Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 170 (Bawa ke rumah sakit)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 114


(Bawa ke rumah sakit)


...•...


...•...


Wiu wiu wiu wiu...


Suara sirine polisi membuat para gangster yang hendak menghabisi Howard dkk langsung panik dan akhirnya memutuskan cabut alias kabur dari tempat itu dengan terburu-buru, mereka semua tentu tidak mau ditangkap polisi dan masuk ke penjara karena pantang bagi gangster mendekam di penjara.


Sementara Howard, Rusli & Hendi masih terkapar di aspal dengan luka di sekujur tubuhnya akibat pukulan yang mereka terima dari para gangster kejam tersebut. Rusli harus menanggung luka cukup parah karena kemampuan bela dirinya juga tak terlalu mumpuni, ya memang dia hanyalah seorang supir bukan pengawal seperti yang lainnya.


Rupanya suara sirine tadi bukanlah benar-benar berasal dari mobil polisi, ya karena Rizky lah ternyata yang membunyikan sirine tersebut tentu untuk mengelabui para gangster tadi agar mereka segera kabur dan ia bisa menyelamatkan pengawal Tania.


"Bang, kalian gapapa?" tanya Rizky panik sembari mendekati Howard, Hendi & Rusli.


"Kita gapapa, tapi kayaknya pak Rusli butuh pengobatan dengan cepat! Dia harus dibawa ke rumah sakit sebelum terlambat, karena darahnya banyak yang keluar!" ucap Howard.


"Oke, biar gue bawa pak Rusli ke rumah sakit pake mobil gue! Kalian juga sekalian aja ikut ke mobil, untuk sementara biarin mobil kalian disini!" ucap Rizky langsung berusaha membopong tubuh pak Rusli yang benar-benar kesakitan.


Tanpa berlama-lama lagi, Rizky langsung membawa Rusli ke dalam mobilnya diikuti oleh Howard & Hendi yang jalan terpincang karena merasakan sakit pada bagian tubuh mereka.


Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, Rizky langsung melajukan mobilnya dan mengarahkan mobilnya menuju tempat sebelumnya ia meninggalkan Tania. Tentu Rizky ingin sekalian membawa Tania ke rumah sakit melihat kondisi kaki gadis itu yang tadi terkilir, entah mengapa Rizky seperti tak bisa melihat Tania terluka.

__ADS_1


"Pak, sebelum ke rumah sakit gue mau susul Tania dulu! Tadi gue gak sengaja ketemu sama dia di jalan deket sini, kita gak bisa tinggalin Tania gitu aja!" ucap Rizky menjelaskan pada ketiga pria di belakangnya.


"Baik, kami juga sangat mengkhawatirkan non Tania! Syukurlah kalau memang sekarang dia baik-baik saja, terimakasih juga karena lu udah nolong kita!" ucap Howard dengan suara terbatuk-batuk.


"Sama-sama," ucap Rizky singkat.


...Tak lama kemudian, Rizky berhasil sampai di tempat sebelumnya ia bertemu Tania dan dengan cepat ia turun dari mobil lalu menghampiri Tania yang rupanya benar masih berada disana....


"Tania...!!" teriak Rizky memanggil nama gadis itu.


Sontak Tania menoleh dan tersenyum karena Rizky berhasil kembali dengan selamat, walau kakinya kini terasa makin sakit akibat tak sengaja keplitek tadi.


"Tania, lu gapapa?" tanya Rizky cemas, ia sampai memegangi tubuh Tania karena khawatir gadis itu sulit berjalan.


"Iya, gimana sama pak Rusli dan yang lain? Mereka baik-baik aja, kan?" ucap Tania.


"Tenang aja, Alhamdulillah gue berhasil datang tepat waktu dan bawa mereka pergi dari sana! Sekarang mereka juga udah ada di dalam, ayo lu ikut sama kita ke rumah sakit ya! Kasihan pak Rusli, dia kehilangan banyak darah dan butuh penanganan segera!" ujar Rizky menjelaskan kondisi pengawal Tania itu.


"Apa? Yaudah kalo gitu ayo kita langsung ke rumah sakit! Gue gak mau terjadi apa-apa sama pak Rusli, dia itu supir terbaik gue!" ucap Tania panik.


Tak seperti biasanya yang selalu bawel dan cerewet jika Rizky menyentuhnya, kali ini Tania justru diam bahkan mencuri pandang menatap wajah tampan Rizky dari samping dan senyum-senyum sendiri.


...•••...


Disisi lain, William langsung menuju lokasi tempat Tania berada setelah putrinya itu tiba-tiba mengirim pesan padanya meminta pertolongan sambil memberitahu dimana dia sekarang. William tampak cemas dan khawatir, ia bersama Riko serta beberapa anak buahnya kini masih dalam perjalanan menghampiri lokasi Tania dan mereka tampak berharap-harap cemas agar tak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Tania disana.


Tak lama kemudian, mereka sampai di lokasi yang sesuai dengan yang dikirimkan Tania sebelumnya ke ponsel William. Akan tetapi, disana terlihat sepi dan hanya ada dua mobil yang sebelumnya dikendarai Tania bersama dua pengawalnya. Sontak William cemas dan langsung turun menghampiri mobil-mobil tersebut berharap putrinya masih ada disana, namun nyata semua mobil itu kosong tanpa penghuni.


"Bagaimana ini, kemana Tania? Kenapa mobilnya semua kosong, apa yang terjadi sebenarnya pada mereka tadi?" ujar William bertanya-tanya sembari mengusap wajahnya kasar.


"Maaf, pak! Apa tidak sebaiknya kalo bapak coba menghubungi nomor non Tania, barangkali sekarang beliau sudah melarikan diri bersama Howard dan yang lainnya..." ucap Riko memberi saran.


"Iya iya, ada benarnya jika kamu..." ucap William.

__ADS_1


Pria tua itu pun mengambil ponselnya lalu mencoba untuk menghubungi nomor putrinya, ternyata teleponnya tersambung dan William langsung tampak sumringah.


📞"Halo, pah?" ucap Tania membuka percakapan.


📞"Halo sayang, kamu dimana nak? Ini papa sama Riko udah ada di tempat yang kamu kirimin, tapi kenapa kamu malah gak ada? Apa yang terjadi sama kamu, sayang?" ujar William cemas.


📞"Pah, papa tenang dulu ya! Aku udah selamat kok ini sekarang lagi dalam perjalanan ke rumah sakit, aku diantar sama Rizky teman aku pah!" jawab Tania.


📞"Oh syukurlah, sayang! Papa benar-benar khawatir loh pas buka pesan dari kamu, tapi kamu gak kenapa-napa kan sayang? Ada yang luka apa enggak?" ucap William sedikit lega.


📞"Aku gak luka kok, pah! Tapi, pak Rusli kehilangan banyak darah dan harus diobatin! Terus pak Howard sama pak Hendi juga lumayan parah, makanya kami lagi mau ke rumah sakit sekarang!" ucap Tania.


📞"Ya ampun, rumah sakit mana sayang?" tanya William sembari memegang mulutnya.


📞"Umm, kita sih mau ke rumah sakit Zahira pah! Soalnya rumah sakit itu yang deket dari sini, papa nyusul aja kesana kalo mau!" ucap Tania.


📞"Ya ya oke, papa pasti susul kok! Yaudah hati-hati ya sayang, tunggu papa disana!" ujar William.


📞"Iya pah, papa juga!" ucap Tania.


Setelah telpon terputus, William pun menatap langit sembari menaruh ponselnya di dada dan perlahan menghela nafasnya pertanda kalau ia mulai lega karena putrinya yakni Tania baik-baik saja.


"Bagaimana, pak?" tanya Riko penasaran.


"Kita ke rumah sakit Zahira, sekarang!" ucap William lalu berjalan melewati Riko dan kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Baik, pak!" ujar Riko memberi hormat.


Mereka pun melaju menyusul Tania serta yang lainnya ke rumah sakit Zahira, William sungguh khawatir dan terus berpikir keras apa sebenarnya yang membuat putrinya sampai seperti ini.


"Saya tidak akan memaafkan siapapun yang berani mengusik Tania, awas aja saya pasti akan cari kalian dan habisi kalian!" batinnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2