Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Rencana penyerangan


__ADS_3

Clara masih memikirkan mantan kekasihnya. Kenapa mantan kekasihnya mau mengorbankan nyawanya demi seorang cewek. Apa gadis itu kekasih sang mantan. Itulah yang ada dalam pikiran Clara saat ini.


" Kamu lagi mikirin apa sayang?"


" Apa anak buah kamu nggak salah tabrak sayang?" tanya Clara.


" Nggak!. Anak buah aku melihat sendiri gadis itu keluar dari mobil mantan kamu. Dan aku yakin gadis itu pasti orang spesial untuknya"


" Darimana kamu tau?"


" Gadis kecil itu berjalan sambil membawa buket bunga. Itu pasti dari mantan kekasih kamu. Aku yakin gadis itu pasti dekat sama mantan kamu"


" Apa gadis itu meninggal?"


" Sepertinya tidak. Karena mantan kekasih kamu melindungi gadis itu dengan tubuhnya"


Clara kaget mendengar jawaban lelaki yang ada dihadapannya itu. Selama pacaran dengannya, Kenan tidak pernah berkorban seperti itu untuknya. Apa gadis itu benar-benar penting dalam hidup sang mantan.


" Kamu jadi beraksi nanti malam?"


" Jadi dong. Aku sudah menyuruh anak buah ku untuk menyiapkan semua senjata"


" Apa nanti nggak akan menimbulkan kegaduhan?"


" Tidak. Anak buah yang aku bawa nanti adalah orang-orang terlatih"


" Bagaimana dengan anak buah kamu yang tertangkap?"


" Biarkan saja. Mereka sekumpulan sampah. Jadi biarkan saja mereka lenyap"


Clara menggelengkan kepalanya. Lelaki yang ada dihadapannya itu memang tidak mengenal rasa iba. Padahal mereka itu anak buahnya.


" Apa kamu ingin ikut dengan ku sayang?"


" Kemana?"


" Melihat kematian mantan kekasih kamu"


" Tentu saja"


Bos black cobra itu tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. " Kita akan bersenang-senang nanti malam"


Clara tidak salah memilih ikut dengan lelaki yang sekarang menjadi kekasihnya. Ia akan membalaskan rasa sakit hati pada sang mantan.


...***...


Anak buah Beni datang dengan membawa kotak p3k untuk Alexa. Ia memberikan kotak itu pada Alexa.


" Obati dulu luka anda nona?"


" Terima kasih Om Ben"


Alexa membersihkan lukanya dengan alkohol. Gadis itu meringis kala alkohol itu menyentuh lukanya. Walaupun lukanya tidak terlalu dalam. Tapi tetap saja menimbulkan rasa perih.


Setelah membersihkan lukanya. Alexa memberi obat merah, kemudian memberi plester pada lukanya. Sekarang lukanya tidak terasa sakit lagi.


Beberapa anak buah Beni sudah berjaga di berapa titik. Anak buah yang di tugaskan untuk menjaga Kenan adalah anggota tim S. Tim ini sangat kuat dari anggota lain.


" Om yakin mereka akan menyerang Om Kenan nanti malam?"

__ADS_1


" Saya yakin nona. Karena mereka tidak akan melewatkan kesempatan bagus ini. Apalagi sekarang tuan muda sedang terluka "


" Pengecut sekali mereka. Menyerang lawan disaat dia lagi terluka!"


" Kalau tuan muda nggak sakit, mereka tidak akan punya kesempatan menyerang"


" Kenapa?"


" Karena tuan muda akan menyerang markas mereka"


" Om tau markas mereka di mana?"


" Tau. Cukup mudah bagi kami untuk menemukan markas mereka"


" Om. Bolehkah aku membantu menyingkirkan lalat-lalat tidak berguna itu?"


" Tentu saja nona"


" Aku ingin menyingkirkan mereka dengan tanganku sendiri Om. Aku punya rencana yang bagus untuk menjebak mereka masuk kedalam perangkap"


" Siap nona. Saya dan anak buah saya akan membantu nona"


" Makasih Om"


Alexa penasaran, seperti apa bos dari black cobra. Dan ia juga ingin tau kemampuannya. Ia tidak sabar menunggu nanti malam. Ia akan menghajar lalat-lalat pengganggu itu dengan tangannya sendiri.


Ceklek.


Pintu ruang ICU terbuka. Alexa menoleh kearah suara pintu terbuka. Ia melihat dokter keluar dari ruangan ICU. Gadis cantik itu segera menghampiri sang dokter. Karena ia ingin mengetahui hasil operasi gunung es.


" Bagaimana Dok?"


" Alhamdulillah" ucap Alexa dan yang lainnya secara bersamaan.


" Kapan kami boleh melihat pasien Dok?" tanya Beni


" Nanti kalau sudah dipindahkan ke ruang rawat"


Tak berselang lama, Suster keluar dengan mendorong brankar milik Kenan. Alexa dapat melihat lelaki tampan yang selalu mengajak dia ribut terbaring lemah dengan kepala yang di perban.


Kenan dipindahkan ke ruangan VVIP. Di sana dia dapat fasilitas yang sangat baik. Dan biayanya jangan ditanya lagi. Sudah tentu sangat mahal. Soal uang tidak masalah bagi lelaki tampan itu.


" Kapan dia akan siuman Dok?" tanya Alexa.


" Setelah infusnya habis "


Alexa menoleh kearah tabung infus yang ada di samping kiri bed Kenan. Isi tabung itu masih banyak mungkin akan memakan waktu lama untuk Kenan sadar.


Apa dia akan bangun.


" Nona nggak usah khawatir, tuan muda sudah melewati masa kritisnya. Saya yakin tuan akan segera bangun"


" Hhmmm"


Karena dokter masih ada pasien yang lain yang harus ditanganinya. Ia pun pamit undur diri.


" Tolong jaga tuan muda sebentar nona. Saya mau keluar sebentar"


" Ok Om"

__ADS_1


Beni tidak khawatir meninggalkan tuanya bersama Alexa. Karena dia tau gadis itu bisa menjaga tuanya dengan baik. Dan lagi di luar ada anak buahnya yang berjaga.


Alexa menatap wajah tampan yang terbaring di atas bed rumah sakit. Ia tidak menyangka lelaki itu akan mengorbankan nyawanya menyelamatkannya. Kalau tidak mungkin sekarang ini dia yang terbaring di bed itu.


" Om bangun dong?. Aku nggak ada teman gelud lagi"


Tidak ada respon dari Kenan. Lelaki tampan itu masih setia memejamkan matanya. Dan itu membuat Alexa sangat sedih.


" Kapan om mau bangun?"


Tetap tidak ada respon dari lelaki tampan itu. Alexa mencoba menyentuh wajah Kenan. Walaupun wajah Kenan pucat, tapi tidak mengurangi ketampanannya.


Air mata Alexa jatuh mengenai pipi Kenan. Gadis cantik itu terbayang kejadian tadi pagi. Dimana Kenan melindunginya dengan tubuhnya sendiri. Alexa berjanji akan membalas orang yang sudah mencoba membunuhnya.


Gue tidak akan melepaskan kalian.


...***...


Sepulang sekolah Axel dan juga sahabatnya pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Kenan. Tak lupa ia juga membawakan makan siang untuk kakak tercintanya.


" Eca nggak apa-apa kan, yank?" tanya Alisha pada kekasihnya.


" Alhamdulillah Eca baik-baik aja yank. Tapi Om Kenan yang tidak baik"


" Pasti Eca sedih banget"


" Pastinya. Om Kenan itu kan sudah menyelamatkan nyawanya"


Jujur Axel juga belum tau pasti keadaan saudara kembarnya. Walaupun tadi Alexa mengatakan kalau dia baik-baik saja. Tapi tetap saja dia merasa khawatir.


" Apa nggak sebaiknya kita kasih tau mommy, yank?"


" Jangan yank, nanti mommy khawatir"


" Ya udah"


" Eca juga pesan tadi sama aku, kalau kita tidak boleh kasih tau mommy"


" Apa pelakunya sudah tertangkap?"


" Sudah. Sekarang mereka ada di markas Om Kenan"


" Syukurlah kalau pelakunya sudah tertangkap"


" Iya sayang"


" Seandainya aku yang diposisi Alexa, apa kamu akan menyelamatkan aku, yank?"


" Pasti dong yank. Aku akan mengorbankan nyawa aku untuk kamu"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Manis banget sih pacar aku ini" kata Alisha sambil mencubit pipi sang kekasih.


Mobil mewah milik Axel terus melaju membelah jalan ibu kota. Diikuti sama mobil Farel dibelakang.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2