
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 58
(Tania kalah)
...•...
...•...
Cakra membawa Rania ke rumah yang lebih kecil dan juga agak jauh dari rumahnya, ia tak mau terus-terusan menaruh Rania di rumahnya karena khawatir Tania akan berhasil membawanya kabur dan ia akan kehilangan aset paling berharga miliknya itu.
Rania yang tak mengerti apa-apa, hanya bisa pasrah menuruti perkataan Cakra demi kebaikan dirinya dan juga Jordi. Mafia itu memang selalu mengancam pada Rania akan melukai Jordi jika gadis kecil itu tak mau menurut padanya.
"Ayo Rania, kita turun!" ucap Cakra tersenyum mengajak Rania turun dari mobil itu dengan mengusap punggungnya.
Rania hanya mengangguk pelan lalu mulai turun dari mobil itu, ia memandangi seluruh rumah yang ia datangi itu dan merasa heran mengapa ia dibawa ke tempat ini.
"Om, ini rumah siapa? Kenapa aku dibawa kesini?" tanya Rania dengan keluguannya.
"Ya ini rumah baru kamu cantik, om sengaja kasih ini buat kamu supaya kamu bisa leluasa tinggal disini tanpa keganggu sama siapa-siapa! Gimana, kamu suka gak?" ucap Cakra sambil memegang pipi Rania.
"Aku gak mau rumah ini om, aku maunya kembali ke rumah aku yang dulu! Aku kangen sama ayah Jordi dan kak Tania om, tolong bawa aku ke mereka om aku gak mau disini!" ucap Rania merengek minta dipertemukan dengan Jordi serta Tania.
"Maaf sayang, untuk sekarang om belum bisa kabulin permintaan kamu itu! Udah yuk kita masuk dulu ke dalam lihat-lihat isi rumah ini sama kamar kamu yang baru!" ucap Cakra lalu menggandeng tangan Rania.
Mereka pun masuk ke dalam sana diikuti oleh 2 bodyguard milik Cakra yang akan berjaga di depan rumah itu, mafia tersebut tak mau ambil resiko dengan tidak menaruh penjaga disana karena takut Tania bisa sampai kesana.
Saat di dalam, Rania terus-menerus cemberut walau banyak sekali barang-barang bagus yang sudah disiapkan oleh Cakra untuk membuat gadis kecil itu senang atau paling tidak tersenyum.
Akhirnya Cakra membawa langsung Rania ke kamarnya yang terletak tak jauh dari pintu depan, memang rumah ini lebih mirip seperti kontrakan sehingga tak terlalu besar.
__ADS_1
"Nah sayang, ini dia tempat tidur kamu kalau malam disini! Lihat tuh om udah pasang sprei gambar Doraemon kesukaan kamu, ada lampu tidurnya juga loh sayang!" ujar Cakra menyalakan lampu kamar lalu menunjukkan barang-barang di dalam sana.
Lagi-lagi itu tak membuat Rania senang, ia masih memikirkan ayahnya dan juga sang kakak yakni Tania karena sampai saat ini ia belum juga bertemu dengan mereka.
"Aku gak mau disini om, aku mau pulang! Kalau om emang mau aku tinggal disini, yaudah ajak juga ayah sama kak Tania kesini om!" ucap Rania sedikit mengeraskan suaranya.
Cakra nampak kesal karena gadis kecil itu masih terus saja berontak dan tak mau menuruti perkataan dirinya, ia pun berjongkok di hadapan Rania dan mencengkeram pundak gadis kecil itu.
"Dengar ya Rania sayang, kamu harus nurut sama om atau om bakal bikin ayah kamu itu celaka dan kamu gak bisa lagi ketemu sama dia untuk selamanya!" ucap Cakra mengancam Rania sambil menatapnya tajam.
Rania pun mendadak terdiam lalu tidak lagi merengek minta dipulangkan, ia tentunya tidak mau kalau ayahnya sampai kenapa-napa karena ulahnya yang tak mau menurut.
...•••...
Sementara itu, Tania masih bertarung dengan Savana di jalanan tadi... keduanya cukup berimbang bahkan Tania kesulitan menembus pertahanan kokoh milik Savana.
Pukulan serta tendangannya berhasil ditangkis dengan mudah oleh Savana, justru malah Savana yang berhasil mengenai Tania lebih dulu dan membuat gadis itu tersungkur di aspal dengan luka bekas pukulan darinya.
"Awhh..." rintih Tania memegangi pelipisnya serta siku yang terluka akibat jatuh di aspal.
Beruntung Tania masih bisa menghindari kaki Savana dengan cepat sehingga tubuhnya tak terinjak, namun Savana tidak berhenti sampai disitu karena ia masih sangat berambisi untuk menghabisi Tania.
Berkali-kali Savana berusaha menyerang Tania yang tersungkur, tapi usahanya gagal karena Tania masih berhasil menghindar dan bahkan membuat Savana putus asa. Namun, Savana tak berhenti dan kali ini hendak menendang kepala Tania yang sudah mati langkah.
"Rasain ini Tania!" teriak Savana lalu melayangkan tendangan ke arah wajah Tania.
Tania pun terpentok ke badan mobil akibat tendangan dari Savana yang cukup kuat, keningnya kini mengeluarkan darah karena benturannya sangat keras tadi.
"Hahaha, sekarang lu gak akan bisa menang dari gue Tania! Sambutlah ajal lu!" ujar Savana merasa menang lalu mendekati Tania dengan membawa pisau di tangannya.
Riko yang sedang melawan para preman anak buah Savana melihat kondisi nona nya yang sudah diujung tanduk, ia jadi tak fokus menghadapi preman-preman itu.
"Non Tania..." teriak Riko.
BUGH... kelengahan Riko dijadikan kesempatan oleh para preman itu untuk memukul tubuhnya, akhirnya Riko dikeroyok habis-habisan oleh mereka sampai tak berdaya.
Sementara Savana masih berjalan maju mendekati Tania dengan mengangkat pisaunya bersiap menusuk tubuh gadis itu.
__ADS_1
"Habislah lu Tania, lu akan mati di tangan gue!" ujar Savana yang sudah semakin dekat.
Savana mengambil ancang-ancang untuk menusuk Tania saat dirinya sudah sampai di dekat tubuh gadis itu, ia pun mengarahkan pisaunya ke arah dada Tania.
Tania sudah pasrah akan hidupnya, ia menutup mata bersiap menerima tusukan dari Savana.
Jlebb...
...•••...
Disisi lain, Lionel terpaksa harus menemani Shani makan malam di sebuah restoran karena ia takut dengan ancaman yang dilayangkan Shani kepadanya saat di kantor tadi.
Lionel masih terus berpikir bagaimana caranya untuk menghapus video itu dari hp Shani, ia tentunya tak bisa terus-terusan meladeni keinginan wanita tersebut.
"Sayang, itu dimakan dong jangan dilihatin aja! Emangnya kamu gak laper apa?" ucap Shani menatap wajah Lionel.
"Kamu aja duluan Shani, saya belum mau makan!" ucap Lionel dingin.
"Loh kenapa gitu sih sayang? Ayo dong dimakan kan udah aku pesenin buat kamu!" ucap Shani memaksa Lionel makan.
Lionel hanya diam memalingkan wajahnya, ia sungguh tidak nyaman berada disana berdua dengan wanita lain padahal saat ini ia sudah beristri bahkan memiliki anak.
"Yuk cobain sayang! Kamu gak mau kan kalau aku sebarin video bejat kamu itu ke sosial media atau kantor polisi dengan tuduhan pemerkosaan??" ucap Shani kembali mengancam pria di hadapannya.
Lagi-lagi Lionel hanya bisa tunduk dan pasrah karena tak dapat berbuat apa-apa untuk saat ini, ia masih harus menunggu sampai waktu yang pas agar ia bisa menghapus video di hp milik Shani tersebut.
Ya Lionel pun mulai memakan makanannya yang berada di meja, namun ia masih tetap bersikap dingin kepada wanita di hadapannya karena tak mau menyakiti hati Rianti lagi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Apakah Tania tertusuk?...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1