Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 288 (Penyesalan ibu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 231


(Penyesalan ibu)


...•...


...•...


Reno yang tengah bersama Lyota serta ibunya kini sampai di depan sekolah putrinya yakni Tania kecil, karena Reno mengikuti kemauan dari calon istrinya untuk menjemput Tania kecil lebih dulu di sekolah sebelum mengantar ibunya pulang, ya sekalian juga memang Julia ingin bertemu kembali dengan anak dari Reno yang menggemaskan itu.


Tepat setelah mobil berhenti dengan sempurna, Reno pun meminta izin kepada Lyota juga ibunya yakni Julia untuk turun sejenak ke luar dari mobil dan menemui putrinya di dalam sana. Biar bagaimanapun juga, Reno tak mau jika Julia nantinya kecapekan dan meminta padanya untuk menunggu saja di dalam mobil bersama Lyota yang menemaninya.


"Sayang, aku turun ke luar dulu ya? Biar aku aja yang jemput Tania dan bawa dia kesini, kamu disini aja temenin ibu!" ucap Reno menoleh ke belakang.


"Iya deh, jangan lama-lama ya! Ibu nih udah gak sabar mau ketemu sama Tania katanya, awas loh jangan godain guru-guru di dalam dulu!" ucap Lyota mengingatkan Reno untuk cepat kembali.


"Iya sayang, mana mungkin sih aku godain guru di sekolahnya Tania?" ujar Reno nyengir.


"Yaudah, sana gih!" ucap Lyota.


Reno pun keluar dari mobilnya untuk menemui Tania kecil yang sudah menunggu di dalam sekolah bersama gurunya, karena memang Reno juga sudah menitipkan Tania kepada gurunya disana. Ia tampak senyum-senyum sendiri sembari berjalan masuk ke dalam sekolah tersebut, itu karena Reno teringat pada perkataan Lyota tadi yang cemburu padanya.

__ADS_1


Sementara Lyota masih di dalam mobil menemani ibunya yang juga sedang tidak enak badan, ia terus memeluk Julia disana dan terlihat sekali kalau Lyota sangat menyayangi ibunya. Memang gadis itu menjadi yang paling perhatian dan juga menyayangi Julia dibanding kedua saudaranya, apalagi Reva yang lebih sering pergi keluar daripada menjaga ibunya.


"Bu, ibu harus cepat sembuh ya! Supaya ibu nanti bisa hadir di pernikahan aku sama Reno, kan aku mau pernikahan aku itu dihadiri sama ibu aku yang tersayang ini!" ucap Lyota.


"Kamu tenang aja, Lyota! Insyaallah ibu bakal datang kok ke pernikahan kamu dan Reno, jangan khawatir ya sayang! Lagian ibu kan juga udah mendingan, ibu juga gak mau melewatkan kesempatan untuk melihat putri cantik ibu di pelaminan!" ucap Julia.


"Aamiin, Bu! Makanya ibu juga harus banyak-banyak istirahat dan gak boleh kecapekan!" ucap Lyota.


"Iya sayang..." ucap Julia tersenyum.


Julia terus mengelus punggung putrinya yang saat ini semakin menenggelamkan wajahnya pada pelukan sang ibu, hal itu membuat Julia sangat senang dan terus tersenyum bahagia karena jarang ada anaknya yang mau berlama-lama di dalam pelukannya, ia pun tak menyangka kalau justru Lyota yang selalu ada disisinya bukan Reva putri kesayangannya sejak dulu.


"Maafin ibu, nak! Sejak dulu ibu lebih menyayangi Reva dibanding kamu, bahkan ibu juga gak sama sekali peduli sama kamu. Terlebih saat adik kamu, Niko hadir di dunia ini." batin Julia.


Tanpa sadar Julia mulai menitikkan air mata menyesali segala perbuatannya di masa lalu.


"Tapi, ibu justru gak nyangka banget kalau ternyata kamu adalah anak ibu yang paling sayang dan perhatian sama ibu! Bahkan kamu rela jagain ibu, disaat seharusnya kamu lebih mementingkan pernikahan kamu dan calon suami kamu!" batin Julia.


"Bu, ibu kenapa...??" tanya Lyota cemas.


"Eh sayang, ibu gapapa kok. Ini ibu cuma terharu aja sama perhatian kamu ke ibu, makasih ya sayang karena kamu udah mau rawat ibu selama ibu sakit dan mau temenin ibu berobat!" ucap Julia.


"Ah ibu bikin aku sedih aja! Udah, ibu gak perlu bilang makasih ke aku! Karena aku ini ikhlas kok rawat ibu, kan aku anak kandung ibu. Jadi, aku harus selalu merawat ibu aku ini dengan baik!" ucap Lyota.


Lyota pun menyeka air mata yang ada di wajah ibunya dengan kedua tangannya.


"Ibu jangan nangis lagi, ya!" ucap Lyota tersenyum.


Julia mengangguk pelan sembari mengukir senyum di bibirnya, ia kembali menerima pelukan hangat dari putri cantiknya itu dan menangis disana.

__ADS_1


❤️


Tak lama kemudian, Reno serta putrinya telah datang kembali ke mobil tersebut. Pria tersebut pun mengetuk-ngetuk kaca mobil tempat Lyota serta ibunya duduk sembari menggendong Tania kecil yang sudah tak sabar ingin bertemu dengan Julia dan juga Lyota tentunya.


Mendengar suara ketukan dari luar membuat Lyota dan Julia terkejut, mereka pun melepas pelukan lalu membuka kaca mobil saat mengetahui Reno lah yang mengetuk disana. Lyota bahkan tersenyum saat melihat wajah calon suaminya serta Tania kecil yang ada di gendongannya, Lyota juga menghapus air mata yang sempat membasahi pipinya.


"Mama Lyota, nenek...!!" ucap Tania kecil langsung gembira begitu melihat kedua orang tersayangnya di dalam mobil itu.


"Eh Tania cucu nenek yang gemesin..." ujar Julia.


Reno pun membuka pintu mobilnya dan membiarkan Tania kecil masuk ke dalam, lalu Tania pun dengan cepat duduk di atas pangkuan Julia yang sudah ia anggap sebagai neneknya sendiri. Tania dengan pintarnya mencium tangan Julia serta Lyota secara bergantian disana, membuat keduanya tersenyum.


"Aduh, kamu pinter banget sih!" ucap Julia sembari mencolek pipi Tania kecil.


"Iya dong, nek." ucap Tania kecil tersenyum.


Sementara Reno hanya senyum-senyum saja melihat keharmonisan putrinya bersama calon mertuanya itu, ia pun memiliki rencana untuk meminta Lyota duduk di depan menemaninya. Reno terus menatap wajah gadis calon istrinya itu sembari menaikkan kedua alisnya dengan cepat bermaksud menggoda Lyota yang juga tengah menatapnya.


"Nah, sekarang kan ada Tania yang nemenin ibu Julia disini. Jadi, kamu di depan dong sama aku!" ucap Reno berbicara pada Lyota.


"Iya bener sayang, kamu di depan aja gih temenin calon suami kamu! Ibu kan disini udah sama cucu ibu yang cantik dan gemesin ini," ujar Julia.


"Iya mah, mama Lyota di depan aja sama papa!" sahut Tania kecil dengan nada gemas.


Reno tersenyum senang karena keinginannya didukung oleh Julia serta putrinya. Ya akhirnya Lyota pun tak mempunyai pilihan lain selain menuruti kemauan Reno untuk duduk di depan bersamanya, apalagi ibu serta anaknya itu juga menyetujui perkataan Reno barusan.


"Yaudah iya..." ucap Lyota.


Lyota pun turun sejenak dari mobil, lalu pindah ke kursi depan menemani calon suaminya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2