Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 365 (Pulang dari rumah tante)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 308


(Pulang dari rumah tante)


...•...


...•...


Sama halnya dengan Tania sekeluarga, kini Reno juga tengah buka bersama di rumah Lyota bersama keluarga calon istrinya itu. Ya mereka semua telah kembali dari bazar Ramadhan dan sedang menikmati makanan berbuka yang tadi mereka beli disana, ada lontong, gorengan, es buah, kue-kue enak dan semua deh pokoknya yang mereka beli soalnya banyak.


Tania kecil langsung melahap berbagai macam makanan yang ada di meja itu dengan cepat, ya Tania memang telah berhasil menuntaskan misinya di hari pertama Ramadhan yakni berpuasa sampai penuh seperti orang dewasa lainnya. Bahkan Tania kecil berhasil mengalahkan Niko adik dari Lyota yang tadi sudah berbuka lebih dulu karena tidak kuat.


"Anak papa pinter banget! Puasanya bisa full sampai Maghrib, papa bangga sama kamu sayang! Semoga seterusnya juga bisa ya sampai sebulan penuh, biar papa makin bangga!" ucap Reno tersenyum.


"Aamiin! Emang hebat loh kamu Tania, nih Niko aja tadi udah buka duluan tengah hari. Padahal umur kamu kan lebih muda dari Niko, tapi kamu bisa loh puasa full sampai Maghrib begini!" sahut Lyota juga ikut memuji anak tirinya itu.


"Makasih papa, makasih mama Lyota! Aku kan udah belajar puasa dari tahun kemarin, jadi tahun ini aku mau serius puasanya!" ucap Tania kecil.


"Hahaha, iya pintar kamu sayang! Asal jangan suka buka puasa diem-diem aja kalau gak ada papa atau mama Lyota di dekat kamu, soalnya kan itu dosa loh sayang!" ujar Reno mengingatkan putrinya.


"Iya pah, aku tahu kok. Mana pernah aku begitu sih, pah?" ucap Tania kecil.


"Tahu kamu Ren, padahal Tania itu kan anak yang cerdas dan jujur! Aku yakin kok Tania gak mungkin buka puasa diem-diem begitu, nah kalau kamu yang begitu baru aku yakin banget! Soalnya kamu kan selalu gak bisa tahan diri," ucap Lyota.

__ADS_1


"Hahaha, masa bapak kalah sama anak sih?" ujar Reva menertawakan Reno.


"Mana ada begitu sih sayang?" ujar Reno malu.


"Iya, aku bercanda kok. Kamu juga hebat Ren, karena kamu bisa ajarin anak kamu buat jadi pintar dan mau puasa kayak gini!" ucap Lyota meralat ucapannya.


"Aduh, so sweet banget sih kalian! Kaum jomblo kayak aku mah cuma bisa ngeliatin aja, entah kapan deh aku bisa punya calon suami kayak Reno juga!" ujar Reva.


"Jangan sedih gitu Reva! Kamu kan masih punya Ocit, tunggu aja dilamar sama dia!" ucap Julia.


"Nah iya tuh kak, Ocit pasti mau sama lu!" ujar Lyota.


"Yeh ibu apaan sih? Kalau aku sama Ocit, mau dikasih makan apa aku nanti kalau udah nikah? Kan ibu tahu sendiri dia kerjaannya gak jelas, yang ada hidup aku bisa menderita Bu!" ucap Julia.


"Hahaha, tapi kak Ocit baik loh kak!" ujar Niko.


"Hey, anak kecil gak boleh ikut-ikutan!" tegur Reva.


"Yaudah, kamu sabar aja Reva! Kalau udah waktunya buat kamu nikah nanti, pasti bakal dipertemukan kok sama jodoh kamu!" ucap Julia.


"Om-om tampan yang kamu cintai kan?" ledek Reno sembari mencolek pipi Lyota.


Lyota pun tersipu malu diperlakukan begitu oleh Reno di hadapan ibu serta kakaknya.


"Iya juga sih, kalo gitu aku harus sering keluar nih biar dapet jodoh juga sama kayak lu Lyota! Siapa tahu kan bisa langsung ketemu, terus jodoh aku nanti juga ganteng dan kaya raya kayak Reno itu!" ucap Reva tersenyum.


Julia serta yang lain disana hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Reva.


...•••...


Keesokan paginya, Arsen dan Velove baru kembali ke rumah setelah menemui tante gadis itu untuk membahas mengenai acara lamaran antara Velove dengan Rizky. Mereka pun turun dari mobil lalu melangkah bersama menuju ke depan rumah dengan menenteng tas mereka, ya keduanya terpaksa menginap semalam di rumah tante Velove karena memang mereka juga baru sampai pada malam hari.

__ADS_1


Arsen masih teriris hatinya dan belum bisa tenang walau ia berusaha menutupi semuanya dari Velove serta orang-orang terdekatnya, tentu saja perasaan seseorang hanya orang itu sendiri yang tahu. Dan saat ini Arsen tengah merasakan sakit yang amat sangat mengingat gadis yang ia cintai akan dilamar oleh seorang pria.


"Kak, makasih banyak ya udah mau temenin aku ke rumah tante ku! Kalau kak Arsen butuh apa-apa, kak Arsen bilang aja sama aku! Pasti bakal aku turutin deh, itung-itung tanda terimakasih!" ucap Velove.


"Gak perlu lah, semua ini kan aku lakuin ikhlas buat bantu kamu Ve! Aku juga udah anggap kamu sebagai adik kandung aku sendiri, ya kayak Tania lah! Itu alasan aku mau bantu kamu saat ini, lagian kalau cuma nganterin mah gak masalah!" ujar Arsen.


"Tetap aja kak, aku ngerasa gak enak sama kak Arsen! Apalagi gara-gara nganterin aku, kak Arsen harus tinggalin kerjaan kak Arsen. Emang gak biasanya sih kak jalanan semacet itu," ucap Velove.


"Gapapa, bukan salah kamu kok. Kan aku sendiri yang mau anterin kamu," ucap Arsen.


"Tapi, kak Arsen beneran gapapa?" tanya Velove.


Arsen pun menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah Velove dengan wajah penasarannya.


"Maksud kamu?" Arsen balik bertanya pada Velove.


"Eee..." Velove pun gugup bingung harus menjawab apa, ia keceplosan menanyakan soal itu pada Arsen saat ini. Padahal pria itu belum tahu kalau Velove sudah mengetahui semuanya tentang perasaan Arsen kepadanya.


"Beneran gapapa apanya, ya?" tanya Arsen bingung.


"Umm, maaf kak aku salah bicara! Yaudah, kita lanjut aja masuk ke dalam! Aku yakin kak Arsen pasti pegal banget abis nyetir lama, nanti kalau kak Arsen mau dipijat tinggal bilang aja!" ucap Velove.


"Hah? Emang kamu bisa pijat?" tanya Arsen.


"Ya gak terlalu bisa sih, tapi pernah belajar aja gitu ngeliatin tata cara orang mijat. Kak Arsen gak perlu khawatir, pasti enak kok pijatan aku!" ucap Velove.


"Hahaha, boleh dicoba tuh! Tapi, kayaknya nanti malam aja deh. Kalau sekarang takutnya batal puasa kakak gara-gara dipijat sama kamu, bukan apa-apa kamu kan cantik banget!" ucap Arsen.


"Ya ampun, digombalin lagi deh sama kak Arsen!" ujar Velove tersipu malu.


Arsen pun tertawa kecil sembari mencubit pipi Velove gemas, mereka berdua tampak akrab dan berjalan bersamaan menuju ke depan pintu dengan tangan saling menggandeng tanpa sadar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2