
Natalie semakin kesal melihat kemesraan Kenan dan Alexa. Perhatian lelaki tampan itu pada Alexa membuat hatinya semakin panas.
" Maaf saya permisi ke toilet dulu"
" Silakan nona"
Beni sudah meminta salah satu anak buahnya untuk memantau gerak gerik Natalie. Ia dan tuannya yakin kalau Natalie punya niat terselubung.
" Ben, apa kamu sudah melakukan tugas yang saya berikan?"
" Sudah tuan"
Siapapun tidak akan mengenali anak buah Beni. Karena mereka memakai baju kaos biasa seperti para pengunjung lainnya. Jadi penampilan mereka tidak terlalu mencolok dan juga menyita perhatian publik.
" Emang ada masalah apa Oppa?"
" Nggak ada masalah apa-apa sayang. Cuma mau berjaga-jaga aja"
Alexa bukanlah gadis yang mudah percaya. Dia tau kalau kekasihnya itu sedang menyembunyikan sesuatu. Pasti berhubungan dengan Tante girang itu.
" Udah ikuti aja permainannya. Mungkin ini akan menjadi sesuatu yang mengasikkan"
Kenan tersenyum mendengar ucapan kelinci kecilnya. Gadis cantik itu memang tidak bisa dibohongi. Dia langsung menyadari apa yang sedang terjadi.
" Apa kamu juga merasakannya?"
" Hhmmm"
" Kelinci kecilku memang pintar" kata Kenan sambil mengelus kepala Alexa.
" Bisa nggak sih, Om sama Alexa nggak tebar kemesraan terus" protes Adele.
" Ah iya lupa. Disini kan ada orang yang kurang kasih sayang" ledek Alexa.
" Wih udah berani balas sekarang?"
" Dari dulu gue juga berani balas lha"
" Iya juga sih. malah lebih sering ngamuk"
Dering ponsel Kenan menyita perhatian Alexa dan yang lainnya. Jiwa kepo-nya langsung berkobar. Ia ingin tau telpon dari siapa itu.
" Kok nggak di jawab telponnya?"
" Males"
Alexa menyipit matanya. Jawaban gunung es itu sangat mencurigakan.
" Emang dari siapa?"
" Dari mama"
" Terus kenapa nggak di jawab?"
" Paling mau rusuh"
" Jawab aja. Oppa mau dibilang anak durhakim"
" Nggak lha"
" Makanya cepatan jawab"
" Iya sayang"
Mau tak mau Kenan pun menjawab telpon sang mama.
" Hallo assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Lama banget sih ngangkatnya?"
" Maaf Ma, kita lagi makan"
" Kamu di mall mana. Aiden mau ketemu kakak cantik. Mama ajak dia ke sana, ya?"
" Aiden atau mama yang mau ketemu sama Alexa?"
" Aiden"
" Kalau gitu nggak usah. Lagian bentar lagi kita mau pulang"
" Kok cepat amat pulangnya?. Emang nggak mau belanja dulu?"
__ADS_1
" Nggak!"
" Ayolah belanja dulu. Lagian mama nggak mau ketemu sama kamu. Mama mau ketemu sama calon mantu mama"
" Dia udah ngantuk, Ma. Tadi calon mertua aku pesan nggak boleh pulang malam"
" Ini baru jam sembilan. Belum terlalu malam"
" Kasian Aiden, Ma. Ini waktunya untuk dia tidur"
" Ya udah, kalau gitu mama sama papa aja yang ke sana?"
" Nggak usah Ma. Angin malam nggak baik untuk kesehatan mama"
" Kamu tega banget sih sama mama"
" Gini aja, besok pagi aku bawa Eca ke mansion"
" Bener, ya"
" Bener Ma. Lagian kapan aku pernah boong sama mama"
" Ok mama pegang omongan kamu, ya"
" Hhmmm"
" Ya udah, met bersenang-senang. Mama tutup dulu telponnya"
Sambungan telepon pun berakhir. Kenan menyimpan kembali ponselnya.
" Mama bilang apa?"
" Katanya mau nyusul kesini"
" Wah bagus dong"
" Tapi aku nggak kasih izin"
" Kenapa?"
" Udah malam sayang. Besok aja aku bawa kamu ke mansion"
" Iya. Kamu nggak sibuk, kan?"
" Nggak Oppa. Besok aku free"
" Syukurlah kalau besok free"
Kenan melanjutkan kembali makannya. Karena kalau udah dingin, makanannya udah nggak enak lagi.
...***...
Natalie menghubungi papinya. Ia meminta sang papa mencari pembunuh bayaran untuk melenyapkan Alexa.
" Papih harus cari pembunuh yang handal"
" Iya sayang, kamu tenang aja Papih akan cari kan orang yang sangat profesional"
" Makasih Pih. Aku tutup dulu telponnya nanti mereka curiga karena aku lama-lama di toilet"
" Iya sayang"
Sambungan telepon pun berakhir. Natalie merapikan penampilannya. Setelah dirasa cukup, barulah ia keluar dari toilet.
" Maaf lama, soalnya perut saya agak sedikit mules"
" Nggak apa-apa nona"
Ting.
Bunyi pesan masuk ke ponsel Beni. Ia melihat ada pesan suara yang masuk. Ia pun mengambil handset untuk mendengarkan pesan suara itu.
Beni tersenyum saat mendengar isi pesan suara itu. Ini akan menjadi berita penting untuk tuannya.
" Kenapa kamu tersenyum, Ben?"
" Nggak apa-apa nona. Saya baru mendapatkan ikan yang besar "
" Ikan besar?"
" Hhmmm"
__ADS_1
" Setelah ini mereka mau kemana?"
" Belum tau nona. Mungkin tuan mau mengajak nona Alexa belanja"
" Belanja?"
" Emang dia biasa belanja barang-barang di mall?"
" Maksud nona?"
" Diliat dari penampilannya, saya rasa gadis itu bukan dari kalangan orang mampu. Jadi kalau di ajak belanja disini pasti akan malu-maluin Kenan"
Beni kaget mendengar ucapan Natalie. Bagaimana bisa wanita itu menilai nona Alexa seperti itu. Apa dia dia nggak tau seberapa kayanya gadis yang dia hina itu.
" Anda tenang saja nona Natalie. Nona Alexa itu sudah terbiasa belanja di tempat seperti ini"
" Pasti Kenan selalu memanjakan gadis kecil itu dengan barang-barang mewah"
" Tidak. Nona Alexa tidak suka dengan barang-barang yang mewah. Dia bilang sudah bosan memakai barang-barang branded"
" Itu cuma akal-akalan dia aja. Kamu jangan mau tertipu dengan wajah sok lugunya. Karena seperti itulah cara mereka untuk menguras harta orang-orang kaya. Jadi kamu harus segera menyadarkan Kenan"
Beni hanya tersenyum mendengar ucapan Natalie.
Bahkan harta tuan saya aja kalah banyak dari keluarga orang yang kau hina itu nona.
" Kamu dengar kan Ben?"
" Dengar nona. Nanti saya akan kasih tau tuan"
" Bagus. Kamu memang harus segera memberitahu bos kamu itu. Supaya dia tidak jadi korban gadis itu"
Natalie yakin setelah ini Kenan pasti akan membenci gadis kecil itu. Dan setelah itu dia akan menyingkirkan gadis itu dari muka bumi.
Akhirnya acara makan malam pun selesai. Kenan membayar semua pesanan mereka tadi. Setelah itu mereka pun pergi dari restoran.
" Sayang mau belanja, nggak?" tanya Kenan saat mereka sudah berada diluar restoran.
" Nggak deh Oppa"
" Kenapa?"
" Nggak ada yang menarik"
" Coba lihat dulu, siapa tau ada yang menarik untuk dibeli"
" Beruntung banget sih Eca, ditawarin belanja?" kata Adele.
" Kamu mau belanja juga nggak, yank?" tanya Farel.
" Mau!. Yuk ke toko pakaian"
" Eh" kaget Farel.
Padahal tadi dia cuma bercanda. Tapi kekasihnya malah menganggapnya serius. Dia hampir lupa, kalau kekasihnya itu kan hobi belanja.
" Ayo yank, kita ke toko pakaian " kata Adele sambil menarik tangan kekasihnya.
Alamat akan puasa jajan beberapa hari.
" Oppa kita ke toko pakaian aja. Kita beli baju couple"
" Ok sayang"
" Jangan sedih gitu, malam ini saya yang akan traktir kalian belanja "
" Beneran Om?" tanya Farel.
" Hhmmm"
Uang jajan gue terselamatkan.
" Yuk yank, kita belanja" kata Farel dengan semangat.
Natalie tersenyum meremehkan. Ternyata benar dugaannya kalau Alexa dan teman-temannya berasal dari keluarga miskin.
Bersenang-senang lha untuk sekarang ini. Karena besok belum tentu kamu akan bisa melihat matahari terbit.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1