Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 240 (Markas penculik)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 183


(Markas penculik)


...•...


...•...


Reno sedikit memelankan laju mobilnya karena tidak ingin kejadian tadi terulang kembali, ya Reno hampir saja menabrak sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan tadi, untung saja ia berhasil mengalihkan setirnya ke arah lain dan terhindar dari tabrakan.


Lyota pun masih deg-degan dan jantungnya berdetak tak karuan karena mobil yang ia tumpangi hampir saja menabrak mobil lain, sebenarnya ia ingin emosi dan marah pada Reno karena hal itu, namun ia ingat kalau Reno saat ini sedang panik karena putrinya.


"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya Reno sembari menoleh sekilas ke arah Lyota.


"Hah? Gak kok, gapapa. Lu lebih hati-hati ya bawa mobilnya! Bukan apa-apa, gue takut aja kalau lu malah ikut celaka dan gak bisa bebasin Tania dari tangan penculik itu!" ucap Lyota.


"Iya, maafin aku ya! Harusnya aku gak ceroboh karena aku juga bawa kamu." ucap Reno.


"Santai aja, gue juga gapapa kan. Sekarang kita fokus cari Tania, tapi lu jangan cepet-cepet bawa mobilnya!" ucap Lyota.


"Oke!"


Reno mengangguk sambil tersenyum, ia mengikuti perkataan Lyota untuk lebih berhati-hati dalam menyetir mobil agar tidak kembali menabrak seperti yang tadi hampir ia lakukan, Reno juga lebih tenang sekarang setelah ditenangkan oleh gadis itu.


Cukup lama mereka menempuh perjalanan, sampai akhirnya mereka berhasil sampai di tempat yang sudah dikatakan oleh pria penculik tadi. Namun, Reno bingung yang mana markas rombongan penculik anak itu.


"Ini udah di bundaran emas, tapi kira-kira markas mereka dimana ya?" tanya Reno kebingungan.


"Kita coba aja cari gedung-gedung kosong yang gak kepake di sekitar sini, karena biasanya kan tempat begitu yang suka dipake buat nyekap orang!" jawab Lyota memberi saran.


"Iya bener juga, yaudah mobilnya saya parkir disini aja deh. Kita lanjut nyarinya jalan kaki aja, gapapa kan?" ucap Reno.


"Gapapa, emang lebih gampang kalo kita nyari sambil jalan kok. Yuk kita turun terus cari yang mana markas penculik itu!" ucap Lyota tersenyum sembari memegang tangan Reno.


"Oke,"

__ADS_1


Reno dan Lyota pun turun dari mobil setelah pria itu memarkir mobilnya ke pinggir, keduanya langsung bergerak mengelilingi sepanjang jalan itu untuk mencari markas penculik, Lyota juga mendapat ide untuk mencari mobil yang sebelumnya ia foto.


"Oh ya, gue kan ada foto mobil si penculik itu. Kita sekalian cari aja mobil ini!" ucap Lyota.


"Bener juga, yaudah kita coba juga tanya ke orang-orang di sekitar sini! Siapa tau mereka ada yang ngeliat mobil ini, mana fotonya?" ucap Reno.


"Ini nih..." ucap Lyota menunjukkan foto mobil di hp nya kepada Reno.


Reno pun mengambil ponsel Lyota dan membawanya untuk ditunjukkan pada orang-orang disana jika saja mereka melihatnya, keduanya juga tetap mencari-cari gedung kosong di sekitar sana barangkali bisa menemukan Tania disana.


"Nah itu ada orang!" ujar Reno.


"Iya, yuk kita tanya!" ucap Lyota.


Mereka berdua pun menghampiri orang yang ada disana untuk bertanya padanya, kebetulan juga orang itu adalah pemilik warung disana dan barangkali dia tau seluk-beluk jalanan ini.


"Permisi Bu, kita mau nanya dong." ucap Lyota.


"Eh iya neng, nanya apa?" ucap ibu itu.


"Eee.... ibu lihat mobil lewat sini gak?" tanya Lyota.


"Nah ini foto mobilnya, Bu!" ucap Reno.


"Yang bener Bu? Terus mobilnya pergi kemana?" tanya Reno.


"Ke arah sana, mas! Itu loh rumah gede yang ada diujung jalan, setiap hari mobil ini mah bolak-balik terus kesana!" jawab ibu itu.


"Makasih ya Bu, kalo gitu kami langsung pergi ya mau cari mobil ini!" ucap Reno.


"Iya mas, sama-sama. Eh tapi hati-hati loh, disana itu sepi jarang ada orang lewat!" ucap ibu itu memperingatkan Reno dan Lyota.


"Siap, Bu!"


Setelahnya, Reno dan Lyota pun pergi dari sana karena sudah mendapat jawaban kemana perginya mobil tersebut. Mereka juga senang karena bisa lebih cepat menemui Tania kecil.




Sesampainya di sebuah rumah besar yang ada diujung jalan sesuai yang diarahkan ibu tadi, Reno dan Lyota langsung syok karena ternyata rumah itu memang benar-benar angker dan sepi, mereka celingak-celinguk mencari cara untuk masuk.


"Reno, ini gimana caranya kita masuk kesana tanpa ketahuan?" tanya Lyota bingung.

__ADS_1


"Entahlah, pastinya kalo kita lewat depan mereka bakal mudah tangkap kita. Tapi, saya juga gak tau jalan mana yang harus kita lewati untuk bisa masuk ke dalam sana." jawab Reno juga bingung.


"Hmm, sebagai penggemar berat serial detektif. Kayaknya menurut gue mending kita lewat depan aja deh, langsung dah tuh kita hajar mereka satu satu sampe mampus!" ujar Lyota tersenyum.


"Itu mah bukan detektif, tapi serial cari mati! Kita kan gak tau berapa banyak orang di dalam sana, kalo ada ratusan gimana hayo?" ucap Reno.


"Hehehe, abis kayaknya ini rumah emang cuma didesain buat masuk keluar lewat pintu depan deh. Soalnya gak ada jalan lagi kan dari arah lain?" ucap Lyota.


"Haish, gimana caranya saya bisa bebasin Tania kalau begini?" ujar Reno gusar.


Tiiinnnn....


Mereka berdua dikejutkan oleh klakson mobil yang sangat kencang dari belakang mereka, ya keduanya reflek menoleh lalu terkejut karena sudah ada banyak mobil besar berbaris di belakang mereka seperti menanti untuk masuk ke dalam.


Sontak Reno serta Lyota langsung menyingkir ke pinggir memberi jalan bagi semua mobil itu untuk bisa lewat, namun mobil paling depan menegur mereka dan bertanya ada urusan apa Reno serta Lyota ada disana.


"Heh, kalian lagi ngapain disini ha?" tanyanya ketus.


"Ya mau ngapain itu kan urusan kita, emang ini jalan punya nenek moyang lu apa?" ujar Lyota.


Reno yang panik langsung menutup mulut Lyota dengan telapak tangannya agar gadis itu tak berbicara seenaknya lagi, tentu ia tak mau jika nantinya mereka malah ikut tertangkap dan sulit bagi mereka bisa melepaskan Tania.


"Mmpphh..."


"Ssshhh! Kamu diem aja, jangan asal bicara!" bisik Reno memperingati Lyota di telinganya.


Orang di dalam mobil itu pun menatap curiga ke arah Reno serta Lyota, ya tentu saja karena jarang sekali ada orang yang melewati jalanan buntu itu dan kebanyakan juga orang-orang lebih memilih lewat jalan lain dibanding itu.


"Ini itu jalan buntu, mending kalian pergi!" ujarnya.


"Iya bang, ini tadi kita juga lagi kebingungan karena jalannya ternyata abis. Yaudah makasih ya bang, kita pergi dulu!" ucap Reno tersenyum.


Akhirnya Reno membawa paksa Lyota dari sana dengan telapak tangannya masih menutup mulut gadis itu, Lyota terus memukul-mukul punggung tangan Reno yang ada di mulutnya pertanda kalau ia hampir kehabisan nafas.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Apakah Reno & Lyota bisa membebaskan Tania kecil alias Ana itu dari tangan si penculik?...


...🤔🤔🤔...

__ADS_1


__ADS_2