Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 277 (Kasih izin)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 220


(Kasih izin)


...•...


...•...


Setelah diizinkan oleh Tania untuk bisa mengantar Rania ke sekolah, Velove pun tampak senang dan gembira karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan putri kandungnya tersayang itu. Ya sudah cukup lama memang Velove tidak bertemu dengan Rania, sejak terakhir kali ia membawa Rania kabur ke rumahnya dan membuat Tania cemas.


Tak lama kemudian, Rania yang sudah rapih mengenakan seragam sekolahnya keluar dari kamar lalu berjalan ke depan menghampiri orang-orang yang ada disana, Rania cukup terkejut sekaligus senang karena melihat sosok mamanya disana tengah bersama Tania serta William, tanpa basa-basi Rania pun segera berlari menghampiri mamanya.


"Mama....!!" teriak Rania di tengah larinya.


Mendengar suara putrinya memanggil, Velove langsung menoleh dan tampak bahagia ketika melihat Rania tengah menuju ke arahnya sembari mengukir senyum di wajahnya. Velove pun beranjak dari sofa, lalu berlutut di atas karpet berbulu yang merupakan alas disana dan bersiap menyambut Rania ke dalam pelukannya.


"Raniaaa...." ujar Velove dengan tangis kebahagiaan yang ia rasakan saat ini, air mata mengalir mulai membasahi pipinya.


Hugg...


Rania langsung masuk ke dalam pelukan sang mama, ia mendekap erat mamanya itu karena rasa senang dan rindu yang ia rasakan saat ini. Rania memang sangat merindukan sosok mamanya itu, sepanjang malam ia selalu bermimpi tentang sang mama yang jarang sekali ia temui.


Tak hanya Rania, Velove juga tampak erat sekali mendekap tubuh putrinya dan menghirup aroma tubuh Rania yang sangat ia rindukan. Velove terisak di sela-sela pelukan itu, karena ia tidak dapat menahan rasa sedih yang ada dalam hatinya saat menyadari kelalaiannya dahulu.


"Rania sayang, mama kangen banget sama kamu, nak! Akhirnya mama bisa peluk kamu lagi, setelah sekian lama..." ucap Velove melepas pelukan lalu memegang wajah putrinya dengan kedua tangan.


"Iya mah, aku juga kangen sama mama. Jangan pergi lagi dong, mah! Kenapa mama gak tinggal disini aja sama aku dan kak Tania? Supaya kita bisa ketemu terus, aku kan mau ketemu sama mama terus!" ucap Rania.

__ADS_1


"Eee..." Velove tampak gugup menjawabnya, ia menoleh ke arah Tania dan William lalu kembali menatap putrinya itu.


"Sayang, mama gak bisa tinggal disini. Mama kan punya rumah sendiri, tapi Rania jangan khawatir ya! Mama bakal sering-sering kok kunjungin Rania disini, tenang aja ya!" ucap Velove.


"Yah, yaudah deh. Tapi, bener ya mama bakal sering dateng ke rumah ini?" ucap Rania.


"Iya sayang, mama janji kok!" ucap Velove.


Rania pun tersenyum renyah mendengarnya, ia kembali memeluk sang mama dengan sangat erat seperti tak mau dilepaskan. Velove juga terus memeluk putrinya sembari menghirup aroma tubuh gadis kecil itu, untuk melepas rasa rindunya yang teramat sangat itu kepada Rania.


"Sayang, sebenarnya mama pengen banget tinggal berdua sama kamu. Tapi, untuk saat ini bisa diperbolehkan ketemu sama kamu aja mama udah seneng banget kok!" batin Velove.


Tania yang tengah duduk di samping papanya, merasa terharu sekaligus tidak enak ketika melihat rasa cinta yang begitu dalam dari seorang Velove kepada putrinya. Tania merasa bersalah karena sudah egois memisahkan Rania dari mama kandungnya, karena seharusnya ia memang tidak melakukan itu kepada mereka.


William yang berada di sampingnya, juga langsung menggenggam tangan Tania dan menatap ke arahnya sambil tersenyum. William tau betul perasaan putrinya saat ini, untuk itu ia berusaha menenangkan hati Tania agar tidak terus merasa sedih dan bersalah akan perbuatannya.


"Pah, aku harus gimana?" tanya Tania meminta pendapat sang papa.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Tania!" jawab William sambil tersenyum.


William pun memeluk putrinya sembari mengusap lembut rambut Tania dan menciuminya.




Tania tampak senang melihat keakraban Rania serta Velove disana, terlebih Rania terlihat sangat gembira ketika bermain bersama mamanya disana. Sehingga Tania mulai berpikir apakah ia harus mengizinkan Velove untuk tinggal bersamanya di rumah sang papa, bagaimanapun juga ia akan sangat jahat jika memisahkan sepasang anak dan ibu itu.


"Rania sayang, di sekolahnya ada masalah apa enggak nih?" tanya Velove sembari mencubit pipi putrinya dengan gemas.


"Gak ada dong, mah. Aku kan anak baik dan rajin, aku juga gak mau punya masalah di sekolah!" jawab Rania yang kini berada dalam pelukan mamanya.


"Ahaha, pintar kamu sayang! Mama ikut bangga dengarnya, semoga kamu bisa jadi orang sukses begitu dewasa nantinya!" ucap Velove.


"Aamiin, makasih mama!" ucap Rania tersenyum.

__ADS_1


"Iya sayang, yang penting kamu belajarnya harus yang rajin ya! Kalau di kelas itu, jangan ngobrol pas guru lagi jelasin pelajaran! Soalnya mama dulu suka gitu, eh terus mama dapet nilai jeblok pas ulangan." ucap Velove bercerita sambil tersenyum.


"Hahaha, mama bandel ih!" ujar Rania tertawa renyah mendengar cerita mamanya.


Tania menatap ke arah mereka dengan senyum terukir di wajahnya, ia senang sekali karena Rania terlihat sangat bahagia ketika bersama mamanya.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan sekolah Rania dan langsung turun dari mobil.


"Nah sayang, kita udah sampe! Mama antar Rania sampe sini aja, ya? Kan di dalam udah ada Bu guru sama temen-temennya Rania, gapapa dong?" ucap Velove sembari mengusap wajah putrinya.


"Iya mah, tapi nanti mama jemput aku kan?" tanya Rania penuh harap.


Velove terdiam sejenak sambil menunduk bingung, ia tersenyum tipis pada putrinya karena tak tau harus menjawab apa.


"Iya sayang! Mama kamu pasti jemput kamu kok nanti, jangan khawatir ya Rania! Sekarang Rania belajar yang rajin, supaya mama Rania bangga dan Rania bisa ketemu terus sama mamanya Rania!" ucap Tania membantu Velove menjawab pertanyaan dari Rania tadi.


Velove pun terkejut mendengar kata-kata Tania, ia menoleh seakan tak percaya.


"Yeay asik! Yaudah, aku mau masuk ke dalam dulu ya mah, kak Tania?" ucap Rania pamit kepada mama serta kakaknya itu.


"Iya sayang..." ucap Tania dan Velove bersamaan.


Setelah mencium tangan mama serta kakaknya itu, Rania pun langsung masuk ke dalam sekolahnya sambil terus melambaikan tangan ke arah Tania dan juga Velove disana.


Sementara itu, Tania tampak menatap wajah Velove dan menghampiri gadis tersebut.


"Velove..." ucap Tania memanggil nama gadis yang sedang berdiri di sampingnya itu dengan pelan.


Sontak Velove langsung menoleh ke arah Tania dan menatap wajah gadis itu dengan penuh rasa penasaran.


"Kenapa?" tanya Velove heran.


"Lu kalo mau, boleh kok tinggal di rumah bokap gue. Supaya lu bisa ketemu terus sama Rania dan Rania juga gak sedih-sedih terus karena jarang ketemu sama lu." jawab Tania.


Velove terkejut mendengarnya, ia merasa ini seperti dalam mimpi karena tak menyangka jika Tania bisa mengatakan itu kepadanya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2