
Alexa dan para sahabatnya sudah sampai di pantai. Karena hari sudah mulai petang, mereka pun memutuskan untuk melihat sunset.
" Udah lama gue nggak liat sunset" kata Alexa.
" Sama, gue juga. Padahal di kota J kita juga bisa melihat sunset. Tapi kita nggak nggak ada waktu untuk ke pantai"
" Kalau udah di kota J, kita udah sibuk sama sekolah dan juga ngurus bisnis kue kita" kata Alexa.
" Bener apa kata Eca. Ditambah lagi nanti kalau ruko kita udah jadi, pasti kesibukan kita akan bertambah" kata Alisha.
" Apa kita cari karyawan aja untuk bantu-bantu kita nanti?" usul Alisha.
" Gue setuju. Karena kita belum tentu bisa stay 24 jam di toko" kata Alexa.
Ketiga gadis cantik itu menatap indahnya lautan. Mereka bertiga sudah tidak sabar ingin melihat toko kue mereka nanti. Jadi mereka tidak hanya bisa menjual melalui online saja.
" Cari makan yuk guys" kata Intan.
" Kalian duluan, gue mau ngomong sama Kevin sebentar" kata Citra.
" Mau ngomong apa, Cit?" tanya Kevin.
" Ngomong hal penting"
" Ya udah ngomong aja"
" Biarkan mereka pergi dulu"
" Emang kenapa kalau ada mereka?" tanya
Kevin lagi.
" Aku pengen ngomongnya berdua aja"
" Nggak apa-apa Vin, kita cari makan dulu. Ntar Lo sama Citra nyusul" kata Ryan.
" Hhmmm"
Ryan dan yang lainnya pun pergi ke restoran yang ada didekat pantai. Mereka akan makan malam, karena perut mereka udah keroncongan.
Sekarang hanya tinggal Kevin dan Citra di sana.
" Sekarang cuma tinggal kita berdua, kamu mau ngomong apa?" tanya Kevin.
" Aku suka sama kamu"
Mata Kevin membulat sempurna. Ia kaget mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia tidak tau sahabatnya itu kerasukan apa. Sehingga dia bisa bicara seperti itu.
" Omong kosong apa ini?" tanya Kevin.
" Ini bukan omong kosong, Vin. Tapi ini ungkapan perasaan aku"
" Ngaco! kamu kan tau kalau aku hanya menganggap kamu hanya sebagai teman. Dan kamu tau persis siapa cewek yang aku suka"
" Iya aku tau. Tapi aku juga sudah lama suka sama kamu, Vin"
" Jangan aneh-aneh kamu, Cit"
" Aku nggak aneh Vin. Apa kamu nggak merasakan perasaan yang sama aku?"
" Nggak! perasaan aku hanya untuk Alexa, dan kamu tau itu. Jadi tolong jangan bicara yang tidak masuk akal seperti itu"
" Kenapa kamu nggak bisa cinta sama aku. Apa kurangnya aku?"
" Kamu nggak ada kurangnya. Kamu cantik, pintar, dan juga baik"
" Lalu kenapa kamu nggak bisa cinta sama aku?"
__ADS_1
" Ini masalah perasaan Cit. Jadi kita nggak bisa paksain. Kalau kita paksakan, nantinya tidak akan baik"
" Kamu belum mencoba membuka hati kamu untuk aku, Vin"
" Maaf, aku nggak bisa"
" Kamu tega sama aku Vin" ucap Citra terisak.
" Cit, jangan nangis dong"
Kevin yang tidak bisa melihat cewek menangis pun segera menenangkan sahabatnya itu. Ia memeluk Citra.
Citra pun membalas pelukan Kevin. Ia tau kalau Kevin tidak akan tega meninggalkan dirinya. Apalagi dengan dua berpura-pura nangis.
Krak.
Kevin dan Citra sontak menoleh kearah suara ranting kering ke injak. Alangkah kagetnya Kevin melihat sosok yang ada dibelakangnya.
" Alexa"
Ya gadis itu adalah Alexa. Ia kembali karena tasnya ketinggalan di atas batu di dekat tempat duduknya tadi. Dan ia tidak sengaja menginjak ranting pohon.
" Maaf Kak, bukan maksud aku mau mengganggu. Permisi"
Alexa segera pergi dari sana. Ia tidak ingin mengganggu sepasang kekasih itu. Karena buru-buru pergi, ia pun menabrak seseorang.
Aaaawwww...
Untungnya seseorang itu menangkap pinggang Alexa, kalau tidak mungkin pantatnya udah mencium pasir pantai. Dan pastinya pakaiannya akan kotor.
" Maka.."
Ucapan Alexa menggantung begitu saja, saat melihat siapa orang yang sudah membantunya. Lidahnya terasa berat untuk bicara.
" Kenapa nggak dilanjutkan ucapannya?"
" Om kenapa berdiri di sana, menghalangi jalan aku, tau!"
" Eh tipis! seharusnya kamu itu minta maaf karena udah nabrak saya. Bukannya malah marah-marah"
" Nggak mau! lagian tempat ini kan luas, kenapa Om berdiri di situ"
" Suka-suka saya lha mau berdiri dimana"
" Ya udah kalau gitu jangan salahkan aku kalau Om kena tabrak"
" Nggak bisa gitu dong? kamu harus tanggung jawab"
" Tanggung jawab?"
" Hhhmm"
" Emang Om nya terluka? nggak kan?"
" Terluka sih nggak, tapi jas saya udah kotor karena kulit kamu"
Alexa kaget sampai matanya melotot mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. Hanya karena jasnya kotor, lelaki itu minta dia bertanggung jawab.
" Om minta tanggung jawab seperti apa? atau Om minta ganti rugi berapa?"
" Emang kamu pikir saya kekurangan uang"
" Terus Om minta apa?"
Kenan menatap wajah cantik Alexa. Wajah gadis itu terlihat sangat cantik, walaupun penerangan di sana tidak terlalu terang.
Alexa yang di tatap sama Kenan refleks menutup mulutnya. Ia tidak ingin kecolongan lagi. Karena ia tau lelaki di hadapannya itu suka nyosor.
__ADS_1
" Kenapa kamu tutup mulut kek gitu?"
" Nggak apa-apa"
" Oh saya tau, apa kamu berpikir saya akan mencium kamu?"
" Hhmmm"
" Kamu itu terlalu kepedean. Lagian siapa juga yang mau mencium kamu"
" Aku cuma jaga-jaga aja. Karena saya tau, Om itu suka nyosor"
Hahaha..
Beni kaget sekaligus bahagia melihat tuannya tertawa. Ini kali pertamanya tuannya tertawa karena orang lain. Dan itu karena seorang gadis kecil.
" Saya pamit dulu Om, permisi"
" Eits, mana boleh pergi begitu aja" kata Kenan sambil menahan tangan Alexa.
" Om itu maunya apa sih?!"
" Kan tadi saya sudah bilang, kamu harus tanggung jawab"
" Tanggung jawab seperti apa?"
" Kamu harus temenin saya makan"
" Hah?"
" Iya, kamu harus temenin saya dinner"
" Nggak!"
" Why.. ?"
" Apa kata orang nanti kalau saya dinner sama Om"
" Emang apa masalahnya kamu dinner sama saya?"
" Banyak masalahnya"
" Iya apa?"
" Pertama, umur kita itu jauh beda"
" Apa hubungannya umur sama dinner?"
" Ya ada lha!"
" Apa?"
" Nanti orang-orang itu berpikir aku sugar baby Om lagi"
" Bagus dong"
" Kok bagus"
" Ya bagus lha. Lagipula wajah saya ini tampan tidak tua. Dan saya juga kaya. Jadi cocok lha untuk jalan sama kamu"
" Ogah! Om dinner aja sama Om itu"
" Nggak! saya maunya sama kamu. Anggap aja itu ganti rugi untuk jas saya yang sudah kotor karena kamu" kata Kenan sambil menarik tangan Alexa.
Lelaki tampan itu membawa Alexa pergi dari sana. Diikuti sama asistennya di belakang. Sedangkan Alexa berusaha melepaskan tangannya dari gunung es itu.
Tapi usaha Alexa sia-sia, karena Kenan memegang tangannya dengan sangat erat. Akhirnya ia pun pasrah ikut dengan lelaki gunung es itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚