
Semua orang duduk di tempat yang sudah di sediakan. Sedang anak-anak duduk di kursi terpisah dengan orang dewasa. Karena Kiran nggak ingin anak-anak mendengar obrolan para orang dewasa.
Rania dan ibunya sangat senang. Karena semua keluarga besar Nando menerima kehadiran mereka berdua. Dan mereka juga tidak pernah memandang status Rania yang notabenenya dari kalangan biasa.
" Makan yang banyak ya Buk" kata Kiran pada ibu Rania.
" Iya Nak"
" Kalau ibuk kurang suka sama steak, nih ada sate sama rendang juga"
" Suka kok Nak, dagingnya nggak keras"
" Syukurlah kalau ibuk suka. Nia juga makan yang banyak"
" Baik Kak"
Mereka semua menyantap steak yang sudah dibuat para istri cantik. Para suami memanjakan istri mereka, dengan memotong daging steak itu menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian memberikan pada istri mereka masing-masing.
Nando juga memberikan daging steak miliknya pada Rania. Walaupun ia belum menikah, tapi ia juga nggak mau kalah dengan kakak-kakaknya.
Alexa menghentikan makannya karena ponselnya bergetar. Ia melihat nama Ketos tertera di layar ponselnya.
" Bentar ya, mau angkat telpon bentar" kata Alexa pada saudara dan juga sahabatnya.
Setelah agak jauh dari meja makan. Barulah Alexa menjawab telpon dari lelaki tampan yang diberi nama Ketos itu.
" Hallo, Assalamualaikum Kak"
" Wa'alaikum salam. Lagi dimana?"
" Di rumah Kak"
" Kebetulan, kakak udah di depan gang rumah kamu nih"
" What!"
" Kenapa kaget kek gitu?"
" Kakak serius ada di depan gang rumah aku?"
" Iya. Ganti aja panggilannya ke Video. Nanti kamu tau kakak bohong, apa nggak?"
" Ng-nggak usah, aku percaya"
" Ya udah, kakak tunggu ya"
" Hhmm"
Selesai menelepon, Alexa segera menghampiri Axel.
" Axel"
" Paan sih!"
" Temenin gue ke gang kupu-kupu"
" Ngapain?!"
" Kak Kevin ada di sana"
" Ngapain dia di sana?"
" Ya nemuin gue lha! masa mau nemuin kupu-kupu malam"
" Makanya jangan sembarangan ngomong. Jadi susah sendiri kan?"
" Ceramahnya entar aja. Sekarang antarkan kakak kakak kamu yang cantik ini ke gang kupu-kupu. Ya?" pinta Alexa dengan nada memohon.
" Baiklah"
" Nah gitu dong. Itu baru adek gue yang tampan"
__ADS_1
" Ck"
" Semuanya, pamit keluar sebentar ya"
" Mau kemana?" tanya Abimanyu
" Keluar bentar, ada urusan penting" kata Alexa.
" Ok, hati-hati"
" Makasih Bang"
Setelah berpamitan dengan sepupu dan juga sahabatnya. Alexa dan Axel segera pergi dari taman. Mereka berdua harus segera pergi ke kampung kupu-kupu.
" Bawa motor aja biar cepat"
" Iya nyonya"
Alexa tersenyum mendengar saudara kembarnya memanggilnya dengan sebutan nyonya. Itu tandanya Axel sedang kesal padanya.
Axel melajukan motornya meninggalkan mansion. Ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Karena mereka berdua harus segera sampai di kampung kupu-kupu.
Suasana jalan menuju kampung kupu-kupu sudah agak sepi. Dan itu membuat bulu kuduk Alexa merinding. Maklum, Alexa tipe-tipe cewek yang takut dengan hal-hal berbau mistik.
Perjalanan yang biasanya ditempuh dengan waktu lima belas menit. Sekarang menjadi sepuluh menit. Dan untungnya Alexa memakai helm. Kalau tidak, bisa di pastikan rambutnya mirip rambut singa jantan.
" Itu Kak Kevin bukan?" kata Axel setelah mereka berhenti agak jauh dari gang.
" Iya. Masa demit"
" Ya udah buruan samperin, sana!"
" Kamu tunggu disini, ya?"
" Hhmm"
" Ingat, jangan pergi kemana-mana. Kalau tidak besok kamu ditemukan di salah satu rumah warga yang ada disini"
" Makannya diam disini. Kalau kamu dalam bahaya, panggil nama aku tiga kali. Ok"
" Udah pergi sana!"
" Iya, nih juga mau jalan"
Sebelum berjalan ke tempat Kevin, Alexa merapikan penampilannya dulu. Setelah itu barulah ia berjalan menghampiri lelaki tampan yang sedang menyandar di badan mobil.
" Hai Kak"
Kevin menoleh kearah suara. Ia menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya. Ya tadi sambil menunggu gadis cantik itu datang, ia main game di ponselnya.
" Kok lama banget datangnya?" tanya Kevin sambil melihat jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya.
" Maaf ya Kak, tadi aku ke toilet dulu. Soalnya perut aku sakit banget"
" Emang makan apa tadi, kok bisa sakit perut?"
" Semur jengkol" jawab Alexa asal.
" Jengkol?"
" Hhhmm"
" Jangan bohong, Kakak tau kalau kamu itu nggak pernah makan jengkol" kata Kevin sambil mencubit gemas hidung Alexa.
" Hehehe, kok kakak tau sih?"
" Ya tau lha"
" Iya tau darimana?"
" Ya tau aja"
__ADS_1
" Oh iya. Kakak kok tumben kesini?"
" Kakak kangen, makanya kakak kesini. Walaupun tadi nggak berharap bisa ketemu sama kamu karena nggak bikin janji dulu. Tapi setidaknya melihat gang rumah kamu aja udah lebih dari cukup"
" Ck, gombal"
" Beneran"
" Kamu nggak tau gimana tersiksa kakak nahan rasa rindu ini"
" Baru beberapa jam nggak ketemu, kemampuan menggombal kakak sudah meningkat"
" Nggak percaya banget sih dibilangin. Mau jalan-jalan bentar nggak?"
" Maaf ya Kak, kalau sekarang nggak bisa. Soalnya di rumah lagi rame"
" Emang ada acara apa?"
" Nggak ada acara apa-apa, cuma kumpul keluarga aja"
" Berarti kakak datang diwaktu yang nggak tepat ya?"
" Nggak kok. Lagian kakak kan nggak tau kalau di rumah aku lagi ada acara kumpul keluarga"
" Tapi benar ya nggak ada acara khusus?"
" Bener Kak. Lagian mau acara khusus apa coba?"
" Pertunangan, mungkin?"
" Kakak mikirnya terlalu jauh"
" Ya siapa tau kamu di jodohkan sama keluarga kamu"
" Nggak mungkin Kak"
" Kenapa nggak mungkin?"
" Karena di keluarga aku, nggak pernah ada yang namanya perjodohan"
" Benarkah?"
" Bener. Dan kalau pun bener aku di jodohkan, aku akan menolaknya"
" Kenapa?"
" Karena perasaan aku yang punya, bukan orang tua aku. Jadi orang tua aku nggak berhak untuk memaksakan kehendak untuk aku mencintai orang yang mereka jodohkan. Dan lagi perasaan itu tidak bisa di paksa"
Hati Kevin terasa ter-cubit saat mendengar jawab gadis cantik yang ada di hadapannya itu. Apa yang dikatakan Alexa benar.
" Kalau kamu udah nolak, tapi orang tua kamu tetap maksa bertunangan dengan lelaki yang nggak kamu suka, gimana?"
" Berarti mereka tidak peduli dengan kebahagiaan aku, dan mereka tidak sayang sama aku. Karena kalau mereka peduli dan sayang sama aku, maka mereka tidak akan memaksa aku untuk bertunangan dengan lelaki itu"
Kevin tersenyum pahit. Apa yang dikatakan Alexa memang benar. Orang tuanya tidak sayang dengannya. Karena dia sudah beberapa kali menolak pertunangannya dengan Citra. Tapi mamanya tetap memaksanya.
Alexa kaget karena Kevin tiba-tiba memeluknya. Bukan hanya itu, lelaki tampan itu juga menangis. Dan ini kali pertamanya ia melihat sisi rapuh seorang Kevin.
" Kakak sayang sama kamu. Sayang banget"
Apa Kak Kevin sedih karena cintanya belum gue terima, ya.
Alexa menepuk-nepuk pelan punggung Kevin. Ia berusaha menenangkan lelaki tampan itu. Ia tidak tau apa yang membuat Kevin menangis.
To be continue.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ.
Selamat hari raya idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Happy reading 😚😚
__ADS_1