Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 94 (Orang stress)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 39


(Orang stress)


...•...


...•...


Tania telah berhasil selamat karena para pengawalnya datang tepat waktu sebelum dirinya kehilangan kesuciannya, namun ia masih tampak bersedih mengingat kejadian memalukan tadi yang ia alami.


Saat ini Tania juga masih mengenakan pakaian yang sobek-sobek akibat para preman tadi membukanya secara paksa, matanya juga berkaca-kaca dan tersimpan amarah yang cukup besar di dalam hatinya.


Hendi mengetahui perasaan nona nya sekarang, ia yang berada di kursi depan menoleh ke arah Tania untuk memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.


"Non, non gapapa kan? Apa non mau mampir ke toko baju dulu buat ganti pakaian non yang udah rusak itu? Kebetulan di dekat sini ada toko baju yang bagus kok non, kalau mau kita mampir dulu disana...." ucap Hendi.


"Enggak pak, kita pulang aja! Baju aku udah banyak kok di rumah, oh ya bang Jordi ayah angkat aku udah dibawa ke rumah sakit kan pak?" ujar Tania.


"Tenang aja non, saya sudah perintahkan mereka untuk membawa ayah angkat non ke rumah sakit terdekat!" ucap Hendi.


"Terimakasih pak, kamu udah datang di waktu yang tepat tadi! Aku akan minta papa untuk naikkan gaji kamu dan yang lainnya...." ucap Tania berterima kasih pada Hendi.


"Tidak perlu begitu non, kami menolong non kan karena memang sudah tugas kami! Lagipula tadi kamu juga terlambat menyelamatkan non Tania, harusnya kami bisa datang lebih awal sebelum non Tania dilecehkan seperti ini oleh mereka!" ucap Hendi.


"Tidak apa-apa pak, aku masih beruntung karena mereka belum mencuri mahkota ku!" ucap Tania tersenyum.


Hendi pun juga ikut tersenyum lalu kembali menghadap ke depan melihat jalan, ia senang karena nona nya bisa kembali tersenyum.


Sementara Tania tampak emosi dan mengepalkan tangannya di atas paha, dari sorotan matanya juga terlihat kalau ia benar-benar merasa marah.


"Kamu udah keterlaluan Savana, bisa-bisanya kamu menyuruh preman itu melecehkan aku! Tunggu pembalasan dariku Savana, aku akan membuat kamu merasa bersalah dan menyesal seumur hidup karena sudah berani mengganggu seorang Tania....." gumam Tania.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun membuka tasnya untuk mengambil ponsel tersebut dari dalam sana dan mengangkat teleponnya.


📞"Halo pak Howard, ada apa?" tanya Tania.


📞"Ma-maaf non, sa-saya gagal melindungi non Rania! Saya memang tidak berguna non!" ucap Howard dengan nada kesakitan.


📞"Apa maksud kamu? Apa yang terjadi pada Rania emangnya??" tanya Tania tampak panik.


📞"Ta-tadi, non Rania dibawa sama beberapa orang pake mobil non... tapi saya gak tau siapa mereka dan mau apa mereka culik non Rania! Maafkan saya non, saya pantas dihukum!" ujar Howard.


📞"Enggak pak, sekarang kamu kasih tau aku lokasi kejadian penculikan itu!" ucap Tania.


📞"Di jalan permata raya non...." ucap Howard.

__ADS_1


Tania pun mematikan teleponnya dan terlihat sangat panik setelah mengetahui Rania diculik, ia benar-benar kacau karena masalahnya saat ini begitu banyak dan datang bertubi-tubi.


"Pak supir, kita ubah tujuan jadi ke jalan permata raya!" ucap Tania panik.


"Loh kenapa non? Bukannya non ingin ganti baju dulu??" tanya Hendi kaget.


"Ada urusan yang lebih penting daripada ganti baju, aku harus bisa selamatin adik aku!" ucap Tania.


Hendi pun mengangguk, sementara sang supir mengarahkan mobilnya menuju jalan permata raya sesuai permintaan Tania tadi.


...•••...


Disisi lain, pria yang bersembunyi memata-matai para penculik Rania berupaya untuk mengabadikan momen itu melalui foto.


Akan tetapi, ia membuat kesalahan cukup fatal yakni ponselnya berbunyi saat ia mengambil foto itu.


Tentu saja para penjaga serta bosnya mendengar itu, mereka pun langsung melihat ke belakang mencari asal suara.


"Woi! Siapa tuh??!!" ujar Teja berteriak.


Karena takut ketahuan, pria itu memasukkan ponselnya ke saku celana lalu berlari dengan cepat menuju mobilnya.


Namun, gerakannya diketahui oleh mereka dan si bos pun langsung memerintahkan para penjaga itu untuk mengejarnya.


"Kejar dan tangkap orang itu! Jangan sampai dia lepas lalu melapor pada pihak berwajib!" ucap si bos berteriak.


"Baik bos!" ucap Teja kemudian bersama para penjaga lainnya pergi mengejar pria tadi.


Sementara si bos ditenangkan oleh kedua gadis cantik yang ada disampingnya agar tidak panik dengan mengelus-elus dadanya.


"Iya cantik, sekarang kalian berdua bawa saya ke kamar supaya saya bisa lebih tenang!" ucap si bos sambil mengelus wajah Ratih dengan jarinya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah untuk bersenang-senang seperti biasanya.


Sedangkan pria tadi akhirnya berhasil keluar dari gerbang dan masuk ke mobilnya, namun sayangnya ia kesulitan mengambil kunci mobil dari dalam sakunya karena panik.


"Duh ribet amat sih ah!" ujarnya terlihat sangat panik dan nafasnya pun memburu tak karuan.


Akhirnya ia berhasil mengambil kunci itu dan menyalakan mobilnya, beruntung penjaga tersebut belum sampai disana.


Ya pria itu pun selamat dari kejaran mereka, ia dengan cepat melajukan mobilnya agar Teja dan yang lainnya tidak bisa mengejarnya.




Tak lama kemudian, pria itu sampai di tempat sebelumnya Rania diculik... ia ingin memeriksa kondisi pria yang bersama Rania tadi yakni Howard tentunya.


Namun, disana sudah tak ada pria tersebut dan malah ada seorang wanita yang tengah kebingungan sambil melihat ke sekeliling.


"Pria tadi mana ya? Terus cewek itu siapa? Kenapa dia kayak bingung dan pakaiannya sobek-sobek gitu? Ah jangan-jangan orang stress lagi, tapi mana mungkin orang stress bajunya bisa sebagus itu..." ujarnya bingung.


Akhirnya karena tak mau mati penasaran, pria itu turun dari mobilnya lalu menghampiri perempuan yang ia lihat tersebut.

__ADS_1


"Hey, lu lagi ngapain disini? Orang stress ya? Masa di tengah jalan pake baju sobek-sobek begini, emangnya gak malu apa??" ujar pria itu.


Wanita itu pun menoleh ke arahnya dan menatap wajah si pria dengan heran, tentu saja pria itu kaget ditatap begitu.


"Kenapa lu?" tanya pria itu.


"Kamu yang kenapa? Aku tuh lagi cari adik aku yang diculik disini tadi, eh kamu dateng-dateng gak jelas ngatain aku orang stress!" ujar wanita tersebut.


"Adik lu diculik? Kebetulan banget, tadi gue baru ngeliat ada gadis kecil yang diculik terus dibawa ke rumah gede di ujung sana! Mungkin aja itu adik lu yang diculik...." ujar si pria.


"Serius? Kamu gak lagi ngeledek aku kan? Ini gak becanda loh, aku beneran kehilangan adik aku yang diculik disini! Tadi dia pulang sekolah dijemput sama bodyguardnya," ucap wanita itu.


"Siapa yang ngeledek sih? Gue serius barusan aja gue abis dari sana, nih kalo lu gak percaya biar gue tunjukin fotonya..." ucap pria itu kemudian menunjukkan foto di galeri ponselnya pada wanita tersebut.


Sontak gadis itu syok dan reflek menutupi mulutnya karena perkataan si pria memang benar kalau Rania diculik oleh orang kaya.


"Gimana, percaya kan?" ujar si pria.


"Bisa kamu antar aku ke tempat ini?" tanya wanita itu meminta bantuan pria tersebut.


"Hadeh sebenernya gue males sih ikut campur urusan orang lain kayak gini, tapi karena ini masalah penculikan anak yaudah deh gue mau bantu! Eh sebelumnya mending lu ganti baju deh, risih sumpah gue ngeliatnya!" ujar pria itu.


"Gak ada waktu buat aku ganti baju, ayo sekarang tolong kamu anter aku kesana ya!" ucap wanita itu memaksa.


"Gausah buru-buru kali, santai aja! Lu pulang dulu sana ganti baju baru nanti kita janjian lagi disini buat selamatin adik lu! Lagian gadis kecil itu tadi gua lihat baik-baik aja, dia cuman mau disekap di kamar katanya...." ujar pria itu.


"Ish kamu gak ngerti aku paniknya seperti apa, tolong dong bantu aku buat bebasin adik aku! Emangnya kamu mau kalau ada saudara kamu yang diculik terus gak ada orang yang mau bantu?" ujar wanita itu.


"Ya ya ya yaudah suka-suka lu aja, tapi lu pake nih jaket gua kalo gak mau ganti baju!" ujar pria itu melepas jaketnya kemudian memberikan itu kepada wanita di depannya.


Wanita itu mengambil jaketnya tapi terlihat tidak suka untuk memakainya, bahkan memegangnya saja ia tampak jijik.


"Kenapa lu? Kalo gak mau pake yaudah gue juga gak mau bantu lu!" ujar pria itu.


"Iya aku pake kok," ucap wanita tersebut akhirnya terpaksa mau memakai jaket itu demi keselamatan adiknya.


Setelahnya, pria itu pun mengajak wanita tersebut ke mobilnya... akan tetapi wanita itu tidak mau karena ia membawa mobil sendiri.


"Aku ikutin kamu aja dari belakang!" ucap wanita itu.


"Lu naik mobil gua, biar pengawal lu aja yang ngikutin dari belakang! Kalo gak mau yaudah gue juga gak mau nolongin lu!" ujar si pria.


"Oke oke, aku bareng kamu!" ucap wanita itu.


"Rizky!" ucap si pria tiba-tiba mengulurkan tangannya di hadapan wanita itu.


Terlihat wanita itu tampak kebingungan, tapi akhirnya ia tau kalau laki-laki di hadapannya sedang mengajak dirinya berkenalan.


"Tania!" ucapnya seraya bersalaman dengan pria di hadapannya.


Keduanya saling bertatapan sambil tersenyum, tampak pria itu menyukai bersalaman dengan Tania karena cukup lama tak mau melepasnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2