Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Patah hati


__ADS_3

" Bisa minta waktu anda lima menit tuan Kenan?"


Kenan melihat jam mahal yang melingkar di tangannya. " Baiklah, lima menit waktu anda nona Anggita"


" Apa mereka berdua bisa keluar dulu?"


" Bisa Tante, kami akan keluar. Yuk Om Ben"


" Nggak! kamu nggak boleh pergi kemana pun"


" Tapi Tante itu pengen bicara empat mata sama Om"


" Kalau dia mau bicara, iya bicara aja. Kamu nggak boleh kemana-mana"


Nyebelin banget sih manusia satu nih.


Mau nggak mau Alexa kembali duduk. Sedangkan Beni berjaga di depan pintu bersama sekretaris Anggita.


" Cepat bicara, karena waktu kamu cuma lima menit" kata Kenan.


" Mama kita udah saling kenal satu sama lain"


" Lalu?"


" Apa kita nggak bisa menjadi dekat?"


" Maaf nona, saya tidak mengerti maksud anda. Jadi to the point aja "


" Maksud saya, bisa kah kita menjadi sepasang kekasih?"


Alexa kaget mendengar ucapan wanita yang ada dihadapannya. Ia tidak menyangka kalau wanita itu menyatakan perasaannya pada gunung es.


" Maaf nona saya nggak bisa. Dan lagi nona kan tau kalau saya sudah punya calon istri" kata Kenan sambil merangkul pinggang Alexa.


" Dia kan masih anak kecil. Masa iya anda mau menikah sama anak kecil" kata Anggita.


" Apa salahnya kalau kita sama-sama cinta. Usia mah tidak jadi masalah. Iya kan, sayang?"


" I..iya" jawab Alexa.


" Baiklah, waktu kamu sudah habis. Saya dan kekasih saya mau undur diri dulu"


Kenan menggandeng tangan Alexa keluar dari ruangan itu. Lelaki tampan itu tidak mendengarkan panggilan Anggita.


" Om, Tante itu manggil-manggil Om terus"


" Biarkan saja"


" Apa Om nggak mau kembali?"


" Nggak!"


Anggita hanya bisa menatap punggung Kenan yang semakin menjauh dari pandangannya. Harapan untuk dengan dengan lelaki tampan itu sudah sirna.


" Kamu mau cari oleh-oleh kemana?" tanya Kenan setelah mereka berada di luar restoran.


" Aku telpon saudara aku dulu ya Om. Aku mau nanyain dimana mereka sekarang"


" Hhmmm"


Baru saja Alexa akan menghubungi nomor saudara kembarnya.

__ADS_1


" Alexa"


Mendengar namanya dipanggil pun sontak Alexa menoleh kearah suara. Begitu juga dengan Kenan. Walaupun bukan namanya yang di panggil.


" Kak Kevin"


" Jadi ini alasan kamu nggak mau pergi sama kita-kita?"


" Maksud kakak?"


" Iya, kamu ingin berduaan dengan Om-om ini kan? makanya kamu nggak mau gabung sama kita-kita"


" Maaf ya Kak. Aku disini mau nemenin Om Kenan bertemu dengan kliennya. Kami tidak berdua aja di dalam sana. Dan lagi, kalau pun aku cuma berdua aja dengan Om Kenan di dalam sana, itu nggak ada hubungannya juga sama kakak"


" Apa maksud kamu?"


" Kakak pasti tau apa maksud ucapan aku"


" Maksud kamu kita nggak ada hubungan apa-apa, begitu?"


" Hhmmm"


" Terus kamu menganggap aku selama ini apa?"


" Kakak senior aku"


" Hanya sebagai kakak senior? nggak lebih?"


" Nggak"


Kevin kaget mendengar perkataan Alexa. Jadi gadis cantik itu hanya menganggapnya sebagai kakak senior. Apa gadis cantik itu belum bisa juga membuka hatinya. Ia pun teringat kejadian di pantai kemarin.


" Apa ini ada hubungannya sama Citra, makanya kamu bicara seperti itu?"


" Jujur aja, karena kemarin-kemarin kamu nggak kayak gini?"


" Benar Kak, ini nggak ada hubungannya sama kak Citra"


" Jadi penantian dan perjuangan aku selama ini sia-sia saja?"


" Maafkan aku Kak. Lagian ada kak Citra yang mencintai kakak"


" Tapi aku nggak mencintai dia"


" Itu karena kakak nggak mencoba untuk membuka hati kakak untuk dia. Apa kakak yakin kalau kakak mencintai aku?"


" Yakin. Dan hanya ada kamu di hati kakak"


" Modus!" kata Kenan.


" Apa maksud ucapan Om?"


" Kamu pasti ngerti apa maksud ucapan saya. Lagian mana ada cowok bilang hanya kamu yang ada didalam hati saya. Tapi dia masih berani meluk wanita lain"


Kevin kaget mendengar ucapan Kenan. Apa dia juga melihat waktu kejadian di pantai itu. Lagi pula ia memeluk Citra hanya karena ingin menenangkan sahabatnya itu.


Ya Kenan tidak sengaja juga melihat Kevin saat memeluk Citra. Makanya dia bicara seperti itu tadi.


Alexa melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Lelaki yang selalu mengajaknya gelud.


Kenan tersenyum kearah Alexa. Senyuman yang jarang dia perlihatkan pada orang-orang. Karena dirinya memang jarang tersenyum.

__ADS_1


Deg..


Alexa memalingkan wajahnya. Jantungnya sesaat berdebar kala melihat senyum lelaki dingin itu. Dan ini kali pertamanya ia melihat senyuman gunung es.


" Apa ada lagi yang mau kamu bicarakan? kalau tidak ada, saya mau bawa pergi Alexa" kata Kenan.


Kevin hanya diam saja. Ia tidak tau harus bicara apa. Ia masih memikirkan apa yang dikatakan Kenan padanya tadi.


" Yuk kita pergi, saudara sama sahabat kamu pasti sudah menunggu kamu"


" Iya. Aku pamit dulu Kak"


" Udah nggak usah pamitan segala. Oh iya sebelum kita pergi, gue punya saran untuk Lo bocah. Kalau mau menenangkan sahabat itu tidak harus dengan memeluknya"


Kenan segera membawa Alexa pergi dari sana. Karena kalau berlama-lama di sana, pasti gadis tipis itu berubah pikiran karena melihat wajah menyedihkan bocah kecil itu.


Kevin tidak bisa menahan gadis cantik yang selama ini mengisi hatinya itu. Iya cukup tertampar oleh ucapan Kenan tadi.


" Apa gue bilang, kalau Alexa itu pacaran sama Om-om" kata Citra yang datang entah dari mana.


" Citra! ngagetin gue aja"


" Maaf"


" Lo sejak kapan ada sini?"


" Dari tadi"


" Berarti Lo udah denger semuanya?"


" Hhmmm"


" Apa yang dikatakan Om itu bener. Seharusnya gue nggak meluk Lo. Gue nggak bisa jaga perasaan Alexa"


" Kenapa Lo ngomong kek gitu. Justru Om itu yang nggak tau apapun, lagian menurut gue wajar-wajar aja kok kalau Lo meluk gue"


" Nggak tau lha, gue pusing" kata Kevin sambil berlalu pergi.


" Lo mau kemana Vin?!"


" Mau menenangkan diri. Dan tolong jangan ikutin gue"


Setelah mengatakan itu Kevin pun pergi dari sana. Sedangkan Citra tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menatap punggung Kevin yang semakin menghilang dari pandangannya.


...***...


Adele dan yang lainnya sedang memilih oleh-oleh yang akan mereka beli untuk kedua orang tua mereka.


" Yank ini bagus nggak?" tanya Adele sambil memperlihat kan gelas mungil yang bertuliskan mama dan papa itu.


" Kurang bagus yank"


" Terus yang mana dong?"


" Gimana kalau kain khas kota B?" usul Alisha.


" Nah bener tu yank. Lagian jarang-jarang kita nemuin kain khas kota B"


" Ok"


Akhirnya oleh-oleh pertama pun sudah di dapat. Mereka akan membeli kain khas kota B. Dan mereka juga akan membeli oleh-oleh yang lain juga untuk mereka bawa pulang ke kota J.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2