
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 372
(Kebahagiaan)
...•...
...•...
Reno dan Lyota sampai di rumah, mereka sudah tidak sabar ingin memberitahu kabar bahagia itu pada Anggi, Darma serta Tania kecil juga tentunya yang pastinya mereka akan turut berbahagia karena kehamilan Lyota memang sudah dinanti-nanti.
Reno pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah, lalu menoleh ke arah Lyota dan mengusap puncak kepala serta wajah sang istri terlebih dahulu, terlihat Lyota tampak tersenyum menikmati sentuhan lembut dari suaminya.
"Mas, udah yuk kita turun! Aku pengen ketemu sama Tania!" ucap Lyota tersenyum.
"Iya sayang, aku juga gak sabar pengen bilang ke papa mama soal kehamilan kamu! Aku yakin deh, mereka pasti senang banget!" ucap Reno.
"Itu dia mas," ucap Lyota.
"Yaudah, kamu aku gendong ya? Aku takut aja kamu masih lemes dan nanti malah jatuh," ucap Reno.
"Jangan ah! Aku jalan sendiri aja!" tolak Lyota.
"Oh gitu, iya deh iya aku biarin kamu jalan sendiri! Tapi, aku bakal tuntun kamu! Aku gak mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu dan anak kita, sebentar ya jangan turun dulu!" ucap Reno.
"Mas, kamu lebay banget deh!" ujar Lyota.
"Gapapa sayang, lebay begini juga demi kamu! Udah ya nurut aja sama aku! Aku turun dulu sebentar, nanti aku bantu kamu turun dari mobil!" ucap Reno.
"I-i-iya mas, galak banget sih kamu!" ujar Lyota.
Reno tersenyum kemudian mendekat ke arah Lyota, ia membelai rambut serta wajah istrinya lalu mengecup pipi kanan dan kiri sang istri dengan lembut.
Cupp!
"Aku galak kan demi kebaikan kamu dan anak kita, ini kehamilan pertama kamu loh sayang! Jadi, kamu harus hati-hati!" ucap Reno.
"Iya mas iya, aku juga paham kok mas ku!" ucap Lyota tersenyum.
"Yaudah, diem ya jangan kemana-mana!" ucap Reno mengingatkan.
"Iya suamiku, kamu bener-bener bawel banget ya mas! Udah cepetan deh kamu turun, supaya kita juga bisa cepat masuk ke dalam! Kan katanya kamu udah gak sabar pengen cerita sama mama papa dan Tania," ucap Lyota.
"Oke sayang!"
Cupp!
Reno kembali mencuri kecupan di bibir istrinya, lalu membuka pintu dan turun dari mobilnya. Ia berjalan memutar untuk membukakan pintu bagi sang istri.
"Nah, yuk turun cantik!" ucap Reno.
Lyota mengangguk tersenyum, kemudian turun dari mobil dengan bantuan suaminya setelah melepas seat belt yang ia kenakan tadi.
Reno pun memapah tubuh istrinya dengan perlahan menuju ke teras rumahnya, namun dari sana saja mereka sudah bisa melihat kalau Tania kecil dan kedua orangtuanya tengah menunggu mereka.
"Sayang, itu papa mama sama Tania udah pada diri di depan lagi! Gimana dong?" ujar Reno.
"Apanya yang gimana sayang? Ya jelaslah kita samperin mereka aja, emang kenapa kalau mereka ada di depan sana?" ujar Lyota heran.
"Iya sih, yaudah yuk!" ucap Reno tersenyum.
Mereka pun kembali melanjutkan langkahnya menghampiri kedua orang tua serta putri mereka itu, tampak Tania kecil tersenyum ke arah mama papanya yang sedang berjalan mendekatinya, ia hendak berlari menghampirinya namun ditahan oleh Anggi serta Darma.
"Sabar sayang! Biarin aja papa sama mama kamu yang kesini, nanti kalau Tania lari terus jatuh kan malah ribet sayang!" ucap Anggi.
"Eee iya deh Oma, abisnya aku gak sabar mau peluk mama lagi!" ucap Tania kecil.
"Sama sayang, opa juga gak sabar!" ujar Darma.
Sontak Anggi langsung melotot ke arah Darma membuat suaminya itu menunduk ketakutan dan meralat ucapannya.
"Maksudnya, opa gak sabar pengen tahu kondisi mama kamu Tania sayang! Mama jangan salah paham dulu dong sama papa, sampe melotot begitu!" ujar Darma tersenyum.
__ADS_1
"Hihihi opa sama oma lucu banget sih!" ujar Tania kecil tertawa.
•
•
"Assalamualaikum mah, pah, Tania sayang!" ucap Reno memberi salam pada ketiganya.
"Ya saat ini Reno dan Lyota sudah berada di dekat Darma, Anggi serta Tania kecil. Mereka mencium tangan kedua orang tua itu secara bergantian, lalu Reno langsung memeluk dan mencium putrinya yang menggemaskan itu.
"Waalaikumsallam sayang, gimana Ren? Apa kata dokter soal kondisi istri kamu?" tanya Anggi yang nampak cemas sekali.
"Oh tenang aja mah, mama gak perlu khawatir! Lyota itu gak sakit apa-apa kok, mah! Justru tadi kata dokter, Lyota sedang mengandung anak aku mah, pah!" jawab Reno sambil menggendong Tania.
"Hah? Yang benar kamu Reno? Kamu gak lagi bohongin mama kan?" tanya Anggi terkejut.
"Iya Reno, ini beneran Lyota hamil?" sahut Darma.
Reno hanya senyum-senyum sembari menoleh ke arah istrinya, Lyota langsung menunduk malu ketika ditatap oleh Reno dan tak mengerti apa maksud Reno melirik ke arahnya.
"Heh Reno, jangan diem aja! Jawab dong pertanyaan mama barusan! Apa benar Lyota sedang hamil anak kamu?" tegur Anggi.
"Iya pah, beneran aku mau punya adik?" sahut Tania.
"Hahaha sabar atuh mah! Lagian mana mungkin sih aku bohongin mama? Ya Alhamdulillah benar Lyota lagi hamil dan usia kandungannya sudah memasuki minggu kedua! Jadi, rasa mual dan pusing yang dialami Lyota tadi itu karena efek kehamilannya mah, pah!" jawab Reno sambil tersenyum.
Sontak Anggi dan Darma bersamaan menatap wajah Lyota dengan perasaan gembira.
"Alhamdulillah! Mama senang sekali dengarnya, kamu hamil Lyota sayang! Selamat ya sayang, sebentar lagi mama bakal dapet cucu dari kamu!" ucap Anggi tersenyum.
"Makasih mah!" ucap Lyota singkat.
Anggi pun maju mendekat ke arah Lyota, lalu memeluk tubuh menantunya itu dan berkali-kali menciumnya karena rasa senang yang sedang ia rasakan, sedangkan Lyota juga merasa senang karena ia bisa memberi cucu untuk mertuanya.
"Nah Reno, istri kamu kan lagi hamil, berarti sekarang waktunya kamu ngadain syukuran atas kehamilan istri kamu!" usul Darma.
"Iya pah, aku mau makan-makan enak!" ucap Tania kecil ikut menyetujui saran dari opanya.
"Ahaha, sekarang Tania sama papa udah sekongkol ya? Oke deh gapapa, tapi jangan sekarang juga dong pah! Kasihan Lyota nya masih lemas, dia harus istirahat dulu kayaknya!" ucap Reno.
"Iya benar! Kelihatan muka kamu masih pucat banget Lyota, yuk mama antar ke kamar supaya kamu bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan Reno!" ucap Anggi sembari memegang wajah Lyota.
"Udah, biar mama yang antar istri kamu! Nanti kalau sama kamu, yang ada Lyota bukan istirahat tapi malah digempur terus sama kamu! Mama ini kan tahu sikap kamu Reno, mending sekarang gantian kamu ajak main Tania biar mama yang jagain Lyota!" ucap Anggi tegas.
"Iya mas, aku sama mama aja!" ucap Lyota.
"Haduh, oke deh kali ini gapapa mama yang temenin kamu sayang! Tapi, nanti malam giliran aku lagi yang jagain kamu! Karena aku pengen bisa menjadi pelindung bagi istriku!" ucap Reno.
"Iya..." ucap Lyota sambil tersenyum.
Setelahnya, Anggi pun menuntun Lyota memasuki rumahnya dan membawa wanita itu ke kamar untuk beristirahat.
Sementara Reno dan yang lainnya tetap disana, ia menikmati waktu bersama Tania kecil sesuai perintah dari mamanya tadi.
...•••...
Disisi lain, Tania dan Revan telah pulang dari memilih cincin pernikahan mereka, ya hari bahagia keduanya semakin sempit dan akan segera tiba, sehingga kini mereka disibukkan untuk mengurus acara pernikahan tersebut agar berlangsung meriah.
Namun, bukan Revan tentunya jika tak membuat Tania merasa senang dengan mengajaknya jalan. Pria itu memang seringkali meminta Tania untuk pergi refreshing sejenak dengannya, biarpun sebentar lagi acara nikahan mereka akan dimulai.
"Van, abis milih cincin terus kita mau kemana?" tanya Tania menatap wajah Revan dari samping.
"Umm, kita jalan-jalan dulu sayang! Aku pengen bawa kamu ke suatu tempat yang indah, supaya kamu bisa merasakan kenyamanan yang tiada tandingannya!" jawab Revan sambil tersenyum.
"Hah? Tempat apa itu?" tanya Tania penasaran.
"Ada deh sayang, nanti kamu juga tau! Pokoknya itu tempat jauh dari sini, jadi kita butuh waktu buat sampai disana sayang!" ucap Revan.
"Haish, terus soal pernikahan kita gimana sayang? Siapa yang mau urus kalau bukan kita? Kamu mau minta papa mama kamu gitu buat ngurusin acara nikahan kita? Jahat banget sih kamu!" ujar Tania.
"Ya enggak lah sayang, kan ada pihak wo! Kamu tenang aja, karena mereka itu udah ahli dan bisa dipercaya kok!" ucap Revan.
"Yaudah deh, aku ngikut kamu aja!" ucap Tania.
"Nah bagus! Ini baru namanya calon istri yang pengertian!" ucap Revan.
"Iya sayang," ucap Tania singkat.
Revan pun menggerakkan tangannya dan menarik tengkuk Tania ke dekatnya, lalu mencium kening gadis itu dengan lembut dan cukup lama, sehingga Tania memejamkan mata menikmatinya.
__ADS_1
"Sayang, aku mau cobain bibir kamu lagi boleh?" tanya Revan dengan nada menggoda.
"Apaan sih? Jangan sekarang ah! Kita lagi di mobil tau, emang kamu mau kita nabrak nanti?" ujar Tania mencegah Revan melakukannya.
"Yah yaudah deh gapapa," ujar Revan pasrah.
Tania terkekeh melihat ekspresi kecewa dari Revan, ia memang suka sekali mengerjai kekasihnya itu dengan menolak keinginan mesumnya, karena saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi mereka untuk bersenggama di dalam mobil.
"Van, jangan ngambek atuh! Aku kan bicara sesuai keadaan sayang, emang kita gak boleh ciuman kalau lagi di jalan kayak gini! Nanti misal kamu gak fokus ke jalan, terus nabrak gimana?" bujuk Tania.
"Iya aku paham kok, lagian siapa juga yang ngambek sayangku?" ucap Revan.
"Ya abisnya kamu diem aja sambil cemberut kayak gitu! Aku kan mikirnya kamu ngambek sayang, makanya aku panik!" ucap Tania.
"Hahaha cie panik ya? Yaudah, kita berhenti dulu ke pinggir biar aku bisa cium bibir kamu!" ucap Revan.
"Hah?"
Tania terkejut dan membuka mulutnya lebar-lebar, apalagi saat Revan menginjak rem lalu menghentikan mobilnya ke pinggir dan kembali menatap dirinya.
"Sayang, kamu apaan sih? Kayak gak ada waktu lain aja buat ciuman!" ujar Tania ketakutan.
"Gapapa sayang, gak lama kok! Aku cuma mau cobain bibir kamu lagi, kan udah lama banget kita gak saling beradu bibir!" ucap Revan.
"Ya tapi—"
Revan dengan cepat menempelkan telunjuknya pada bibir sang kekasih lalu mendekat.
"Sssttt! Gak ada penolakan!" potong Revan.
Tania menelan saliva, Revan mulai menarik tengkuk kekasihnya itu dan perlahan menyatukan kedua bibir mereka, ia memagut bibir gadis itu dengan lembut kemudian agak memanas diiringi suara decakan dari penyatuan mereka itu.
Tangan Revan yang lain juga tak diam begitu saja, ia gunakan itu untuk meremass bagian dada Tania dengan lembut hingga gadis itu melenguh pelan.
"Mmppphhh..."
...•••...
Malam harinya, Rianti tengah bersiap untuk tidur setelah menerima pesan dari Lionel yang berisi kalau pria itu harus lembur malam ini sehingga tidak bisa menemaninya tidur dan memintanya tidur lebih dulu.
Wanita itu pun pergi ke kamar Athar putranya setelah berganti pakaian dan mencuci muka, ia hendak tidur bersama Athar malam ini karena tak menyenangkan bila ia tidur seorang diri di kamar.
"Ahh aku tidur di kamar Athar aja deh! Bosen juga kalau disini sendirian!" ujar Rianti.
Rianti beranjak dari ranjangnya, lalu mengambil ponsel dari atas meja dan berjalan keluar. Namun, tiba-tiba ponselnya itu berdering membuat Rianti harus berhenti sejenak untuk melihat siapa yang menelponnya.
"Mas Reno nelpon aku? Mungkin dia mau jelasin soal waktu itu datang ke rumahku sama mamanya, aku angkat dulu deh!" ucap Rianti.
📞"Halo mas Reno! Ada apa kamu telpon aku malam-malam begini?" tanya Rianti.
📞"Ya halo Rianti cantik! Maaf ya aku baru bisa telpon kamu sekarang, karena tadi aku harus urus istriku dulu! Tapi dia sekarang udah tidur, jadinya aku bisa bicara sama kamu Rianti!" ucap Reno.
📞"Oh gitu, eh ya emangnya istri kamu sakit apa mas? Tadi kan kamu bilang mau anterin istri kamu itu ke rumah sakit," tanya Rianti.
📞"Ternyata Lyota gak sakit, justru dia sedang hamil anakku! Makanya aku lagi happy banget sekarang, karena sebentar lagi aku bakal punya anak dari Lyota!" jawab Reno.
📞"Waw selamat ya mas Reno!" ucap Rianti.
📞"Makasih Rianti! Oh ya, kayaknya kita harus ketemuan deh biar semuanya bisa jelas! Kamu bisa gak malam ini datang ke bar di dekat jalan permata? Sekalian kita minum-minum disana, supaya kamu tahu apa alasan aku dan mama datang ke rumah kamu waktu itu!" ucap Reno.
📞"Duh, apa ini gak kemalaman mas? Udah hampir jam sebelas loh, kenapa gak besok aja kita ketemu di cafe biasa? Lagian aku kan juga lagi hamil, pasti mas Lionel gak bakal izinin aku keluar!" ucap Rianti.
📞"Oh iya juga sih, yaudah gini aja deh biar aku yang datang ke rumah kamu! Gimana? Kamu setuju gak Rianti?" usul Reno.
📞"Hah? Eee..."
Rianti berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Reno, namun akhirnya ia pun setuju Reno datang ke rumahnya dan berbicara mengenai Athar serta Anggi alias ibu dari Reno.
📞"Iya deh, aku setuju sama saran kamu! Kamu datang aja kesini, mumpung Athar sama Christy juga udah tidur dan mas Lionel masih lembur di kantornya! Tapi, sebentar aja ya jangan lama-lama!" ucap Rianti.
📞"Oke Rianti, sampai ketemu di rumah kamu! Aku langsung otw sekarang! Bye!" ucap Reno.
📞"Iya,"
Tuuutttt....
Rianti menutup telponnya dan menaruh ponsel miliknya itu di dada, ia menghela nafas berharap itu merupakan keputusan yang tepat.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...