Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kembali ke kota J


__ADS_3

Nando bersiap untuk pergi ke bandara. Hari ini ia akan kembali ke kota J. Karena pekerjaannya disini sudah selesai. Sisanya akan ia serahkan pada Anton dan Rania.


" Apa semua koper sudah dimasukkan ke dalam mobil?"


" Sudah bos"


Anton membukakan pintu mobil untuk big bos nya itu. Saat Nando akan masuk ke dalam mobil, ia mendengar suara orang yang memanggil namanya.


" Nando"


Nando menoleh ke belakang. Ia tersenyum kala melihat wanita cantik berjalan menghampirinya. Wanita itu berjalan agak tertatih. Mungkin karena kakinya masih sakit.


" Kamu datang?"


" Hhmm"


" Mau ikut mengantarkan aku ke bandara?"


" Emang boleh?"


" Tentu saja boleh. Yuk masuk"


Rania masuk kedalam mobil, Ia duduk di kursi belakang. Kemudian di ikuti sama Nando. Ikbal yang tadinya mau duduk di kursi belakang akhirnya pindah ke depan. Karena ia tidak ingin jadi obat nyamuk.


Setelah bosnya masuk kedalam mobil, barulah Anton melajukan mobilnya meninggalkan pertambangan.


" Apa ibuk tau kalau kamu mau mengantarkan aku?"


" Tau"


" Baguslah, karena kalau tidak aku akan dituduh menculik anak gadis orang"


Rania tersenyum mendengar ucapan lelaki tampan itu. Ia senang karena datang tepat waktu. Kalau tidak, ia tidak akan bisa bertemu dengan lelaki tampan itu


Hubungan Rania dan Nando memang sudah banyak kemajuan. Walaupun mereka belum mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit. Mereka pun sampai di Kualanamu Internasional Airport.


Anton menurunkan koper milik bosnya. Ikbal turun duluan dari mobil. Ia ingin memberikan waktu untuk sahabatnya berbicara dengan Rania.


Nando melirik wanita cantik yang ada di sampingnya. Wanita yang beberapa hari sudah menemani harinya. Walaupun waktu pertemuan mereka sangat singkat, namun ia sudah merasa nyaman dengan wanita cantik itu.


Begitu juga dengan Rania. Ia merasa sedih, karena harus berpisah dengan lelaki tampan yang beberapa hari ini sudah menemani hari-harinya. Tanpa terasa air matanya pun jatuh.


" Hei, kenapa kamu menangis?"


Rania tidak menjawab. Ia malah memeluk lelaki tampan itu. Nando kaget kerena Rania memeluknya secara tiba-tiba. Tapi beberapa detik kemudian, ia membalas pelukan wanita cantik itu.


Nando berusaha menangkan wanita cantik itu. Ia tau apa yang di rasakan oleh Rania. Karena sejujurnya ia juga sedih mau meninggalkan wanita cantik itu.


" Kamu nggak akan melupakan aku kan?" kata Rania sambil terisak.


Nando tersenyum mendengar ucapan wanita cantik itu. Saat ini Rania terlihat sangat menggemaskan. " Aku nggak akan melupakan kamu"


" Beneran?"


" Hhhmm"


" Janji ya"


" Janji"


" Aku pegang janji kamu"


" Iya. Kamu baik-baik disini, tunggu aku kembali untuk membawa kamu dan ibuk ke kota J" kata Nando sambil mengecup kening Rania.


Rania refleks memejamkan matanya kala sesuatu yang lembut itu menyentuh keningnya.


" Aku pergi dulu?"

__ADS_1


Rania menganggukkan kepalanya.


Setelah Rania mulai tenang, barulah Nando keluar dari dalam mobil. Karena kalau berlama-lama di dalam, ia semakin berat untuk pergi.


" Kasih kabar kalau sudah sampai"


" Iya, aku masuk dulu ya?"


" Hhmm"


Rania melambaikan tangannya sampai Nando menghilang ke dalam pintu keberangkatan. Ia berharap secepatnya bisa bertemu kembali dengan lelaki tampan yang sudah mencuri hatinya.


Ikbal menatap sahabatnya. Ia tau kalau Nando sudah jatuh cinta pada wanita pembawa alat berat itu. Wanita itu memang cocok untuk mendampingi sahabatnya itu.


" Kenapa Lo menatap gue kek gitu?" tanya Nando pada sahabatnya.


" Nggak apa-apa"


" Jangan bilang kalau Lo naksir gue"


" Sembarangan aja Lo kalau ngomong. Gue masih normal "


" Terus kenapa Lo menatap gue sampe segitunya?"


" Karena Lo lucu"


" Ck, Lo pikir gue badut"


" Sejak kapan Lo jatuh cinta sama Rania?"


" Gue nggak tau apakah perasaan yang gue rasakan saat ini bisa dibilang rasa cinta atau tidak. Tapi yang jelas, gue nyaman saat bersama dia"


" Itu namanya Lo udah jatuh cinta sama dia"


" Maybe"


...***...


Mona masuk kedalam kamar putranya. Ia sengaja menyuruh Kevin untuk pergi ke supermarket. Dengan begitu ia bisa memeriksa ponsel putranya.


Ia beruntung karena putranya tidak membawa ponselnya. Mona langsung mengambil ponsel putranya.


" Kenapa ponselnya di kasih password segala sih?!"


Mona semakin yakin kalau di ponsel putranya memang ada sesuatu. Karena nggak mungkin ponsel itu di kasih password. Ia mengetik tanggal lahir Kevin di sana.


Password salah.


" Apa sih password ponselnya anak ini. Masa di masukkan tanggal lahir nggak bisa"


Mona mematikan ponsel itu. Ia harus bisa membuka ponsel putranya sebelum sang putra pulang dari supermarket.


" Bik"


" Ya nyonya"


" Suruh Mang Karto bawa ponsel ini ke konter yang ada di ujung jalan sana. Bilang sama orang konternya kalau ponselnya lupa password. Cepat ya Bik"


" Baik Nyah"


Bibik segera pergi menemui Mang Karto yang ada di belakang rumah. Sesampainya di belakang rumah, bibik pun memberikan ponsel Kevin pada Mang Karto.


" Nyonya bilang cepat"


" Baik"


Mang Karto segera pergi ke konter yang di maksud sama majikannya. Sedangkan Mona menunggu di ruang tamu. Ia berharap Mang Karto cepat pulang sebelum Kevin tiba di rumah.


Sepuluh menit sudah berlalu. Mang Karto yang sudah kembali. Ia segera membawa ponsel tadi ke tempat sang nyonya.

__ADS_1


" Gimana Mang, bisa nggak ponselnya?"


" Bisa Nyah. Tapi orang konternya bilang, semua data di ponsel itu hilang semua"


" Hilang?!"


" Iya Nyah"


Mona segera memeriksa ponsel putranya. Benar apa yang dibilang Mang Karto. Ponsel putranya seperti kembali ke setelan pabrik. Semua kontak, foto dan aplikasi yang ada di sana hilang semua.


Gimana ini. Bisa-bisa nanti putranya marah.


" Ya udah, makasih ya Mang"


Mona segera mengembalikan ponsel putranya ke tempat semula. Karena bisa di pastikan putranya itu akan marah kalau tau dia yang membuat ponselnya seperti itu.


Setelah mengembalikan ponsel itu ke kamar putranya. Mona kembali ke ruang tamu. Ia akan menunggu putranya datang. Dan ia akan berpura-pura tidak tau jika Kevin bertanya padanya.


Deru suara mobil terdengar di telinganya. Itu tandanya putranya sudah pulang. Mona mengambil majalah, kemudian ia pura-pura membaca majalah itu.


" Ini mah belanjaannya"


" Makasih sayang. Kok lama banget di supermarket nya?"


" Lama antre tadi. Mungkin karena weekend, jadi banyak orang belanja"


" Mungkin"


" Ya udah, aku ke kamar dulu ya Ma"


" Ah i-iya"


Setelah memberikan belanjaan mamanya. Kevin segera ke kamarnya, karena ia akan menelpon gadis yang sedari kemarin dia rindukan.


Kevin bingung saat melihat ponselnya sudah berubah posisinya. Perasaan ia menaruhnya, layarnya dikebawahkan. Tapi sekarang layar ponselnya sudah mengarah ke atas. Ia segera memeriksa ponselnya.


Alangkah kagetnya Kevin saat semua kontak dan juga data di ponselnya hilang.


" Kenapa ponselnya jadi polos kek gini? perasaan pas di tinggal tadi masih baik-baik aja?"


Kevin segera ke bawah untuk menanyakan pada mamanya.


" Ma, mama!"


" Kenapa sih Vin, teriak-teriak kek di hutan?"


" Mama ada megang ponsel aku nggak tadi?"


" Nggak.! emang kenapa?"


" Semua isi yang ada di ponsel aku hilang. Termasuk foto dan juga semua kontak "


" Kok bisa?"


" Aku juga nggak tau, makanya aku tanya sama mama"


" Mama nggak tau, karena daritadi mama cuma duduk di ruang tamu"


" Ya udah, aku balik ke kamar dulu"


Mona merasa lega karena putranya tidak curiga padanya. Tapi ia belum tau siapa gadis yang bersama dengan putranya waktu di mall kemarin. Dan bukti untuk mencari siapa gadis itu sudah hilang.


To be continue.


Udah up dua nih, mana hadiah dan Votenya untuk Nando.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2