
Axel dan yang lainnya sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju ruang rawat Inap. Sepenjang jalan menuju ruangan Kenan, mereka melihat beberapa orang berjas hitam berjaga di setiap sudut rumah sakit.
Sampai di depan ruang rawat Kenan. Mereka langsung di cegat oleh dua orang berjas hitam. Mereka melakukan itu demi keselamatan Kenan.
" Maaf kalian ini mau bertemu siapa?" tanya salah satu bodyguard Kenan.
" Kami kesini mau membesuk Om Kenan. Sekalian mau bertemu dengan saudara kembar saya" kata Axel.
Salah satu bodyguard Kenan membuka pintu. Dan mempersilahkan Axel dan sahabatnya masuk kedalam.
" Makasih Om" ucap Adele.
Mereka berempat pun masuk kedalam. Pintu ruangan VVIP itu ditutup kembali.
" Eca" panggil Adele.
" Sssssttt, jangan berisik" kata Alexa.
" Tau nih Adele" kata Alisha.
" Sorry"
Alexa bergabung bersama adik dan para sahabatnya. Mereka di sofa yang ada di ruangan itu.
" Nih aku bawain makan siang untuk kamu" kata Axel sambil menyerahkan paper bag ke saudara kembarnya.
" Makasih adikku yang tampan"
" Lututnya kenapa? kok diperban gitu?"
" Lecet dikit tergores aspal"
" Ada lagi yang luka?"
" Nggak!, cuma ini aja kok"
" Apa orang yang nabrak Om Kenan udah tertangkap?"
" Udah"
" Baguslah. Jadi kita tinggal menunggu dia dihukum "
" Ntar malam kalian mau ikut bersenang-senang nggak sama gue?" tanya Alexa.
" Mau " jawab Alisha dan Adele serentak.
" Emang ada hal menarik apa ntar malam?" tanya Farel.
" Om Ben bilang sama gue kalau bos black cobra akan menyerang Om Kenan ntar malam"
" Black cobra?, siapa mereka?" tanya Axel.
" Kelompok mafia, dan mereka itu musuh om gunung es"
" Berarti mereka yang udah nabrak Lo tadi pagi?" tanya Axel.
" Hhmmm"
" Kebetulan banget kalau begitu. Tangan gue juga udah gatel pengen nonjok orang" kata Axel.
" Tapi kamu jangan bilang mommy sama daddy?" kata Alexa.
" Tenang aja, gue nggak akan bilang sama mommy dan Daddy. Tapi walaupun kita nggak bilang, mereka pasti akan tau"
" Nggak apa-apa, yang penting kamu nggak ngomong"
" Iya gue nggak akan ngomong"
" Om gunung es kapan sadarnya, Cha?" tanya Alisha.
" Nunggu cairan infusnya habis"
" Masih lama dong" kata Adele sambil melihat tabung infus yang ada di samping bed Kenan.
" Hhmmm"
" Gue rasa Om Kenan cinta sama Lo deh, Cha" kata Farel.
" Kamu benar yank. Om Kenan itu emang cinta sama Eca. Cuman sahabat kita ini nggak peka" kata Adele.
Alexa menatap tajam Adele. Sedangkan yang di tatap tersenyum kikuk.
__ADS_1
" Om Kenan terluka di bagian kepala ya, Cha?" tanya Alisha.
" Iya Sha"
" Jangan sampe om Kenan amnesia ya, Cha" kata Adele.
" Ya jangan sampe lha, Del"
" Soalnya gue liat di sinetron-sinetron, kalau orang habis kecelakaan terus kepalanya terbentur, maka saat sadar mereka akan lupa dengan keluarga dan juga orang terdekatnya yang lain"
" Ngaco lho. Seandainya Om Kenan amnesia, maka gue akan membantunya untuk ingat"
" Kita makan dulu yuk. Gue udah lapar, ntar sambung lagi ngobrolnya" kata Axel.
" Iya, gue juga udah lapar" kata Farel.
" Kamu beli apa tadi?" tanya Alexa.
" Nasi Padang"
Lima sekawan itu pun memutuskan untuk makan siang. Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di depan mereka masing-masing.
Selesai makan, Alexa dan kedua sahabatnya membersihkan sampah bungkus nasi. Mereka memasukkannya kedalam kantong plastik. Nanti pas pulang baru mereka buang.
" Maaf ya gue nggak bisa bantu bikin kue" kata Alexa.
" Nggak apa-apa Cha. Kita kan udah punya karyawan. Jadi Lo nggak usah takut, kita nggak akan bangkrut kok" kata Adele.
" Kenapa kalian nggak tambah varian kue kalian?" kata Axel.
" Boleh juga tuh yank ide kamu" kata Alisha.
" Kue yang dibikin Alexa kemarin juga banyak diminati sama pelanggan" kata Adele.
" Oh iya, asistennya Om Kenan kemana?" tanya Farel.
" Dia keluar sebentar. Katanya ada yang mau dia urus"
" Apa keluarga Om Kenan tau kalau anaknya masuk rumah sakit?" tanya Axel.
" Nggak. Om Ben bilang nggak boleh kasih tau keluarganya. Biarkan Om Kenan yang kasih tau sendiri"
" Apa keluarganya nggak khawatir?"
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba pintu ruangan Kenan terbuka. Sontak mereka semua menoleh kearah pintu.
Alexa dan Axel kaget melihat siapa orang yang membuka pintu ruangan Kenan. Begitu juga dengan para sahabatnya.
" Mommy, Daddy" kata Axel dan Axel serentak.
Ya orang yang baru datang itu adalah orang tua twins. Pasutri itu datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari salah satu bodyguard bayangan yang ditugaskan untuk menjaga twins.
" Mana yang terluka?" tanya Kiran sambil melihat Alexa dari atas sampai bawah.
" Eca baik-baik saja mommy"
" Syukurlah. Jantung mommy hampir tak berdetak saat mendengar kabar kamu ditabrak"
Alexa tidak bertanya darimana mommy-nya tau kalau dia ditabrak. Karena Daddy-nya pasti mengirim bodyguard bayangan untuk menjaga dirinya dan juga saudara kembarnya.
" Eca selamat karena Om Kenan yang sudah menyelamatkan Eca, Mom"
Kiran menoleh kearah lelaki tampan yang sedang terbaring dengan perban di kepalanya.
" Bagaimana keadaan Kenan sekarang?" tanya Kiran.
" Alhamdulillah Om Kenan sudah melewati masa kritis Mom. Sekarang nunggu dia siuman"
Kiran menghampiri bed Kenan. Ia duduk di kursi yang ada di samping bed itu.
" Terima kasih sudah menyelamatkan putri Tante. Kalau tidak ada kamu mungkin sekarang putri Tante yang terbaring di sini. Keluarga Tante berhutang Budi sama kamu. Jika kamu minta sesuatu sama Tante, Tante janji akan mengabulkannya"
Jari Kenan bergerak. Sepertinya ia mendengar perkataan Kiran padanya. Sehingga alam bawah sadarnya merespon.
Kiran tersenyum melihat jari Kenan yang bergerak. Ia yakin lelaki tampan itu mendengar ucapannya.
" Cepat bangun, dan katakan permintaan kamu sama Tante"
Jari Kenan bergerak kembali. Itu sudah membuktikan kalau ia merespon ucapan Kiran padanya.
" Apa pelaku tabrak lari itu sudah tertangkap?" tanya Darren pada putrinya.
__ADS_1
" Sudah Dad. Sekarang mereka berada di markas Om Kenan"
" Apa pelakunya musuh Daddy atau musuh Kenan?"
" Pelakunya musuh om Kenan, Dad"
" Berarti mereka menyerang orang-orang terdekat Kenan"
" Daddy tau kelompok mafia yang bernama black cobra?"
" Tau, kenapa?. Apa mereka pelakunya?"
" Iya. Kelompok mafia itu musuh lama Om Kenan"
" Daddy pernah denger tentang rumor itu. Mereka kelompok mafia yang cukup kuat"
" Benarkah?"
" Eca jadi tambah penasaran dengan kelompok mafia ini?"
" Apa putri daddy ini ingin memberi pelajaran sendiri pada mereka?"
" Tentu saja. Lagi pula Eca sudah lama tidak latihan, jadi lumayan untuk meregangkan otot-otot yang sudah kaku "
Darren tersenyum mendengar jawaban putrinya. Ia yakin kalau putrinya bisa melawan black cobra. Apalagi putrinya tidak sendiri. Ada saudara kembar dan juga sahabatnya.
" Baiklah Daddy sama mommy akan menunggu kabar baiknya"
" Siap Daddy"
" Sayang, kita kembali ke kantor yuk. Biarkan putri kita yang mengurus segerombolan tikus kecil itu"
" Iya By"
" Daddy sama mommy pamit dulu. Jaga diri kalian baik-baik. Ingat harus selalu hati-hati dan jangan lengah"
" Siap Daddy"
Pasutri itu pun meninggalkan ruang rawat Kenan. Mereka akan kembali ke kantor karena pekerjaan mereka masih banyak. Tapi sebelum pergi Kenan menghubungi bodyguard bayangannya untuk menjaga twins dan sahabatnya.
...***...
Beni sudah sampai di markas King Lion. Para bawahannya memberi hormat padanya. Ya Beni adalah kaki tangan Kenan. Sudah pasti mereka akan hormat pada lelaki tampan itu.
" Dimana mereka?"
" Diruang bawah tanah bos"
Beni segera menuju ruang bawah tanah. Ia sudah tidak sabar memberikan hadiah pada sekelompok orang bodoh itu.
" Buka pintunya" titah Beni.
Salah satu anak buah yang berjaga di depan pintu segera membukakan pintu ruangan itu. Saat pintu terbuka, tampaklah empat orang laki-laki bertubuh kekar sedang duduk di kursi dengan tubuh terikat.
" Bangunkan mereka!"
" Siap bos"
Byuuurrr ..
" Bangun!"
Keempat lelaki itu kaget dan langsung membuka mata karena disiram air oleh salah satu anak buah Kenan.
" Enak sekali kalian tidur"
" Lepaskan kami!"
" Enak sekali minta dilepaskan. Kalian itu belum mendapat hadiah. Jadi mana mungkin saya akan melepaskan kalian!"
" Kalau kalian tidak melepaskan kami, siap-siap saja kalian dan juga markas kalian ini akan diserang sama bos saya"
Beni tertawa mendengar ucapan anak buah black cobra. Begitu juga dengan anak buahnya.
" Kami dengan senang hati akan menyambut kedatangan bos kalian. Dan tunggulah kehancuran kalian"
" Bos kami tidak akan kalah dari kalian!"
" Kita liat saja nanti"
Setelah mengatakan itu, Beni pergi meninggalkan sel itu. Ia sengaja tidak menghajar anak buah black cobra. Karena tuannya lha yang akan melakukannya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading.