
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 269
(Tolong Jordi)
...•...
...•...
Setelah selesai telponan dengan Fajar, kini Tania langsung hendak pergi menuju markas Jordi dan membantu Fajar serta Tama yang masih berada disana. Tania juga ingin segera menolong Jordi yang sedang diculik preman dan tak mau terlalu lama membiarkan Jordi disana, bagaimanapun juga Jordi adalah sosok yang sudah membesarkan dirinya.
Akan tetapi, Arsen justru menahan adiknya itu dan mencekal lengan Tania dari belakang saat Tania hendak pergi keluar rumah menuju markas Jordi untuk menolong Jordi. Arsen sangat penasaran pada sikap adiknya yang tiba-tiba terlihat sangat panik dan cemas itu, padahal sebelumnya Tania baik-baik saja dan bahkan tertawa ceria bersama dirinya disana.
"Tania, kamu mau kemana sih? Abis telponan sama siapa sampe kamu jadi panik begitu?" tanya Arsen penasaran sembari menatap wajah Tania dengan tatapan tajam dan menjurus.
"Ini loh kak, aku ditelpon sama salah satu kaki tangan bang Jordi ayah angkat aku. Dia bilang katanya bang Jordi diculik, makanya aku langsung panik dong kak! Aku takut terjadi sesuatu sama bang Jordi disana, aku mau bebasin dia kak!" jelas Tania.
"Hah? Bang Jordi diculik? Kok bisa sih? Si-siapa yang culik bang Jordi?" tanya Arsen kaget.
"Iya kak, aku juga gak tahu siapa pelakunya. Tapi, kata Fajar tadi bang Jordi tuh dibawa sama preman yang besar-besar dan Fajar juga gak kenal siapa mereka! Makanya sekarang aku bingung banget kak harus gimana buat bebasin bang Jordi?" ucap Tania dengan raut sedih di wajahnya.
"Sabar sayang! Saya pasti bantu kamu!" ucap Arsen.
Arsen coba menenangkan hati adiknya dengan cara memberi pelukan hangat pada Tania, ia mengecup kening dan mengusap punggung gadis itu dengan lembut. Arsen memang paling tidak bisa melihat Tania sedih seperti itu, ya ia sangat menyayangi adiknya tersebut dan ingin Tania terus bahagia walau harus mengorbankan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kakak serius mau bantu aku cari bang Jordi?" tanya Tania sembari mendongak menatap wajah Arsen yang sedikit lebih tinggi darinya.
"Iya sayang, saya akan bantu sebisa saya! Apa sih yang enggak buat kamu?" jawab Arsen tersenyum sambil menarik dagu Tania perlahan.
"Makasih kak!" ucap Tania singkat.
Tania langsung mendekap tubuh kakaknya dengan erat dan membenamkan wajah pada dada sang kakak, sedangkan Arsen tampak berpikir bagaimana cara untuk bisa membebaskan Jordi sembari mengusap lembut puncak kepala adiknya, ia juga harus memiliki ide tentunya agar bisa menolong Jordi tanpa harus memakai cara kekerasan.
"Yaudah, sekarang kakak antar kamu ke markas bang Jordi itu ya? Kita bahas lagi soal ini disana, siapa tahu antara Fajar atau Tama juga punya ide buat nolong bang Jordi!" ucap Arsen.
"Iya kak, sekali lagi makasih ya!" ucap Tania melepas pelukannya sambil menatap wajah Arsen lagi.
"Sama-sama, sekarang kamu kan punya kakak! Jadi, kamu gak boleh urus semua ini sendirian lagi! Kakak disini akan selalu bantu kamu, sayang!" ucap Arsen.
Tak lama kemudian, William muncul bersama Rania dan juga Velove dari arah luar. Ya mereka baru kembali dari jalan-jalan pagi yang sengaja dilakukan untuk menghibur Rania, namun Tania tadi belum terbangun dari tidurnya sehingga mereka memilih untuk tidak mengajak Tania, karena takut mengganggu istirahat dari gadis cantik tersebut.
"Loh Tania, Arsen, kalian pada mau kemana ini?" tanya William penasaran saat melihat putra-putrinya saling bergandengan tangan.
"Ohh, mau jalan-jalan?" tanya William lagi.
"Asik! Aku ikut dong kak, boleh kan? Aku mau jalan juga sama kak Tania dan kak Arsen, pasti seru banget deh! Apalagi sekarang masih pagi, jadi aku bisa makin seneng!" ujar Rania menyambar.
"Eee enggak Rania, kamu gak bisa ikut! Kakak sama kak Arsen ini bukan mau jalan-jalan kok, kita ada urusan penting yang harus segera diurus! Kalau Rania ikut, takutnya malah ganggu! Gini aja deh, gimana kalo kapan-kapan baru kita jalan bertiga?" ucap Tania coba menjelaskan pada Rania.
"Yah yaudah deh kak, kapan-kapan juga gapapa! Yang penting aku bisa jalan sama kak Tania dan kak Arsen sekaligus!" ucap Rania.
"Pinter sayang! Jangan sedih lagi ya!" ucap Tania sembari mencolek hidung Rania.
"Oh ya, memangnya urusan apa yang penting banget sampai kalian harus pergi pagi-pagi begini? Emang kalian udah pada sarapan nih?" tanya William penasaran.
"Tenang aja pah! Aku sama Tania bisa sarapan di luar kok, soalnya ini penting banget dan harus segera kita urus!" jawab Arsen mewakili Tania.
__ADS_1
"Iya pah, aku gak bisa cerita sekarang ke papa soal urusan kita. Karena aku dan kak Arsen udah harus pergi sekarang kesana, tapi nanti sepulang dari sana aku pasti bakal jelasin ke papa kok!" ucap Tania.
"Yasudah, kalian berdua hati-hati ya!" ucap William.
"Iya pah, kalo gitu kita pergi dulu!" ucap Arsen sambil mencium tangan papanya, diikuti oleh Tania yang juga melakukan hal serupa.
Setelahnya, Arsen dan Tania pun pergi dari sana untuk segera menemui Fajar serta Tama di markas Jordi. Ya mereka menaiki mobil milik Arsen yang dikendarai sendiri oleh Arsen, tak lupa juga Arsen meminta pada Riko untuk ikut pergi bersama mereka dan mengikuti dari belakang, ya karena mereka juga akan langsung melakukan pencarian Jordi.
•
•
Di dalam mobil, Tania masih sangat cemas dan terus kepikiran pada kondisi ayah angkatnya yang tengah diculik oleh rombongan preman itu. Arsen pun terus berusaha untuk menenangkan gadis cantik itu agar tidak terus-terusan panik seperti itu, karena menurutnya panik tidak akan menyelesaikan masalah dan justru memperburuk keadaan.
"Tania, udah ya sayang! Kamu jangan cemas begitu! Kakak yakin kita pasti bisa selamatin bang Jordi, kamu harus tenang sekarang! Panik juga gak akan bantu kita kok!" ucap Arsen.
"Iya kak, aku minta maaf! Tapi, aku khawatir aja kalau preman-preman itu bertindak kurang ajar ke bang Jordi! Aku gak akan terima kak kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ke bang Jordi, aku bakal habisin mereka!" ucap Tania kesal.
"Hey, sabar dulu! Kalau kamu emosi begitu, yang ada kamu bakal jadi bubur!" ucap Arsen.
"Ya abisnya aku kesel kak, bisa-bisanya masih ada yang mau culik bang Jordi! Padahal kan dia udah tua, apa untungnya coba?" ucap Tania heran.
"Hahaha, lucu kamu sayang!" ujar Arsen.
"Ish, kok malah ketawa sih kak?" ucap Tania.
Arsen tersenyum renyah sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tania, ia juga mencolek pipi Tania karena gemas dengan ekspresi Tania saat ini yang memang sangat menggemaskan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1