
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 234
(Jadi pelayan)
...•...
...•...
"Velove, selamat datang ya di rumahku!" ucap Tania menyambut kedatangan gadis itu sambil tersenyum menatap ke arahnya.
Sontak Velove langsung melepas pelukannya dari Rania, ia menatap sejenak wajah Tania sambil tersenyum dan melangkah mendekati gadis itu bersama dengan Rania yang ia gandeng. Tampaknya Velove sangat senang dan ingin berterima kasih pada Tania yang sudah membolehkan ia untuk tinggal disana bersama putrinya mulai hari ini.
Sementara Rizky hanya diam saja di tempatnya sembari memandang wajah Tania serta yang lainnya dari sana, ia senyum-senyum sendiri melihat kedua gadis tersebut tampak akur dan mau bersama mengurus Rania tanpa perlu ada keributan. Ya walau sekarang jadi sulit untuk Rizky mendekati Velove, setelah Velove akan tinggal di rumah itu.
"Makasih ya, Tania! Kamu udah baik banget dan mau izinin aku buat tinggal disini sama Rania, aku gak tahu gimana caranya untuk balas budi sama kamu?" ucap Velove sambil tersenyum tipis.
"Gampang aja! Lu mau balas budi kan? Yaudah, jadi mulai sekarang lu juga kerja di rumah gue dan bersihin seluruh rumah ini sama kayak pelayan lainnya yang ada di rumah ini." ucap Tania.
"Hah? Kamu serius sayang bilang begitu? Kamu mau jadiin Velove pelayan disini?" tanya Revan heran.
"Iya, kan katanya dia mau balas budi ke gue. Ya makanya gue bilang aja sama dia buat kerja disini, apa salah?" jawab Tania.
"Eee gapapa kok, aku siap buat kerja disini." ucap Velove sembari menoleh ke arah Rania.
Tiba-tiba saja Tania justru tersenyum dan menatap ke arah wajah Velove, hal itu membuat Revan serta seluruh orang yang ada disana kebingungan tak mengerti dengan sikap gadis itu. Terlebih Velove yang masih bingung apa sebenarnya yang diinginkan oleh Tania darinya, karena Tania hanya tersenyum dan diam tanpa berbicara apapun.
"Kenapa sih kamu?" tanya Revan heran.
__ADS_1
"Hahaha, aku tuh becanda tau! Yakali aku mau jadiin Velove pelayan disini, masa aku tega banget? Velove itu kan mama kandungnya Rania, jadi ya dia tinggal disini sebagai tuan rumah juga." ucap Tania.
"Eee beneran kok gapapa. Kalau emang kamu mau jadiin aku pelayan, aku siap!" ucap Velove.
"Gak kok, Velove. Aku cuma bercanda tadi, jangan serius serius atuh!" ucap Tania tersenyum.
"Ohh, ya syukur deh kalo emang cuma bercanda." ucap Velove tersenyum sembari mengusap wajah putrinya yang berada di sampingnya.
"Kak Tania ada-ada aja nih! Baru aku mau marah sama kak Tania karena kakak nyuruh mama buat jadi pelayan disini, eh ternyata cuma bercanda. Dasar kak Tania hobinya bercanda terus ih!" ujar Rania sembari menjulurkan lidahnya ke arah Tania.
"Ahaha, makanya Rania jangan serius serius dong!" ucap Tania sembari mencolek pipi Rania.
Mereka pun tertawa bersama-sama disana akibat kelakuan Tania yang sudah mengerjai banyak orang termasuk Rania, walaupun memang sebenarnya Tania masih belum ikhlas jika harus tinggal bersama Velove dan berbagi Tania bersamanya. Namun, apapun itu kini semua sudah ia putuskan dan ia harus rela membiarkan Velove tinggal disana.
"Yaudah, yuk kita masuk ke dalam! Sayang, kamu bantuin tuh Velove bawa kopernya!" ucap Tania.
"Eh gausah! Aku bisa sendiri kok," ucap Velove.
Tiba-tiba saja, Rizky berjalan maju dan menyerobot koper di tangan Velove itu.
Tania yang melihat Rizky dan Velove saling bertatapan seperti itu di hadapannya, mulai merasa tidak nyaman karena ia mengakui kalau memang ia pernah ada rasa pada Rizky dahulu. Tania pun berusaha untuk menenangkan diri dengan cara menatap wajah calon suaminya dan menggenggam tangan Revan itu dengan erat.
•
•
Singkat cerita, kini Velove sudah berada di dalam rumah Tania bersama putrinya untuk bertemu dengan William dan meminta izin pada sang ayah dari Tania itu untuk tinggal disana. Ya Tania pun juga akan membantu Velove untuk berbicara pada papanya, karena bagaimanapun ia lah yang menawarkan pada Velove untuk tinggal disana.
Kebetulan juga saat ini William sedang tidak sibuk dan tengah bersantai di ruang tamu, sehingga mereka berempat dapat leluasa berbicara pada William tanpa merasa canggung. Tania selaku putri dari William itu memulai perbincangan terlebih dahulu dan mengatakan semuanya pada sang papa, tentu agar tidak terjadi salah paham nantinya.
"Pah, ini Velove datang kesini dan dia mau minta izin sama papa buat tinggal disini sama kita. Velove ini kan mama kandungnya Rania, jadi aku rasa dia emang berhak buat tinggal sama Rania." ucap Tania.
"Eee iya pak, saya ingin sekali bisa tinggal bersama dengan Rania dan dapat leluasa untuk bertemu dengan putri kandung saya ini. Karena selama ini, saya sudah banyak melakukan kesalahan dan tidak pernah memberikan kasih sayang saya pada Rania." ucap Velove melanjutkan kalimat Tania.
William tampak diam sejenak menatap wajah Velove serta Tania secara bergantian dengan tatapan menelisik seperti orang penasaran.
__ADS_1
"Jadi, kamu beneran mau tinggal disini?" tanya William.
"Umm, iya benar pak. Saya menerima tawaran dari Tania untuk tinggal disini, karena saya pikir dengan begitu saya bisa lebih dekat dengan Rania selaku putri kandung saya." jawab Velove.
William kembali menoleh ke arah Tania.
"Eee maaf, pah! Aku udah tawarin Velove buat tinggal disini tanpa bilang dulu sama papa, tapi aku gak bermaksud sok berkuasa kok, pah. Aku cuma gak tega aja ngeliat Rania sedih terus karena jarang ketemu mama kandungnya" ucap Tania.
William justru tersenyum dan mengusap puncak kepala putrinya yang tampak ketakutan itu.
"Kenapa kamu bilang gitu? Rumah ini kan sudah papa alihkan jadi atas nama kamu, ya berarti sekarang rumah ini milik kamu bukan papa lagi. Jadi, terserah kamu mau ajak siapapun buat tinggal disini! Papa mah manggut aja sama apa keputusan kamu itu, yang penting itu yang terbaik!" ucap William.
"Papa serius?" tanya Tania syok.
"Iya Tania. Semua aset papa di kota ini sudah papa alihkan atas nama kamu, mulai dari perusahaan sampai rumah dan mobil-mobil itu. Semuanya sekarang milik kamu, sayang!" jawab William.
"Eee makasih ya, pah! Tapi, harusnya papa gak perlu kayak begitu!" ucap Tania.
"Gapapa. Anggap aja itu hadiah dari papa untuk kamu, kan sebentar lagi kamu akan menikah dengan Revan!" ucap William tersenyum.
"Cie cie ada yang jadi sultan mendadak!" goda Revan sambil senyum-senyum ke arah Tania.
"Apaan sih ih? Kamu jangan mulai deh!" ujar Tania tersipu malu dan memukul Revan menggunakan bantal yang ada di sofa.
"Ahaha, cie kakak cie..." ujar Rania yang ikut-ikutan menggoda Tania bersama Revan.
"Aduh Rania, kamu jangan ikut-ikutan kayak kak Revan ya! Pokoknya apapun yang dilakuin sama kak Revan itu jangan ditiru, oke?" ujar Tania.
"Hahaha, jangan didengerin Rania!" hasut Revan.
Akhirnya mereka semua heboh sendiri disana sambil tertawa-tawa akibat tingkah Revan dan juga Rania yang iseng kepada Tania.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1