Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 70 (Rianti mau dinas)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 16


(Dinas lagi)


...•...


...•...


Tania kebingungan karena Rania tidak berada disana, ia pun melihat kesana-kemari mencari keberadaan Rania yang tak sama sekali terlihat jejaknya.


Tania akhirnya memutuskan untuk mencari Rania, namun langkahnya terhenti lantaran seorang dokter keluar dari ruang rawat ayah angkatnya.


"Dok, gimana kondisi ayah saya?" tanya Tania yang langsung menghampiri dokter tersebut.


"Pasien baik-baik saja kok bu, sekarang kondisi beliau juga sudah lebih baik dari sebelumnya! Hanya saja kondisi ulu hati beliau masih kurang baik bu, itu mungkin disebabkan karena benturan keras atau pukulan yang menimpanya! Apa pasien sebelumnya berkelahi dengan seseorang bu?" jelas dokter.


"Eee saya kurang tau dok, karena begitu saya datang ayah saya sudah batuk-batuk dan meringis kesakitan di kamarnya!" ucap Tania.


"Baiklah, ibu tidak perlu risau karena kami akan melakukan yang terbaik pada pasien untuk mengobatinya! Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu," ucap dokter tersenyum lalu berjalan pergi.


"Iya dok terimakasih," ucap Tania.


Setelah dokter itu pergi, Tania tadinya hendak lanjut pergi mencari Rania... akan tetapi 2 orang pria bersama seorang satpam terlihat seperti berjalan ke arahnya membuat ia pun bingung.


"Permisi mbak, kami ingin bertanya..." ucap satpam itu yang menghampiri Tania.


"Iya tanya apa ya pak?" ujar Tania yang kebingungan tak mengerti mengapa wajah salah seorang pria itu tampak marah dan emosi.


"Apa mbak lihat anak kecil seperti ini disekitar sini?" tanya sang satpam sambil menunjukkan foto di ponselnya yang ia ambil dari rekaman cctv tadi.


"Itu kan Rania, mau apa mereka tanya tentang Rania? Apa jangan-jangan Rania menghilang ada hubungannya dengan ini??" gumam Tania yang terkejut saat melihat foto di handphone tersebut.

__ADS_1


"Saya gak lihat pak, memangnya ada apa ya?" ujar Tania yang coba untuk mencari tau apa yang terjadi sebenarnya dengan Rania sampai dicari-cari begitu.


"Anak kecil ini telah mencopet dompet milik bapak ini mbak, dia juga membawa lari semua uang di dalam dompetnya dan dari rekaman cctv terlihat kalau gadis ini sebelumnya duduk disini mbak maka dari itu kami langsung menuju kesini..." jelas satpam.


"Rania nyopet lagi? Ya ampun kenapa kamu senekat itu sih Rania? Pasti sekarang dia udah kabur karena takut ketahuan, tapi aku gak boleh kasih tau ke mereka kalau aku kenal Rania..." gumam Tania.


"Jadi anak kecil ini copet? Ish kok bisa ya anak sekecil itu udah jadi copet?? Langsung dikejar aja pak mungkin dia masih gak jauh dari sini, kalau bisa juga langsung bawa aja ke kantor polisi biar dia jera!" ujar Tania.


"Baiklah mba terimakasih, mari pak kita cari kesana!" ujar satpam lalu pergi bersama pria yang kehilangan uangnya itu.


Sementara pria yang satunya tetap disana memandangi Tania, sontak itu membuat Tania heran karena tak biasanya ada laki-laki yang memandanginya sampai seperti itu.


"Ada apa ya mas?" tanya Tania.


"Maaf maaf, saya cuma tidak percaya dengan kata-kata anda yang mengatakan kalau anda tidak melihat anak kecil itu! Saya tau anda berbohong kan, mungkin anda bisa membohongi mereka tapi tidak dengan saya yang sudah terlatih mengetahui bagaimana ekspresi orang jujur dan bohong!" jelasnya.


Tania pun panik karena pria itu ternyata tau kalau ia hanya berbohong untuk melindungi adiknya, namun pria itu mendekatinya sambil tersenyum.


"Tidak perlu panik mbak, saya Revan seorang psikolog dan saya janji tidak akan memberitahu mereka kalau anda berbohong! Sekarang tolong kasih tau saya dimana anak kecil berada, saya tidak akan membawa dia ke mereka kok, saya cuma ingin dia mengembalikan apa yang bukan miliknya!" ucap pria itu lagi.


"Sebenarnya saya emang gak tau dimana dia, tapi saya kenal sama gadis itu karena dia adik saya mas! Sekarang saya juga lagi mau cari dia karena tiba-tiba dia menghilang, padahal sebelumnya saat saya tinggal ke toilet dia masih menunggu disini..." jelas Tania dengan sejujur-jujurnya.


"Iya tau kok mas," jawab Tania pelan.


"Kalau gitu mari kita cari dia sama sama mbak, sekarang juga sudah malam jadi saya khawatir dia malah kenapa-napa di luar sana, tenang aja saya orangnya bisa dipercaya kok!" ujar Revan sambil tersenyum lalu mengajak Tania mencari keberadaan Rania di luar rumah sakit.


Tania hanya mengangguk lalu ikut dengan Revan menuju mobilnya, saat di luar Riko langsung menghampiri nona nya tersebut.


"Maaf non, non Tania mau kemana?" tanya Riko mencegat Tania dari depan.


"Eee saya mau cari adik saya, tolong kamu bantu cari juga ya sama yang lain! Kita berpencar dan kalau kalian dapat info tentang keberadaan adik saya, cepat hubungi saya!" jelas Tania.


"Baik non, tapi non yakin gak perlu saya temani?" tanya Riko lagi memastikan karena ia takut nona nya kenapa-napa jika pergi tanpanya.


"Iya saya yakin pak, udah sana kamu sama yang lain pergi juga cari Rania ke arah yang berlawanan dengan saya!" ujar Tania sambil melirik ke arah Revan.


"Baik non, ayo!" ucap Riko kemudian masuk ke mobilnya bersama 2 pengawal lainnya dan segera melaju pergi dari sana.


Sedangkan Revan mengajak Tania ke mobilnya...

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Rianti sudah bersiap untuk tidur di kamarnya setelah selesai menemani Christy dan juga Athar yang tidur di kamar terpisah dengannya.


Tampak Rianti melepas pakaian yang ia kenakan saat ini hingga tak tersisa lalu melilit tubuhnya dengan handuk, Rianti kemudian mengambil baju dinasnya dari dalam lemari dan meletakkannya di atas ranjang untuk memancing suaminya yang masih berada di ruang kerja.


Rianti pun masuk ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuhnya sebelum akan memulai dinasnya yang sudah lama tidak ia lakukan karena suaminya pergi bekerja di luar pulau.


Ia menyalakan air shower lalu melepas lilitan handuk di tubuhnya dan menikmati kucuran air yang terasa sejuk di tubuhnya saat itu, ia memejamkan mata dan membayangkan wajah suaminya sambil mengusap-usap seluruh tubuhnya.


"Aku kangen kamu mas..." gumamnya sambil tersenyum dan saat ini membalurkan tubuhnya dengan sabun wangi yang biasa ia gunakan.


Setelah menyelesaikan mandinya, Rianti pun kembali memakai handuknya lalu segera keluar dari kamar mandi.


Tampak suaminya belum kunjung datang juga ke kamarnya saat itu, ia pun langsung memakai pakaian dinasnya yang sudah ia siapkan tadi.


Setelahnya, Rianti berkaca di cermin untuk melihat keanggunan dirinya sendiri... ia merasa kalau saat ini dirinya sudah cantik dan pasti suaminya akan langsung tergoda begitu melihat kemolekan tubuhnya.


Ceklek.. tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan masuklah seorang pria yang tidak lain adalah Lionel alias suaminya, dengan cepat Rianti langsung menghampiri suaminya.


"Eh mas..." ucap Rianti dengan nada yang menggoda.


"Loh aku kira kamu udah tidur sayang," ujar Lionel yang masih belum sadar kalau Rianti sedang memakai baju dinasnya.


Barulah ketika ia sudah semakin dekat dengan Rianti dan istrinya itu mengaitkan tangannya di lengan Lionel, akhirnya ia sadar dan bereaksi.


"Ohh jadi kamu mau dinas nih malam ini? Kebetulan banget emang itu yang aku tunggu-tunggu daritadi sayang, kan udah lama juga aku gak ngerasain itu!" ucap Lionel membalas kegenitan istrinya.


Rianti hanya tersenyum-senyum sambil menempelkan kepalanya di bahu suaminya itu, Lionel pun langsung mematikan lampu dan membawa istrinya ke atas ranjang.


"Kita mulai sekarang..!!" ucap Lionel yang sudah mengurung tubuh Rianti di atas ranjang, wanita itu hanya tersenyum melihat suaminya yang sudah bergairah.


Dan yaaaa.... yaaaa ya udah lah lanjutannya kalian tau sendiri kan mereka berdua mau ngapain, jadi author gak perlu susah-susah jelasin.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...

__ADS_1


...Selamat mendapat jatah malming 😁😁...


__ADS_2