
Pagi hari.
Alexa sudah bersiap pergi ke sekolah. Hari ini alarm nya bekerja dengan baik. Jadi gadis cantik itu bisa bangun lebih pagi dari biasanya. Dan ini pertama kali ia bangun sepagi ini.
" Wah tumben nih putri tidur bangunnya cepet?" kata Axel saat melihat saudara kembarnya keluar dari kamarnya.
" Sorry ya kita nggak kenal. So jangan sok akrab"
Axel melongo melihat saudara kembarnya pergi begitu saja. " Dia kenapa? apa ketempelan Jin?"
Alexa terus berjalan menuruni tangga. Pagi ini ia tidak menggunakan lift. Hitung-hitung sebagai olahraga pagi. Maklum kemarin ia banyak makan cookies, dan berat badannya pasti nambah.
Axel semakin bingung melihat sikap saudara kembarnya itu. Dia bangun lebih awal dari biasanya. Dan lagi sekarang ia ke bawah menggunakan tangga.
" Eca, kamu sehat kan?" tanya Axel sambil menempelkan punggung tangan ke jidat Alexa.
" Ih, apaan sih!"
" Nggak panas"
" Emang kamu pikir aku lagi demam?!"
" Ya habisnya sikap kamu aneh banget"
" Kamu yang aneh, bukan aku"
" Kok aku?"
" Ya iyalah, aku bangun pagi kamu bilang aneh. Seharusnya kamu seneng kakak kamu yang cantik ini sudah bisa bangun pagi"
" Iya.. iya, aku senang karena kami sudah bisa bangun pagi. Mudah-mudahan setiap hari kamu bisa bangun pagi"
" Nah gitu dong"
Axel memang tidak pernah menang melawan saudara kembarnya itu. Mereka berdua pun segera menuju ruang makan.
" Morning Mom, Dad"
Uhuk...
Darren tersedak sama kopi yang ia minum.
" Eca udah bangun?" tanya Darren pada putrinya.
" Udah dong"
" Tumben Eca bangun pagi?"
" Bagus dong kalau Eca bangun pagi. Kapan perlu setiap hari Eca bangun paginya" kata Sang mommy.
" Mulai hari ini, Eca akan selalu bangun pagi. Kecuali weekend"
" Kamu juga harus belajar merapikan kamar sendiri" kata Axel.
" Emang harus ya?"
" Haruslah. Masa udah gede kek gitu belum bisa merapikan tempat tidur"
" Ck, kek kamu bisa aja "
" Bisa dong, tanya aja sama mommy atau si mbak"
" Kalau begitu, mulai besok kamu aja yang rapikan tempat tidur aku. Gimana?"
" Ogah! lagian kamu anak perempuan, jadi kamu harus bisa melakukannya sendiri"
" Eleh-eleh, adik gue bijak banget sih sekarang"
" Harus dong. Jadi kamu harus belajar sama aku"
" Sudah-sudah, sekarang kita sarapan dulu. Nanti lanjutkan lagi perdebatannya" kata Kiran.
__ADS_1
" Baik mommy"
Twins pun diam, karena kalau tidak mereka berdua akan kena marah sama sang mommy. Mereka semua mulai menyantap makanan yang ada di piring mereka masing-masing.
" Mommy tumben pake baju santai? emang mommy nggak kerja?" tanya Alexa.
" Nggak sayang. Hari ini mommy libur"
" Tumben mommy libur?"
" Ya mommy mau kencan sama Daddy kamu"
" Kalau mau kencan itu malming, Mom. Bukan sekarang"
" Mommy sama Daddy kan beda. Kencan nggak harus nunggu malam Minggu. Ya kan Dad"
" Ya sayang"
" Ah, mommy sama daddy bikin iri aja sih" kata Alexa.
" Cepat habiskan sarapannya, nanti kalian terlambat"
" Ok mommy"
Selesai sarapan. Kiran mengantarkan kedua anaknya ke depan. Dan Seperti biasa, Alexa dan Axel berpamitan kepada kedua orang tuanya.
" Pagi Tante" sapa Adele.
" Eh ada Adele. Nungguin twins ya?"
" Iya Tante"
" Eca jalan dulu ya Mom, Dad"
" Axel juga ya Mom, Dad"
" Hati-hati di jalan, jangan ngebut"
Alexa melajukan motornya meninggalkan mansion. Diikuti sama mobil Axel di belakang. Motor dan mobil itu beriringan keluar dari mansion.
" Yuk By, sekarang giliran kita "
" Ok sayang"
Darren meminta salah satu bodyguardnya untuk mengambil mobilnya di garasi. Bodyguard yang di suruh Darren pun segera mengambil mobil tuan mudanya.
Tak butuh waktu lama, mobil mewah milik Darren pun datang. Darren membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu barulah ia masuk ke dalam mobil.
" Siap sayang"
" Siap By"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah miliknya. Diikuti sama dua mobil bodyguard.
Darren memang membawa beberapa bodyguard untuk mengamankan dia dan istrinya dari warga. Mengingat kemarin ia dan istrinya di kepung warga.
Tiga mobil itu pun meninggalkan mansion. Mereka akan menuju kontrakan Alisha. Ya hari ini mereka akan mendaftarkan Alisha ke sekolah Tunas Bangsa.
" Gimana reaksi twins ketika melihat kita nanti ya By?"
" Pasti mereka kaget sayang"
" Aku berharap empat sekawan itu bisa berteman dengan Alisha"
" Aku yakin mereka bisa berteman "
Mobil Darren pun berhenti di gang. Ya mereka terpaksa berhenti di sana. Karena mobil tidak bisa masuk ke dalam. Tepatnya ke kontrakan Alisha.
Para bodyguard sudah siap berjaga. Setelah situasi aman, pasutri itu pun keluar dari mobil. Salah satu tetangga Alisha melihat pasutri itu. Ia langsung berteriak kegirangan.
" Tuan Darren"
__ADS_1
Darren hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan ibuk itu. Ia dan istrinya terus berjalan menuju kontrakan Alisha.
" Hai cantik. Udah lama ya nunggunya?" kata Kiran saat melihat Alisha.
" Nggak kok Tante"
" Kamu siap untuk berangkat?"
" Siap Tante"
" Nek, saya bawa cucunya dulu ya"
" Iya Nak. Terima kasih"
" Sama-sama Nek. Kita jalan dulu ya"
" Alisha pamit ya Nek"
" Baik-baik belajarnya"
" Iya Nek"
" Kita jalan dulu Nek"
" Ya Nak"
Setelah berpamitan, mereka pun pergi dari sana. Para warga hanya bisa melihat pasutri terkaya seantero negeri itu dari depan kontrakan mereka.
" Alisha beruntung banget ya bisa sekolah di SMA terbaik di kota ini" kata salah satu warga.
" Iya. Kita aja yang sudah mati-matian kerja, tapi belum juga bisa untuk menyekolahkan anak kita ke sana"
" Nggak nyangka Alisha bisa kenal dengan dua orang kaya di sana"
Banyak lagi omongan warga yang didengar oleh Alisha. Namun ia tidak menghiraukannya capan mereka. Lagi pula apa yang mereka bilang itu benar. Kalau dia memang beruntung bisa mengenal tuan dan nyonya Narendra.
Bodyguard membukakan pintu untuk Kiran dan juga Alisha. Ya kedua gadis cantik beda usia itu akan duduk di kursi penumpang. Sedangkan Darren di kursi kemudi.
Mobil mewah itu melaju meninggalkan kontrakan Alisha. Diikuti sama mobil bodyguardnya di belakang.
...***...
Empat sekawan sampai di sekolah. Seperti biasa Alexa memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. Begitu juga dengan Axel. Ia memarkirkan mobilnya di samping motor Alexa.
" Kalian berdua nggak mau belajar bawa motor atau mobil?" tanya Axel pada kedua sahabatnya.
" Gue sih mau, tapi mama nggak kasih izin. Dan lagi kita belum punya SIM" kata Farel.
" Gue juga. Mama bilang nebeng sama twins aja dulu. Gitu kata mama gue" kata Adele.
" Kalau kalian mau belajar? ntar gue bisa kasih tau sama Tante Serly sama Tante Nadia" kata Alexa.
" Beneran?"
" Hhmm"
" Lo memang teman terbaik gue " kata Adele sambil memeluk Alexa.
" Tapi siapa yang akan ngajarin gue sama Adele?" tanya Farel.
" Gue kan bisa. Tapi kalau Lo takut belajar sama gue, kita bisa minta salah satu bodyguard untuk ngajarin "
" Setuju"
" Yuk masuk, ntar keburu bel"
Empat sekawan pun segera pergi ke kelas mereka. Karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1