Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kenan sadar


__ADS_3

Saudara dan sahabat Alexa sudah pulang. Mereka akan kembali lagi nanti sore. Sekarang gadis cantik itu sedang membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di ruangan itu.


Kenan mengejapkan matanya. Kornea matanya menyesuaikan cahaya yang masuk. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


Aawwwww..


Lelaki tampan itu meringis kala tangannya menyentuh kepalanya. Ia teringat kejadian tadi pagi saat mengantarkan Alexa ke sekolah.


Alexa.


Bagaimana keadaan gadis cantik itu. Apakah dia baik-baik saja. Kenan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Tapi sosok yang ia cari tak ada di sana. Lelaki tampan itu berusaha mencabut selang infus yang tertancap di tangannya.


" Om mau ngapain?!" tanya Alexa sambil berjalan menghampiri Kenan.


Kenan menatap gadis cantik yang menahan tangannya. Alexa membalas tatapan lelaki tampan yang ada di hadapannya.


" Om udah sadar?"


" Hhmmm"


" Apa ada yang terasa sakit?"


" Kepala saya masih terasa pusing"


" Apa ada yang Om inginkan?"


" Aku mau minum"


Alexa mengambil gelas yang berisi air putih yang ada di atas meja yang ada di samping bed Kenan. Ia membantu lelaki tampan itu untuk minum.


Setelah Kenan minum, Alexa meletakkan kembali gelasnya. Gadis cantik itu teringat akan ucapan Adele tadi siang.


" Om ingat siapa aku?"


" Ingat"


" Syukurlah"


" Kenapa kamu nanya gitu?"


" Aku pikir Om hilang ingatan"


" Kalau saya hilang ingatan, gimana?"


" Sedih lha Om"


" Kenapa sedih?"


" Nggak ada teman gelud lagi"


" Yakin cuma itu?"


" Hhmmm"


" Ya udah, kalau gitu saya amnesia aja"


" Kok gitu?"


" Nggak ada yang sayang"


Alexa kaget mendengar jawaban Kenan. Ia tidak mengerti maksud lelaki tampan itu.


" Om nggak boleh ngomong gitu. Banyak kok yang sayang sama Om"


" Kamu termasuk nggak?"


" Maksudnya?"


" Kamu termasuk yang sayang sama aku juga nggak?"


" Hhhmmm"


" Sayangnya kayak mana?"


" Kayak sahabat "


Kenan sedikit lesu mendengar jawaban Alexa. Tapi nggak apa-apa, ia akan berusaha lebih keras lagi untuk menaklukkan hati gadis cantik itu.


" Beni kemana?"

__ADS_1


" Om Ben pulang ke apartemennya"


" Wah asisten nggak ada ukhluk. Bos nya lagi sakit malah di tinggal sendiri. Awas aja nanti"


" Om Ben cuma pulang untuk mandi aja Om. Tadi Om Ben jagain Om kok"


" Tapi sekarang dia nggak ada"


" Kan ada aku"


" Emang kamu mau jagain saya"


" Mau. Lagian Om kan udah menyelamatkan aku. Jadi sudah seharusnya aku yang menjaga Om"


Kenan merasa senang. Kapan lagi punya perawatan cantik seperti gadis tipisnya.


" Makasih ya Om, karena Om udah menyelamatkan aku. Kalau Om nggak nolongin aku, mungkin sekarang aku yang terbaring disini"


" Sssttttt, jangan ngomong gitu. Saya melakukan semua itu karena saya tidak ingin melihat orang yang saya sayangi terbaring di rumah sakit"


Air mata Alexa jatuh tanpa seizinnya. Ucapan Kenan sungguh membuatnya terharu sekaligus bahagia.


Kenan memeluk gadis cantik yang ada dihadapannya itu. " Saya akan terus berjuang sampai kamu mau menerima perasaan saya"


Tok.


Tok.


Tok.


Ketukan pintu membuat Kenan melepaskan pelukannya. Ia melihat asistennya masuk dengan membawa paper bag di tangannya.


" Tuan!"


" Kenapa kamu kaget seperti itu melihat saya?!"


" Tuan beneran sudah sadar?"


" Iya. Emang kamu berharap saya nggak bangun lagi. Gitu?"


Beni tersenyum mendengar ucapan tuannya. Kalau sudah galak seperti itu berarti sekarang dia tidak bermimpi. Tuannya itu memang sudah sadar.


" Nggak tuan. Saya malah sangat senang melihat tuan sudah siuman"


" Ah ini?. Pakaian ganti untuk tuan"


" Untuk saya?"


" Iya tuan, karena saya tau kalau tuan sebentar lagi akan bangun. Jadi saya bawakan pakaian untuk tuan"


" Bawa sini. Saya sudah gerah pake baju pasien seperti ini"


Beni memberikan paper bag itu pada tuannya. Tapi sebelum itu ia memanggil dokter untuk mengecek lagi keadaan tuan mudanya.


" Apa ada yang ingin anda makan tuan?"


" Tidak. Oh iya bagaimana dengan pelaku tabrak lari itu?"


" Mereka sudah ada di markas tuan"


" Bagus. Sayang bantu saya pake baju dong?"


Alexa kaget mendengar Kenan memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Ia sangat malu sama Om Beni.


" Emang Om nggak bisa pasang sendiri?"


" Kamu nggak liat saya lagi sakit"


" Yang sakit kan bukan tangan Om"


" Jadi kamu nggak mau nih bantu lelaki tampan yang udah mengorbankan nyawanya untuk kamu?"


Alexa menghela nafasnya. Ia tidak bisa ngomel untuk saat ini. Karena gunung es itu lagi sakit. Alexa pun memilih untuk mengalah.


" Ya udah sini aku bantu pakein"


" Ikhlas nggak nih?"


" Ikhlas Om"

__ADS_1


Kenan tersenyum mendengar jawaban gadis tipisnya. Kenan memberikan paper bag yang berisi pakaiannya pada Alexa.


Beni menggelengkan kepalanya. Sejak kapan tuannya itu bisa bertingkah seperti anak kecil. Padahal dulu sama mantan modelnya, tuan mudanya tidak pernah bersikap seperti itu.


" Tuan"


" Hhmmm"


" Malam ini black cobra akan menyerang "


" Sebelum mereka berpikir untuk menyerang, kitalah yang lebih dulu menyerang mereka"


" Maksud tuan?"


" Kita akan menyerang markas black cobra malam ini"


" Tuan kan belum pulih?"


" Saya sudah pulih Ben"


" Pulih gimana?, kepala tuan aja masih diperban?"


" Tidak masalah. Anggota tubuh saya yang lain tidak terluka. Jadi tidak ada alasan untuk kamu menolak titah saya"


" Benar apa kata Om Ben, Om. Om itu masih harus istirahat. Masalah black cobra serahkan sama aku dan juga Om Ben"


" Nggak!. Mana mungkin saya membiarkan orang yang saya sayangi terluka"


" Aku nggak akan terluka Om. Lagipula aku nggak sendirian. Ada saudara, sahabat dan juga Om Ben yang bantu aku"


" Kamu nggak tau siapa lawan yang akan kamu hadapi. Mereka lawan yang cukup tangguh"


" Aku tau Om. Dan Om juga nggak lupa kan siapa aku?"


" Saya tau. Tapi lawan kamu ini mafia yang cukup tangguh"


" Nggak apa-apa. Justru akan sangat menarik kalau mereka lawan yang tangguh"


Kenan tidak tau harus bagaimana lagi. Ia juga tidak bisa membiarkan Alexa pergi ke sana. Walaupun gadis tipisnya itu perginya tidak sendirian. Tapi tetap saja ia khawatir.


" Baiklah "


" Makasih Om"


" Hhmmm"


Kenan memang akan membiarkan Alexa pergi. Tapi bukan berarti dia akan berdiam diri saja di rumah sakit. Ia akan mendampingi gadis tipisnya untuk membasmi black cobra.


" Saya akan kasih tau strategi yang bagus pada kalian"


Baru Kenan akan memberitahu strategi yang bagus. Tiba-tiba pintu ruangan Kenan terbuka, dan tampaklah saudara dan juga sahabat Alexa.


" Wah Om Kenan udah bangun" kata Adele.


" Ucap salam dulu, Del" kata Alexa.


" Ah maaf lupa. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


" Kita bawakan buah sama kue untuk kamu" kata Alisha.


" Yang sakit kan saya?, tapi yang dapat kue dan buah kok Alexa?"


" Buat Om juga ada kok "


Alisha dan Adele memberikan paper bag dan juga kantong plastik pada Alexa.


" Om mau makan buah?" tawar Alexa.


Kenan mengangguk.


" Mau buah apa?"


" Jeruk "


Alexa mengupas kulit jeruk, Setelah itu dia menyuapi jeruk yang udah di kupas tadi ke mulut Kenan.


Axel dan yang lainnya kaget melihat Alexa menyuapi Kenan dengan santainya. Biasanya dua insan itu selalu gelud. Tapi sekarang mereka terlihat so sweet banget.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2