
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 206
(Velove vs Rizky)
...•...
...•...
Velove yang masih dikuasai rasa amarah serta kesal dengan Tania, kini tengah berada di sebuah cafe dekat rumahnya untuk coba menenangkan diri agar tidak semakin dikendalikan oleh rasa emosinya.
Velove terus coba mengatur pernafasan dan menghilangkan segala pikiran tentang Tania yang membuatnya semakin emosi, memang ia masih harus berselisih dengan Tania demi bisa berdekatan dengan Rania bahkan tinggal dengan putrinya itu.
Gadis yang tengah kalut itu menghabiskan cukup banyak kopi disana, bahkan mungkin sudah sekitar lima kali lebih ia memesan kopi.
"Gimanapun juga, gue harus bisa dapetin Rania dan tinggal bareng dia! Karena Rania itu anak gue, bukan Tania! Tania itu gak berhak buat ngelarang gue deketin Rania, emangnya dia siapa coba?" gumam Velove sambil menyeruput kopinya.
Tiba-tiba saja seseorang pria muncul ke mejanya lalu duduk di sampingnya begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Velove.
"Heh! Lu ngapain duduk disini? Siapa yang izinin lu buat duduk di samping gue?" tegur Velove bertanya dengan nada kesal pada pria itu.
Pria itu tak menjawab, ia malah melepas topinya lalu tersenyum menghadap ke arah Velove.
Tentu Velove sangat mengenali siapa pria yang kini berada di sampingnya, ya pria itu adalah Rizky alias intel yang pernah menculik Velove saat masih bekerjasama dengan Tania waktu itu.
"Rizky?" ujar Velove terkejut.
"Iya cantik, ini aku Rizky. Kamu jangan marah-marah begitu dong sama aku! Aku kesini karena aku tau kamu pasti lagi butuh dihibur, iya kan?" ucap Rizky.
__ADS_1
"Hah? Enggak tuh, lagian kalau misal gue butuh hiburan juga gak mungkin gue mau dihibur sama cowok kayak lu! Mending gue pergi ke diskotik cari hiburan disana sendiri, daripada sama lu mah!" ucap Velove menolak keras tawaran Rizky.
"Ahaha, gayanya mau ke diskotik. Nanti giliran digilir sama cowok hidung belang, nangis!" cibir Rizky.
"Dih, pemikiran lu sesat banget sih! Yakali ada orang kayak begitu sama gue, mana berani coba? Gue kan Velove anaknya Cakra si mafia paling disegani di beberapa kota!" ucap Velove.
"Oh gitu? Ya iya sih disegani, tapi itu kan dulu. Sekarang mah siapa lagi yang mau segan sama bokap lu itu? Orang bokap lu aja udah mendekam di penjara, iya kan?" ucap Rizky tersenyum.
"Ish, kurang ajar banget lu ngatain bokap gue!" ujar Velove kesal.
"Kok ngatain sih, cantik? Siapa coba yang ngatain bokap kamu? Aku cuma bicara fakta, kan bener om Cakra alias calon mertua aku itu lagi mendekam di penjara dan dia gak bisa lindungin kamu dari para cowok hidung belang itu! Makanya kamu mending dihiburnya sama aku aja, kalau kita mau main kan juga atas dasar suka sama suka!" ucap Rizky.
"Dasar gila! Kedatangan lu kesini tuh bikin mood gue tambah hancur tau gak? Dah ah gue males jadinya ngopi disini, mending gue pulang!" ujar Velove.
Velove sangat kesal karena gangguan dari Rizky kepadanya disana, ia pun memilih pergi dan membereskan barang-barang yang ia bawa disana.
Velove langsung berjalan keluar cafe setelah menaruh sejumlah uang di meja.
Sementara Rizky hanya tersenyum tipis, kemudian bangkit juga dan mulai mengejar Velove karena ia tak mau kehilangan gadis itu sekarang ini.
•
•
Happ...
Rizky berhasil mencekal lengan Velove dengan tangannya dan membuat gadis itu tidak bisa masuk ke mobil atau bergerak sedikitpun.
Rizky bahkan menggenggam erat dua tangan Velove dan tidak membiarkan gadis itu pergi atau berontak dari genggamannya.
"Ish, lepasin gue!" ujar Velove coba berontak.
"Aku gak akan lepasin kamu, Velove! Kamu gak bisa pergi gitu aja dari aku, karena kamu harus pulang bareng aku dan gak boleh sendirian! Paham?" ucap Rizky tegas sembari mendekatkan wajahnya pada Velove lalu mencium bibir gadis itu sekilas.
"Untuk apa?" tanya Velove tak mengerti.
__ADS_1
"Gue cuma mau pastiin aja lu gak berbuat nekat untuk pisahin Rania dari kakaknya!" jawab Rizky.
"Haish, masih aja ya lu belain si Tania itu? Padahal seharusnya disini itu yang dibela gue, bukan Tania! Karena apa? Karena Tania udah jauhin gue dari anak kandung gue sendiri, dari Rania! Harusnya lu belain gue dong, Rizky! Lu bantu gue buat ambil Rania dari Tania, bukannya malah kayak gini!" ucap Velove.
"Aduh aduh, kamu jangan nangis gitu dong cantik! Aku pasti bantu kamu kok, tenang ya cantik cup cup cup!" ucap Rizky sembari memegang wajah gadis itu.
"Lu serius mau bantu gue buat rebut Rania dari tangan Tania?" tanya Velove penuh harap.
"Ya enggak dong, maksudnya aku bakal bantu kamu buat bikin anak lagi. Kita ke rumah kamu sekarang, terus lakuin itu dan aku jamin beberapa hari ke depan langsung tokcer deh! Jadi kamu gak perlu ribut-ribut sama Tania lagi!" jawab Rizky.
"Dasar laki-laki stress, gak waras!" umpat Velove.
"Ahaha, biarin dong! Yang penting aku masih normal dan suka sama cewek, gak kayak cowok-cowok yang suka sesama jenis itu!" ucap Rizky.
"Haish, gak nyambung lu! Udah ah lepasin tangan gue atau gue teriak nih!" ujar Velove.
"Eh eh eh, jangan dong! Kamu kan harus pulang bareng aku, yuk langsung masuk aja ke dalam mobil supaya gak bisa teriak-teriak lagi kamunya!" ucap Rizky langsung membekap mulut Velove.
Rizky pun memasukkan Velove ke dalam mobilnya, tanpa meminta persetujuan gadis itu.
Rizky jalan memutar kemudian masuk ke dalam kursi kemudi dan lalu menatap Velove yang sudah berada di dalam sana.
"Cantik, kamu seneng gak kalo aku ada di sisi kamu terus?" tanya Rizky.
"Gak! Yang ada hidup gue malah makin menderita dengan adanya lu, harusnya tuh lu pergi gitu dari kehidupan gue dan biarin gue selesaikan masalah gue sama Tania sendirian!" ucap Velove.
"Hahaha, gak mau ah! Aku kan suka sama kamu, aku mau jadi papanya Rania dan nikahin kamu!" ucap Rizky menatap Velove lalu tersenyum.
Perlahan Rizky mendekati wajah Velove dan membuat gadis itu tampak gugup serta deg-degan karena ditatap dari jarak dekat seperti itu. Rizky menyentuh bibir Velove lalu membelainya lembut, ia juga meneruskan sentuhan itu ke area leher Velove dan kemudian secara tiba-tiba menarik tengkuk leher Velove lalu melumatt bibir gadis itu ganas.
Entah mengapa Velove tidak sama sekali memberi perlawanan kepada Rizky, ia justru memberi ruang bagi Rizky untuk menyesap tiap inci bibirnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1