
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 187
(Jualan)
...•...
...•...
Reno dan putrinya masih di rumah, mereka hendak pamit lebih dulu pada Darma serta Anggi yang sedang duduk di sofa.
Tania kecil langsung dengan cepat melepas tangannya dari Reno lalu berlari menghampiri oma serta opanya disana, ia memeluk mereka sembari tersenyum.
"Oma, opa. Aku pamit sekolah dulu, ya?" ucap Tania.
"Eh cucu oma sama opa udah rapih ternyata, cantik banget sih kamu sayang! Yasudah, kamu udah siapin semua keperluan sekolah kamu kan?" ucap Anggi.
"Udah dong, oma. Tadi kan aku dibantu sama papa buat siapin semuanya," jawab Tania.
"Bagus deh, oh ya Tania nanti harus hati-hati ya dan jangan main sendirian! Oma gak mau kejadian kemarin sampai terjadi lagi ke cucu oma ini, karena oma sayang banget sama kamu!" ucap Anggi.
"Betul itu, Reno. Kamu harus lebih waspada lagi dan jagain Tania dengan benar!" sahut Darma.
"Iya mah, pah. Aku bakal lebih berhati-hati kok buat jaga Ana supaya—"
"Papa! Nama aku Tania, bukan Ana! Papa mau bikin aku ngambek lagi kayak waktu itu, ya?" ujar Tania langsung memotong ucapan papanya.
"Iya iya sayang, maaf ya." ucap Reno.
"Yaudah, kalian cepat berangkat gih! Nanti kalau Tania telat gimana hayo?" ujar Anggi.
"Ah iya benar, kalo gitu aku sama Tania pamit dulu ya mah, pah? Assalamualaikum..." ucap Reno sambil mencium punggung tangan mama serta papanya secara bergantian.
"Ayo sayang, cium tangan sama oma opa!" ucap Reno meminta putrinya pamit.
"Iya pah. Oma, opa, aku pamit ya? Assalamualaikum, dadah oma dadah opa!" ucap Tania kecil juga mencium punggung tangan Anggi dan Darma.
"Waalaikumsallam, dadah sayang! Hati-hati ya cantiknya oma...!!" ucap Anggi.
Reno dan Tania kecil pun langsung bergegas keluar rumah untuk pergi ke sekolah di pagi yang indah nan cerah ini, mereka bergandengan tangan memasuki mobil milik Reno yang sudah tersedia disana.
Saat di dalam perjalanan, Reno selalu teringat pada momen ketika Tania kecil diculik oleh seseorang dan hampir saja dijual ke luar negeri. Baginya, itu merupakan kejadian yang sangat mengerikan dan ia tentunya tak ingin hal itu terjadi lagi.
Reno sampai meneteskan air mata sembari melirik ke wajah putrinya di samping sana, ia tak tau apa jadinya jika gagal untuk menyelamatkan Tania.
__ADS_1
"Pah, papa kenapa nangis?" tanya Tania bingung.
"Eh sayang, gak gapapa kok. Papa cuma agak kelilipan aja tadi, tapi sekarang udah mendingan kok!" jawab Reno tersenyum.
"Ohh, papa mau aku tiupin matanya?" ucap Tania.
"Gausah sayang, papa udah gak kenapa-napa kok." ucap Reno menggeleng.
"Oke deh, pah."
Tania kecil kembali menoleh ke luar jendela melihat pemandangan indah di pagi hari sambil tersenyum.
"Itu kan kak Lyota,"
"Pah, papa berhenti pah!!" ucap Tania meminta pada papanya untuk berhenti sejenak.
Ciitttt....
Reno menginjak pedal rem secara mendadak membuatnya hampir terpental ke depan, ia pun menoleh ke arah Tania lalu coba bertanya pada gadis kecil itu mengapa tiba-tiba memintanya berhenti.
"Tania sayang, ada apa sih nak?" tanya Reno agak emosi.
"Maaf pah, aku tadi lihat kak Lyota disana. Aku mau kak Lyota ikut sama kita ke sekolah buat anterin aku, boleh ya pah?" ucap Tania memohon.
"Ya ampun, sayang. Yaudah iya boleh, tapi lain kali kamu jangan begitu lagi ya!" ujar Reno.
"Iya pah, aku minta maaf. Aku janji deh gak akan begitu lagi lain kali," ucap Tania merunduk merasa bersalah.
Mereka turun dari mobil lalu menghampiri Lyota yang sedang berada di pinggir jalan, Reno tampak senang begitu melihat gadis itu ada disana.
•
•
"KAK LYOTAAA...!!"
Tania kecil berteriak cukup keras sembari berlari menghampiri Lyota di depan sana, ia langsung mendekap tubuh gadis itu dan membenamkan wajahnya pada pinggang Lyota.
Sementara Reno masih terdiam mematung dengan mulut sedikit terbuka, ia tak menyangka putrinya sebegitu senangnya ketika bertemu dengan Lyota.
"Hey, sayang. Kamu kok ada disini, Tania?" ucap Lyota terheran-heran.
"Iya dong kak, aku baru mau berangkat sekolah." jawab Tania kecil sambil tersenyum.
"Ohh, papa Tania mana? Kok Tania sendirian sih?" tanya Lyota kebingungan.
Tania kecil pun mengangkat kepalanya lalu menoleh ke belakang dan menunjuk posisi papanya disana yang tengah menghadap ke arah lain.
"Itu papa, kak." ucap Tania kecil.
Sontak Lyota langsung mengarahkan pandangan pada Reno yang ada disana, ia geleng-geleng kepala melihat pria tersebut seperti orang yang sedang kebingungan sendiri.
__ADS_1
"Neng, itu anaknya?" tanya seorang ibu-ibu disana.
"Eh enggak, bukan. Ini itu—"
"Aku adiknya kak Lyota, ya kan kak?" potong Tania.
"Ah iya, begitu." ucap Lyota tersenyum.
"Ohh, cantik ya. Sama kayak kakaknya," ucap ibu itu.
"Makasih, tante." ucap Tania kecil.
"Oh iya, tadi ibunya mau beli kupat tahu kan?" ucap Lyota bertanya pada ibu-ibu yang ada disana.
"Iya neng, kupat tahunya dua ya!" ucap ibu itu.
"Oke siap, Bu! Tania, kamu sama papa dulu ya? Kakak mau bikinin pesanan ibu ini dulu, gapapa kan?" ucap Lyota mengusap wajah Tania kecil.
"Kak Lyota jualan?" tanya Tania penasaran.
"Eee iya sayang, sebentar ya!" jawab Lyota.
"Iya kak," Tania kecil mengangguk pelan.
Lyota pun kembali ke tempat jualannya untuk membuat pesanan ibu-ibu tadi, sedangkan Tania duduk di kursi yang tersedia di samping ibu itu sembari celingak-celinguk.
Reno yang melihatnya sedikit penasaran, ia baru tau kalau Lyota ternyata adalah seorang penjual di pinggir jalan. Reno pun bergegas menghampiri putrinya disana untuk menemani Tania.
"Sayang, kita berangkat ke sekolah yuk!" ucap Reno.
"Nanti dulu, pah. Aku kan masih mau temenin kak Lyota disini, aku juga maunya kak Lyota ikut anterin aku ke sekolah!" ucap Tania.
"Ya gak bisa dong, sayang. Kak Lyota nya kan lagi jualan, Tania sama papa aja ya?" ucap Reno.
Lyota tersenyum sembari menggaruk dahinya, ia bingung harus bagaimana saat ini untuk membantu Reno agar Tania mau berangkat sekolah. Jujur saja ia juga ingin mengantar Tania ke sekolahnya, namun tak mungkin ia meninggalkan gerobak jualannya begitu saja disana.
Akhirnya Reno mendekati Lyota untuk coba meminta bantuan padanya, ia sudah tidak memiliki cara lain untuk membujuk putrinya yang tetap saja kekeuh ingin diantar oleh Lyota ke sekolahnya.
"Lyota, kamu...." ucap Reno tertahan.
"Maaf Ren, gue gak mungkin tinggalin gerobak ini disini gitu aja. Nanti kalo ada orang jahat gimana?" ucap Lyota sedikit memelankan suaranya.
"Iya saya ngerti, tapi seenggaknya kamu tolong dong coba bujukin Tania!" ucap Reno.
"Oke, tapi nanti ya. Gue mau bikinin pesanan ibu itu dulu, sebentar kok! Nanti baru deh gue bakal usaha buat bujuk Tania, lu duduk aja dulu disana!" ucap Lyota.
Reno manggut-manggut lalu kembali menemui putrinya disana, ia mengusap rambut Tania dan duduk di sampingnya sambil tersenyum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1