Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Daddy yang malang


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo πŸ€—πŸ€—*


Keesokan harinya.


Hari ini hari Senin, hari dimana orang kembali ke rutinitas. Ada yang ke kantor, dan ada juga yang pergi ke sekolah. Seperti ayah dan anak ini. Mereka sudah bersiap untuk pergi ke kantor dan juga ke sekolah.


Axel sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Begitu juga dengan Darren. Ayah dan anak itu menuruni anak tangga. Pagi ini mereka tidak naik lift, Itung-itung olahraga pagi.


" Daddy tunggu" teriak Alexa saat melihat Daddy dan saudara kembarnya akan menuruni anak tangga.


" Nggak usah hiraukan Dad, kita lanjut aja jalannya" kata Axel.


" Axel! jangan coba-coba menghasut Daddy ku" kata Alexa.


" Dia juga Daddy ku"


" Stop! Daddy bukan milik Eca ataupun Axel. Tapi Daddy milik mommy" kata Darren sambil berjalan meninggalkan kedua anaknya.


Axel dan Alexa melongo mendengar ucapan Daddy-nya barusan. Setelah beberapa detik mereka baru tersadar kalau mereka sudah tertinggal jauh.


" Daddy tunggu!" teriak twins serentak.


Di ruang makan. Kedua orang tua Darren sudah menunggu putra dan juga kedua cucunya. Sedangkan Kiran sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya.


" Sayang, apa suami kamu itu biasa bangun siang?" tanya Clarissa pada menantunya.


" Nggak Mom"


" Apa dia sengaja ya Mom?" tanya Jhonatan.


" Sengaja?"


" Iya, karena ada kita disini jadi dia telat bangun"


" Daddy fitnah" kata Darren yang baru saja datang.


" Eh, anak nakal udah datang"


" Mommy jangan percaya sama Daddy. Aku telat ke bawah, karena mencari pakaian kerja aku. Soalnya istri aku tadi, nggak sempat menyiapkan pakaian kerja aku"


" Ah iya, maaf ya By. Soalnya aku buru-buru mau masak tadi"


" Nggak apa-apa sayang. Aku ngerti kok, kan semalam kamu telat tidur karena aku"


Wajah Kiran seketika memerah mendengar ucapan suaminya itu. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga.


" Kamu jangan sering-sering bikin mantu mommy kelelehan Ren" kata Clarissa pada putranya.


" Iya Mom"


Kiran memberikan kopi untuk suaminya. Setiap pagi suaminya memang minum kopi.


" Makasih sayang"


" Sama-sama By"


" Morning semuanya " sapa Alexa.


" Morning kesayangan Grandma"


" Mommy" panggil Alexa.


" Iya sayang"


" Tadi Daddy bilang sama mau mencarikan mommy baru untuk Eca sama Axel"


Uhuk..uhuk..


Darren tersedak sama kopi yang ia minum. Ia tidak menyangka kalau putrinya akan mengarang cerita seperti itu.


" Kalau mommy tidak percaya, tanya aja sama Axel"


" Apa benar yang Eca bilang itu, Axel"


" Benar Mom"


Uhuk..uhuk


Darren tersedak untuk kedua kalinya. Sejak kapan kedua anaknya itu akur, dan sekarang mereka sedang bekerja sama untuk menghancurkannya.


" Apa benar yang dikatakan Twins, By?" tanya Kiran sambil memegang centong.


" Nggak sayang! mana mungkin aku cari istri lagi"

__ADS_1


" Terus kenapa twins bilang kalau kamu akan mencari mommy baru untuk mereka berdua"


" Twins sengaja bilang gitu, agar kamu marah sama aku"


" Nggak Mom, tadi waktu di tangga Daddy bilang gitu"


Pletak..


Centong yang ada ditangan Kiran pun melayang ke kepala Darren.


Aaaawww...


" Sakit sayang?"


" Itu hukuman ringan, karena kamu sudah berniat untuk cari mommy baru untuk twins. Kalau sekali lagi kamu bilang begitu sama twins, aku bikin burung kamu nggak bisa berkicau lagi" bisik Kiran ditelinga suaminya.


Gleg..


Darren susah payah menelan ludahnya. Mendengar ucapan sang istri. Dan ini gara-gara Twins.


" Eca, Axel. Uang saku kalian bulan depan Daddy potong"


" What !" kaget Twins.


" Daddy come on, masa uang sakunya dipotong" protes Alexa.


" Protes lagi, uang jajannya Daddy potong lima puluh persen"


" Tenang, ntar Grandpa tambahin uang sakunya" kata Jhonatan.


" Yeeyy.. Grandpa yang terbaik" puji Alexa sambil memeluk Grandpa nya.


Darren menghela nafasnya. Tidak ada orang yang memihak padanya. Bahkan istrinya pun tidak peduli dengannya.


" Cepat duduk, kita sarapan" ajak sang Grandma.


Alexa dan Axel pun duduk di kursi mereka. Hari ini rencana mereka berdua berhasil. Dan baru kali ini juga mereka kompak untuk mengerjai Daddy-nya. Lagipula salah sendiri, ngapain tadi kibarkan bendera perang.


" Kamu jadi berangkat hari ini Nan?" tanya Darren.


" Jadi Bang"


" Berangkat jam berapa?"


" Hati-hati aja di sana. Maaf Abang tidak bisa mengantarkan ke bandara, soalnya Abang ada rapat"


" Nggak apa-apa Bang"


" Berapa lama paman di sana?" tanya Alexa.


" Satu Minggu"


" Emang Nando mau kemana?" tanya Clarissa.


" Ke Sumatera Mom" jawab Darren.


" Mommy nggak nanya sama kamu"


" Aku bantu Nando untuk menjawab pertanyaan mommy"


" Nggak usah, jadi kamu diam aja. Dalam rangka apa Nando ke Sumatera?"


" Liat lokasi tambang Tante"


Clarissa tersenyum mendengar Nando masih memanggilnya Tante. Padahal dia sudah sering bilang kalau dia harus panggil mommy. Tapi dia juga tidak bisa memaksa Nando.


" Selamat ya atas kesuksesannya"


" Terima kasih Tante"


" Sungguh beruntung wanita yang jadi pendamping kamu nanti"


" Benar Mom, tapi sayangnya adik aku ini masih betah jomlo" kata Kiran.


" Kenapa masih menjomlo. Padahal kamu tampan dan juga sukses?"


" Karena belum nemu aja Tante"


" Ngapain masih cari, bukankah calon makmumnya udah ada?" tanya Alexa.


" Siapa?" tanya semua orang di sana.


" Kak Jihan"

__ADS_1


" Kak Jihan itu cuma teman paman" kata Axel.


" Kan cinta itu emang diawali dengan pertemanan dulu"


" Seperti kamu dan Kevin"


Uhuk..uhuk..


Alexa tersedak sama telor yang ada di mulutnya. Sedangkan Kiran dan suaminya kaget mendengar ucapan putranya.


" Siapa Kevin?" tanya Kiran.


" Senior kita disekolah Mom" jawab Axel.


" Terus apa hubungannya dengan Eca?"


Deg.


Axel baru tersadar dengan ucapannya.


" Ng-nggak ada hubungan apa-apa Mom"


" Yakin nggak ada hubungan apa-apa?"


" Iya Mom"


" Terus kenapa tadi Axel bilang seperti Eca dan Kevin?"


Axel merutuki kebodohannya. Mommy-nya mana mungkin percaya begitu saja dengan ucapannya.


" Kak Kevin itu emang senior kita di sekolah Mom. Dan Eca juga tidak terlalu akrab dengannya" kata Alexa.


Kiran menatap mata putrinya. Ia ingin melihat apakah ada kebohongan di sana. Ia tidak menemukan kebohongan di mata Alexa.


" Baiklah mommy percaya. Tapi jika kalian berdua berbohong, kalian terima konsekuensinya"


" Iya Mom, lagian Eca mana pernah bohong sama mommy. Tapi kalau Axel emang sering bohongin mommy"


" Kenapa jadi gue" protes Axel.


" Karena kamu emang selalu bohong sama mommy"


" Nggak ya. Aku itu putra mommy yang paling baik dan juga jujur"


" Iya jujur kacang ijo"


" Itu bubur"


" Oh udah di ganti ya namanya"


" Elo yang ganti Markonah"


Pletak..


Aawwww...


Axel memegang kepalanya yang terasa sakit, karena dipukul pake garpu sama saudara kembarnya.


" Kalau kasih nama itu yang bagus dikit"


" Itu udah bagus "


" Sudah-sudah! cepat habiskan sarapan kalian, kalau tidak kalian berdua akan telat ke sekolah"


" Siap Dad"


Selesai sarapan. Axel dan Alexa berpamitan dengan kedua orang tuanya dan juga Grandma dan Grandpa nya. Dan seperti biasa, Adele sudah menunggu dia di depan mansion.


" Eca berangkat dulu ya semuanya"


" Axel juga"


" Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa motor dan juga mobilnya"


" Siap Mom"


Alexa melambaikan tangannya kepada semua orang yang ada di sana. Setelah itu ia melajukan motornya. Diikuti sama mobil Axel di belakang.


To be continue.


Kok yang like masih sedikit ya, padahal yang bacanya banyak.. Apa karena keasikan baca, jadi lupa kasih like-nya🀭..


Jangan lupa like, komen dan juga hadiahnya, biar karya nya naikπŸ€—πŸ€—.. Gomawo

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2