
Darren baru pulang dari kantor. Ia mendengar suara heboh dari ruang makan. Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya, ia ingin melihat ada apa di ruang makan.
" Wah tumben akur?" kata Darren saat tiba di ruang makan.
" Daddy" Alexa segera menghampiri Daddy-nya.
" Sepertinya putri Daddy lagi dapat durian runtuh"
" Hhhmm"
" Apa itu?"
" Eca bisa masak"
" Benarkah?"
" Iya. Coba Daddy cicipi nasi goreng buatan Eca. Mommy sama Axel sudah mencoba"
Darren duduk di kursi biasa ia tempati. Alexa segera mengambilkan nasi goreng buatannya. Kemudian memberikannya pada Daddy-nya.
" Silakan dicicipi"
" Makasih sayang"
Dilihat dari penampilannya dan juga aroma yang keluar dari nasi goreng itu, sepertinya memang enak. Darren pun memasukkan suapan pertamanya.
Mata Darren membulat sempurna. Nasi goreng buatan putrinya sangat enak. Sama dengan nasi goreng buatan istrinya.
" Apa ini beneran nasi goreng buatan Eca?"
" Tentu saja. Kenapa? nggak enak ya, Dad?"
" Sangat enak, sama seperti nasi goreng buatan mommy"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Makasih Daddy"
" Sama-sama sayang"
" Nggak sia-sia Eca belajar masak hari ini"
" Berarti besok-besok, Eca aja yang bikin sarapan setiap hari " Kata Axel.
" Kalau setiap hari nggak bisa. Karena aku sekolah. Tapi kalau weekend, boleh lha"
" Bukan nggak bisa, tapi kamu bangunnya kesiangan terus"
Pletak..
Aaawwww..
" Sakit Eca"
" Rasain! makanya jangan ngomong sembarangan"
" Aku ngomong berdasarkan fakta"
" Walaupun fakta, tetap aja kamu nggak boleh ngomong kek gitu"
" Kalau nggak mau aku bilang kek gitu, makanya kamu berubah"
" Aku kan bukan Power Rangers "
Kiran dan Darren menghela nafas. Baru saja Twins akur sekarang udah berantem lagi. Pasutri itu malas mendengarkan perdebatan twins. Mereka pun pergi meninggalkan meja makan.
Setelah beberapa menit, twins baru menyadari kalau kedua orang tuannya sudah tidak ada lagi di sana.
" Mommy sama daddy kemana?" tanya Alexa.
" Udah pergi kali"
__ADS_1
" Gara-gara kamu, mommy sama Daddy pergi"
" Kok aku?"
" Emang. Coba aja mulut kamu yang lemes itu bisa diam"
" Mulut kamu tuh yang lemes"
" Gue kutuk juga Lo jadi wajan penggorengan" kata Alexa sambil pergi meninggalkan ruang makan.
" Mau kemana?"
Alexa tidak menjawab pertanyaan adiknya itu. Ia terus saja berjalan menuju lift. Ia ingin segera mandi, karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.
Sampai di kamarnya Alexa langsung menuju kamar mandi. Namun langkahnya terhenti kala mendengar bunyi ponselnya. Alexa menghampiri nakas untuk mengambil ponselnya.
Ia melihat nomor tidak dikenal tertera di layar ponselnya. Alexa teringat sama nomor yang mengirim pesan tadi siang.
Nomor tidak penting.
Alexa menaruh kembali ponselnya di atas nakas. Tapi sebelum itu, ia memblokir nomor yang tidak di kenal tadi. Karena ia juga tidak kenal dengan nomor itu. Alexa segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...***...
Kevin sangat sedih, karena Alexa tidak menjawab teleponnya. Dan sekarang nomornya di blokir sama gadis cantik itu.
" Kenapa nomor aku diblokir? apa dia nggak suka aku hubungi?"
Lelaki tampan itu tidak tau harus bagaimana lagi. Padahal dia ingin mengenal Alexa lebih dekat lagi. Kapan perlu, ia akan membuat gadis cantik itu falling in love .
Tok.
Tok.
Tok.
" Siapa?"
" Masuk Ma pintunya nggak di kunci"
Mona masuk kedalam kamar putranya. Ia menghampiri putranya yang sedang bermalas-malasan di kasur.
" Kamu kenapa?"
" Nggak apa-apa, Ma"
" Nggak apa-apa, tapi kok wajahnya manyun kek gitu?"
" Ada apa mama kesini?"
" Ah iya, hampir saja mama lupa. Mama mau menemani papa keluar kota, mungkin besok pulangnya. Kamu nggak apa-apa kan di rumah sendirian?"
" Emang papa ngapain ke luar kota?"
" Ada kerjaan"
" Mama pergi aja, aku nggak apa kok tinggal di rumah"
" Kamu jadi pergi ke bioskop?"
" Jadi Ma"
" Ya udah, mama sama papa pergi dulu. Baik-baik di rumah"
" Ya Ma, hati-hati di jalan"
Mona keluar dari kamar putranya. Sepeninggal mamanya Kevin langsung berjingkrak kegirangan. Akhirnya ia terbebas dari sang mama. Kalau tidak, mamanya akan selalu bertanya tentang hubungannya dengan Citra.
Kevin teringat kalau ia akan pergi ke bioskop. Ia segera pergi ke walk-in closed. Ia mencari baju yang akan ia pakai nanti. Malam ini ia harus terlihat tampan. Walaupun hari-hari dia selalu tampan.
Sampai di walk-in closed. Kevin langsung mencari baju yang cocok ia pakai untuk malam ini. Karena ia akan membuat Alexa hanya menatap dirinya seorang.
Satu persatu pakaian sudah ia coba. Tapi beliau ada yang cocok menurutnya. Padahal semua baju yang ia coba tadi belum pernah ia pakai sebelumnya.
__ADS_1
" Kok nggak ada yang bagus sih?"
Kevin memakai baju yang pertama ia coba tadi. Dan entah kenapa sekarang baju itu cocok untuk ia pakai malam ini. Mungkin benar kata orang, pilihan yang pertama itu jauh lebih baik.
" Baju udah, sekarang sepatu"
Ia pun membuka lemari khusus untuk menyimpan semua koleksi sepatunya. Ya di dalam lemari itu memang banyak sepatu. Dan semuanya itu merek terkenal semua.
Saat sedang mencari sepatu yang cocok untuk ia pakai, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia segera mengambil ponselnya, siapa tau itu telepon dari Alexa.
Harapan Kevin pupus sudah. Karena yang menelponnya adalah sahabatnya. Dengan malas ia menjawab telepon itu.
" Hallo"
" Iya ada apa?"
" Ya elah gitu banget ngomongnya sama gue"
" Biasa aja. Ada apa Lo telepon gue?"
" Gue sama Citra dan juga Intan, OTW ke rumah Lo. Jadi Lo siap-siap "
" Hhhmm"
Panggilan telepon pun berakhir. Ia melempar ponselnya keatas kasur. Ia sangat kesal sama sahabatnya itu. Cuma mau bilang berangkat aja harus telepon. Kevin segera mengganti pakaiannya, karena sahabatnya udah dijalan mau ke rumahnya.
Kevin memakai pakaian yang sudah ia pilih tadi. Setelah itu ia memakai sepatu yang yang senada dengan bajunya yang ia kenakan. Selesai memakai baju dan sepatu, ia melihat lagi penampilan di kaca.
Setelah dirasa cukup, ia pun turun kebawah untuk menunggu sahabatnya. Mungkin sebentar lagi sahabatnya itu sudah sampai.
Benar saja, sampai di bawah Kevin mendengar bunyi klakson mobil sahabatnya.
" Bik, aku keluar dulu ya"
" Iya Den"
Kevin segera keluar untuk menemui sahabatnya.
" Buruan!" kata Rian saat melihat Kevin berjalan santai menuju mobilnya.
Kevin tidak mendengarkan ucapan sahabatnya itu. Ia masih berjalan dengan santainya. Rian gemas melihat sahabatnya itu. Ia langsung membunyikan klakson mobilnya dengan keras.
" Rian! kuping gue sakit nih" kata Intan sambil menutup kupingnya.
" Tau nih"
" Lo berisik banget sih " kata Kevin saat berada di dalam mobil.
" Makanya jalannya jangan lambat kek siput"
" Buruan jalan"
Rian melajukan mobilnya meninggalkan rumah sahabatnya. Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang. Mereka langsung menuju mall terbesar di kota itu.
To be continue.
Axel.
Farel.
Kevin.
Rian.
Happy reading 😚😚
__ADS_1