapat di hatinya dan tak berkurang sedikitpun.
Namun, sebagai seorang wanita tentu Tania tidak mau jika Reno menganggap dirinya hanya sebagai seorang pengganti mendiang istrinya yang sudah meninggal itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...🥳SELAMAT IMLEK🥳...
__ADS_1
...🐉🐉🐉...