
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 255
(Anemia)
...•...
...•...
Tania dan Revan kini berada di dalam mobil menuju ke rumah William setelah puas jalan berdua, Revan masih penasaran mengingat kejadian tadi saat Tania mengaku sebagai seorang preman di hadapan para pria-pria besar itu. Ya Revan tak menyangka jika Tania bisa membuat takut preman-preman yang kekar dan menyeramkan itu, padahal yang ia tahu selama ini Tania adalah gadis imut dan cantik.
Tania sendiri juga masih terus melirik ke arah Revan dan menunduk sembari memainkan jari-jarinya, ia khawatir jika Revan curiga padanya akibat kejadian tadi dan Revan akan banyak bertanya. Dengan begitu, tentunya Tania harus memutar otak untuk bercerita pada Revan tanpa membuat pria tersebut syok atau bahkan ilfeel padanya jika mengetahui ia yang dulu adalah seorang copet dan sering di penjara akibat perbuatannya tersebut.
"Tania!" ucap Revan menegur Tania yang tengah melamun sembari menoleh ke arah gadis itu.
"Ah iya, kenapa?" tanya Tania kaget.
"Kamu itu ngapain daritadi ngelirik aku terus nunduk lagi, ada apa sih sayangku yang cantik dan imut ini?" ucap Revan tersenyum menggoda gadisnya.
"Haish, bisa aja kamu ah! Aku cuma masih kepikiran aja soal wanita yang tadi, apa benar dia itu mau menikah sama Reno dan anak kecil yang dimaksud dia tuh Tania anaknya Reno?" ucap Tania.
"Ohh, kamu cemburu ya dengar kabar kalau Reno mau menikah sama Lyota?" tebak Revan.
__ADS_1
"Hah? Apaan sih? Enggak kok, aku gak cemburu sama sekali! Buat apa juga aku cemburu sama dia, lagian kan aku udah punya kamu?!" ucap Tania.
"Terus kenapa kamu masih kepikiran soal itu?" tanya Revan sambil tersenyum.
"Ya aku cuma mikir aja, emang salah ya? Oh atau kamu cemburu karena aku masih mikirin Reno sampai sekarang, iya? Kalo gitu aku minta maaf deh, aku janji gak akan mikirin dia lagi demi kamu!" ucap Tania merasa bersalah.
"Gak kok, tenang aja sayang!" ucap Revan tersenyum sembari mengusap wajah mulus gadisnya. "Oh ya, aku mau tanya sesuatu deh sama kamu cantik!" sambungnya.
"Hah? Nanya soal apa?" ucap Tania penasaran.
"Iya, aku mau tanya sama kamu. Kenapa tadi kamu bilang ke mereka kalau kamu itu preman? Emang bener ya itu semua?" tanya Revan.
"Umm, enggak bener lah sayang! Itu aku cuma nakut-nakutin mereka aja, yakali aku jadi preman? Kamu ini gimana sih, mana mungkin coba wanita kayak aku tuh seorang preman?" ucap Tania.
"Oh gitu, ya kali aja kan kamu emang beneran jadi preman cantik yang galak!" ujar Revan nyengir.
"Yeh emang aku galak apa?" tanya Tania cemberut.
"Apaan sih ih? Kalaupun aku emang beneran preman, ya gak mungkin lah aku hajar calon suami aku sendiri! Yang ada nanti aku bisa dicap jadi wanita pendosa, gimana sih kamu?" ucap Tania.
"Hahaha, tapi aneh deh! Kenapa ya preman tadi kok bisa percaya gitu aja kalau kamu preman di daerah sana, padahal kamu cuma sebutin nama lengkap kamu? Harusnya kan mereka gak gampang percaya sama kamu, aku heran jadinya!" ujar Revan.
Tania kembali dibuat dag dig dug ser lantaran Revan ternyata masih penasaran dengan identitas dirinya.
"Cantik, kenapa diem sayang? Jawab dong, apa emang bener kalau kamu tuh preman?! Makanya mereka tadi pada percaya gitu aja pas dengar nama kamu, ngaku aja cantik!" ucap Revan menekan Tania.
Tania semakin gugup dan tak tahu harus menjawab apa dengan pertanyaan Revan.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Reno berhasil membawa Lyota ke rumah sakit dan tengah ditangani oleh dokter disana. Ia dan putrinya diminta menunggu di luar selama Lyota diperiksa kondisinya, ya mereka tampak cemas sekali menantikan kabar dari dokter yang memeriksa Lyota dan terus berharap serta berdoa untuk kesembuhan Lyota agar tak terjadi apa-apa padanya.
Baik Reno maupun Tania kecil sama-sama tidak bisa tenang menunggu di depan ruang tersebut, mereka terus saja mondar-mandir mencemaskan kondisi Lyota di dalam sana. Terlebih Reno yang terus memegangi bawah hidungnya sembari mengucap doa untuk kesehatan Lyota, ia tentu tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada calon istrinya tersebut.
"Pah, mama Lyota kok lama banget sih diperiksanya? Aku khawatir banget tau sama mama Lyota, papa suruh ibu dokter tadi cepetan dong periksa mama Lyota nya!" ucap Tania kecil panik.
Reno pun tersenyum lalu berjongkok di hadapan Tania kecil dan memegang dua pundaknya, ia menatap wajah cemas putrinya sambil berusaha untuk menenangkan Tania. Ya Reno tidak mau jika Tania kecil terus khawatir seperti ini, ia mengusap wajah Tania sambil tersenyum kemudian mengecup keningnya lembut untuk mengurangi rasa cemasnya.
"Tania sayang, kamu yang sabar ya! Mama Lyota itu pasti sembuh dan baik-baik aja kok!" ucap Reno.
"Tapi pah, kenapa mama Lyota lama banget diperiksanya? Aku kan udah gak sabar pengen tahu gimana kondisi mama Lyota?!" ucap Tania kecil.
"Iya sayang, papa paham kok! Papa juga sama kayak Tania, papa pengen banget tau kondisi mama Lyota sekarang! Tapi, Tania harus sabar dulu ya sayang! Sambil nunggu, ada baiknya sekarang Tania bantu papa doain keselamatan mama Lyota yuk!" ucap Reno sambil memegang wajah putrinya.
"Iya pah, aku mau berdoa buat mama Lyota!" ucap Tania kecil sambil tersenyum.
"Bagus!" ucap Reno sambil mengusap wajah Tania.
Tak lama kemudian, dokter pun keluar dari dalam ruangan tersebut dan berjalan menemui Reno serta Tania kecil yang berada tak jauh dari sana. Melihat keberadaan dokter tersebut, Reno dan juga Tania kecil langsung berdiri menghampiri dokter itu dengan raut penasaran dan sudah tidak sabar ingin mengetahui bagaimana kondisi Lyota di dalam sana.
"Dok, gimana keadaan istri saya? Dia baik-baik aja kan dok?" tanya Reno cemas dan panik.
"Tenang ya, pak! Istri bapak itu mengalami gejala anemia atau kekurangan darah, jadi beliau tidak boleh terlalu capek dan sebaiknya mengkonsumsi makanan yang dapat menambah darah agar ini tidak terjadi lagi pada pasien! Oh ya, saya juga akan memberikan vitamin untuk pasien yang bisa diminum setiap sesudah makan!" jelas dokter.
"Jadi, istri saya itu gak kenapa-napa kan dok? Penyakitnya itu gak terlalu parah kan, dok?" tanya Reno masih tampak cemas.
"Tidak pak, jika pasien rajin mengkonsumsi makanan seperti buah dan sayur penambah darah, lalu yang mengandung zat besi seperti daging dan juga meminum vitamin dari rumah sakit, insyaallah pasien bisa terhindar dari gejala ini!" jawab dokter.
Reno dan Tania kecil pun tampak bahagia mendengar kalau kondisi Lyota tidak terlalu buruk.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...