
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 289
(Dikasih hotel)
...•...
...•...
Lyota tengah menikmati sarapan bersama ibu serta dua saudaranya di rumah, ia tampak lebih bahagia dibanding sebelumnya karena sebentar lagi ia akan menempuh hidup baru bersama Reno. Terlebih Lyota juga sudah diberikan hadiah pernikahan oleh calon suaminya itu berupa hotel mewah, Lyota pun amat sangat senang dan tidak sabar ingin segera menikah.
Julia serta Reva yang ada disana merasa heran melihat Lyota senyum-senyum begitu, karena tak biasanya memang Lyota sampai seperti itu kecuali ia sedang sangat bahagia. Maka dari itu, Reva yang penasaran pun berinisiatif untuk bertanya langsung pada adiknya karena ia heran mengapa Lyota sejak tadi terus saja tersenyum tanpa henti di depannya.
"Lyota, lu kenapa sih? Perasaan daritadi lu senyum terus kayak gitu, apa jangan-jangan lu udah mulai gak waras ya? Inget loh Lyota, bentar lagi lu mau nikah jadi jangan stres begitu!" ucap Reva.
"Hah? Kak Reva apaan sih? Gue gak stres kak, gue justru lagi seneng banget dan udah gak sabar mau nikah sama Reno! Oh ya, lu tau gak kak? Kemarin itu Reno ajakin gue ke hotel tau, gimana gue gak makin seneng coba?" ucap Lyota sambil tersenyum renyah.
Sontak Reva dan ibunya pun terkejut bukan main mendengar jawaban Lyota, bahkan Julia sampai hampir tersedak karena tak menyangka jika putrinya sudah diajak ke hotel oleh Reno. Begitupun dengan Reva yang masih tak percaya kalau Lyota adiknya senakal itu, ya keduanya salah mengira perkataan Lyota tentang Reno yang mengajaknya ke hotel.
"Hah? Lu serius? Aduh, kok lu malah girang gitu diajak nginep di hotel sama Reno?" tanya Reva.
__ADS_1
"Iya Lyota, kamu ini kok ya mau-mau aja diajak ke hotel begitu sama nak Reno? Kalian itu kan belum sah jadi suami-istri, gak boleh dong sayang berduaan kayak gitu di hotel! Apalagi kamu malah senang, udah berapa kali Reno begitu?" timpal Julia.
"Maksud kakak sama ibu itu apa sih?" ujar Lyota terheran-heran.
"Lah malah balik tanya! Kan tadi lu sendiri yang bilang diajak ke hotel sama Reno, ya jelas lah gue sama ibu kaget plus kecewa!" ucap Reva.
"Ohh, ya ampun kak bukan begitu maksud gue!" ucap Lyota tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Lah terus gimana? Tadi katanya lu diajak ke hotel sama Reno, kenapa sekarang malah bilang lain lagi sih? Sebenarnya lu itu kenapa sih, kok bisanya gitu mau-mau aja dibawa ke hotel?" ujar Reva.
"Iya, bukan gitu maksud gue! Reno emang iya ngajak gue ke hotel, tapi itu tuh hotelnya punya dia! Nah dia gak bawa gue ke kamar kok, yang bikin gue seneng dan bahagia banget sampe sekarang itu karena Reno kasih hotelnya ke gue!" jelas Lyota.
"Hah? Ma-maksud kamu gimana Lyota?" tanya Julia.
"Iya ibu, Reno kasih hotel miliknya itu ke aku. Jadi, sekarang hotel itu udah sah jadi milik aku dan terdaftar atas nama aku! Reno katanya pengen aku kelola hotel itu, karena dia tahu kalau aku sekolah di perhotelan dulu! Makanya dia kasih aku hotel sebagai hadiah pernikahan," jawab Lyota.
"Wih kak Lyota hebat! Niko salut sama kak Lyota!" ucap Niko sang adik.
Lyota pun tersenyum bahagia mendengarnya, ia senang dapat merubah takdir hidupnya walau dengan bantuan Reno.
...•••...
Disisi lain, Athar membuka pintu kamarnya setelah Lionel terus-menerus mengetuk pintu dan meminta agar bisa masuk ke dalam kamar Athar untuk sekedar berbicara mengenai sekolah. Ya tentu Lionel sangat senang ketika melihat pintu akhirnya terbuka dan Athar muncul dari dalam kamar itu, Lionel langsung berjongkok di hadapan Athar sambil tersenyum memegang dua pundak putranya itu.
"Athar sayang, syukur deh akhirnya kamu mau keluar juga nak! Papa pengen bicara sama kamu berdua, kamu mau kan bicara sama papa sayang? Papa janji deh, papa bakal bikin kamu bahagia kalau kamu mau sekolah hari ini dan gak ngambek lagi!" ujar Lionel.
"Maaf om, tapi aku keluar karena aku kebelet pipis! Lagian aku juga gak mau bahagia kok, gimana aku bisa bahagia? Kalau aku aja gak tahu siapa papa kandung aku," ucap Athar bersedih.
__ADS_1
Lionel tersentak kaget mendengar Athar memanggil dirinya dengan sebutan om, ia kini semakin mengerti kalau Athar sangat marah dan kecewa padanya sehingga tak mau menganggap ia sebagai papanya lagi seperti dulu. Lionel pun merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan pada Athar, ia mengutuk dirinya sendiri karena perbuatannya tersebut.
"Yaudah ya om, aku mau ke kamar mandi! Kalau om mau bicara sama aku, nanti aja pas aku udah selesai pipisnya! Dulu om kan pernah bilang, kita gak boleh tahan pipis takut jadi penyakit!" ucap Athar.
"I-i-iya Athar, mau papa antar ke toiletnya enggak?" ucap Lionel sambil tersenyum.
"Gausah om," jawab Athar singkat.
Lionel mengangguk sembari menelan saliva nya dan berusaha menahan kesedihan di dalam hatinya, ia melepas pegangannya dan membiarkan Athar pergi ke kamar mandi untuk saat ini. Setelah dilepaskan, tentu saja Athar langsung berjalan cepat menuju kamar mandi karena ia sudah tidak bisa menahan lagi rasa kebelet yang tengah ia alami saat ini.
"Athar, segitu marahnya kamu sama papa nak? Sampai kamu gak mau lagi panggil papa dengan sebutan papa, ini juga salah aku! Andai saja waktu itu aku gak bicara begitu sama Athar, mungkin sekarang kejadiannya gak bakal kayak gini!" gumam Lionel di dalam hati sembari menutupi mulutnya.
Lionel pun kembali ke ruang tamu menemui istrinya yang juga masih gelisah memikirkan Athar putranya tersebut.
"Mas, gimana mas? Apa kamu berhasil bujuk Athar buat mau pergi sekolah?" tanya Rianti cemas.
"Sabar sayang! Athar sekarang lagi ke toilet, nanti aku lanjut bicara sama dia kalau dia udah selesai pipisnya. Kamu doain aja ya, semoga aku bisa bujuk Athar nantinya!" ucap Lionel tampak murung.
"Loh kamu kenapa, mas? Kok kayaknya kamu tambah sedih begitu? Apa ada sesuatu yang terjadi sama Athar tadi?" tanya Rianti heran.
Lionel terdiam kebingungan.
"Eee gak ada apa-apa kok sayang, aku cuma agak sedih aja ngeliat Athar yang sekarang. Dia jadi lebih cuek dan jutek sama aku, apalagi dia juga panggil aku dengan sebutan om!" jelas Lionel.
"Hah??"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...